Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 107


__ADS_3

Sehabis sholat Magrib, Edward mendapat telpon dari salah satu anak buahnya


"Sekarang orang yang anda maksud ada di sebuah Cafe dan sendirian tuan"


"Hem, katakan aku ingin bertemu, dan jangan biarkan dia beranjak dari tempatnya sampai aku datang"


"Baik tuan"


Edward langsung menutup panggilan telpon dan pamit keluar sebentar ke Alena dengan di dampingi pengawalnya


"Bee, aku keluar sebentar, ada urusan yang harus aku selesaikan"


"Oh, oke honey, hati-hati"


"Jangan menungguku, tidurlah kalau memang kamu ngantuk, aku tidak akan lama"


"Hem" Alena mengangguk sambil kemudian melanjutkan acara nontonnya


*


Edward memasuki kawasan sebuah Cafe yang lumayan mewah di area itu, dengan memberikan kode ke anak buahnya, Edward langsung diantar memasuki ruangan khusus yang sudah di pesan oleh Edward sebelumnya, semua dilakukan agar Edward leluasa berbicara dengan Aditama


Aditama langsung menoleh ke arah pintu ketika Edward sudah memasuki ruangannya, dengan tenang Edward duduk di depan Aditama yang sudah sangat terlihat raut kecemasan di wajahnya


"Tidak ku sangka, rupanya kita ketemu di negara ini" ucap Edward


"Iya, lalu, apa maksudmu ingin menemui ku? Tanya Aditama


"Hanya ingin menanyakan alasanmu keluar dari Royal Murrage Hospital, katakan!" Ucap Edward


"Sudah aku jelaskan di surat pengunduran diriku, aku memang ingin bekerja di negara ini, jadi aku segera pindah"


"Aku tidak sebodoh itu Aditama, kau pindah sebelum mendapatkan pekerjaan disini, jadi alasanmu tadi tidak bisa aku terima, kau berbohong!"


"Memangnya apa urusanmu pak Edward, ingat aku bukan anak buah mu lagi, aku sudah keluar dari Rumah Sakit mu"


"Itu memang benar, tapi meninggalkan seorang wanita begitu saja, apalagi yang berstatus kekasihmu, apa itu bukan tindakan Gila?"


"Itu Urusanku!"


"Dan sekarang menjadi urusanku juga, kamu pikir aku tidak tau apa yang sudah kau lakukan terhadap Alena ku ha!"


"Apa maksudmu pak Edward, aku tidak mengerti"


"Asal kau tau, setelah Alena menceritakan bagaimana kamu mengancamnya saat cintamu Alena tolak, aku langsung memasang cctv di ruangan kerjamu"


"Apa!"


"Kenapa, kau terkejut?, Atau kau takut kelakuan kurang ajarmu yang hampir menyentuh Istriku waktu itu bisa di ketahui olehku Ha!"


"Itu_, aku melakukannya karena Alena mempermainkan ku, dia tidak jujur mengatakan kalau sudah menikah denganmu!"


PLAK


Edward langsung menampar Aditama dengan keras hingga sudut bibirnya berdarah


"Baji*ngan kau, waktu itu bahkan aku melihat Alena sudah jujur padamu tentang statusnya, dan kau semakin gila malah ingin menciumnya, apa perlu aku tendang kepalamu untuk mengingatkan hal itu, Aditama!"


"Semua ini terjadi karena Alena, kalau dia jujur dari awal, aku akan menahan semua rasaku, tapi apa yang dia lakukan, saat aku menyatakan cintaku dia hanya menolak ku dengan alasan yang tidak jelas"


"Tutup mulutmu Breng*sek!" Teriak Edward


"Aku tidak akan menutup mulutku!, Apa kau tau, dengan semua kesalah pahaman ini, aku sangat terluka, duniaku hancur dan bahkan aku sudah merenggut kehormatan Amaya, itu aku lakukan karena aku ingin membalas Alena, semua karena Alena!"


"Bang*sat!!"


Teriak Edward


BUK


DUK

__ADS_1


PLAK, PLAK


Edward menghajar Aditama tanpa perlawanan yang berarti, tentu saja Aditama bukan tandingan Edward, Aditama babak beluk tak berbentuk lagi, beruntung Edward masih berusaha menahan diri, mengingat Alena pernah bersimpuh dan memohon padanya agar tidak menyakiti Aditama demi Amaya sahabatnya


"Kau tau, kalau bukan karena Alena yang bersimpuh memohon padaku untuk tidak menyentuh mu, aku pasti sudah lama melenyapkan mu"


"Apa?, Alena bersimpuh memohon padamu demi diriku?"


"Itulah kenyataannya, orang yang berusaha kau sakiti, malah berusaha melindungi mu, dan aku tidak tau lagi apa yang akan Alena lakukan saat dia tau apa yang sudah kau lakukan dengan Amaya"


BRUG


Aditama langsung jatuh terduduk di lantai, air matanya tumpah saat mendengar kenyataan dari Edward, bayangan kenangannya saat bersama Delia, Alena dan Amaya melintas begitu saja dan makin membuat Aditama tidak bisa menahan tangisnya


"Bunuh aku Edward, lakukan sekarang juga!, aku tidak pantas hidup untuk apapun!"


Edward tersentak mendengar ucapan Aditama, pemandangan yang sangat mengenaskan dari seorang laki-laki yang tidak punya cahaya hidup dimatanya, terlihat penyesalan yang begitu dalam di mata Aditama


"Bangunlah, aku tau kamu laki-laki yang baik, pertanggung jawabkan semua perbuatan mu, kalau kau ingin semuanya tidak terlambat"


"Tapi, apa mungkin mereka mau memaafkan ku?"


"Alloh Selalu memberikan jalan untuk sesuatu yang baik, berusahalah, perbaiki semuanya"


Edward langsung berlalu pergi meninggalkan Aditama


Aditama bangkit dan segera melangkahkan kakinya menuju apartemennya, kata-kata Edward menyadarkan dirinya dan memberikan keberanian untuk memperbaiki semuanya sebelum terlambat


*


Edward kembali pulang dan mendapati Alena tertidur di sofa tengah sambil menonton sebuah Film


"Kau menungguku rupanya Bee"


Ucap Edward sambil mencium kening istrinya


Perlahan Edward bermaksud memindahkan istrinya ke kamar, namun tiba-tiba Alena menggeliat dan terbangun dari tidurnya


"Hem, maaf, aku agak lama, ada urusan penting yang harus di selesaikan tadi"


"Sudah selesai?"


"Tentu saja, ayo aku gendong ke kamar, kamu lelah Bee, harus beristirahat, ini sudah malam"


"Aku ingin melanjutkan nonton Film ini dulu honey, temani ya?"


"Baiklah, aku ganti baju dulu, tunggulah"


"Oke honey"


Sesaat kemudian Edward sudah duduk menemani Alena menonton sebuah Film terbaru yang belum pernah di tontonnya, Edward memeluk tubuh istrinya dengan lembut beberapa kali menciumi rambut Alena dan puncak kepala istrinya


Namun Susana berubah saat tiba-tiba muncul adegan panas dari Film yang dilihatnya, Edward mulai tidak kuasa menahan has*ratnya, perlahan memasukkan tangganya ke dalam baju istrinya dan mencari sesuatu yang sangat di sukai nya


"Disini sangat hangat Bee"


Ucap Edward sambil meremas bukit kembar istrinya berkali-kali


Akhirnya Alena men*desah, rupanya Gerakan aktif tangan suaminya mampu membuatnya melayang


Edward yang menyadari hal itu langsung menggerakkan tangganya ke arah beberapa cctv yang ada di sekitar ruangan itu, tenaga dalam yang dikeluarkan mampu memblok cctv hingga tidak bisa menampilkan gambar


Dirasa sudah aman, Edward langsung agresif menciumi, menggigit dan menjilati tubuh istrinya, kini Alena sudah polos tidak memakai apapun


Alena pun mengikuti instingnya, menyambut Hasrat suaminya


Kali ini Alena berusaha memimpin permainan, ingin memberi kesan yang berbeda ke suaminya, mendorong Edward ke sofa melucuti pakaiannya dan dengan berani menirukan adegan di film yang di tontonnya tadi, saat Alena melakukan aksinya, Edward terkejut


"Bee, apa yang kau lakukan?"


"Memuaskan mu honey, Rileks dan tenanglah"

__ADS_1


Kini Alena menggerakkan tangannya dengan lembut menuju pusaka milik suaminya, memegang dan meremasnya dengan pelan, Edward membelalakkan mata tak percaya dengan apa yang dilakukan istrinya


Desa*han kenikmatan lolos dari mulut Edward, ketika Alena mencium dan sedikit menjilati batang perkasanya yang sudah tegak menantang


"Ssshhh, Ooohhg, Bee_"


Edward meremas rambut Alena pelan, dan semakin mendesah tidak karuan


"Ini sangat luar biasa Bee, Aaahh!"


Alena tersenyum puas melihat Edward makin terang*sang dan tubuhnya mulai menggelin*jang, dengan pelan Alena segera merangkak naik di atas tubuh suaminya, menepatkan posisi in*timnya tepat di atas pusaka suaminya, memasukkannya pelan dan mende*sah


"Eeemgh, Honey"


"Yes, Bee, Faster my love"


Dirasa sudah masuk dengan aman, Alena segera menung*gangi tubuh suaminya dengan gerakan makin lama makin cepat, Edward terkadang membantunya dengan memegangi pinggang Alena dan memaju mundurkan dengan kuat


"Honey, Ooh, aku hampir sampai!"


"Aku juga Bee, tunggu!"


PLUK


Edward tiba-tiba saja melepaskan pusakanya begitu saja


Alena kelimpungan saat apa yang diinginkannya diambil paksa oleh pemiliknya, namun diluar dugaan, Alena langsung di balikkan badannya oleh Edward, kini Alena tengkurap di atas sofa, Edward mengganjal perut Alena dengan bantal hingga sedikit menung*ging


Dengan cepat Edward mengambil tisue yang ada di dekatnya dan membersihkan len*dir yang membasahi bagian in*tim istrinya


Alena memekik ketika lidah Edward kini bermain di bagian kewani*taannya, mense*sapnya, menggigit dan kadang menghisapnya pelan


"Aaahk!, Honey, apa yang kau lakukan?!"


"Nikmatilah Bee"


"Ssshh, Aaahh, aku tidak kuat lagi Honey, Oogh!"


Kali ini Edward langsung memasukkan miliknya dan mendorongnya keluar masuk berkali-kali dengan cepat, hingga akhirnya keduanya menjerit meledakkan hasratnya bersama-sama


Tanpa memberi jeda, Edward langsung membalikkan tubuh Alena menghadapnya, Alena yang masih terengah-engah kini mendapatkan serangan dari suaminya kembali, kali ini Edward menancapkan begitu dalam pusakanya ke dalam in*tim Alena dengan memeluk dan melu*mat habis bibir istrinya


"Sebentar lagi Bee, Oohh"


"Faster honey, aku hampir sampai"


Edward langsung menghujamkan miliknya dengan sangat kuat dan lebih cepat, hingga akhirnya ledakan kedua pun kembali terjadi


"AAAH!"


suara jeritan keduanya sampai terdengar dari luar, beruntung tempat para asisten rumah tangga dan para pengawal terpisah dari Villa


Para pengawal yang berjaga dan mendengar teriakan erotis tuannya, saling berpandangan dan menggeleng-gelengkan kepala sambil tersenyum


"Honey, kenapa kau mengganjal bokongku?"


"Biar benihku tidak terbuang percuma Bee, aku ingin segera ada Edward junior disini"


Alena hanya tersenyum sambil menciumi wajah suaminya


(Hadeh, segitunya ya kalau sudah pengen anak, dasar Edward, Author Sampek ikut kelimpungan)


Bersambung


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE

__ADS_1


__ADS_2