
Sementara itu Alena langsung menghentikan kegiatan belanjanya saat merasakan sesuatu dengan anak-anaknya, begitu juga dengan Edward, keduanya saling bertemu pandang lalu segera pergi keluar
"Kalian segera menyebar dan cari keberadaan anak-anakku dan Kaisar!" Ucap Edward ke pengawal yang ada bersamanya
Kedua pengawal itu langsung melesat mencari keberadaan tuan kecilnya, sementara itu Alena dan Edward berusaha merasakan keberadaan mereka
"Honey, apa kau bisa merasakannya?" Tanya Alena
"Hem, sepertinya tidak jauh dari sini" jawab Edward
"Aku juga merasakan keberadaan mereka makin dekat" sahut Alena
"Tenanglah Bee, ada Kaisar, tidak akan terjadi apapun dengan mereka, aku yakin itu"
"Aku juga honey, tapi aku tetap khawatir, mereka terpaksa menggunakan kekuatannya, kau tau kan kalau sampai itu terjadi sangat berbahaya bagi mereka"
"Ada Kaisar Bee, itu tidak akan terjadi"
"Mudah-mudahan honey" ucap Alena
Alena dan Edward begitu cemas, takut kalau anak-anak mereka sampai menggunakan kekuatannya, bisa melukai bahkan melenyapkan nyawa seseorang, belum lagi resiko kekuatan mereka saat di ketahui publik, pasti mereka akan menjadi sasaran empuk beberapa Klan Jahat yang ingin mendapatkan kekuatannya
*
Ethan sudah bersiap mengeluarkan gerakan bela diri dengan tenaga dalam yang dia punya, namun tiba-tiba
"Jangan berani menyentuh mereka, atau kalian akan menyesal!" Ucap seseorang dengan tatapan tajam
"Papa Kai!" Teriak Ailina sambil tersenyum dan merasa lega
"Mereka mau membawa kita pa, hajar saja!" Teriak Evan
"Sst, jangan berisik dulu" ucap Ethan yang kini mundur dan merapat kembali untuk melindungi kedua adiknya
"Bangsat, siapa kamu ha!, Beraninya menghalangi kami!"
"Aku peringatkan, sebaiknya kalian mundur sebelum aku menghajar kalian semua!" ucap Kaisar yang dengan gerakan secepat kilat kini sudah ada di depan musuh-musuhnya
Mereka tampak terkejut sekali melihat gerakan Kaisar yang cepat dan hampir tak terlihat, merekapun akhirnya bersama-sama menyerang Kaisar, merasa serangannya tidak berpengaruh apapun terhadap Kaisar, akhirnya mereka menembakkan senjatanya ke arah Kaisar.
Dengan cepat kekuatan awan hitam Kaisar menyambar semua peluru dan membalikkan seranganya hingga mengenai diri mereka sendiri, dengan terseok-seok merekapun segera berlari pergi, Kaisar berhasil menangkap satu orang untuk di interogasi, dan ternyata mereka adalah anggota kelompok Mafia yang di ketuai oleh Nickel Hodmer
"Jadi Nickel Hodmer yang menyuruh kalian, baiklah, kau aku lepaskan, sampaikan ucapan ku, jangan berani menyentuh kami atau kelompok kalian akan hancur berkeping-keping" ucap Kaisar
Orang itupun dilepaskan oleh kaisar, dan kemudian berlari pergi
"Kalian para jagoan kecilku baik-baik saja?" Tanya Kaisar
"Tentu saja, Papa Kaisar hebat, aku suka!" Ucap Evan dan kaisar tersenyum sambil mengelus rambut Evan
"Syukurlah, ingat pesan orang tua kalian, jangan sembarangan menggunakan kekuatan kalau benar-benar tidak terpaksa, ok!" Ucap Kaisar
"Siap Papa Kai, tadi kita cuma bela diri aja kok, ya kan Kak?" Kata Ailina
"Iya, kita tadi cuma bantu paman saja" Ucap Ethan
"Maaf ya, Papa Kai pergi terlalu lama, untung saja kalian tidak apa-apa" ucap Kaisar
Ketiga anak kembar itu lalu tersenyum dan satu persatu menciumi pipi Kaisar, tentu saja Kaisar tersenyum bahagia sambil memeluk mereka dan segera membawa mereka bertiga bergabung dengan orang tuanya
Ketiga bocah kembar itu berlarian saat melihat kedua orang tuanya ada beberapa meter di depannya
"Kalian dari mana saja?" Tanya Alena
__ADS_1
"Kami dari main tadi di taman kecil Mom, bagus loh, ya kan kak?" Ucap Ailina dan Kedua kakaknya mengangguk
Alena melihat gelagat aneh saat Kaisar mengajak Edward sedikit menjauh
"Ada apa Kai?" Tanya Edward
"Ada yang menyerang anak-anak tadi"
"Kami tau, mangkanya aku segera mencari keberadaan kalian, Bagaimana anak-anak, mereka tidak apa-apa?"
"Tidak apa-apa, orang-orang itu tidak bisa menyakiti mereka"
"Alhamdulillah, kau tau siapa mereka Kai?"
"Anak buah dari kelompok Mafia"
"What!, Kenapa mereka menyerang anak-anak ku, aku tidak pernah punya urusan dengan para Mafia" ucap Edward terkejut
"Kau pasti terkejut saat tau siapa pemimpin mereka" ucap Kaisar
"Memangnya siapa?"
"Nickel Hodmer, ketua kelompok Mafia terbesar di kota ini" ucap Kaisar
"Apa!, Bang*sat, Rupanya dia yang menyuruh anak buahnya untuk menculik anak-anak ku"
"Sepertinya begitu, aku tidak menyangka dia adalah ketua kelompok Mafia"
"Pantas saja, dia di kawal begitu banyak orang di manapun berada" ucap Edward
"Kita harus berhati-hati Ed, musuh kita kali ini bukan orang sembarangan, mereka mempunyai kekuatan dan koneksi yang lumayan hebat" kata kaisar
"Aku tau, tolong perketat penjagaan anak-anak ku Kai, aku percaya padamu" ucap Edward
"Makasih Kai, aku akan menceritakan semuanya nanti ke Alena setelah sampai di Mansion" ucap Edward
Kini keduanya kembali bergabung dengan Alena dan anak-anaknya, setelah kejadian itu tidak sedetik pun Kaisar meninggalkan pengawasan ketiga bocah kembar itu, sedangkan Edward berlaku sama terhadap Alena
Hari ini benar-benar mereka habiskan untuk berbelanja dan bersenang-senang menikmati kota Amsterdam, saat menjelang sore Delia, Daniel dan Raka segera bergabung kembali bersama Edward dan juga Alena
"Kalian sudah mendapat semua yang diinginkan?" Tanya Alena
"Iya Al, bagaimana denganmu?" Ucap Delia
"Sama, aku rasa semua yang aku beli sudah cukup" ucap Alena
"Lalu, kemana kita sekarang?" Tanya Delia
"Santai saja, jalan-jalan sambil menunggu malam, kita nanti sekalian cari tempat yang bagus untuk makan malam" ucap Alena
"Baiklah, Aku setuju Al, apa lagi anak-anak masih kelihatan senang banget itu menikmati pemandangan kota ini" sahut Delia
Alena tersenyum saat melihat anak-anaknya masih berlarian, bercanda dan tertawa bersama dengan Kaisar yang selalu setia di samping mereka
Beberapa jam kemudian, semuanya sudah berkumpul di sebuah Restoran mewah yang ada di kota itu untuk menikmati makan malam sebelum kembali ke Mansion
*
Sementara itu terjadi kehebohan di markas besar kelompok Mafia yang ketuai oleh Nickel Hodmer, amarahnya meluap-luap saat di depannya kini ada beberapa anak buahnya yang terluka parah sedang melaporkan kegagalan misinya untuk menangkap anak-anak Alena
"Bang*sat!, Kalian benar-benar mau mati ha!, Menangkap anak kecil saja tidak becus!" Teriak Nickel penuh amarah
"Maaf tuan, mereka bukan anak-anak biasa, seperti yang kami pikirkan"
__ADS_1
"Apa maksudmu, katakan!" Ucap Nickel
"Mereka anak-anak yang mempunyai ilmu bela diri yang lumayan tuan, kami juga sangat terkejut tau akan hal itu"
"Dan katakan, apa kalian juga tidak bisa menahan serangan bocah-bocah itu?!" Ucap Nickel semakin emosi
"I iya tuan"
PLAK
DUG
Sebuah tamparan dan tendangan kini menghujani anak buahnya yang gagal melakukan misinya
"Kalian semua kepa*rat, tidak berguna, keluar dari ruangan ku, tinggalkan satu orang untuk menceritakan semuanya, Cepat pergi!, Sebelum kalian semua aku bunuh!" Teriak Nickel
Semuanya segera pergi dengan menahan rasa sakit ditubuhnya, sedangkan satu orang dari mereka tinggal di ruangan itu dan menceritakan segalanya
"Mereka anak-anak kembar tuan, aku sangat yakin itu, wajah mereka memang tidak mirip tapi mempunyai banyak kesamaan di sana, yang paling mencolok adalah mata biru dari anak perempuan itu, dan kekuatan mereka semua luar biasa"
"Kekuatan, maksudmu?" Tanya Nickel penasaran
"Kekuatan bertarungnya tuan, ilmu bela dirinya tidak biasa yang anak kecil punya, pukulan dan tendangannya mempunyai kekuatan yang dahsyat, bahkan satu dari kami sempat terjatuh saat berhadapan dengan salah satu dari mereka"
"Sh*it!, benarkah anak-anak kecil mereka mempunyai bela diri sehebat itu" ucap Nickel
Janeta yang kebetulan juga berada di tempat itu, hanya terdiam dan mendengarkan semua informasi dari anak buah Nickel, dalam hatinya dia merasa lega karena Nickel gagal melakukan hal gila dengan menculik anak-anak keluarga Eagle dan Nugraha
"Aku dengar tadi, ada nama Kaisar yang ikut campur urusan kalian saat ingin menangkap anak-anak itu" ucap Nickel
DEG
Hati Janeta tergetar saat mendengar nama Kaisar di sebut, dalam hatinya berharap Kaisar tidak terluka ataupun hal buruk lainya
"Iya tuan, dan laki-laki ini sangat mengerikan"
"Katakan dengan jelas, apa maksudmu mengerikan?" Tanya Nickel terkejut dan penasaran
"Dia punya kekuatan diluar nalar manusia, seperti magic yang bisa mengeluarkan awan hitam dan mengendalikannya tuan"
"Apa kau bercanda, mana ada di dunia ini hal semacam itu ha!" Ucap Nickel
"Sungguh tuan, bahkan peluru dari senjata api yang kami tembakkan berbalik dan menyerang kami sendiri"
"Apa!, Itu mustahil !"
"Benar tuan, aku tidak mungkin berbohong, kalau anda tidak percaya, tuan boleh menanyai kami satu persatu tentang hal ini"
"Diam!, Keluar dari sini!" Teriak Nickel makin emosi mendengar kenyataan kehebatan musuhnya ternyata diluar perkiraan yang dia pikirkan selama ini
BERSAMBUNG
Author akan UPDATE SETIAP HARI
Jangan lupa Dukung Author dengan
LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
__ADS_1