
Perusahaan Eagle Company memang mempunyai kontrak kerjasama dengan perusahaan cabang dari Hodmer Company di Indonesia yang dikepalai oleh Natasya Hodmer, tentang Nickel Hodmer sang pemilik perusahaan induk, Edward tidak sepenuhnya tau, hingga posisinya sebagai ketua mafia masih belum tercium oleh Edward
Sudah empat hari Edward dan rombongan ada di Paris, kini waktunya semua ingin berkeliling menikmati pemandangan kota dan pergi berbelanja sekalian membelikan oleh-oleh untuk semua keluarga dan teman di Indonesia
"Semua sudah siap ya, kita akan ke pusat perbelanjaan terbesar di Belanda, Amsterdame poort" ucap Alena
"Wow, Asik!" Teriak Ailina penasaran
"Pengalaman pertama nih kak" ucap Evan ke Ethan
Sementara Ethan hanya tersenyum sambil berjalan di samping Edward
"Pulangnya kita sekalian nanti jalan ke Nine streets, cari makan malam, Okey?!" Ucap Delia
Semuanya tersenyum dan kini memasuki dua mobil pribadi, Edward bersama keluarga dan Kaisar, sedangkan Daniel bersama Raka dan istrinya, Satu lagi mobil para pengawal mengikuti dari belakang
Perjalanan lumayan lancar, kebetulan lalu lintas tidak begitu macet dari biasanya, dan akhirnya mereka pun sampai di tempat yang diinginkan, sebuah Mall termegah yang ada di kota Belanda
"Kita berpencar saja ya Al, biar nanti cepet selesai belanjanya" kata Delia
"Oke kak, biar Raka ikut mengawal kak Del dan Daniel" ucap Alena
"Bawa juga beberapa pengawal bersama kalian" sahut Edward
Daniel dan rombongan telah pergi duluan menuju suatu tempat yang berbeda untuk berbelanja, sedangkan Edward sudah menggandeng tangan istrinya sambil berjalan, di depannya sudah ada Kaisar yang menggandeng tangan Ailina, sedangkan Ethan dan Evan berdampingan di samping Kaisar
Edward tersenyum melihat tingkah anak-anaknya yang kadang berlarian di sekitar Kaisar dan membuatnya kandang kerepotan menjaga mereka bertiga
"Biarkan saja mereka Kai, awasi saja, jangan berlarian mengejar mereka, kau akan pusing sendiri nanti" ucap Alena
"Kalian boleh main kemanapun, asal jangan jauh-jauh dari papa Kaisar, Okey!" Teriak Edward
Ketiganya mengangguk dan kembali saling mengejar terkadang berhenti memilih-milih mainan untuk di beli, sedangkan Edward setia mendampingi istrinya kemanapun dia pergi, Edward semakin ketat mengawasi Alena selama di Belanda semenjak kejadian malam itu
*
Delia bergegas memasuki tempat yang dia inginkan
"Kali ini aku ingin membeli beberapa baju dan juga sedikit pernak pernik honey, kau ikut masuk? Tanya Delia
"Tentu saja honey" jawab Daniel keduanya kini sedang sibuk melihat lihat baju dan juga pernak pernik yang akan dibelinya, Raka ikut masuk untuk membeli sesuatu juga, sedangkan para pengawal yang lain bergantian berjaga diluar
Tak beberapa lama Daniel pamit ke Istrinya untuk pergi ke toilet, kini Delia ditemani oleh Raka melanjutkan belanjanya, saat Daniel keluar dari toilet tanpa sengaja ada seseorang yang tertabrak olehnya dan semua barang bawaannya berhamburan jatuh ke lantai
"Kue ku!" Teriak wanita yang di tabrak oleh Daniel
"Maaf Nona, saya tidak sengaja" ucap Daniel dan sangat terkejut melihat kue ulang tahun yang di bawa oleh wanita tu sudah hancur berantakan di lantai
"Kau ini_!, Daniel?!" Ucap wanita itu terkejut melihat Daniel
__ADS_1
"Natasya?, Maaf ya" Jawab Daniel juga terkejut dan kemudian membantu Natasya untuk bangun dan membereskan barang-barang yang masih tergeletak dilantai
"Yah, kue ku hancur" ucap Natasya
"Sorry Nat aku gak sengaja, aku ganti ya, antar aku ke toko kuenya, biar di buatkan lagi, gimana?"
Natasya tersenyum kemudian mengajak Daniel kembali ke toko kue yang tadi di kunjungi nya, sampai di sana Natasya segera memesan kembali kue yang sama persis dengan yang tadi dan menunggunya bersama dengan Daniel
Tampak Daniel sedang mengambil handphone untuk menghubungi Delia, namun dia teringat kalau Handphone nya berada dalam tas istrinya
"Ada apa Niel?"
"Handphone ku ketinggalan di tas Delia, aku tidak bisa menghubunginya"
"Mau pakek punyaku?" Tanya Natasya
"Boleh, biar aku kirim pesan saja" ucap Daniel segera mengirim pesan lewat handphone Natasya
"Sudah?" Tanya Natasya
"Sudah, Thanks Nat, Jadi ada yang sedang ulang tahun?" Tanya Daniel
"Iya, Janeta, hari ini dia berulang tahun, aku ingin memberikan surprise ke dia"
"Oh, jadi begitu, kau bisa datang ke pestanya kalau mau ikut" ucap Natasya
"Sepertinya kau takut sekali sama istrimu Niel"
"Bukan takut, lebih pada saling menjaga perasaan dan kepercayaan masing-masing"
"Lalu, apa dia juga memberimu waktu untuk dirimu sendiri?" Tanya Natasya
"Waktu untuk diriku sendiri adalah bersamanya Nat"
"Oh, jadi begitu, sepertinya dunia pernikahan dan rumah tangga tidak bisa aku mengerti" ucap Natasya sambil tersenyum kecut dan merasakan hatinya sakit melihat Daniel sepertinya sangat memuja istrinya
"Kau akan mengerti kalau sudah menemukan jodohmu Nat"
Keduanya kini sedang berbincang sambil menunggu kue yang di pesan selesai
Sementara itu Delia yang lupa kalau handphone Daniel berada dalam tasnya, tampak heran saat menyadari suaminya belum kembali
"Ka, Daniel belum kembali?" Tanya Delia ke Raka
"Belum, lama sekali pak Daniel, coba kamu hubungi Del" ucap Raka
"Iya, aku ke toilet dulu aja, kebelet ini, kamu tunggu disini dulu sambil nitip barang-barang ku ya Ka"
"Siap, hati-hati Del"
__ADS_1
"Okey"
Delia segera melangkah cepat menuju ke toilet untuk buang air kecil, setelah selesai dirinya keluar untuk kembali lagi bersama dengan Raka, namun dilihatnya Toko Kue yang lumayan Ramai dan Delia serasa mau ngiler saat melihat gambar black forest yang kelihatan sangat lezat di sana
Delia kemudian tersenyum dan berbelok untuk membeli kue yang diinginkannya, dengan langkah cepat Delia menuju ke toko kue itu, lalu memesan kue yang diinginkan, kebetulan sekali stok kue itu tinggal sedikit, jadi Delia menunggu sebagian pesanan yang masih belum jadi
Memilih meja di dekat jendela, Delia kini duduk manis sambil mengedarkan pandangan menikmati suasana, namun betapa terkejutnya saat matanya menangkap sosok yang dia kenal juga ada di sebuah meja bersama dengan perempuan
"Honey, Natasya?" Ucap lirih Delia
Delia berusaha memfokuskan pandanganya lagi, dia berpikir mungkinkah apa yang dilihatnya itu salah, karena jarak mereka memang cukup jauh
Ternyata memang Daniel dan Natasya sedang ada di meja itu, Delia masih terdiam sambil mengamati keduanya yang terlihat membicarakan sesuatu
Sementara itu Daniel sedang mendengarkan Natasya berbicara serius soal perasaanya, terus terang Daniel sangat terkejut saat dengan jujur Natasya mengatakan kalau dirinya mulai menyukai nya, bahkan terkadang merindukannya
"Maaf Nat, aku rasa sebaiknya kamu harus bisa menghilangkan perasaan itu, kamu tau aku hanya mencintai istriku kan?"
"Aku tau Niel, aku sadar akan hal itu, tapi hatiku sangat sakit"
"Kau akan bertambah sakit kalau memaksakan selalu dekat denganku"
"Tidak bisakah kamu selaku ada untukku Niel, walaupun hanya sebagai teman atau sahabat?"
"Nat, pertemanan ataupun persahabatan laki-laki dan perempuan itu tetap ada batasannya, tidak akan bisa harus selalu ada" ucap Daniel berusaha membuat Natasya mengerti
Natasya terdiam sambil menunduk berusaha untuk menahan sakit dihatinya, dia sadar kalau Daniel tidak akan bisa berpaling dari Istrinya, perlahan air mata Natasya pun tumpah, Daniel terkejut saat melihat wanita di depannya menangis, hingga tanpa disadari dirinya menepuk punggung dan memegang tangan Natasya untuk menenangkannya
Semua orang yang melihat keduanya tentu saja mengaggap mereka berdua adalah sepasang kekasih, begitu juga dengan apa yang dipikirkan oleh Delia
"Kurang ajar, ada apa dengan mereka, kenapa Daniel bisa seperti itu, mungkinkah aku yang salah paham disini?" Batin Delia
Delia masih terus mengamati apa yang tengah di lakukan oleh suaminya, namun hati seorang istri tentu saja tidak akan rela melihat suaminya terlihat bermesraan dengan wanita lain, dirinya bertekad akan melangkahkan kaki menghampiri mereka berdua
Saat Delia mulai beranjak, rupanya pelayan di toko kue itu juga menghampiri nya untuk memberikan kue pesanannya, hingga akhirnya langkah Delia terhenti sejenak
BERSAMBUNG
Author akan UPDATE SETIAP HARI
Jangan lupa Dukung Author dengan
LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
__ADS_1