Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 118


__ADS_3

Keesokan paginya, terdengar suara panggilan dari handphone Alena, ternyata Edward seperti biasanya menyapa istri tercinta sebelum melakukan aktifitasnya di kantor


" Jadi boleh ya honey, aku belajar menembak ma Raka"


"Iya, tapi tetap jaga jarak, ingat, Raka juga seorang laki-laki, jangan sampai sesuatu yang tidak aku inginkan terjadi"


"Iya honey, aku tau, Raka juga pasti mengerti hal itu"


"Baiklah, kapan latihannya Bee?"


"Nanti sore, jadwal aku buat sehabis dari Rumah Sakit honey"


"Okey, jangan lupa tetap bawa pengawal kemanapun kamu pergi Bee"


"Siap honey, aku dah mau pelayanan ini"


"Ya sudah, hati-hati disana Bee, mungkin hari ini tidak bisa sering menghubungi mu, banyak kerjaan dan meeting penting dengan perusahaan asing"


"Iya honey, gak apa-apa, jaga diri baik-baik ya, ingat untuk cukup istirahat, love you Honey"


"Love you too, Bee, Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


Sambungan terputus dan Alena segera melakukan pekerjaannya


Saat makan siang bersama dengan Delia, Alena makan seperti tergesa-gesa hingga membuat Delia merasa aneh


"Al, makan santai dikit napa, kayak orang mau lahiran aja"


"Hehe, aku habis ini mau latihan nembak sama Raka Kak, ini hampir jam 2, takut telat akunya"


"Idih, emang kalau telat kenapa?"


"Di tembak"


"Sama siapa?"


"Raka lah"


"Emang berani nembak kamu?"


"Sudah"


"Hah, kamu ini ngomong apaan sih Al, mana ada kamu di tembak Raka, sehat gini"


"Hehehe, ya habis kak Delia tanyaknya aneh-aneh gitu"


"Ya kamu nya makan juga aneh gitu"


"Yah, sebagai seorang murid kan gak enak aku kak, masak hari pertama latihan udah telat"


"Sudah, berangkat sana, bikin pusing aja kamu tu Al"


Alena langsung ngacir menuju ke mobilnya lengkap dengan pengawal di dalamnya, sampai di tempat latihan Alena langsung menghubungi Raka, dan tak lama Raka langsung menjemputnya di pintu masuk, Alena tersenyum saat melihat kedatangan Raka


"Jangan senyum kayak gitu"


"Kenapa emang Ka, ada sayur yang nyangkut di gigiku ya?"


"Bukan, bikin jantungku berdetak nya gak normal"

__ADS_1


"Ish, Dasar kami tu, jaga sikap kamu, jangan Sampek jatuh hati ma murid mu ini"


"Mangkanya jangan senyum pakek manisnya kebangetan gitu, ayo tegakkan badanmu Al, sorry untuk pertama kali aku harus pegang badan sama tangan kamu dulu, biar posisi nya bener saat latihan menembak nya"


"Lakukan aja yang menurut kamu baik Ka, aku siap"


Raka tidak pernah berada sedekat ini dengan Alena, harum bau tubuhnya bahkan sangat jelas menyentuh Indra penciumannya, tangan Raka sempat bergetar saat menyentuh pinggang dan punggung Alena saat membenarkan posisi berdirinya, saat jari jemari Raka mengatur jari Alena memegang senjata, sungguh membuat Raka hampir pingsan seperti tersengat aliran listrik


"Sh*it, Kenapa aku benar-benar tidak bisa mengontrol diriku?" Batin Raka


"Aku ke kamar mandi dulu Al, lanjutkan latihan mu, posisimu sudah benar, bidik kembali sasarannya ok!"


"Eh, tunggu Ka!"


"Udah, bidik dan tembak aja Al"


Akhirnya Alena melakukan latihannya sendirian karena Raka masih sibuk mengendalikan dirinya di kamar mandi, ada sesuatu yang aneh dirasakan Alena saat dia mengendalikan senjata, sepertinya tenaga dalamnya tersalur dengan sendirinya


Semua yang sedang latihan disana sangat terkejut ketika dengan mudah Alena membidik tepat pada sasaran berkali-kali, bahkan sekarang Alena menggunakan satu tangan saja, dengan mulus peluru yang keluar dari sarangnya melesat cepat dan tepat mengenai titik sasaran, Alena langsung tersenyum dan merasa sangat puas, sementara tepukan tangan dari beberapa orang menyadarkannya dan Alena tersenyum, menunduk mengucapkan terimakasih


Sementara itu ada seseorang wanita yang juga diam-diam mengagumi ketangkasan Alena saat menggunakan senjata sebagai pemula


"Luar biasa, pantas pak Edward begitu memujanya, kemampuannya begitu sangat sempurna" batin wanita itu yang tak lain adalah Anggel Luna Mahira


Raka yang yang keluar dan mendapati kehebohan hasil tembakan Alena langsung terbelalak tidak percaya, di hitungnya semua peluru yang keluar dan hampir semua tepat mengenai semua sasaran


"Wow, ternyata murid ku sangat luar biasa, katakan, apa kau mengunakan tenaga dalam mu Al?"


"Hehehe, iya Ka, tenaga dalam ku mengalir begitu saja, sepertinya sangat nyaman di gunakan dengan menggabungkan sebuah senjata"


"Hem, sepertinya kekuatan tenaga dalam mu unik juga Al, sebaiknya kau sering melatih nya, aku akan membantu"


"Okey, makasih Ka"


"Hemmh, kenapa aku jadi gak suka melihat kedekatan mereka, dasar laki-laki kurang ajar, aku akan buat perhitungan dengan mu yang sudah mengambil ciuman pertama ku begitu saja" batin Anggel


Raka yang tak sengaja menoleh juga sangat terkejut melihat keberadaan wanita yang beberapa hari yang lalu dia cium bibirnya, dengan tersenyum tipis Raka langsung membisikkan sesuatu di telinga Alena


"Al, kau mau membantuku?"


"Bantu apa?"


"Membuat wanita di sana itu cemburu padamu, aku yakin dia menyukaiku"


"Hah?!"


Alena dengan pelan menoleh ke arah yang di tunjukkan oleh Raka


"Oh, Anggel maksud kamu, dia agak sombong gitu lo Ka, tapi kelihatannya baik sih orangnya"


"Bantu aku mendapatkan nya ya Al?"


"Oke, siap!"


Akhirnya Alena melakukan aksinya, duduk di dekat Raka, dan kadang memberikan Raka air minum, keduanya terlihat begitu dekat, hingga pada akhirnya Anggel pergi dari tempat itu, Raka mengejarnya dan memberikan tawaran untuk latihan bersama, Anggel pun menerimanya, Raka kembali dengan hati yang berbunga-bunga, Alena hanya senyum senyum melihat tingkah konyol Raka


*


Sementara itu saat makan malam Edward diundang oleh salah satu perusahaan milik pengusaha besar Andrew Zerald yang tak lain adalah ayah dari Monalisa Zerald, di kesempatan itu Monalisa sengaja hadir di sana dengan menggunakan baju seksinya, hingga membuat orang yang melihatnya sangat terpesona, namun tidak berlaku bagi seorang Edward


Kebetulan sekali setelah acara makan malam, dilanjutkan untuk sebuah even launching produk terbaru di sebuah gedung di dalam hotel, jadi Edward yang ditemani Daniel langsung memesan kamar karena tidak mungkin langsung pulang selesai acara

__ADS_1


"Hai Ed, boleh aku bergabung di mejamu?"


"Silahkan, ini juga acara di perusahan orang tua mu"


"Kata-kata mu sekarang lebih terkesan tidak baik padaku, apa kau takut tergoda olehku Edward?"


"Maaf, jaga sikapmu Mona, aku masih menghargai mu sebagai tuan rumah disini"


"Bagaimana denganmu tuan Daniel, apa menurutmu aku juga sangat berbahaya bagi Edward?"


"Oh, saya hanya mengikuti acara ini nona, selain itu saya berusaha tidak ikut campur"


"Kalian ini benar-benar kompak ya" ucap Monalisa langsung duduk di dekat Edward, beberapa kali Edward berusaha menggeser kursinya, namun Mona dengan tidak tau malu mendekatkan kursinya lagi, hingga orang suruhannya berhasil menggambil sebuah foto yang seakan-akan Edward sangat mesra dengannya


Daniel mengerti keadaan Edward, hingga mencari jalan agar Mona menjauh dari mejanya dan akhirnya berhasil, kini Acara sudah selesai tepat jam 11 malam, Edward langsung menghubungi Alena namun ternyata Alena tidak kunjung mengangkat handphone nya, dilihatnya Cctv yang disambungkan ke dalam handphone Edward, sesaat kemudian Edward tersenyum melihat betapa nyenyak tidur istrinya


"Wah, manisnya Alena saat tertidur ya Ed" tiba-tiba saja Daniel berbicara setelah mengintip handphone Edward


"Ish, kau ini, jangan dekat-dekat, aku tidak ingin berbagi pemandangan indah istriku dengan orang lain"


"Hehehe, sorry, yok kita ke kamar hotel, aku sudah ngantuk ini"


Edward segera berjalan dengan Daniel menuju ke kamar hotel masing-masing


Saat membuka pintu kamar hotel, Edward merasakan ada yang aneh, hingga kemudian melihat sosok wanita seksi yang sudah duduk di kursi sofa yang ada di dalam kamarnya, dengan tenang Edward berjalan masuk ke dalam kamar dan duduk di depan Monalisa


"Apa yang kamu lakukan di kamarku?"


"Aku hanya mampir saja Ed, bagaimana rasanya jauh dari seseorang yang biasa menghangatkan ranjang mu hem?"


"Maaf Mona, jangan membuat masalah denganku, sebaiknya segera keluar dari sini sekarang juga"


"Oh ya, lihat aku baik-baik Edward, bagian tubuhku yang mana menurutmu yang kurang sempurna hem?"


Dengan tidak tau malu, Monalisa melepas semua bajunya hingga dirinya polos berdiri di depan Edward


"Semuanya sempurna, hanya kelakuanmu saja yang tidak sempurna, menjijikkan, Pakai bajumu kembali Mona, aku sama sekali tidak tertarik"


Namun tiba-tiba saja Monalisa langsung berlari memeluk dan berusaha mencium Edward, tentu saja Edward langsung mendorong Monalisa untuk menjauh dari tubuhnya hingga jatuh ke lantai


"Pakai bajumu sekarang juga dan silahkan pergi baik-baik Mona, atau aku akan menyeret dan melemparmu ke luar dengan tubuh telan*jang mu itu!"


Teriak Edward makin Emosi


"Kau bang*sat Edward, katakan padaku, apa kelebihan Alena di banding denganku!"


"Diam!, Pergi dari sini, jangan berani membandingkan istriku dengan wanita kotor dan murahan sepertimu!"


"Aku akan segera menghancurkan pernikahan kalian, di saat itu aku bersumpah, kamu akan menjadi milikku Edward!" Teriak Monalisa kemudian memakai bajunya dan keluar dari kamar Edward


"Dasar ja*lang, menji*jikkan!" Gumam Edward sambil mengunci kamar hotelnya kembali


Monalisa keluar dari kamar Edward dengan tersenyum penuh kemenangan


"Habis kau Edward, sebentar lagi orang-orang ku akan menyebarkan rekaman kita berdua, aku ingin lihat, apa Alena masih mau melihatmu" batin Monalisa sambil tersenyum puas


Bersambung


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN

__ADS_1


HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2