
Malam ini terasa sangat menegangkan, di ruang tunggu depan kamar operasi, keluarga besar Nugraha dan Eagle berkumpul, begitu juga teman-teman Edward dan Alena yang saling support satu sama lain untuk memberikan semangat ke Alena dan keluarganya
Didalam ruang operasi Delia sudah fokus dengan tingkat konsentrasi yang tinggi, mulai mengangkat bayi pertama Alena
"bismillahirrahmanirrahim, Cowok Al" ucap Delia sambil mengangkat bayi yang pertama, dan sesaat kemudian
"Oek, Oek"
Terdengar suara tangisan keras dari Anak Alena yang pertama
"Alhamdulillah" ucap spontan Edward dan Alena, keduanya meneteskan air mata
Sang bayi di dekatkan ke Alena dan Edward untuk dipeluknya kemudian di letakkan di dada Alena sebelah kanan
Detik berikutnya
"Bismillahirrahmanirrahim, Cowok lagi Al" ucap Delia mengangkat kembali bayi yang kedua
"Oek, Oek"
Terdengar suara tangisan keras dari Anak Alena yang kedua
"Alhamdulillah" ucap spontan Edward dan Alena lagi, keduanya meneteskan air mata kembali
Sang bayi di dekatkan ke Alena dan Edward untuk dipeluknya dan di letakkan di dada Alena sebelah kiri, Edward mencium Alena berkali-kali
Dan kini adalah bayi terakhir yang akan diambil oleh Delia, ada sesuatu yang membuat Delia terhenyak dan sedikit panik saat melihat ada lilitan di leher bayinya yang tampak begitu erat dan badan bayi yang lebih kecil dari lainya, dengan cekatan Delia mengatasi hal itu dan segera mengangkat Bayi ke tiganya
"Bismillahirrahmanirrahim, Cewek Al, istighfar Al" ucapan Delia terasa aneh di telinga Alena
Dan tidak terdengar suara tangisan sama sekali, semua langsung nampak tegang
"Aspixia dokter Delia" ucap dokter spesialis anak yang mendampinginya
"Lakukan tindakan cepat" ucap Delia
"Aku bawa ke ruang tindakan" sahut dokter Spesialis Anak
Edward terkejut, jantungnya serasa mau berhenti berdetak, nafasnya terasa berat, hingga dia melihat Alena yang tampak begitu panik
"Istighfar Bee, tenanglah" ucap lirih Edward sambil memeluk Alena dan kedua anaknya
"Astagfirullah, apa yang terjadi kak Del, ada apa dengan anakku?" Tanya Alena sambil berusaha menenangkan dirinya
__ADS_1
"Sabar Al, istighfar, si kecil mengalami aspixia, sedang di tangani, tenangkan dirimu, aku akan menyelesaikan operasi penutupan perutmu dulu" ucap Delia yang juga berusaha tegar melihat keadaan anak sahabatnya
Edward terus berdoa, Alena juga tak henti-hentinya memohon keselamatan bagi putri mungilnya, uraian air mata dari Alena membasahi pipinya, berkali-kali Edward terus membisikkan doa dan support ke telinga istrinya, Edward menyeka air mata Alena dan membelai puncak kepalanya
Tak lupa usapan lembut di kedua bayi yang ada di pelukan Alena juga dia lakukan berulang kali, Edward tersenyum bahagia melihat kedua buah hatinya sedang bergerak-gerak diatas tubuh istrinya, walaupun disisi lain hatinya tersayat melihat kenyataan buruk yang menimpa putri kecilnya
Dua puluh menit berlalu dan Delia sudah menyelesaikan tugasnya dengan baik, kini kedua bayi Alena di ambil untuk di bersihkan dan Alena di bawa keluar untuk pindah ke ruang perawatan, Edward selalu mendampinginya dan tidak pernah melepaskan genggaman tangannya
*
Diluar sana terlibat heboh saat pintu kamar operasi di buka, dan melihat Alena berada diatas tempat tidur di dorong keluar bersama Edward dan kedua bayinya
Para petugas kesehatan melarang semua untuk mendekati bayinya dulu, karena akan di bersihkan dan di lakukan pengecekan awal
Semua tampak bingung saat hanya melihat dua bayi saja, padahal semua tau Alena sedang mengandung tiga bayi di dalam rahimnya
"Rey, aku yang salah lihat atau gimana, bukannya ada tiga cucuku di dalam perut Alena, kenapa hanya dua saja yang mommy lihat?" Tanya Jasmine
"Tenanglah mom, sebentar lagi Edward akan keluar, kita bisa tanya ke dia" ucap Reyna berusaha menenangkan Jasmine
Begitu juga dengan Edoardo, yang segera mendekat ke arah Abraham
"Bukannya kita punya Tiga cucu dari Alena, kenapa aku hanya melihat dua saja?" Ucap Edoardo
Di sisi lain, Ratu juga mulai panik,sebagai seorang dokter dia bisa merasakan ada yang terjadi dengan salah satu bayi Alena
"Kak Ratu, apa yang terjadi, kenapa hanya dua saja anak yang di bawa keluar, bukannya kak Alena mengandung kembar tiga?"
"Entahlah Kiran, sebaiknya kita mendoakan yang terbaik, aku khawatir sesuatu sedang terjadi dengan anak ke tiga Alena" ucap Ratu
"Apa!, Astagfirullah" ucap Kaisar makin panik
Begitu juga dengan Raka dan Daniel, yang ikut bingung melihat kenyataan di depan matanya, hingga tak lama kemudian muncullah Delia masih memakai baju operasi nya
Jasmine, Alek dan Abraham langsung berlari menghampirinya
"Bagaimana keadaan Alena dan anak-anak nya Del?" Tanya Jasmine
"Tenanglah Tante, aku akan menjelaskan semuanya, tolong untuk saat ini jangan tunjukkan kecemasan kalian di depan Alena"
"Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Abraham
Akhirnya Delia menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, dimana Alena melahirkan dua anak laki-laki dan satu perempuan dimana anak perempuan ini sekarang kondisinya masih kritis dan lemah, selain mengalami aspixia ternyata berat badan dari anak ketiganya ini sangat kurang dari cukup, dan hanya 1,9 kg saja, berbeda dengan kedua anak lainya yang beratnya 2,9 kg dan 3 kg
__ADS_1
Jasmin terguncang, badannya terasa lemas dan hampir kehilangan keseimbangan, beruntung Reyna dan Kirana segera menopang tubuhnya dan membawanya duduk di kursi tunggu
"Mom, tenanglah, mereka anak-anak yang kuat, cucu dari keluarga Nugraha tidak aja selemah itu, putri kecil Alena pasti akan selamat mom" ucap Reyna
"Sabar ya mom, istighfar mom, semuanya pasti akan segera berlalu" kata Kirana
Jasmine masih menangis tersedu-sedu, semuanya kini sedang berduka sekakigus bahagia, semua bercampur aduk menjadi satu
"Aku bersumpah, akan menjaga putri kecil Alena sampai akhir hayat ku, tidak akan aku biarkan seorangpun akan menyakitinya" ucap Lirih Kaisar sambil meneteskan air mata
Ratu terkejut dan tersentuh melihat Kaisar yang begitu menyayangi bayi mungil yang bahkan belum pernah dilihatnya
"Tenanglah Kai, putri kecil Alena pasti akan selamat, nanti kau bisa selalu menjaganya dan melihatnya tumbuh sempurna" ucap Ratu menenangkan Kaisar
Delia segera duduk di samping Daniel dan keduanya kini saing berpelukan, tampak tubuh Delia terguncang menahan tangisnya, sebenarnya dia juga sangat sakit melihat keadaan bayi Alena, apalagi dia sendiri tau keadaan yang sebenarnya
"Aku takut terjadi apa-apa dengan putri kecil Alena honey" ucap lirih Delia di tengah tangisnya
"Tenanglah honey, tidak akan terjadi apapun, aku tau mereka orang-orang baik, Alloh tidak akan membiarkan keluarga Alena mengalami hal yang buruk" ucap Daniel
Delia perlahan menghentikan tangisnya, kini dirinya lebih tenang setelah memeluk suaminya dan mendapatkan kata-kata yang menenangkan dari Daniel
Semuanya kini dapat melihat keadaan putri kecil Alena yang masih dalam perawatan dari jendela kaca besar, karena memang tidak ada yang boleh masuk ke dalam selain petugas dan ibu kandungnya
Terlihat putri kecil itu di tempatkan di sebuah inkubator dan terdapat selang infus dan oksigen yang ada di tubuhnya, sungguh pemandangan yang membuat semua orang merasa pilu, setelah di beri kesempatan untuk melihat kini korden menutup jendela kaca segera di tutup kembali
Jasmine masih tidak bisa menghentikan tangisannya, hingga masih belum berani masuk ke dalam kamar Alena, Reyna dan Kirana berusaha menenangkannya kembali
kini Abraham, Edoardo dan Alex mask ke dalam kamar perawatan Alena
Bersambung
Author akan UPDATE SETIAP HARI
Ikuti juga cerita "SAHABATKU KEKASIHKU" yang semakin seru
Jangan lupa Dukung Author dengan
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH
__ADS_1
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE