Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 177


__ADS_3

Di dalam kamar mandi, Kirana sudah membersihkan wajah dan bibirnya berkali-kali karena kelakuan Alfaro yang sudah menciumnya, Kirana mengumpat berkali-kali karena kelakuan Alfaro


"Faro benar-benar kurang ajar, berani dia mencuri ciuman pertama ku, dasar bajin*gan kau Faro!, Aah!!" Teriak Kirana yang sedang berada di dalam kamar mandi


Sementara itu Alfaro masih duduk di teras depan rumah Edward sambil menenangkan irama jantungnya kembali


Tak berapa lama kemudian datanglah Edward bersama dengan Alena, Edward terkejut melihat Alfaro sudah berada di teras rumahnya


"Ada apa kamu disini Faro?" Tanya Edward


"Aku menunggumu Ed, ada hal penting yang ingin aku bicarakan, dan ini membuatku suntuk" ucap Alfaro


"Ini sudah malam, sebaiknya kau masuklah, malam ini tidur disini saja, besok pagi kita bicara" ucap Edward


"Baiklah" jawab Alfaro


Edward berjalan masuk bersama dengan Alena, kaisar mengikutinya dan kini berjalan di samping Alfaro


"Aku tunjukkan kamar untuk mu Faro" ucap Kaisar kemudian mengantar Faro ke sebuah kamar yang berdampingan dengan kamar Kirana


"Maksih Kai, di sebelahku ini kamarmu?" Tanya Faro


"Bukan, itu kamar adikku, Kirana" ucap Kaisar dan membuat Alfaro sedikit terkejut


Tak lama kemudian semuanya sudah menuju kamar masing-masing untuk beristirahat karena sekarang sudah jam 1 malam, Edward kini sudah berada di atas tempat tidur menunggu istrinya yang masih mengganti baju tidurnya, Wajah Alena sangat terlihat kelelahan hingga membuat Edward tidak tega untuk mengganggunya lagi


"Bee, sini berbaringlah di sampingku" ucap Edward


Alena menoleh kearah suaminya dan kemudian tersenyum, perlahan Alena kini merebahkan tubuhnya di samping suaminya, Edward merangkul Alena kemudian mencium perut dan keningnya sambil mengusap rambutnya pelan, perlahan Alena sudah berada dalam pelukan suaminya, dengan lembut Edward menggosok pinggang Alena untuk memberikan rasa nyaman agar istrinya bisa tidur nyenyak, tak lama kemudian Alena sudah masuk ke dalam mimpi indahnya


Edward tersenyum menatap istrinya dan memainkan rambut yang tak sengaja berada di wajah Alena


"Kau sangat cantik Bee" ucap Edward dan kemudian mengecup bibir dan keningnya dengan lembut lalu memeluk istrinya kembali


Pagi hari seperti biasanya, dirumah Edward sudah rame dengan teriakan Kirana dan Alena yang saling melempar candaan saat sedang menyiapkan sarapan pagi, Edward yang kini sudah menikmati secangkir kopi bersama dengan Kaisar di teras belakang hanya tersenyum melihat tingkah konyol kedua wanita yang ada di dapur


"Hai Ed, kenapa tadi tidak membangun kan ku" ucap Alfaro dari belakang


"Sudah, kamu nya saja yang molor dibangunin Sampek Teriak beberapa kali masih tetap tidur" ucap Edward


Tak lama kemudian Alena segera menghampiri Edward dan yang lainya untuk bersiap sarapan pagi di meja makan, tampak kini Kirana yang tadinya habis bergurau dengan Alena sekarang langsung terdiam di depan Alfaro yang juga sudah ada di meja makan


Semua menatap aneh kearah Kirana dan Alfaro secara bergantian, hingga Kaisar bertanya


"Apa terjadi sesuatu dengan kalian?" Tanya Kaisar


"A Apa kak?" Tanya Kirana gugup


"Ada, semalam kita ber_" ucap Alfaro

__ADS_1


DUG


Kaki Kirana langsung menendang kaki Faro yang berada di bawah meja hingga Faro meringis kesakitan dan tidak melanjutkan kata-katanya


"Maksud pak Alfaro, kita semalam gak sengaja bertemu dan sempat bertarung sebentar" ucap Kirana


"Bertarung?" Tanya Alena heran


Begitu juga dengan Edward yang kini mengerutkan alisnya, Kirana langsung menjelaskan bahwa semua dilakukan karena penasaran saja dengan ilmu bela diri masing-masing, dan kemudian tidak terjadi apapun


Setelah makan Alfaro meminta waktu sebentar ke Edward untuk berbincang


"Sebaiknya kamu segera terbang ke Paris Faro, sepeti nya ini sangat urgent, Dady kamu gak akan mungkin memaksamu ke sana kalau dia sudah bisa mengatasi masalahnya sendiri" ucap Edward


"Baiklah, aku juga tidak mau Dady kerepotan sendiri disana, mungkin besok aku akan segera berangkat ke Paris" jawan Alfaro


DEG


Kirana tidak sengaja mendengar perkataan keduanya hingga tiba-tiba saja hatinya merasa tidak nyaman Alfaro pergi meninggalkan dirinya, hingga tak lama kemudian Kirana pamit untuk segera berangkat kerja


"Mau aku antar?" Ucap Alfaro sambil menggoda Kirana


"Gak usah, aku bawa mobil sendiri" ucap Kirana Sambil berlalu pergi


*


Hari ini Edward baru saja sampai di perusahaannya kemudian di datangi oleh Daniel dengan terburu-buru, Edward kaget melihat Daniel yang sedikit panik


"Kau ingat perusahaan saingan kita dulu?"


