Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 85


__ADS_3

Mendengar bisikan Edward yang sangat menggoda bagi Author, Alena tidak bisa berkata apa-apa, pengalaman pertama Alena membuatnya seperti mau meledak, tentu tidak sama bagi Edward yang sudah mempunyai pengalaman dengan beberapa wanita sebelumnya, yah, walaupun Edward punya batasan yang tidak akan pernah mencelupkan pusaka nya ke dalam milik siapapun kecuali wanita terkasihnya, belahan jiwanya yaitu Istrinya


Edward tersenyum saat mendengar lirih ******* dari Alena, dengan pelan Edward berusaha melakukan permainan hanya sebatas fore*play dan perlahan Edward mengeluarkan tangannya dari dalam tubuh Alena dan kembali melu*at singkat bibirnya


Alena tersadar dan terkejut saat Edward menghentikan semuanya, dengan cepat Alena berusaha mengembalikan kesadarannya dan merapikan diri, sesaat kemudian semuanya terdiam


"Gila, apa yang sudah aku lakukan, memalukan, kenapa tadi jadi ikut arus permainan Edward sih, aku tadi mendesah gak ya, Akh!, Kenapa malu-maluin gini sih Al?" Batin Alena hingga membuatnya beberapa kali menghela nafas


Sementara itu Edward menyandarkan kepalanya ke kursi mobil, memejamkan mata dan mengatur nafasnya kembali


"****!, Hampir saja aku kebablasan, Junior ayo segera rilex dulu, aku gak bisa konsentrasi nyetir ini kalau masih horny tegangan tinggi kek gini" batin Edward sambil berusaha menenangkan dirinya


"Ed, hei, kamu gak apa-apa?" Tanya Alena yang tiba-tiba khawatir melihat keadaan Edward yang masih memejamkan mata


"Jangan ngomong dulu Al, Diam!" Jawab Edward


"Ya, tapi kenapa, kamu gak apa-apa kan?" Tanya Alena lagi dan kali ini lebih mendekat ke Edward dan menyentuh pipinya


Edward terjingkat saat mendapat sentuhan dari Alena


"Jangan pegang-pegang, aku keluar dulu!" ucap Edward langsung keluar meninggalkan Alena yang masih bingung di dalam mobil


"Kenapa sih itu orang, Aneh" batin Alena


Edward segera berlari menuju rumah makan yang ada di pinggir jalan


"Maaf mbak, apa bisa numpang ke toilet?"


"Iya mas, tuh Sono toiletnya" ucap ketus pelayan rumah makan


"Tampang Ganteng, keren dan wangi, Kirain mau beli, ternyata mampir toilet doang, dasar!" Ucap pelayan rumah makan yang sempat terdengar oleh Edward


"Anjir, ini kamar mandi apa gudang senjata, segala macam di masukin ke sini semua, mana kotor banget ini, kalau bukan gara-gara ini libi*do yang makin naik terus, gak bakalan deh aku masuk sini, bodo ah, penting gue bisa nurunin libi*do dulu" Edward ngomong sendiri dan langsung menyiram muka dan kepalanya dengan air dingin, setelah semua terkendali, Edward segera keluar


Saat melewati pelayanan itu, Edward berhenti sejenak dan langsung mengeluarkan uang seratus ribu


"Mbak ini bayaran saya pinjam toiletnya, tolong ya, itu toilet di rapikan dan di bersihkan" ucap Edward sambil berlalu


Pelayan rumah makan langsung melongo menerima uang seratus ribu hanya untuk sebuah pinjaman toilet, belum lagi saat melihat Edward masuk ke dalam mobil sport mewah miliknya, pelayan itu makin membelalakkan mata dan menahan nafas saking terkejutnya


*


Sampai di Klinik Medika Jaya, Edward dan Alena segera masuk menuju ruangan Exel di rawat, Exel sangat terkejut mendapati siapa orang yang datang menjenguknya


"Bagaimana keadaanmu?" Edward menyapa dan mendekat


"Oh, aku sudah lebih baik" jawab Exel


"Ada anak buah kamu yang juga ingin menjengukku" ucap Edward sambil menoleh ke arah Alena memberi kode untuk maju disampingnya


"Halo pak Exel" sapa Alena sambil tersenyum disamping Edward


"Hai, dokter Alena, maaf, sudah merepotkan kalian harus menjengukku disini" ucap Exel tidak enak hati dan kikuk

__ADS_1


"Kami tidak repot, bagaimanapun anda pernah menjadi atasan saya pak" ucap Alena


"Terimakasih" ucap Exel sambil menunduk


"Hei sudahlah, yang terpenting kamu segera pulih" ucap Edward


"Jadi tidak ada luka yang serius kan pak?" Tanya Alena berusaha mencairkan suasana


"Oh, gak ada, hanya sedikit luka robek dan memar saja" jawab Exel


"Syukurlah kalau begitu, berarti anda akan segera sembuh" ucap Alena


"Iya, sepertinya juga begitu, aku juga sudah gak tahan berada disini" jawab Exel


Akhirnya perbincangan hangat mengalir begitu saja antara Alena dan Exel, sedangkan Edward duduk di sofa tunggu yang berada dekat dengan Alena sambil memperhatikan interaksi keduanya, dalam hati Edward sangat bersyukur mempunyai seorang Alena yang hatinya sangat baik, hangat dan lembut, tapi di sisi lain Edward juga khawatir karena sifat itulah Alena sangat disukai banyak kaum Adam apalagi parasnya yang cantik di atas rata-rata


Edward di kejutkan dengan sosok seseorang yang sangat terkejut mendapati Alena tengah berbincang dengan Exel


Edward segera keluar ruangan dan mendekati orang tersebut


"Kakek?" Sapa Edward ke orang yang tak lain adalah Erdinan Murrage, kakek dari Exel Damian Murrage


"Nak Edward, bukankah wanita itu Dokter Alena yang hampir diperkosa oleh Exel cucuku?" Ucap Erdinan


"Hem, begitulah, apa kakek tidak ingin masuk ke dalam?"


"Aku tidak berani menatap wanita itu nak Edward, perbuatan cucuku benar-benar tidak bisa termaafkan" ucap Erdinan sambil menunduk


"Tenanglah kek, Alena bukan wanita seperti itu, lihatlah, bahkan sekarang dia sudah bisa membuat Exel tertawa"


"Tentu saja sudah, apa menurut kakek Alena akan tersenyum dan mengobrol dengan orang yang dia benci?" Jawab Edward


"Bagaimana nak Edward bisa memastikan hal itu?"


"Karena Alena itu Wanitaku kek" ucap Edward lirih


"Apa!?"


Erdinan sangat terkejut mendengar pernyataan Edward hingga menjatuhkan barang bawaannya


PRANG


Sontak Alena dan Exel langsung kaget dan menoleh ke arah Erdinan dan Edward


"kakek?" ucap Exel terkejut


"Itu kakek kamu, tuan Erdinan Murrage?" Tanya Alena


"Iya" ucap Exel


Alena segera menghampiri Erdinan dan menunduk memberi hormat


"Halo tuan Erdinan, senang berjumpa dengan anda" ucap Alena dengan tersenyum manis

__ADS_1


Erdinan yang tidak menyangka akan mendapatkan perlakuan istimewa dari Alena yang pernah di celakai oleh cucunya seakan tidak percaya, tiba-tiba saja Erdinan langsung bersujud di depan Alena dan Edward


"Aku mohon, maafkan keluargaku yang sudah banyak menyusahkan dan berbuat keji kepada kalian"


Alena terkejut dan langsung menghampiri Erdinan untuk membatunya berdiri


"Tuan, apa yang tuan lakukan, jangan seperti ini, ayo kita duduk di dalam saja" ucap Alena langsung memapah Erdinan


Exel juga sangat terkejut melihat sang kakek sampai bersujud di depan Edward dan Alena demi dirinya


Setelah duduk Erdinan mulai berbicara


"Maafkan cucuku nona Alena, maafkan kesalahan keluargaku yang pernah menghinamu" ucap Erdinan lagi


"Tuan, sudahlah, saya sudah melupakan semuanya, sungguh, saya tidak apa-apa tuan, saya senang haru ini bertemu dengan tuan Erdinan pendiri Rumah Sakit Royal Murrage Hospital, saya sudah lama mengagumi anda"


"Benarkah?" Ucap Erdinan


"Hem, saya punya beberapa buku karangan tuan juga ,masih saya simpan dan sering saya baca untuk mood booster saya dalam melayani pasien"


"Oh iya ,terimakasih nona"


"Bisakah anda memanggil saya Alena saja, biar lebih Akrab''


"Baiklah, kalau begitu nona, maksut saya Alena, dan bisakah memanggilku dengan sebutan kakek saja?"


"Bolehkah, terimakasih kakek" ucap Alena sambil tiba-tiba saja memeluk Erdinan dengan erat


Erdinan sempat terkejut mendapati perlakuan Alena, kemudian tersenyum membalas pelukannya


"Sudah, kakek keenakan itu kamu peluk lama Al" celetuk Exel dan membuat Edward dan Alena tertawa


Erdinan langsung melepaskan pelukan Alena dan langsung mendekat ke arah Exel kemudian memukul kepalanya


"Ini semua juga gara-gara kelakuan kamu!" Ucap Erdinan


"Awh, sakit kek, keras banget mukulnya" ucap Exel sambil mengusap kepalanya


"Kalau bisa aku pecahin sekalian kepala kamu itu, biar gak bikin masalah" ucap Erdinan jengkel


"Tega sama cucu sendiri?, Sini aku juga minta peluk kek, kangen"


Akhirnya Erdinan langsung memeluk Exel sambil meneteskan air mata


"Maaf, sudah banyak mengecewakan kakek, Exel janji akan berubah lebih baik lagi"


(Hemh, hati Author sempat meleleh, Rasanya gimana gitu, ayo yang masih punya Kakek/Nenek segera peluk ya, mumpung masih ada kesempatan)


Bersambung


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN

__ADS_1


HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2