Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode. 167


__ADS_3

Pagi hari yang sangat cerah menyelimuti kota Jakarta, Seperti biasa Delia dan juga Alena melakukan tugasnya sebagai seorang dokter dan tengah melakukan pelayanan terbaik untuk para pasiennya, hingga akhirnya waktu pulang pun tiba, semua pasien sudah mendapatkan pelayanan dan Alena maupun Delia sudah janjian untuk makan siang bersama di sebuah Restoran terdekat, Kaisar masih setia mengikuti langkah Alena sesekali berjalan berdampingan untuk mengobrol


"Kita langsung pulang?" Tanya Kaisar


"Nggak, Cari makan siang di Restoran depan"


"Sama Edward?"


"Bukan, Edward lagi sibuk, aku udah janjian tadi sama kak Delia"


"Berangkat bareng sama Delia?"


"Kak Del udah nunggu di sana Kai"


"Oh"


Kaisar terdiam dan berjalan di samping Alena, ketika berada di parkiran mobil terdengar suara orang yang sedang beradu mulut disana, Alena menghentikan langkahnya karena merasa kenal dengan suara sang wanita, Kaisar pun terkejut dan ikut berhenti di samping Alena


"Ada apa?" Tanya Kaisar heran


"Hus, diam, sepertinya itu suara Ratu sedang bertengkar sama siapa ya?"


"Kita lihat saja, kenapa malah berhenti disni?" Tanya Kaisar lagi


"Ish, jangan berisik, diam sebentar Kai"


Kini baik Alena maupun Kaisar terdiam di balik tembok dan mendengarkan pembicaraan Ratu


"Kamu itu tunangan ku, harus nurut lah dengan semua aturan ku, orang tuaku tidak suka menantunya nanti duka membangkang" ucap Rangga


"Aku gak membangkang, cuman kemauan mu itu kadang keterlaluan dan mengganggu pekerjaan ku" ucap Ratu


"Alah, omong kosong, memang berapa kamu dapat gaji dari pekerjaan mu itu, uang segitu saja kamu banggakan"


"Rangga!, Kamu itu benar-benar keterlaluan!"


"Aku ngomong kenyataan, saat kau menikah nanti, aku melarang mu bekerja lagi, merepotkan saja!"


"Apa!, Gak bisa, jangan seenaknya sendiri ya"


"Oh, berani kamu melawan perintahku, dasar wanita pembangkang, kayak gini kata papamu kamu itu wanita baik dan penurut, kalau orangtuaku tau sikapmu seperti ini, mereka tidak akan sudi punya menantu seperti mu!"


"Kau_!"


"Apa!, Kau ingin aku memutuskan pertunangan ini?, Oke, dengan senang hati, paling juga orang tuamu yang bakal malu"


"Terserah, aku pergi dulu dan tidak bisa menemanimu makan siang bersama kolega bisnismu" ucap Ratu dan melangkah Pergi tanpa perduli teriakan tunangannya yang kemudian masuk kedalam mobil dengan mengumpat berkali-kali dan berlalu pergi


Sementara Alena dan Kaisar yang sudah mendengar semua pembicaraan itu saling pandang, dirasa keadaan sudah aman, keduanya langsung keluar dan berjalan kembali menuju mobilnya berada, sang sopir sudah siap mengantarkan Alena pergi, Alena masuk ke dalam mobil mewahnya dan duduk di kursi belakang sopir seperti biasa


Kaisar yang ternyata berjalan dengan melamun, tanpa sadar masuk ke dalam mobil dan sudah berada di samping Alena, Tentu saja sang supir terkejut karena Kaisar yang harusnya duduk di depan berani duduk di samping majikanya, Alena juga ikut terkejut saat melihat Kaisar sudah berada di sampingnya


"Ehem, Kai, kamu tidak apa-apa?" Tanya Alena


"Enggak, memang kenapa?" Tanya Kaisar masih belum sadar


"Ok, aku gak mau tanggung jawab kalau Edward nanti menghajar mu karena berani duduk berdekatan denganku di dalam mobil"


"Hah, ya Tuhan!, Sorry Al" ucap Kaisar terkejut, baru menyadari kebodohannya


Sang supir dan Alena tertawa melihat Kaisar terkejut dan langsung keluar dengan terburu-buru hingga kepalanya membentur pinggiran pintu mobil, dan tak lama kemudian mobil meluncur menuju sebuah restoran, kebetulan sekali di saat itu Delia menelepon Alena


"Iya kak, aku dalam perjalanan"

__ADS_1


"Lama banget sih, kayak mau ke puncak aja, jalannya resto tetep sama, belum berubah, kamu jangan muter-muter Al"


"Hahaha, iya kak, sabar, ini tadi macet di parkiran, ada insiden yang buat otak Kaisar Ambyar"


"Hah!, Maksudnya kepala Kaisar pecah?" Tanya Delia terkejut dan membuat Alena makin tertawa


"Bukan kak, hatinya yang pecah berantakan melihat Ratu yang bentar lagi mau nikah"


"Apa?!, Kaisar suka sama Ratu?"


"Sepertinya iya, iya gak sih Kai?" Tanya Alena sengaja menggoda Kaisar


"Jangan buat Gosip!" Ucap kenceng Kaisar dan terdengar juga oleh Delia


Kini Delia dan Alena tertawa bareng mendengar jawaban Kaisar dan membayangkan ekspresi anehnya,


Setelah sampai di Restoran, Alena dan Kaisar langsung masuk dan menuju ke meja Delia, kini mereka bertiga sudah berada di sebuah Restoran dan bersiap untuk makan siang, Alena menambah pesanan makanannya, begitu juga dengan Kaisar, tiba-tiba saja terdengar suara handphone Alena berbunyi, diangkatnya segera panggilan dari suaminya kemudian berbicara sebentar dan ditutup kembali


"Dari pak Edward?" Tanya Delia


"Iya, bentar lagi mau kesini menjemput ku"


"Memang mau kemana?" Tanya Delia


Alena kemudian menceritakan tentang Arini dan Ambar yang tanpa sengaja tertabrak oleh mobil Edward, kini mereka sudah sembuh dan bisa pulang, Alena juga menceritakan bagaimana keadaan Arini dan anaknya yang sangat mengenaskan hingga membuat Delia dan Kaisar sangat prihatin


"Jadi kalian akan kesana sebentar lagi?"


"Iya kak, nunggu habis makan siang dulu, aku sudah lapar banget ini" ucap Delia


"Wih, jelaslah, ketiga ponakan ku udan pada kelaperan ya dek?" Ucap Delia sambil mengelus perut Alena, Kaisar tersenyum melihat hal itu, dia membayangkan ingin segera bertemu dengan ketiga ponakannya


"Ceritakan apa yang terjadi antara Kaisar dan Ratu" ucap Delia tiba-tiba


"Benarkah?" Tanya Delia


"Sementara belum ada kak, tapi siapa tau nanti akan terjadi sesuatu, ya kan kak ?" Ucap Alena


Kaisar hanya menggelengkan kepala, sedangkan kedua wanita yang ada di depannya sudah menertawainya, sesaat kemudian makanan datang, kini mereka bertiga menikmati makan siangnya


*


Beberapa waktu yang lalu


Arini sangat senang mendengar sore nanti sudah boleh pulang, kakinya sudah sepenuhnya sembuh tapi harus tetap berhati-hati, ada rasa sedih juga saat Arini harus kembali pulang dan tinggal di rumah kecilnya, namun dia tidak bisa berbuat apa-apa dan harus menerima kenyataan hidupnya, sang pengawal mendapatkan penjelasan dari dokter yang menangani Arini, kemudian keluar dari ruangan dan segera menghubungi Edward


"Iya, ada apa?" Tanya Edward


"Hari ini nona Arini sudah boleh pulang tuan, apa saya langsung mengantarnya kerumah nona Arini tuan?"


"Tunggu dulu, tahan mereka di sana sampai aku datang, nanti aku akan kesana menemui mereka" ucap Edward


"Baik tuan"


Pengawal itu langsung menutup handphone nya dan mendekat kearah Arini, memberitahukan agar bersabar untuk tidak langsung pulang karena disuruh menunggu kedatangan Edward dulu, Arini terkejut sekaligus sangat senang mendengar berita itu, entah kenapa hatinya selalu bahagia dan berbunga-bunga saat Edward berada di dekatnya


"Asik, Ayah Edward akan menjemput kita Bu"


"Iya sayang, sabar ya, kita tunggu ayah Edward datang"


"Siap Bu, pasti ayah Edward akan Gendong Ambar nanti"


"Iya, tapi jangan terlalu merepotkan Ayah Edward, kasian nanti capek" ucap Arini sambil tersenyum dan membayangkan Edward akan datang dengan senyuman manisnya sambil menggendong Ambar

__ADS_1


*


Edward langsung menutup handphonenya kembali lalu melanjutkan pekerjaannya sebentar, setelah itu segera menghubungi Alena


"Assalamualaikum Bee"


"Waalaikumsalam Honey, ada apa?"


"Rame sekali, kamu Dimana?" Tanya Edward


"Lagi makan di Restoran dekat Rumah Sakit"


"Sendirian?"


"Rame-rame ini Honey, ada kak Delia sama Kaisar juga"


"Oh ya sudah, aku ke sana Bee, sekalian mau ngajak kamu ketemu Arini dan Ambar yang hari ini sudah boleh pulang"


"Oh ya, Alhamdulillah, oke Honey, aku tunggu"


Edward segera membereskan meja kerjanya, kemudian bersiap untuk pergi meninggalkan ruangannya, ketika berada di pintu Daniel tidak sengaja menubruknya hingga keduanya terkejut


"Kamu ini, jalan pakek mata dong Niel!" Ucap Edward kesal


"Sorry Ed, emang kamu mau kemana, kok jam segini dah mau keluar, bukannya sudah gak ada acara diluar lagi?"


"Ada urusan bentar sama Alena"


"Urusan apa?" Tanya Daniel kepo


"Urusan Ranjang, mau ikut?"


"Sh*it, dasar otak loe Ed, siang-siang gini bikin gue merinding"


"Merinding apa hor*ny loe, dasar otak mesum, dibilang Ranjang aja langsung bling*satan"


"Eh ya jelas ya!, emang urusan ranjang mu apa lagi kalau bukan bercinta sama Alena?"


"Ya bisa saja kan, rajang kamarku lagi rusak, mau beli lagi sama Alena, Cari yang lebih kuat"


"Kok bisa Rusak?"


"Ya bisa saja, tiap malam juga di buat gulat sama Alena sampai menjerit nikmat" jawab Edward


"Anj*ing, dasar Kampret loe Ed!"


Edward tertawa sambil berlalu pergi meninggalkan Daniel yang bukan hanya merinding tapi juga panas dingin membayangkan perkataan Edward


Bersambung


Author akan tetap UPDATE SETIAP HARI


Sampai Novel ini tamat


Author minta tolong ya..mampir dong di karyaku"SAHABATKU KEKASIHKU", aku ucapin makasih sekebon buat pembaca setiaku yang udah mampir, yang belum, ayoo buruan,.muach muach


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE

__ADS_1


__ADS_2