"Luxury Company?" Tanya Edward


"Iya benar, mereka benar-benar melakukan gebrakan yang membuat kacau nilai saham dan juga perekonomian perusahaan lain"


"Benarkah?, Berani sekali mereka" ucap Edward


Kemudian perbincangan itupun mengalir dengan sendirinya, Edward berharap Daniel tidak terpengaruh dengan perusahaan itu dan tetap menjaga kualitas apapun yang di hasilkan oleh perusahaan Eagle Company, menang perusahaan luxury dari dulu adalah perusahaan saingannya yang bekerja dengan menggunakan berbagai cara, sehingga banyak yang tidak suka


"Daniel, aku ingin kamu menyuruh orang kepercayaan kita untuk melacak dan mencari tau, apakah kecelakaan yang terjadi dengan Raka itu, murni kecelakaan, atau ada yang lain" ucap Edward


"Baik Ed, aku pergi dulu"


Edward memang selalu waspada dengan gerakan perusahaan musuh-musuhnya, dirinya tidak mau sampai kecolongan lagi


*


Arini baru saja sampai di butik tempat dirinya bekerja, dirinya langsung bergabung dengan yang lain untuk memulai pekerjaannya, saat siang menjelang Arini dan yang lainya bergantian untuk beristirahat, disaat itulah dirinya melihat Kirana juga sedang makan di kantin sederhana dekat dengan butik, akhirnya Arini ikut bergabung dalam satu meja yang sama


"Hai Kirana?" Ucap Arini

__ADS_1


"Oh, hai Arini, mari makan dulu" ucap Kirana


Kemudian Arini memesan makannya dan makan di depan Kirana, saat semuanya habis Arini langsung bertanya


"Jadi kau tinggal dengan tuan Edward?"


"Iya, tepatnya kak Alena dan Kak Edward, ada apa?" Tanya Kirana


"Tidak ada apa-apa, aku hanya penasaran degan kehidupan orang hebat seperti mereka" ucap Arini


"Mereka jauh lebih sederhana dari yang kau bayangkan, yah walaupun mereka bergelimang harta tapi kehidupan sehari-hari biasa saja, layaknya orang lain pada umumnya" jawab Kirana


Keduanya kini kembali bekerja dan sibuk dengan urusannya masing-masing, hingga sore hari tiba dan Arini bergegas pulang dengan naik angkot, tanpa sengaja terlihat Edward sedang memasuki Resto yang menyediakan aneka kue dan Arini langsung menghentikan angkotnya lalu segera turun dan masuk ke dalam Resto untuk mencari keberadaan Edward


Edward yang baru saja memesan kue permintaan istri tercintanya masih duduk di kursi dengan mengecek handphonenya, dia terkejut ketika ada sebuah suara yang menyapa dirinya


"Assalamualaikum tuan Edward?"


"Waalaikumsalam, Arini?"


"Iya tuan, ini saya, kebetulan sekali kita bertemu disini ya" ucap Arini dan disambut dengan senyuman tipis Edward


"Hem, kebetulan sekali, kau juga ingin memesan kue atau roti?'


"Iya tuan, maaf saya pesan dulu, nanti saya kesini lagi" ucap Arini


"Wanita ini sepertinya sengaja menemui ku, bagaimana mungkin dia berpikir untuk belanja disini dengan keadaan keuangan yang pas-pasan seperti itu" batin Edward


Tak lama kemudian Arini sudah kembali lagi dan duduk di depan Edward dengan senyuman bahagianya


"Maaf tuan Edward, apa anda tak merindukan Ambar?, Dia sering sekali menanyakan anda" ucap Arini


"Tentu saja, hanya, aku benar-benar masih sibuk jadi belum bisa menemui nya" jawab Edward


"Iya nanti saya akan memenangkan nya lagi tuan, maaf merepotkan Anda" ucap Arini


Edward kemudian terdiam dan berharap kue pesanannya segera diantarkan kepadanya, Arini juga terdiam sambil sesekali melirik ke arah Edward yang cuek dan meriksa handphone nya kembali, hingga tak lama kemudian sang pelayan toko datang dan menyerahkan pesanan kuenya, Edward tersenyum dan kemudian pamit meninggalkan Arini, setelah kepergian Edward, Arini terdiam, dirinya sangat bisa merasakan kalau Edward seperti sedang menjaga jarak dengannya tepatnya menghindari dirinya


Bersambung


Author akan tetap UPDATE SETIAP HARI


Sampai Novel ini tamat


Author minta tolong ya..mampir dong di karyaku"SAHABATKU KEKASIHKU", aku ucapin makasih sekebon buat pembaca setiaku yang udah mampir, yang belum, ayoo buruan,.muach muach


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN

__ADS_1


HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2