Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 113


__ADS_3

Pak hari langsung tersenyum dan kemudian mengambil kursi yang di tempatkan diantara Edward dan wanita itu, tentu saja hal ini terpaksa harus menggeser tempat duduk sang wanita yang terlihat sedikit kesal


CUP


Tiba-tiba saja Edward langsung mencium bibir Alena dengan lembut dan sontak membuat semua orang yang ada di sana langsung melongo tak percaya melihat seorang Edward Runcel Eagle begitu lembut dan memuja memperlakukan istrinya, kecuali Pak Hari yang sudah terbiasa dengan kemesraan mereka


"Oh, jadi ternyata anda nyonya Edward, kebetulan sekali anda ada disini"


"Begitulah nona_?"


"Anggel, nama saya Anggel"


"Oh nona Anggel, nama saya tidak usah saya sebutkan seantero jagad raya juga sudah tau siapa sebenarnya istri Edward Runcel Eagle, atau mungkin anda memang benar-benar belum tau nona Anggel?"


Mendengar jawaban Alena, pak hari dan Edward hanya menahan senyum


"Saya sudah tau, bukankah Anda Alena Bilqis Nugraha, dari keluarga Nugraha"


"Alhamdulillah, berarti kecerdasan anda masih bisa saya akui"


Kali ini Edward tak sengaja tersenyum hingga membuat yang lainya ikut hampir tersenyum namun segera di tahan


"Apa maksud Nyonya Edward menganggap saya ini orang biasa, maaf saya seorang wanita mandiri dengan banyak kesuksesan di dunia bisnis, saya lulusan terbaik di universitas dan reputasi saya tidak ada yang pernah meragukan lagi, anda bisa melihat di entertainment manapun berita soal saya Anggel Luna Mahira"


"Diatas langit masih ada langit nona Anggel, sebaiknya anda sadar akan hal itu"


"Tapi saya merasa langit yang ada diatasnya langit, apa ada masalah dengan itu?"


Keadaan semakin memanas hingga akhirnya Edward memberi kode kepada pak hari untuk mengendalikan suasana


"Baiklah, sebaiknya kita kembali ke topik pembicaraan, waktu kita tidak banyak nona Anggel"


"Baik"


Merasa diatas angin Anggel tersenyum penuh kemenangan sambil menatap Alena


Alena hendak berbicara Namum tangan Edward segera mengelus pahanya, memberikan kode untuk menghentikan aksi istrinya lagi


Kini pembicaraan beralih ke seputar bisnis, Alena masih merasa jengkel dengan Edward karena menghentikan aksinya saat ingin memberi pelajaran kepada Anggel


*


Sementara itu di tempat lain Amaya berjalan cepat memasuki pertokoan untuk belanja sesuatu, dia semakin jengkel ketika mengetahui Aditama terus mengikutinya, akhirnya munculah ide gilanya untuk memberi pelajaran ke Aditama


Amaya segera bergegas masuk ke dalam sebuah Toko khusus menjual baju dalam wanita, Aditama tidak sadar akan hal itu dan ikut masuk kedalamnya sambil sembunyi-sembunyi


"Kenapa kamu disini, menguntit ku?" Ucap Amaya dan mengagetkan Aditama


"Jangan ke pede an, ini pusat pertokoan, tentu saja aku ingin mencari baju_"


Perkataan Aditama tertahan saat menyadari kalau sekarang ada di toko dalaman wanita


"Mencari baju apa?"


Sahut Amaya menahan tawanya


"Emm, apa ya, itu, aku_"


Aditama kebingungan


"Mbak, bantu mas ini cari baju dalaman wanita disini" teriak Amaya ke pelayan toko yang sudah cekikikan melihat keberadaan Aditama


"Sh*it, Amaya benar-benar mengerjaiku, kenapa aku jadi bodoh begini" batin Aditama


"Iya mas, cari apa ya?"


Ucap pelayan Toko


"Saya Cari, apa ya_?"


Jawab Aditama masih bingung


"Panggil satpam aja, kelihatanya mas ini mencurigakan tu"


Ucap Amaya memprovokasi


"Eh, jangan-jangan, beneran aku mau beli baju dalaman kok"


"Untuk istri anda, atau pacar?"


Tanya pelayan Toko lagi


"Bukan, aku tidak punya istri atau pacar"


"Terus, wah Anda benar-benar mencurigakan, pak satpam tangkap orang ini!"


Ucap salah satu pelayan Toko berteriak


"Hah, apa-apaan ini, saya orang baik-baik ya, jangan sembarangan!"


Kini Aditma berteriak-teriak ketika di seret oleh dua orang satpam


Amaya menahan tawa melihat kejadian yang menimpa Aditama

__ADS_1


"Kasian sekali, aku keterlaluan gak ya, dasar Aditama merepotkan ku saja" batin Amaya


Akhirnya Amaya datang ke ruang interogasi di mana Aditama sedang adu mulut di sana


"Maaf, dia hanya mengikuti ku saja tadi, hingga tanpa sadar masuk ke toko ini, tolong maklumi dan biarkan dia pergi, saya yang akan menjaminnya"


Ucap Amaya sambil senyum-senyum melihat tingkah konyol Aditama


"Oh baiklah Dokter Amaya, karena anda langganan kami, jadi kami percaya" ucap Pemilik Toko


Kemudian Aditama di lepaskan, Amaya segera keluar diikuti oleh Aditama di belakangnya


"Am"


"Apa?"


"Makasih ya?"


Ucap Aditama


"Iya, Mangkanya jangan aneh-aneh"


"Kamu itu yang bikin aku aneh"


"Kok jadi aku?" Sahut Amaya


"Ya gara-gara sikap cuek kamu beberapa hari ini, mangkanya aku penasaran, jadi ngikutin kamu kemana-mana"


"Aku gak nyuruh"


"Ya tapi aku pengen"


"Pengen?, Maksudnya?"


"Pengen ngikuti kamu Amaya, apalagi?, Pengen meluk ma cium kamu juga paling gak boleh"


PLAK


Amaya langsung memukul Aditama


"Aduh!, Sakit Am, keras banget mukulnya" ucap Aditama


"Sekarang kamu pulang, ini sudah malam, aku juga mau balik ke kontrakan" ucap Amaya


"Aku antar kamu Sampek kontrakan dulu, baru aku pulang, gak tega aku lihat kamu pulang sendirian"


"Terserah"


Didalam mobil Aditama


"Jadi gimana Am, kamu sudah memaafkan ku?"


"Sudah"


"Alhamdulillah, jadi kita bisa jalan bareng lagi kan?"


"Yang itu masih belum aku putuskan"


"Hah, kok lama Am?"


"Ya kamu pakek nyakitin hati aku segala, susah ini aku mau percaya sama kamu lagi Dit"


"Sumpah Am, aku masih setia sama kamu, aku cuma khilaf saja sama Alena"


"Aku ingin bertanggung jawab dan nikahin kamu"


"Uhuk-uhuk"


Amaya langsung kesedak minuman saat mendengar kata-kata Aditama


"Am, kamu gak apa-apa?"


Ucap Aditama sambil tangan kirinya mengelus punggung Amaya


"Sudah jangan ngomong mulu, antar aku Sampek kontrakan"


"Iya, iya, siap tuan putri" jawab Aditama


*


Akhirnya Alena memutuskan untuk pulang duluan karena Delia sudah memberikan pesan untuk segera menyusulnya di tempat parkir mobil kalau ingin pulang bareng dengannya


"Maaf, saya permisi dulu, ada sesuatu hal yang mengharuskan saya pulang lebih dahulu" ucap Alena


"Bee, kita bareng saja, suruh Delia pulang duluan"


"Aku gak bisa honey, tadi kak Delia aku yang ngajak, aku tunggu kamu dirumah"


"Baiklah Bee, hati-hati"


"Hem"


Alen langsung pamit undur diri kemudian berbalik ingin melangkah pergi, hingga suara suaminya memanggilnya kembali

__ADS_1


"Bee?!"


"Apa?"


"Kesini sebentar"


Alena langsung kembali mendekat ke Edward yang sudah berdiri saat memanggilnya


GREP


CUP


"Okey, sekarang boleh pergi, istirahatlah lebih dulu, jangan menungguku"


Edward langsung memeluk dan mencium bibir Alena kemudian mengucapkan pesan sebelum Alena benar-benar melangkah pergi untuk pulang, dan kali ini banyak pasang mata yang tidak menyia-nyiakan pemandangan manis itu, semua mata yang memandang di buat iri oleh kemesraan keduanya


Edward melanjutkan kembali pembicaraan tentang kelangsungan bisnisnya


*


Alena merebahkan tubuhnya dikamar setelah membersihkan badan dan sholat isya, hatinya masih sedikit jengkel dengan kejadian di Restoran tadi


"Dasar wanita sombong, kenapa tadi Edward gak membiarkanku memberikan pelajaran sama si Anggel itu, gemes sekali aku sama tu orang, awas saja kamu Edward, malam ini aku mau tidur sendirian" Alena mengomel sendirian di kamar


Sesaat kemudian pindah ke ruang kerja dan membaca buku kedokterannya hingga dia tertidur disana


*


Pukul 11 malam semuanya sudah selesai di bicarakan, kini Edward dan pak hari juga beberapa pengawal mengantar Anggel dan timnya kembali ke hotel, hingga terjadi pembicaraan di dalam mobil


"Saya tidak begitu banyak melihat berita tentang istri anda tuan Edward" ucap Anggel


"Itu karena dirinya sengaja membatasi hubungan dengan media"


"Oh iya, atau memang media tidak bisa meliput apapun tentang istri anda?"


Jawab Angel lagi sengaja merendahkan


"Maaf nona Anggel, seperti apa harga diri seorang manusia bisa dilihat dari tingkah dan caranya berbicara, jadi hati-hatilah saat anda berbicara"


DEG


Ucapan Edward langsung bisa merubah suasana di dalam mobil menjadi sangat dingin


"Maaf, saya hanya mengutarakan apa yang ada di pikiran saya tuan Edward"


"Hem, sepertinya kau sangat penasaran dengan istriku, baik akan aku ceritakan satu hal, dan setelah itu bisa Anda pikirkan sediri kelanjutannya"


"Alena masih berusia 22 dan hampir 23 tahun"


"Apa!, Bukannya dia seorang Dokter Spesialis Bedah?"


"Hem, dan menyandang status itu di usia yang masih sangat muda 21 ke 22 tahun, kurang lebih 1 tahun yang lalu"


"Tapi, bagaimana mungkin dia menyandang Dokter Spesialis di usia semuda itu?"


"Menurut anda?"


"Apa dia mempersingkat semua studinya karena kecerdasannya yang_?"


"Hem, tepat sekali, kecerdasan yang langka dan luar biasa, hingga dengan mudah Alena ku melewati itu semua"


"Apa?!"


Anggel sangat kaget mendengar kenyataan soal Alena


"Dan satu lagi, Alena memang tidak kuliah di universitas luar negeri seperti anda, tapi yang sangat membuat saya kagum, Alena tidak pernah menggunakan harta keluarganya secuilpun untuk biaya kuliahnya"


"Mana mungkin!, Biaya sekolah kedokteran sangat mahal, dari mana dia bisa membayarnya tanpa uang dari keluarganya"


"Itu karena semua biaya di dapat dari beasiswa dan uang hasil hadiah dari beberapa even perlombaan yang di menangkannya, bahkan hampir 5 tahun dia hidup di Surabaya dan mencapai kesuksesannya dengan menyembunyikan statusnya sebagai keluarga Nugraha"


"Maksud anda, nona Alena hidup beberapa tahun menjadi orang biasa?"


"Begitulah, itu yang membuat aku tidak akan pernah melepaskan wanita langka seperti Alena" ucap Edward


"Cara berpikirnya jauh dari yang anda bayangkan Nona Anggel, anda tidak akan bisa mencapainya, dia wanita yang spesial" kata Edward begitu memuja istrinya


Anggel langsung terdiam dengan berbagai pikiran yang berkecamuk di dalam otaknya, bahkan usia Alena masih sangat jauh di bawahnya


Pak hari tersenyum senang saat tuannya akhirnya membela istrinya dan memberikan pukulan telak kepada wanita yang sudah meremehkan Alena


(Halo semua salam dari Author, Perkenalkan Karya Baru Author yang udah rilis hari ini di Novel Toon dengan judul" SAHABATKU KEKASIHKU" Dijamin Seru, kocak dan Romantis, Yuk mampir dan Mohon Dukungannya ya)


Bersambung


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE

__ADS_1


__ADS_2