
Sudah satu minggu Edward, Pak Hari dan Dokter Bagas saling bekerjasama mengatasi masalah keuangan Royal Murrage Hospital dengan perusahaan otomotif Setya Rajawali Company
"Pak hari segera buat janji dengan Jordi Setiawan" ucap Edward
"Baik tuan"
Pak Hari segera menelpon dan berbicara sebentar
"Hari ini mereka minta bertemu di club malam tuan"
"Baiklah, kita ikuti permainan mereka pak" ucap Edward
"Dasar Brengs#k, ingin menjebak ku dengan wanita dan minuman rupanya" batin Edward
Edward dan pak hari segera menyiapkan segalanya, termasuk pengawal yang merupakan orang-orang terkuat nya
*
Alena merebahkan tubuhnya di kursi kerjanya, sudah banyak pasien yang kali ini ditanganinya, hingga membuat tubuh dan pikirannya lelah, Alena memejamkan mata dan teringat perkataan Edward yang akan menjauhinya beberapa waktu
"Kenapa aku merasa ada yang hilang dan sakit disini ya, akh, ayolah Alena, apalah Edward buatmu, kenapa harus pusing memikirkannya" batin Alena dan langsung membuka matanya kembali
Ada suara yang mengejutkan Alena saat membuka matanya dan di sana sudah ada Aditama, orang yang hampir seminggu ini dihindari oleh Alena
"Kau nampak lelah Al" ucap Aditama duduk di depan Alena
"Oh, kau mengagetkanku Dit"
"Apa kau sakit Al?"
"Tidak, hanya lelah, ada apa kamu kesini, apa ada hal pekerjaan yang penting?"
"Tidak, aku hanya ingin bertanya, apa kau berusaha menghindari ku?"
"Ayolah Dit, aku sangat lelah, aku akan mencari makan ke kantin dulu ok"
"Al, kenapa sikapmu berubah, apa karena aku mengungkapkan isi hatiku malam itu?"
"Dit, aku sedang ingin istirahat, tolonglah, jangan bahas itu dulu"
"Apa kau tidak bisa menerima cintaku?" Suara Aditama naik satu oktaf
"Dit, pelan kan suaramu, disini masih banyak perawat dan teman-teman lainya"
"Lalu, apa jawabanmu?" ucap Aditama memaksa
"Dit, kita ini teman, aku menghormatimu sebagai teman, tidak_"
"Tolonglah Al, apa tidak ada setetes cinta saja dihatimu untukku, kita bisa mencobanya, aku tau kamu masih sendiri" sahut Aditama
"Dit, kasih aku waktu ya, jangan seperti ini, tolonglah?" ucap Alena yang tidak tega melihat Aditama memohon cintanya
"Baik, aku akan menunggumu" Aditama segera pergi meninggalkan ruangan Alena
__ADS_1
"Ya Alloh, kenapa hidupku semakin runyam begini sih, sabar Al" batin Alena memberikan semangat diri sendiri
Terdengar suara pesan masuk dari handphone Alena, segera di buka oleh Alena dan ternyata dari Edward
"Assalamualaikum, apa kau baik?" Edward
"Waalaikumsalam, tentu saja, bagaimana dengan mu?" Alena
"Baik juga, bibirmu masih bengkak?" Edward
"Jangan mesum!" Alena
"Aku cuma bertanya" Edward
"Bagaimana urusanmu?" Alena
"Nanti malam kita akan menyelesaikannya" Edward
"Hati-hati, mereka sangat berbahaya" Alena
"Iya, apa kau kangen?" Edward
"Maksutnya?" Alena
"Kangen denganku dan ciumanku" Edward
"Dasar gila!" Alena
*
Sementara itu Edward masih tersenyum-senyum sendiri saat mengetik sesuatu di handphonenya, pak Hari ikut geli sendiri melihat kelakuan langkah tuannya itu
"Ehem, apa ada yang salah dengan handphone anda tuan?"
"Hah, oh ini, tidak ada, aku hanya membalas pesan dari bocil itu" jawab Edward dengan kikuk, kemudian menaruh handphonenya kembali
"Apa dari nona Alena tuan?"
"Iya pak, siapa lagi wanita di sekitarku yang bisa bersikap konyol dan membuatku tertawa"
"Yah, memang hanya dokter Alena, si bocil kesayangan tuan Edward"
"Aku hanya sebatas menggodanya saja, membuatnya marah itu terasa sangat menyenangkan"
"Apa anda yakin?"
"Apa maksud pak Hari, tentu saja aku hanya bermain-main saja dengan Alena"
Pak hari hanya tersenyum dan berlalu pergi meninggalkan Edward untuk bersiap
Tepat jam 9 malam Edward tiba di sebuah Club malam bersama dengan pak Hari di belakangnya, dengan langkah pasti Edward masuk disebuah ruangan mewah di dalam sebuah Club malam, Edward tersenyum tipis mendapati Jodi Setiawan sudah di dampingi oleh beberapa wanita dengan gaun yang sangat terbuka
"Baiklah tuan Edward, silahkan duduk dan bicaralah" ucap sombong Jordi
__ADS_1
Edward masih berdiri tanpa bersuara dan langsung melemparkan map berisi berkas kemuka Jordi, sontak Jordi dan beberapa pengawalnya terkejut dengan kelakuan Edward
"Kau! Berani kurang ajar ha!" ucap Jordi
"Tidak usah teriak, lihat saja, itu bisa membungkam mulutmu" ucap Edward santai
Jordi mengambil Map itu dan langsung membelalakkan matanya, raut wajah marah dan ketakutan menjadi satu disana
"Bangs@t, kau ingin memeras ku dan mengancam ku dengan ini semua ha!"
"Itu tergantung dengan cara berpikir mu, bukankah seharusnya aku yang marah dengan apa yang sudah kau lakukan dengan Royal Murrage Hospital?"
"Aku melakukannya karena kesepakatan dengan direktur sebelumnya dan keluarga Murrage"
"Iya tentu saja, dengan menjebak Exel menggunakan tubuh putri angkat mu Dokter Amelia, jangan kira aku tidak tau hal itu"
"Kurang ajar, kau mencari informasi tentang ku dan keluargaku?"
"Tentu saja, kau bahkan melakukan kekerasan sexual terhadap Amelia sejak dia Remaja, bayangkan kalau dunia tau tentang hal ini, aku jamin kerajaan bisnismu akan menjadi debu"
"Kau berani menantang ku!"
"Oh satu lagi, aku dengar kejayaan mu berasal dari mertua mu, apa kau bisa bayangkan kalau istri tercintamu tau, kelakuan bejatmu terhadap wanita malam dan juga anak angkat mu?"
"Ku bunuh kau bajing@n, katakan siapa dirimu sebenarnya dan apa mau mu!"
Teriak Jordi dengan penuh emosi yang tertahan
"Aku hanya ingin kau kembalikan semua uang yang sudah kau ambil dari Royal Murrage Hospital, alihkan kredit mobil mewah mu atas nama pemilik pribadi, bukan Royal Murrage Hospital, dan jangan sekali-kali mengusik Rumah Sakit itu, tiga hari lagi aku akan ke kantormu mengurus semuanya, pastikan apa yang aku minta bisa kau lakukan"
Jordi hanya tertawa, dan langsung menyerang Edward, dengan mudah Edward menepis serangan Jordi, senjata api dari beberapa anak buah Jordi di todongkan ke Edward dan pak Hari, namun satu anak buah Jordi tiba-tiba mati tergeletak dengan kepala tertembus peluru, rupanya anak buah Edward menembaknya dari jarak jauh
Semua yang ada di ruangan langsung tegang, wanita malam langsung menjerit berhamburan keluar ruangan, Jordi dan anak buahnya semakin ciut nyalinya
"Bagaimana, apa kau masih ingin bermain-main denganku?" ucap Edward
"Siapa kau sebenarnya bangas@t!" ucap Jordi
"Tidak perlu kau tau siapa aku sebenarnya, cukup lakukan saja apa yang aku minta" ucap Edward sambil berlalu pergi didampingi pak Hari
Namun Jordi masih tidak jera, dengan tiba-tiba mengeluarkan pisau lipat dan di lemparkan tepat ke tubuh Edward, dan apa yang terjadi berikutnya membuat semua yang ada di ruangan itu merinding, Pisau itu secara cepat berbalik arah dan menancap ke tangan Jordi, tubuh Jordi terangkat oleh tangan Edward yang sudah mencekiknya hingga membuat Jordi hampir tidak bisa bernafas
Semua tercengang, gerakan Edward bahkan tidak bisa terlihat dengan mata mereka saat tiba-tiba bisa berada di depan Jordi dan mencekiknya
Semua orang langsung mundur dan lari seperti melihat sosok iblis dalam diri Edward, Jordi tak sadarkan diri dan tubuhnya di lempar ke samping oleh Edward
"Ayo kita keluar pak hari" ucap Edward
"Baik tuan" pak hari tersenyum melihat aksi tuannya kembali setelah sekian lama
Bersambung
Terimakasih, jangan lupa jejak dukunganya (like komen, vote dll)
__ADS_1