
Sampai di hotel, Alena dan Edward segera di bawa masuk ke kamar kedua orangtua Alena
"Kalian duduk lah" ucap Abraham ayah Alena
"Iya Dad" Alena segera duduk
"Edward, duduklah di sini" ucap Jasmine mempersilahkan Edward duduk di dekat Abraham
"Apa yang ingin dilakukan kedua orang tua Alena?, Mudah-mudahan mereka tidak menghajar Alena" batin Edward melirik ke arah Alena cemas
"Syukurlah sudah kumpul semuanya" ucap kakek Alena yaitu kyai Rahmat keluar dari kamar Jasmine
"Kakek, kenapa ikut ngumpul disini?" tanya Alena terlihat sangat panik
"Tentu saja ingin tau kebenaran hubungan kalian" jawab kyai Rahmat
"Baiklah, sebaiknya saya mulai saja ayah" ucap Abraham sopan
"Silahkan nak, dia anakmu, dan sepenuhnya tanggung jawabmu" jawab kyai Rahmat
"Apa benar kau sudah pernah Menyentuh Alena, Edward?"
"Maaf dad, ini pertanyaan konyol, ngapain ditanyakan ke Edward sih!" ucap Alena kesal
"Hus, gak boleh protes dengan pertanyaan disini, tinggal jawab saja" ucap Jasmine
"Iya paman, tapi itu saya lakukan ka_" jawab Edward
"Gak usah panjang-panjang njelaskannya, cukup jawab pernah apa nggak!" Sela Jasmine
"Baik, saya pernah mencium Alena" ucap Edward
"Edward!"
"Ngapain kamu ngomong gitu sih, malah bikin tambah masalah tau" ucap Alena sambil melotot ke arah Edward
"Selain itu, sejauh mana kalian melakukan hubungan ini, apa sebatas cium peluk saja" tanya Jasmine makin penasaran
"Iya Tante, itupun keadaan tertentu, intinya tidak disengaja" jawab Edward
"Jadi kalian sering juga berdua di satu tempat yang tidak ada siapapun?" tanya Abraham
"Maaf paman, itu juga tidak disengaja, lebih ke situasi darurat saja" ucap Edward
"Itu gak sering Dad, hanya pernah saja" sahut Alena
"Dimana?" tanya Abraham lagi
"Di Hotel" jawab Alena
"Di kamar saya dan kamar Alena" sahut Edward tanpa dosa, ke empat orang itu langsung terkejut dan melebarkan matanya mendengar pengakuan enteng Edward
"Kau ini, mau cari mati!" Alena mengancam dan berdiri hendak menendang Edward
"Duduk Alena!" Bentak Jasmine emosi melihat kelakuan Anak gadisnya
"Pertanyaan terakhir dariku nak Edward, ini akan menentukan keputusanku tentang mau dikemanakan hubungan kalian" sela Kyai Rahmat sangat santun dan berwibawa
"Baik kakek, silahkan" ucap Edward dengan penuh hormat dan membuat kyai Rahmat tersenyum
__ADS_1
"Apa kau pernah melihat aurat Alena cucu Perempuanku?" Ucap kyai Rahmat
Lama Edward berpikir di bawah tekanan ancaman Alena yang sudah melotot menakutkan ke arah Edward
"Jawablah dengan jujur Edward, tidak usah takut dengan Alena" ucap Abraham
Sementara Jasmine langsung mengamankan Alena dengan mencegah Alena melotot terus ke arah Edward
"Sebelumnya saya minta maaf, saya pernah melihat tubuh bagian atas Alena tanpa hijabnya"
"Apa!" ucap Jasmine kaget
"Ya Alloh" Abraham sangat terkejut
"Astagfirullah" Kyai Rahmat menggelengkan kepala tak percaya
"Edward!, Kau bodoh!" kenapa begitu saja di ceritakan, dasar kamu pengen aku hajar!" teriak Alena bersiap menyerang Edward, namun di gagalkan dengan tatapan tajam kakeknya yang mengancam
"Baik, kalian semua harus setuju dengan keputusanku, ini tidak bisa ditunda dan ditawar lagi, kalian dalam dua Minggu harus menikah" ucap Kyai Rahmat
"Ah, syukurlah mundur lagi jadi dua minggu" batin Alena
"Heh, akhirnya masih ada waktu dua Minggu" batin Edward
Sampai sesaat kemudian, keduanya hampir pingsan dengan perkataan terakhir dari kyai Rahmat kakek dari Alena
"Tapi malam ini juga, kalian akan aku nikahkan Syah, secara Agama"
Duar
Edward dan Alena menganga hampir bersamaan, sementara Jasmine dan Abraham hanya terdiam dan menyetujui perintah sang Ayah
"Ya Alloh, gimana ini, Ed, berbuatlah sesuatu, katakan ke mereka kita jangan ijab qobul dulu Ed" rengek Alena memohon ke Edward
"Al, sampai kita nangis darah juga mereka gak akan merubah rencana ini, kamu gak lihat kakek mu tadi, seriusnya kayak gitu, mana berani aku main tawar menawar lagi" ucap Edward
"Tapi Ed, ayo Ed, ini gimana, aku belum mau nikah sama kamu Ed, ayolah, tolong Ed" ucap Alena memohon dan tanpa sadar menggenggam tangan Edward dengan kedua tangannya
Jasmine dan Abraham langsung menarik nafas panjang melihat tingkah laku Alena yang terkesan sangat manja dengan Edward
"Lihat itu, kelakuan Alena sayang, gak ada sungkan-sungkannya main pegang tangan Edward, gitu kok masih gak mau di nikahkan, bisa ribet urusannya" ucap Jasmine ke Abraham
Abraham langsung menarik Alena biar gak menempel dan merengek ke Edward lagi, sementara Jasmine mempersilahkan Edward kembali ke kamarnya untuk bersiap, Alena ikut pergi bersiap menuju kamar Delia dan Amaya
Dikamar Edward
"Pak hari segera bersiap, setelah ini kita akan berkumpul di kamar paman Abraham"
"Hah, kenapa tuan, ada masalah apa, saya jadi ikut tegang ini"
"Mereka akan menikahkan aku dan Alena secara Agama"
"Apa, Alhamdulillah" ucap pak Hari senang
"Saya yang mau dinikahkan, bukan pak Hari, kenapa ngucap syukur gitu, seneng banget"
"Ya jelas tuan, ini yang saya tunggu-tunggu setelah sekian lama berada di samping tuan Edward"
"Eh pak, kok aku merasa kata-kata pak Hari itu kayak pak hari yang mau nikah sama saya"
__ADS_1
"Hihihi, tuan Edward keterlaluan bercandanya, baik saya akan bersiap tuan, masih ada waktu satu jam, akan saya pesankan Jas dan bajunya, tapi pak Edward ikhlas kan?"
"Tentu saja, saya akan belajar membuka hati untuk Alena pak"
"Siap, saya bersedia membantu apapun untuk tuan Edward"
"Iya pak, terimakasih, aku akan menghubungi Dady dulu meminta restunya"
Pak hari segera keluar dan menghubungi seseorang untuk mempersiapkan segalanya
Edward menghubungi Dady nya yang ada di London, dan tentu saja sang ayah tertawa kegirangan dan langsung memberikan restunya mendengarkan cerita Edward
Jasmine dan Reyna serta Alex menyiapkan gaun Alena dan menghubungi tenaga profesional untuk menghias kamar Jasmine sebagai tempat pelaksanaan ijab qobul Alena
Abraham dan Kyai Rahmat mengajak Edward mempersiapkan kata-kata dan Doa agar nanti lancar saat proses Ijab qobul nya
Sedangkan Alena mengomel histeris di kamar kedua sahabatnya
"Kak, aku belum siap, ini gimana, aku takut kak" ucap Alena
"Udah deh, terima aja, ini namanya takdir jalan hidup kamu Al" ucap Delia
"Yang ikhlas Al, aku yakin kok, semua yang di gariskan oleh Alloh ke hambanya, itu pasti yang terbaik Al" sahut Amaya
"Tapi aku dan Edward bahkan belum tau pasti apa kami saling mencintai atau enggak"
"Cinta itu bisa tumbuh nanti kalau kalian sering bareng, lagian pacaran setelah nikah itu seru lo Al" ucap Delia
"Bener tuh, jauh dari dosa, mau ngapa-ngapain, sah sah saja, nikmat tu" sahut Amaya
"Ish, kamu Am, nikmat mulu di otak kamu tu" jawab Alena
Tak lama kemudian mereka bertiga segera di jemput oleh Reyna untuk ikut berhias diri di kamar Jasmine, tiba di kamar Jasmine, Reyna dan kedua temannya langsung terkejut melihat kamar yang sudah dihias indah bagai sebuah taman bunga di suatu kerajaan
"Emang ya, kalau sultan mah bebas, mau apa aja gampang, tinggal jentik jari beres" bisik Delia ke Amaya yang masih terbengong-bengong memasuki kamar Jasmine yang sangat indah
Ke lima wanita itu langsung berhias diri, tenaga rias papan atas sudah menunggu dan siap beraksi memberikan sentuhan make-up yang terbaik, disela-sela kegiatan itu Jasmine dan Alena memberi petuah-petuah yang di tanggapi Alena dengan bibir manyunnya, Delia dan Amaya tersenyum geli melihat kelakuan Alena
Satu kejadian Aneh saat alat make-up tiba-tiba tersenggol Delia dan terjatuh, Reina mengibaskan tangganya dan membuat Alat make-up nya berhenti di udara, setelah itu Jasmine segera mengambil dan meletakkan kembali dengan senyum manisnya
"Astagfirullah, kak Del, jangan bilang kakak tadi gak melihatnya, itu tadi kak Reyna bisa menghentikan alat make-up di udara" ucap Amaya sangat terkejut dan shock
Sementara Delia masih diam mematung dan hanya mengangguk saja menjawab pernyataan Amaya, para perias hampir sesak nafas melihat kejadian itu
"Ehem, maaf, bukan maksud saya mengagetkan semua, kebetulan saya di karuniai kekuatan khusus, jadi bisa membantu tadi" ucap Reyna menyadarkan semuanya untuk kembali melanjutkan aktifitasnya
Bersambung
Terimakasih, jangan lupa jejak dukungannya
Tinggalkan LIKE
Tinggalkan KOMEN
Tinggalkan VOTE
Tinggalkan HADIAH
Jangan lupa Klik FAVORIT ya
__ADS_1