
Tiga hari kemudian Edward segera memberi perintah ke Daniel untuk kembali ke Jakarta dan sementara waktu menghandle pekerjaannya, Edward tetap melakukan pekerjaannya di Surabaya sambil menemani Alena
Alena sudah bersiap kembali bekerja
"Apa kau tidak sebaiknya istirahat dulu Bee, luka di tubuhmu masih belum sembuh benar"
"Ini sudah 3 hari Honey, bahkan Aditama juga sudah masuk sebelum cuti pernikahannya"
"Ya sudah, aku antar"
"Siap, ayok!"
Edward berjalan sambil melingkarkan tangannya ke pinggang Alena, sesaat kemudian mereka sudah berada di dalam mobil dengan 4 pengawal pribadi Edward yang mengikuti dari belakang
"Bee, aku ingin mencarikan mu pengawal lagi, tentunya dengan kemampuan yang lebih mumpuni, dua pengawal yang kemaren masih dalam perawatan, lukanya cukup serius"
"Gak usah honey, aku bisa menjaga diriku sendiri, apalagi kemampuan menembak ku juga sudah lumayan"
"Oh ya, rupanya Raka berhasil menjadi guru yang baik"
Sesaat kemudian Edward tersenyum miring penuh arti
Setelah mengantar Istrinya, Edward segera melesat ke sebuah Restoran elite untuk bertemu dengan seseorang yang sudah di hubunginya tadi waktu di perjalanan
"Selamat pagi pak Edward" ucap Raka
"Pagi, kau sudah dari tadi?"
"Belum pak, saya baru saja sampai disini beberapa menit sebelum anda"
"Hem, baiklah, ada sesuatu yang ingin aku katakan, sebelumnya bagaimana kabar Wanitamu Anggel?"
"Oh, baik "
"Valentino?"
"Valentino sedang dalam perawatan, kini kedua kakinya sudah sidak bisa digunakan lagi dan Anggel yang membantu merawatnya dan kembali ke Jakarta"
"Oh, jadi begitu, harusnya dia aku bunuh saja dari pada merepotkan Wanita mu, bagaimana ideku Raka?"
"Maaf pak Edward, Anggel sangat menyayanginya, jadi ampuni dia pak, saya mohon"
"Baiklah, aku akan menganggapnya impas, kalau kau mau melakukan sesuatu untuk ku"
"Akan saya lakukan, apa itu?"
"Jadilah pengawal pribadi Alena dan ikut kemanapun dia pergi"
"Apa!"
"Aku tau kau akan terkejut, tenang, aku akan membayar mu dengan mahal"
"Bukan itu, tapi, kenapa harus saya?"
"Karena kalian mempunyai kerjasama yang baik dalam latihan, selanjutnya aku yakin dalam mengahadapi musuh Kalian juga bisa kolaborasi dengan baik"
"Tapi, pak Edward, saya_"
"Tidak ada pilihan kalau kamu ingin aku tidak membalas dendam ke Valentino"
"Anda memaksa sekali pak Edward"
"Aku hanya tidak ingin membuang waktu"
"Baiklah, akuterima!"
"Hem, bagus, bekerjalah saat kepindahan Alena beberapa hari lagi ke Jakarta, Jangan bilang dulu, aku ingin memberikan kejutan untuknya"
"Baik"
__ADS_1
Edward segera meluncurkan mobilnya ke perusahaan Diamond Eagle Company untuk menemui Pak Hari, kedatangannya disambut hangat oleh semua orang yang ada di perusahaan itu
"Selamat datang tuan Edward"
"Jangan terlalu formal menyambut ku Pak Hari"
"Saya hanya sangat senang atas kunjungan Anda, apa tuan Edward sudah melihat berita tentang Nona Monalisa?"
"Sudah, dia pantas mendekam di penjara"
"Saya juga tidak menduga, dia melakukan perbuatan sejauh itu, kini perusahaan keluarganya pun terkena imbasnya"
"Hem, aku tau Alex akan melakukan hal ini, dia tau kalau Monalisa yang membuat masalah dengan Alena"
Pak hari mengeluarkan perangkat barunya yang berhasil dia ciptakan, sebuah chip kecil alat pelacak yang sangat canggih, Edward tersenyum melihat Pak Hari memberinya barang yang sangat spesial untuknya, Edward mengambil Liontin baru dari toko perusahaanya dan memasangkan alat pelacak di dalamnya, pak Hari tersenyum puas karena Edward akan mempersembahkan liontin itu untuk Alena istrinya
*
Tibalah kini persiapan pernikahan Aditama dan Amaya, sejak pukul 6 pagi, Alena dan Delia sudah sibuk membantu memastikan acara ijab Qobul yang akan dilaksanakan di sebuah gedung pernikahan sudah siap
"Hadeh gila ya Al, heboh banget ini pernikahan si Amaya"
"Maklum kak, kilat banget persiapannya"
"Tau ini orang, nikah keburu banget, seenaknya aja pengen langsung tancap, kita nih yang ikut kelabakan, dasar si Amaya"
Alena hanya tertawa melihat Delia menggerutu dari tadi, sesaat kemudian keduanya sudah bersiap menghadiri acara ijab qobul sahabatnya, kedatangan Edward mengagetkan Delia dan Alena, pasalnya jas yang di pakai Edward membuat ketampanan dan kemachoannya makin terlihat
"Widih Al, kamu memang harus jaga suami kamu baik-baik dah kayaknya, lihat tuh para cewek yang lihat, pada mau keluar semua matanya"
Alena menanggapi ucapan Delia dengan senyuman saja, dalam hatinya dia sangat memuja dan mengagumi suaminya, saat Edward sudah mendekat ke Alena, dengan spontan
CUP
Edward langsung mencium bibir istrinya, tentu saja Delia langsung menutup matanya sedangkan para wanita yang sedari tadi mengagumi Edward langsung klepek-klepek di buatnya
Tampak di sana seorang pria yang dulu pernah bekerja di perusahaan Diamond Eagle Company sebagai kepala Perusahaan sebelum akhirnya di pecat oleh Edward karena kasus penggelapan uang perusahaan
"Rupanya ada si Rama, kenapa dia ada disini?" batin Edward
Tak lama kemudian Rama berjalan menuju ke tempat Edward di dampingi oleh Amita Kirana Tante dari Aditama
"Halo tuan Edwardian, Rupanya anda disini juga, kebetulan sekali ya?" Ucap Rama dengan gaya yang sombong
"Hem, sangat kebetulan, apa kau salah satu keluarga pengantin?"
"Bukan, tapi dia salah satu sahabat saudara pengantin, lebih tepatnya sahabat tantenya Aditama" sahut Amita
Edward hanya tersenyum miring, Alena mendekat ke arah suaminya dan memberi salam kepada dua orang yang ada di sana, tampak sekali Rama sangat terpesona dengan kecantikan Alena, tatapannya bahkan tidak bisa lepas darinya, Edward mengetahui hal itu dan memperingatkan Rama
"Jadi ini nyonya Alena Bilqis Nugraha" ucap Rama
"Jaga pandangan mu Rama, aku tidak ingin membutakan mata seseorang di hari bahagia seperti ini" sahut Edward
DEG
Rama tersentak sadar dengan kelakuannya
Amita hanya tersenyum sinis melihat Edward dan Alena saling melempar senyum
"Oh, aku baru melihat anda secara langsung nyonya Edward"
"Benarkah, saya juga baru melihat anda" jawab Alena
Alena yang tidak menyukai keduanya kini berusaha memberikan kode kepada Edward untuk berpindah tempat menghindari mereka, kini keduanya beranjak ke tempat penjamuan makanan, Alena merasa sangat lapar dan segera mencicipi makanan satu persatu, Edward tersenyum melihat istrinya makan dengan lahap
"Rupanya istriku kelaparan ya" ucap Edward lirih di telinga Alena
Alena hanya tersenyum menatap suaminya sambil terus memasukkan makanan ke mulutnya, Edward tidak tahan melihat gemas wajah sang istri, hingga akhirnya ******* bibirnya mencicipi kue yang ada di mulut Alena
__ADS_1
Pemandangan itu sempat tertangkap oleh beberapa pasang mata hingga mereka melongo tak percaya
Sementara Alena hampir saja shock mendapati tingkah suaminya tadi, Edward hanya cuek dan terus mengunyah makanan yang di dapatkan dari mulut Alena
"Dasar mesum, di tempat seperti ini masih saja mengerjai ku" batin Alena
Merasa ada sesuatu yang membuat perutnya tidak enak, Alena segera pamit ke Edward untuk pergi ke toilet
Di tempat lain yang tak jauh dari acara pesta pernikahan, Amita segera keluar dan menemui seseorang yaitu Kaisar, dia sengaja menyuruh kaisar datang untuk melihat Edward secara langsung dari kejauhan, Kaisar merasakan ada kekuatan dahsyat dalam diri Edward, dia senang karena merasa menemui musuh yang sepadan
*
Alena keluar dari dalam toilet dan seperti merasakan sebuah kekuatan hitam mendekat ke dirinya, sekelebat bayangan hitam berusaha menyambar tubuhnya, namun Alena berhasil menghindar dengan cepat
"Siapa kamu!, Jangan macam-macam!" Teriak Alena
Namun tiba-tiba saja Alena di kejutkan dengan kemunculan sosok yang pernah dia kenal sebelumnya
"Kau?"
"Helo my queen, bagaimana kabarmu?"
"I'm not your queen!" ucap Alena tegas
"Kau nakal sekali rupanya, akan aku ingatkan lagi kalau kau milikku, sang Kaisar"
Tak lama kemudian Kaisar langsung melesat membuat gerakan menyambar Alena, namun dengan Cepat Alena meloncat menghindari nya, Kaisar tersenyum tipis ketika gerakannya mampu di hindari oleh Alena
"Kau benar-benar wanita tangguh my queen, dan aku menginginkanmu" ucap Kaisar lirih
Disaat itulah Kaisar melepaskan tenaga dalam hitamnya mencoba menyergap Alena lagi dan kali ini berhasil, tubuh Alena berhasil di tangkap namun tidak seperti yang diharapkan, Alena mampu bertahan, Kaisar berusaha menekan tubuh Alena ke tembok, Alena masih berusaha untuk mendorong, tangan mereka melakukan perlawanan satu sama lain
"Jangan memaksaku berbuat kasar lagi My queen"
"Aku tidak peduli, tidak akan aku biarkan kamu menyentuhku Baji*ngan"
Kaisar tersenyum miring dan bersiap mengeluarkan tenaga dalamnya lagi, hingga kemudian dari arah yang berlawanan, banyak orang ingin pergi ke toilet, hingga terpaksa membuat kaisar mengurungkan niatnya dan segera pergi meninggalkan Alena
"Ya Alloh, syukurlah" batin Alena
Alena segera pergi meninggalkan tempat itu dan berlari kecil ke tempat suaminya, Edward melihat raut cemas di wajah istrinya
"Ada apa bee?"
Alena mengambil minum dan setelah itu duduk di dekat Edward untuk menceritakan kejadian yang baru saja dialaminya, Edward sangat terkejut dan melihat ke sekeliling
"Jangan jauh-jauh dariku Bee, akan aku antar kemanapun kamu pergi"
Alena mengangguk dan memegang perutnya lagi
"Kenapa Bee, kamu sakit?"
"Nggak tau honey, perutku masih terasa mual, apa mungkin terlalu banyak makan tadi ya?"
"Sebaiknya kita pulang saja Bee, badanmu mungkin masih kecapekkan"
Selanjutnya Alena menghubungi Delia untuk pulang duluan, di dalam mobil Edward duduk memeluk Alena sambil sesekali mengelus kepalanya untuk memberikan rasa nyaman
(Jangan lupa mampir di karya terbaruku "SAHABATKU KEKASIHKU", mohon dukungannya ya)
Bersambung
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
__ADS_1