
Edward langsung masuk ke dalam kamar mandinya takut sesuatu terjadi dengan Alena
"Ada apa Al, teriak kenceng banget, kamu jatoh?" Tanya Edward heran melihat Alena menutupi matanya dengan kedua telapak tangan
"Bukan, itu, ce*lana da*lam kamu!" Tunjuk Alena dengan jarinya
Edward menghela nafas panjang
"Elah, Al, ce*lana da*lam doang kamu histerisin kayak gitu, kaget aku ni, aku kira kamu kenapa-napa" ucap Edward jengah
"Ya aku geli, itu kenapa ce*lana da*lam kamu ditinggal di situ?!"
"Iya ini aku ambil, sorry, ketinggalan tadi, habis mandi"
"Ih, jorok kamu tu, Ce*lana da*lam bekas di pakai di gantungin sembarangan"
"Ce*lana da*lam doang Alpan, ribet banget urusanya, aku lempar ni ke kamu ya"
"Eh, jangan berani, geli aku lihatnya, cepat bawa!"
"Halah, nanti kamu juga yang bakalan meganggi dan nyiumi ce*lana da*lamku tiap malam"
"Eh, nggak ya, ngeres aja pikirannya, dasar Edita!!"
Edward hanya terkekeh dan segera keluar dari kamar mandi setelah menaruh ce*lana da*lam kotor di tempatnya
Alena keluar dari kamar mandi dan menoleh ke arah Edward yang sudah melambaikan tangan ke dirinya
"Sini Al, tidur di sebelahku sini, cepet ,ni ada yang mau aku tunjukkin, bagus banget, pasti kamu suka"
"Apa sih, bikin penasaran" ucap Alena dan langsung meletakkan tubuhnya di samping Edward
Edward segera menunjukkan iPad nya, disana terlihat beberapa cincin berlian yang sangat indah, mata Alena terbelalak takjub
"Wah, bagus banget Ed, ini contoh-contoh cincin berlian yang di jual di perusahaan mu?"
"Sebagian iya, sebagian lagi bukan, hanya ada beberapa di dunia saja, dan tiga berlian langka ini, aku berhasil memiliki nya sekarang"
"Wow, hebat Ed, bagus banget ini mah, pasti harganya fantastis"
"Hem, ini adalah Black Diamond Carbonado yang sangat langka didunia, aku sudah memesan salah satu untuk di buat cincin pernikahan kita, pilih mana yan kamu suka Al"
"Hah, ini, buat aku Ed?, Bukannya ini berlebihan, harganya pasti diatas Satu Triliun kan?"
"Sudah, jangan berisik, tugas kamu pilih saja, soal harga itu urusan aku"
"Tapi Ed, aku gak mau barang mewah kayak gitu, takut aku makainya, nanti kalau ilang gimna?"
"Beli lagi, ribet banget sih kamu ini Al, ayo Ah, cepetan pilih, pernikahan kita tinggal 6 hari lagi ini, keburu gak jadi cincin kawin ini nanti"
__ADS_1
"Iya, iya, bentar, emm, ini bagus semua Ed, aku bingung"
"Pilih aja yang paling mahal, kalau memang kamu bingung, atau di beli semuanya?" Ucap Edward membuat Alena melototkan matanya
"Terus, nanti di pakai semua renteng-renteng di jari aku, gitu?, mirip Artis Tesi akunya"
"Hehehe, ya nggak lah, kan bisa di simpan, buat Mas kawin juga bisa kan, lumayan, buat investasi, milik kamu sepenuhnya, kalau ada apa-apa denganku nanti, kamu bisa jual, pasti harganya mahal"
"Gak, Gak jadi tak pilih semua, aku gak mau" ucap Alena langsung merebahkan dirinya tidur membelakangi Edward
"Eh, apa sih Al, kok malah ngambek gini, ayo cepetan pilih, waktu kita mepet ini"
"Aku gak mau, lebih baik gak usah pakek cincin kawin- cincin kawinan tapi gak terjadi apa-apa dengan kamu, dari pada punya berlian mahal tapi kamu nya ninggalin aku, gak mau aku, gak usah beli!" Ucap Alena sedikit nge gas
Edward terkejut dan tersenyum mendengar perkataan Alena, dengan lembut Edward membelai rambut Alena yang ada di sampingnya
"Gak ada yang akan ninggalin kamu Al, sampai maut memisahkan, aku akan berada di sisi kamu, aku janji" ucap Edward
"Aku duluan aja yang nantinya di jemput malaikat maut, kamu belakangan aja"
"Ha, memang kenapa?"
