
Kaisar kaget dan panik melihat keadaan Kirana
"Jangan!, Lepaskan!, Aku mohon, lepaskan adikku!" Teriak Kaisar dengan tubuh yang masih terkapar
Alena terkejut dan langsung menghentikan perlawanannya
"Hentikan, jangan lakukan itu, aku akan menuruti kemauan kalian, hentikan!" Teriak Alena panik melihat keadaan Kirana
Sang master tersenyum iblis dan menghentikan aksinya dengan melepas Kirana hingga jatuh terkulai lemas di tanah
"Bagus, Kenan bawa wanitamu, kalian semua siapkan hukuman bagi mereka berdua di tengah lapang, aku ingin banyak orang yang melihat penyiksaan mereka, agar yang lain tidak berani macam-macam"
Alena di gandeng paksa oleh Kenan dengan tangan terikat, sedangkan Kaisar dan Kirana di seret hingga ke tengah lapang, tubuh Kaisar dan Kirana sudah diikat di sebuah kayu besar
"Apa yang kalian lakukan, Kenan, aku bersedia menuruti semua keinginanmu, tapi bebaskan mereka, kalian sudah berjanji membebaskan mereka!" Teriak Alena
"Memohon lah padaku, aku mungkin akan meringankan hukumannya" ucap Kenan dengan senyum iblisnya
Alena langsung bersujud di hadapan Kenan dan memohon, Kenan tertawa dan meraih tubuh Alena untuk berdiri
"Cium aku tepat di bibirku dan di depan semua orang, lakukan!" Ucap Kenan
"Apa!, Kau gila!"
"Jangan berani menyentuh Alena Kenan, Baji*ngan!" teriak Kaisar di sela tubuhnya yang sangat lemah
"Kak Alena jangan menuruti kemauan gila mereka, kami akan mati dengan bangga, jangan hiraukan kami kak!" Teriak Kirana
Alena menutup matanya dan menahan air mata yang ingin tumpah saat mendengar kata-kata Kaisar dan Kenan yang berada di ujung kematian, dengan cepat Alena menggerakkan tangannya dan berhasil mengambil sebilah belati kemudian menempatkan di dadanya
Semua orang sangat terkejut melihat apa yang dilakukan Alena, sang master dan Kenan langsung mundur
"Aku akan menancapkan belati ini tepat di jantung ku, dan kalian tidak akan mendapatkan apapun lagi, jadi lepaskan mereka!" Ucap Alena
Kaisar dan Kirana sangat terkejut dengan tindakan Alena
"Kak, apa yang kau lakukan, ada anak-anak mu kak, jangan bodoh, jangan lakukan itu!" Teriak Kirana
"Cepat bebaskan mereka!" Teriak Alena semakin dalam menancapkan belatinya hingga terlihat ada darah yang mengalir dari tubuhnya
"Sialan, dia benar-benar melakukan nya, bre*ngsek!" Ucap sang Master kemudian melepaskan Kaisar dan Kirana
Alena berjalan pelan mendekati keduanya, dengan masih menancapkan sedikit ujung belati di dadanya
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan Alena, jangan Lakukan hal bodoh!" Ucap Kaisar yang kini di bantu berdiri oleh Kirana
"Sebentar lagi keluargaku sampai disini, kita akan selamat, bertahanlah!" ucap Alena
Kaisar dan Kirana sangat terkejut dengan perkataan Alena, kemudian terus berjalan mundur bersama dengan Alena
*
Sampai di sebuah tempat di dekat pulau-pulau kecil, Edward dan yang lainya segera mempersiapkan diri, pak hari menyalakan semua peralatan yang dibutuhkan untuk mengetahui keberadaan alat pelacak yang di pasang dalam liontin Alena, betapa terkejutnya saat semua alat tersebut siap, ada tanda merah muncul dan menunjukkan titik koordinat dimana sekarang Alena berada dan benar sesuai dugaan, tempatnya tidak jauh dari dari sana
"Tuan Edward!" Teriak Pak Hari memanggil Edward
Edward segera berlari mendekat ke pak Hari
"Ada apa pak?"
Pak hari segera memberikan kabar baik itu, Edward terkejut sekaligus bahagia karena sudah bisa mengetahui keberadaan Alena, kabar ini segera di sampaikan ke semuanya dan dan langsung melakukan persiapan menuju pulau dimana Alena berada, semuanya berhasil sampai di sana, Kyai Rahmat segera menghancurkan segel batas yang di pasang oleh Klan hitam di pulau itu
*
Alena, Kaisar dan Kirana sudah berada di ujung tebing, kini mereka sudah tidak bisa bergerak kemanapun, Kenan dan Sang Master menyeringai melihat keadaan musuhnya yang sudah terdesak, hingga dengan gerakan cepat Kenan berhasil menyeret Kirana dengan kekuatan tenaga dalamnya, dan kini Kirana sudah berada di tangan Kenan
Alena masih melindungi Kaisar dengan perisainya, hingga serangan dari musuh masih bisa di tangkis oleh Alena, namun kekuatan Alena semakin melemah karena keadaan yang sudah kelelahan, hingga kini tubuh Kaisar berhasil di lempar oleh Master
"Kaisar, Kirana, Bangun!" Teriak Alena berusaha meraih keduanya, namun sang master sudah berhasil menarik dan menangkap tubuh Alena, percuma saja Alena meronta, tentu saja tidak ada hasilnya
"Aku mohon, biarkan aku menolong Kaisar dan Kirana, aku akan menyerahkan diriku" ucap Alena sudah tidak bisa menahan tangisnya
Kenan menyusun seseorang untuk memenggal kepala keduanya di depan mata Alena
"Kau harus melihat ini sayang, buat pelajaran untukmu agak tidak berani melawanku lagi"
"Jangan, apa yang akan kau lakukan Kenan, Baji*ngan, jangan berani menyentuh mereka!"
Kenan melayangkan sebuah pedang siap memenggal kepala Kaisar dan Kirana dihadapan Alena, namun kemudian
BLAM
terdengar sebuah ledakan yang mengagetkan semuanya, sesaat kemudian kyai Rahmat muncul dengan tendangan yang mematikan dan hampir mengenai Sang Master, Alex muncul dengan tenaga dalamnya yang melesat hebat menyerang Kenan hingga membuatnya berloncatan kesana kemari, Edward langsung menyambar tubuh Alena dan memeluknya
"Edward?"
"Bee, kamu baik-baik saya my love?"
__ADS_1
"Aku baik, terimakasih kalian akhirnya datang, tolong Kaisar dan Kiran Honey, aku mohon"
"Tenanglah dulu, kita akan menghadapi musuh yang kuat, waspadalah Bee"
Edward melihat banyak pasukan klan hitam sudah bersiap, tak lama datanglah Keluarga Eagle dan langsung bergabung dengan yang lainya
Pertempuran tidak bisa dihindari lagi, kilatan cahaya dan bara api yang muncul dari kekuatan tenaga dalam semua klan yang sedang berperang muncul di udara, kini klan hitam berhasil di pukul mundur
Sementara itu Kyai Rahmad sudah memberikan kesempatan kepada sang master untuk bertobat, namun tentu saja percuma, hingga pertarungan dahsyat terjadi, Kyai Rahmad melawan sang Master, hingga Akhirnya sang Master mati di tangan Kyai Rahmad yang juga terluka dalam
Abraham dan Alex juga berhasil mengalahkan para tetua dari klan hitam, begitu juga dengan Edoardo dan Aliardo, kekuatan saudara kembar ini sangat dahsyat jika di gabungkan, hingga membuat orang-orang di Klan hitam menyerah
Edward yang begitu emosi melihat Kenan masih bertarung di sisi yang lain, beberapa tendangan berhasil di hempaskan di tubuh Kenan oleh Edward, hingga Kenan kini terlihat kewalahan dengan luka yang cukup dalam
"Hahaha, apa kau tau, wanitamu hampir menjadi pengantinku Edward, sayang sekali kau datang, breng*sek, kau mengacaukan segalanya!" Teriak Kenan seperti orang gila
"Bangsat, kau berani menyentuh Alenaku!"
"Aku sudah menamparnya, bahkan hampir merasakan tubuhnya seandainya bajin*gan Kaisar tidak datang mencegahnya, hahaha!" Ucap Kenan berusaha mengacaukan emosi Edward
Edward langsung melampiaskan amarah yang tak terkendali, dan kesempatan sepeti inilah yang diinginkan oleh Kenan, hingga dengan cepat Kenan mampu menghantam tubuh Edward, keadaan semakin gawat ketika Edward sudah tidak bisa berpikir jernih lagi, akhirnya senjata Kenan hampir menyentuh tubuh Edward
Alena melompat dan mengeluarkan perisainya, senjata kenan tertahan di udara dan tidak bisa mendekat ke tubuh Edward ataupun Alena
"Fokuskan diri mu Honey, serang dititik lemahnya!"
Edward tersadar kembali dan terkejut mendapati istrinya yang menyelamatkannya sudah berdiri menghadang serangan Kenan, dengan gerakan Cepat Edward langsung menghantam tepat di jantung Kenan hingga membuatnya terpental jauh bersimbah darah dan akhirnya meregang nyawa
Bersambung
PERHATIAN
Author akan tetap UPDATE SETIAP HARI
Sampai Novel ini tamat
Author minta tolong ya..mampir dong di karyaku"SAHABATKU KEKASIHKU", aku ucapin makasih sekebon buat pembaca setiaku yang udah mampir, yang belum, ayoo buruan,.muach muach
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH
__ADS_1
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE