Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 180


__ADS_3

Kirana terkejut melihat Arini datang dengan muka yang aneh dan mata yang sembab, sesaat kemudian Kirana meninggalkan Ambar bermain sendiri dan menghampiri Arini


"Ada apa Arini?, Kamu habis menangis?" Tanya Kirana heran


"Eh, enggak, ini tadi mataku gak sengaja kena debu" jawab Arini berdusta


"Oh, kamu bersihkan saja di wastafel dekat pintu masuk itu, jangan di kucek biar gak tambah bengkak nanti" ucap Kirana


"Nggak kok, ini sudah baikan Kiran"


Kemudian Kiran memanggil Ambar untuk masuk ke dalam rumah membersihkan diri karena sudah jam lima sore, Ambar segera berlarian menuju ke Arini yang kini berjalan di samping Kirana dan berjalan masuk di dalam rumah, Arini membawa Ambar ke kamar mandi ruang tamu untuk membersihkan diri, kemudian kembali bersama Kirana duduk santai di depan TV


Beberapa menit kemudian, Edward turun sendirian untuk mengambil air minum karena haus, Ambar berteriak memanggilnya lalu Edward melangkahkan kaki ke arah Ambar yang sedang menonton Televisi bersama Arini dan Kirana


"Kamu belum pulang rupanya hem?" Tanya Edward sambil menggendong Ambar


Arini menoleh sebentar ke arah Edward, terlihat Edward menangkap sorot kemarahan dari mata Arini


"Apa kau akan menginap disini Arini?" Tanya Edward


"Tidak usah mengusir ku tuan, saya pasti pulang, Ambar masih ingin disini bermain, mangkanya saya menurutinya" ucap ketus Arini


Edward dan Kirana saling menatap dan terkejut melihat sikap kasar Arini atas pertanyaan Edward


"Aku hanya bertanya, tidak mengusir, kalau kalian pulang malam, nanti biar diantar Kirana lebih aman" ucap Edward


"Tenang saja tuan, saya tidak akan merepotkan Anda untuk meminta tolong mengantar saya pulang, saya dan Abar bisa pulang sendiri" ucap Arini yang lagi-lagi membuat Edward dan Kirana makin tidak mengerti


"Ya sudah, aku mau ke atas dulu menemani Alena, Kiran" ucap Edward


"Iya pak Edward, apa kak Alena baik-baik saja?" Tanya Kirana


"Alena hanya kelelahan saja, dan kau gadis kecilku, jangan nakal ya, ayah tinggal dulu, bermainlah disini sampai puas" ucap Edward


Edward melanjutkan langkahnya menuju dapur dan mengambil air kemudian naik kembali ke kamarnya untuk di berikan ke istrinya, Edward membangunkan Alena dan membantunya untuk minum air hangat yang dicampur dengan madu


"Makasih honey, ini sudah jam berapa?"


"Hampir Magrib Bee, sebaiknya bangun dulu ya, waktu seperti ini tidak baik untuk kita tidur" ucap Edward


"Iya honey, aku tau, selain waktunya sholat Magrib, ini adalah waktu pergantian mahluk dunia lain melakukan aktivitas nya" jawab Alena


"Hem, bagus, masih ingat rupanya hem?"


CUP


Edward mencium bibir istrinya kemudian keduanya mengambil air wudhu untuk sholat Magrib berjamaah


*


Sementara itu Daniel bersama dengan Raka melaksanakan sholat Magrib berjamaah di Masjid Rumah Sakit, setelan itu melanjutkan kembali pembahasan penting seputar kecelakaan yang terjadi terhadapnya


"Jadi pak Edward mencurigai sesuatu didalam kecelakaan yang terjadi padaku?" Tanya Raka


"Hem, dan orang-orang ku menemukan ini, seperti alat canggih untuk merusak sistem Rem didalam mobil-mobil mewah" ucap Daniel

__ADS_1


"Kurang ajar, siapa yang berani melakukan ini semua?"


"Kita masih meraba-raba, tapi melihat kecanggihan alat ini, sepertinya tidak mungkin orang sembarangan, aku tidak mau berspekulasi, tapi kita perlu waspada dengan perusahaan Luxury Company"


"Iya, aku juga sependapat dengan pak Daniel, orang-orang disana sangat kejam dan melakukan segala cara untuk melumpuhkan saingan bisnisnya, dan sampai sekarang mereka tidak bisa menyentuh Eagle Company"


Sesaat kemudian, Raka segera kembali ke kamar perawatan istrinya yang sudah mulai sehat, Daniel ikut masuk dan menyapa Anggel kemudian pamit pulang


*


Para asisten rumah tangga sudah menyiapkan makan malam di meja makan, tepat jam 7 malam Alena turun bersama dengan Edward dan menghampiri Kirana, Arini dan Ambar


"Ayo kita makan malam bersama, Kiran panggil Kaisar dan Alfaro untuk ikut makan sekalian, habis itu kita langsung pergi ke bandara mengantar Alfaro" ucap Alena yang kemudian menggandeng Ambar dan duduk bersebelahan di meja makan


Alfaro dan Kaisar datang bersama dan duduk di meja makan, semua sudah berkumpul dan menikmati makan malamnya dengan tenang, beberapa kali Alena membantu Ambar makan dengan menu yang aman untuk Ambar mengingat usianya masih Balita, senyuman indah Alena berkali-kali terlihat saat memandang Ambar makan dengan lahapnya


"Ambar minta lagi bunda" ucap Ambar


Alena tersenyum dan sibuk menyuapi Ambar hingga lupa belum memasukkan makannya sendiri ke dalam mulutnya, Edward melihat hal itu lalu menyendok makanan di piringnya dan menyodorkan di depan mulut Alena


"Haa, aku suapi Bee" ucap Edward


Alena tersenyum lalu membuka mulutnya, kini Edward makan diselingi dengan menyuapi istri tercintanya dengan mesra, Kaisar dan Alfaro saling menatap dan tersenyum aneh melihat kelakuan Edward yang sangat memanjakan istrinya


Tidak dengan Arini yang terdiam dan sangat terluka dengan apa yang dilakukan oleh pasangan suami istri itu, sedangkan telapak kaki Alfaro sengaja menyentuh kaki Kirana dengan lembut dan membuat Kirana tersedak


"Uhuk-uhuk"


"Pelan Kirana, makan jangan terburu-buru" ucap Alfaro Akting seolah tidak tau apa yang terjadi, Kirana sudah sangat jengkel dengan sikap Alfaro hingga menginjak dengan keras kaki di depannya


Alfaro sudah ingin tertawa tapi ditahannya


"Maaf kak, aku gak sengaja" ucap Kirana yang sudah menatap tajam ke arah Alfaro yang sedang menahan tawanya


"Kau ini" ucap Kaisar


Selesai makan malam, kini semuanya bersiap untuk mengantar Alfaro ke Bandara, hingga Alena tiba-tiba saja mengeluh pusing, mungkin karena kecapekan semalam habis lembur di rumah sakit membantu operasi Anggel


"Sudah kak Al, biar aku saja yang ngantar Alfaro, sekalian juga ngantar Arini dan Ambar pulang ke apartemen, arah bandara kan melewatinya juga" ucap Kirana


"Ya sudah kalau gitu, kamu gak keberatan kan Faro?" Ucap Edward


"Tentu saja enggak, kalian istirahatlah, aku dan Kirana akan pergi ke Bandara, bukankah kau sudah mahir menyetir Kiran?"


"Memangnya kenapa kalau gak mahir, paling juga nanti aku tubrukan kamu ke pagar pembatas kalau macam-macam" ucap Kirana


"Kalau kamu takut aku macam-macam, biar aku yang nyetir" ucap Alfaro


"Nggak mau, nanti bukannya ke Bandara, malah kamu belokkan ke hotel"


"Eh bocil, percuma juga ngajak kamu ke hotel, paling kamu bisanya juga guling-guling doang"


"Dasar kamu_"


"Kirana, jangan buat masalah dengan Alfaro" ucap Kaisar

__ADS_1


"Dia yang buat masalah kak, menyebalkan!"


Edward dan Alena saling pandang dan tersenyum melihat interaksi Alfaro dan Kirana, sedangkan Kaisar hanya menghela nafas panjang kemudian masuk ke kamarnya


Kirana segera bersiap mengambil kunci kemudian mengajak Arini dan Ambar masuk ke dalam mobilnya setelah berpamitan, sedangkan Alfaro hanya menggelengkan kepala melihat tingkah aneh Kirana


"Aku pergi dulu Edward, jaga diri kalian disini baik-baik"


"Iya Faro, kabari aku kalau sudah sampai di mansion dady mu" ucap Edward


Keduanya saling berpelukan, sedangkan Alena hanya bersalaman sesaat dengan Alfaro yang kemudian segera masuk ke dalam mobil Kirana


Dalam perjalanan keduanya masih terdiam sampai kemudian Kirana menurunkan Arini dan Ambar ketika sampai di apartemen nya, Kirana melanjutkan perjalanannya kembali


Alfaro memulai pembicaraan untuk memecah kesunyian di dalam mobil


"Aku minta maaf, sudah berani mencium mu tadi, sungguh aku tidak berniat melecehkan mu, aku melakukannya dengan hatiku" ucap Alfaro dan membuat hati Kirana berdesir


Lama keduanya saling diam dan akhirnya Kirana berbicara


"Aku juga minta maaf selalu berbicara kasar dan menghinamu, tapi aku harap sebaiknya perbaiki tingkah laku mu Faro, kebiasaan hidup bebas mu akan merugikan dirimu sendiri nanti" ucap Kirana


Alfaro tersenyum dan berjanji dalam hati, akan kembali untuk Kirana saat dirinya sudah berubah lebih baik


"Terimakasih sudah memperhatikanku Kirana, tapi ngomong-ngomong, kamu tidak bisa berciuman?, Atau jangan-jangan itu adalah ciuman pertama mu?"


"ALFARO!!"


Teriak Kirana kenceng, jengkel dengan sikapnya lagi


Alfaro langsung tertawa ngakak melihat reaksi Kirana


Kini keduanya sudah berada di dalam bandara, setelah mengantar Alfaro ke dalam ruang tunggu Kirana berbalik kembali menuju pintu keluar, namun tiba-tiba saja tubuhnya terhenti saat pelukan dari seseorang terasa di tubuhnya, Alfaro sudah memeluk Kirana dengan erat dari belakang, sambil mengucapkan


"Tunggu aku Kirana, Bersabarlah"


DEG


Jantung Kirana berdetak kencang, dirinya tidak menyangka akan mendapat pelukan dan mendengar perkataan yang bermakna sangat dalam dari Alfaro, hingga kemudian Alfaro melepasnya kembali dan pergi meninggalkan Kirana yang masih terdiam dalam kebingungan


Bersambung


Author akan tetap UPDATE SETIAP HARI


Sampai Novel ini tamat


Author minta tolong ya..mampir dong di karyaku"SAHABATKU KEKASIHKU", aku ucapin makasih sekebon buat pembaca setiaku yang udah mampir, yang belum, ayoo buruan,.muach muach


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE

__ADS_1


__ADS_2