"Aku takut kalau kamu tinggal duluan Ed"
"Hehehe, takut gak ada yang ngeloni ya, takut gak ada yang bisa memuaskan kamu di ranjang juga kan?" Goda Edward
"Edward!, Mesum mulu pikiranya!, Menyebalkan!" Teriak Alena sambil berbalik dan memukuli Edward dengan bantal
"Sudah Ed, jangan ngerjain terus, aku capek, ngantuk banget ini"
"Ya udah tidur yok, sini aku peluk ya, biar anget"
"Eh, gak mau, kamunya nanti pengen yang aneh-aneh tu"
"Enggak, aku juga dah lelah banget nuruti kamu berlarian dari tadi kesana kemari, pengen langsung tidur ini"
"Okey, ya udah" Ucap Alena dan langsung masuk ke dalam dekapan Edward
Saat Alena mulai memejamkan mata, tiba-tiba Edward membisikkan sesuatu
"Al, datang bulan kamu sudah selesai kan?"
Alena langsung membelalakkan mata dan rasa kantuknya segera sirna
"Memang kenapa?, Jangan bilang kamu horny ya Ed"
"Kalau nyoba sedikit, boleh Al?" tanya Edward lirih di telinga Alena
Alena makin terkejut dan langsung bangun, meloncat lari keluar kamar Edward menuju ke kamarnya
__ADS_1
Edward terkejut bukan main melihat kelakuan Alena yang langsung ngacir lari masuk ke kamarnya dan mengunci pintu,
"****, kenapa aku jadi lepas kontrol gini, larikan tu bocah, dasar Alena" batin Edward dan langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk menenangkan juniornya kembali
Setelah selesai tenang kembali, Edward merebahkan badannya ke kasur dan mengambil iPadnya lagi, kali ini Edward langsung memesan salah satu permata istimewa untuk cincin kawinnya nanti, setelah semua nya terverifikasi dan di setujui, Edward langsung meletakkan kembali iPad nya dan masuk ke alam mimpi
Sementara itu Alena yang sudah bisa tenang kembali juga langsung tertidur pulas, dan memegangi selimutnya erat, khawatir Edward akan mengerjainya tanpa sepengetahuannya
*
Pagi hari Edward dan Alena terbangun, menunaikan Sholat subuh dan keluar ke ruang tengah, Edward terkejut mendapati Alena sudah ada di dapur dan menyiapkan sarapan paginya
"Semalam bisa tidur?" Tanya Edward sambil mendudukkan dirinya di kursi meja makan
"Bisa, memang kenapa?"
"Nggak ada, kan kamu habis lari maraton, aku kira kecapekan susah tidur"
"Bukannya yang ada kamu tu yang susah tidur kan?" Ucap Alena sambil menyiapkan makanan di atas meja
"Enggak, lihat kamu ngacir sampai segitunya, nafsuku langsung ambyar" ucap Edward
"Hahaha, masak sih Ed aku buat kamu terkejut banget ya?"
"Dasar, kelakuan kamu itu, mirip bocah Balita, tau nggak" jawab Edward jengkel
"eleh, Balita gini kamu juga suka kan?" ucap Alena sambil cengingisan
"Nggak, memang aku pernah bilang suka sama kamu?" Goda Edward
"Oh, gitu ya, kalau gitu besok aku mau nyuapin Raka lagi, kasian gak ada yang bantu" ucap Alena cuek
"Coba saja kalau kamu berani, jangan bilang aku tidak memperingatkan mu ya Al" ucap Edward langsung Gas pol
"Emang kenapa?" Alena mancing Edward
"Aku gak suka dan gak akan membiarkan orang yang aku cinta dekat dengan laki-laki lain" ucap Edward emosi dan tanpa sadar mengucapkan Cinta
"Oh gitu, terus kenapa ngelarang aku?"
"Ya karena kamu orang yang kucintai Al!" Ucap Edward los blong
(Hahaha, Edward masuk jebakan Batman, Author jadi ketawa sendiri nih)
Bersambung
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
__ADS_1
HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE