Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 159


__ADS_3

Sebelum subuh Daniel terbangun mendapati tangannya sedikit kesemutan, dilihatnya Delia masih tertidur pulas dalam pelukannya, perlahan Daniel menarik tangganya dan membenarkan posisi Delia yang kini sudah tidak dalam pelukannya, ditaruhnya guling di samping tubuh Delia untuk memberikan rasa nyaman agar Delia tidak terbangun


Daniel segera masuk ke dalam kamar mandi membersihkan dirinya, kemudian melakukan ibadah sholat subuh, dalam Doa panjangnya Daniel meminta hubungan dengan Delia segera menuju ke pernikahan dan tidak ada halangan apapun, setelah mengakhiri doanya, Daniel beranjak untuk membangun kan Delia, disentuh nya wajah cantik Delia dengan lembut


"Del, bangun, sudah subuh ini"


"Mhh, iya, sebentar lagi"


"Hei, ayo bangun dulu, aku gendong ya?"


Delia langsung tersentak kaget saat Daniel berkata akan menggendongnya


"Nggak, iya ini aku bangun" ucap Delia yang langsung turun dari kasur menuju ke kamar mandi


Daniel terkekeh melihat tingkah Delia yang takut dengan dirinya, tak lama kemudian Delia keluar kamar mandi dengan memakai bathrobe dan celingukan mencari sosok Daniel di sana, merasa Daniel sudah di luar, Delia pun segera menutup pintu kamarnya dan kemudian segera berganti pakaian lalu sholat subuh


Delia kini sudah berada di depan meja riasnya, di gerai kan rambutnya yang masih basah kemudian mengambil hairdryer untuk mengeringkan rambutnya, terdengar ketukan pintu dan panggilan dari Daniel, Delia segera beranjak dan membuka pintu kamarnya


"Aku buatkan teh hangat, mau?" Ucap Daniel


"Hem, masuk" ucap Delia mengangguk


Daniel masuk sambil membawa teh hangat dua gelas, untuknya dan Delia, perlahan Daniel meletakkan teh hangat di atas meja kemudian melangkah mendekat ke arah Delia yang sedang mengeringkan rambutnya, Daniel kini sudah berada di belakang Delia dan nampak bayangan ke duanya di dalam cermin


"Sini aku bantu" ucap Daniel sambil merebut pengering rambut dari tangan Delia


"Nggak usah Niel, aku bisa sendiri" jawab Delia


Daniel tetap tak perduli omongan Delia dan kini sudah mengambil dan membelai rambut Delia untuk di keringkan perlahan


"Nantinya aku ingin kita seperti ini terus sampai maut memisahkan" ucap Daniel membuat Delia sangat terkejut


"Maksudnya?"


"Kita akan segera menikah, apa kau setuju?"


"Tapi_"


"Aku tau, bentar lagi masalah ku dengan Cellin akan selesai, dan setelah itu kita akan menikah, bagaimana?"


"Hem" ucap Delia tersenyum sambil mengangguk


Daniel membalas senyuman Delia, kemudian mencium kening kekasihnya dari belakang dan menggodanya dengan mengacak-acak rambutnya


"Daniel!, Rambutku berantakan ini!" Teriak Delia yang kemudian membalikkan badannya menghadap Daniel dan berniat memukul nya


Tangan Delia di tangkap oleh Daniel dan ditariknya hingga tubuhnya jatuh di dalam pelukan Daniel, perlahan Daniel mencium bibir Delia dengan lembut dan dalam, kini ciuman itu berubah menjadi luma*tan yang berulang-ulang, tak lama kemudian Daniel melepaskan ciuman paginya dengan lembut sambil tersenyum dan membersihkan bibir Delia dengan jarinya


"Morning kiss Beb" ucap Daniel sukses membuat wajah Delia bersemu merah


Kemudian keduanya mengambil teh hangat dan meminumnya bersama di balkon Apartemen, Delia teringat sesuatu dan pamit sebentar ke belakang menyiapkan Roti panggang dan selai stroberi untuk sarapan pagi mereka, tampak Daniel tersenyum sambil menikmati makan paginya, tak berapa lama keduanya di kejutkan dengan deringan suara handphone milik Daniel yang berada di dalam kamar


"Aku angkat dulu ya Del?"


"Iya"

__ADS_1


Daniel segera masuk dan mengangkat handphone nya, sejenak dia serius mendengarkan apa yang seseorang bilang di dalam pembicaraan itu, tampak senyuman senang darinya dan kemudian tak lama kemudian


"Kirimkan juga ke handphone ku" ucap Daneil yang sempat di dengar oleh Delia, kemudian Daniel segera menutup handphonenya dan kembali duduk di samping kekasihnya


"Ada apa Niel?" Tanya Delia


"Biasa urusan bisnis" ucap Daniel sambil memeluk dan mencium kepala kekasihnya


"Beberapa hari ini aku akan sedikit sibuk, mungkin tidak sempat menghubungi mu lama-lama, tapi setiap hari akan aku usahakan bisa berbincang denganmu Del"


"Gak apa-apa, aku ngerti kok, aku juga punya kesibukan sendiri Niel"


"Oke, hari ini kamu kerja kan?" Tanya Daniel


"Iya, bentar lagi aku berangkat"


"Ya sudah kamu segera bersiap, aku tunggu di ruang tamu ya, atau kamu ingin aku bantu mengganti bajumu?" Ucap Daniel sambil mengerlingkan matanya genit


"Gak usah aneh-aneh, selesaikan dulu masalah kamu tu" jawab Delia dan langsung masuk menuju ke ruang ganti pakaian


Setelah itu keduanya kini telah kembali dalam datu mobil menuju ke Rumah sakit tempat tempat Delia bekerja, rupanya Edward dan Daniel sudah sudah janjian ketemu disana hingga Daniel ikut dengan mobil Edward menuju perusahaannya


Edward menatap Daniel dari ujung kaki sampai ujung kepala


"Kenapa?" Tanya Daniel


"Kamu semalam gak pulang?" Tanya Edward


"Kok tau?" Ucap Daniel


"Baju kamu belum ganti itu, emang semalam kamu nginep di Apartemen Delia?"


"Tapi Delia aman kan?" Tanya Edward membuat Daniel menarik alisnya untuk berpikir


"Maksudnya apa, aku cuma meluk Delia saja saat tidur, yang lain hanya separo doang, gak Sampek masuk gue tembus kok"


PLAK


Edward yang mulai paham dengan perkataan Daniel langsung memukulnya


"Awas saja kalau sampai terdengar Alena, bisa habis kamu" ucap Edward


"Hehe, gak akan, asal kamu gak cerita" jawab Daniel


Keduanya kini terkekeh dan mampir dulu di apartemen Daniel untuk berganti baju sebelum sampai di perusahan


*


Sementara itu di sudut belahan dunia yang lain, tampak Raka kini sedang duduk di sebuah teras Hotel mewah di sebuah pulau indah yang sangat pas untuknya yang sedang menikmati honey moon, sejenak Raka beranjak dari duduknya kemudian berdiri di tepian teras hotel dengan memegang pagar di depannya sambil menikmati alam sekitar, dan tiba-tiba saja terasa tangan perlahan menyusuri dada bidangnya hingga pelukan hangat terasa dari belakang tubuhnya


"Apa kau sudah siap menikmati malam yang panjang sayang?" Ucap Raka


"Tentu saja, aku sudah siap sayang, apa kau menginginkannya sekarang?" Tanya Anggel


"Tentu saja, ini akan terasa sakit untuk pertama kalinya, aku harap kau siap yang"

__ADS_1


"Sakitnya hanya sementara kan?, Bukankah nanti akan berganti dengan kenikmatan?"


"Tentu saja" ucap Raka sambil tersenyum


Raka langsung membalikkan badannya, kini keduanya saling berhadapan dan berpelukan erat, Raka mencium kening mata, hidung dan bibir Istrinya perlahan dan dalam, luma*tan di bibir Istrinya kini semakin panas, berulang kali desa*han lolos dari bibir Anggel dan membuat Raka semakin terpacu untuk lebih dalam mendapatkan kenikmatan


"Yang, apa kita akan melepaskan semua pakaian disini, sshh" ucap Anggel di tengah desa*hannya yang tubuhnya kini hampir polos oleh tangan suaminya


Raka terkejut saat tersadar kini dirinya dan istrinya sudah hampir kehilangan semua baju yang menempel di tubuhnya, dengan cepat tangan Raka menggendong istrinya sambil terus merasakan luma*tan dan ciuman panas yang tak terlepas, di rebahkan tubuh istrinya di atas ranjang, bukit kembar istrinya yang sangat menggoda kini sudah di sesap dan di luma*tnya, gigitan kecil di di puncak bukit itu membuat Anggel memekik


"Aah!, Yang,. mmhh, sshh" teriak Anggel


"Nikmat yang, hem, Oohh, sshh" sahut Raka


Keduanya sudah benar-benar polos, Kini Raka beralih ke bagian in"tim istrinya, di ji*latnya lembut bagian itu hingga membuat Anggel merintih, mende"sah dan bergerak menegang tak terarah, saat terasa ada yang mengalir hangat di bagian bawah istrinya Raka segera memposisikan pusakanya


Raka menekan perlahan pusakanya berusaha memasukkan ke dalam in*tim istrinya dengan lembut


"Yang, Sakit, Sshh, pelan" ucap Anggel sambil mende*sah


"Sebentar yang, tahan ya, ough"


Raka meles*akkan pusakanya sedikit keras agar berhasil masuk di dalam sana, hingga membuat angel menjerit


"Yang, Aaah!, Sakit yang!" Tampak sejenak Anggel tak kuasa menahan sakitnya hingga kemudian Raka langsung melu*mat bibirnya untuk mengalihkan rasa sakitnya, sementara miliknya yang berhasil masuk sempurna masih terdiam


Anggel merasakan perih yang tidak terkira, miliknya terasa penuh saat pusaka suaminya kini bersarang di dalam, tak terasa air matanya mengalir, suaminya menghapus air mata itu dengan lembut


"Masih terasa sakit yang?" Tanya Raka


"Iya, sedikit berkurang"


Raka tersenyum sambil memberikan sentuhan-sentuhan ke tubuh istrinya hingga membuatnya semakin melayang, dengan pelan Raka mulai memacu pusakanya keluar masuk, kini gerakannya semakin cepat dan dalam, di remasnya bukit kembar istrinya sambil sesekali Raka melihat ke arah pusakanya yang keluar masuk dengan perka*sa, senyuman terlihat dari bibir Raka saat melihat bercak darah kepera*wanan milik Anggel


"Yang, rasanya aku hampir meledak, ah, ah, ah" ucap Anggel saat mende*sah menahan guncangan di tubuhnya


"Sebentar lagi Yang, sshh, agh!"


Ucap Raka sambil terus memacu gerakannya pusakanya keluar masuk dengan cepat dan dalam, hingga akhirnya keduanya meledak bersama-sama dengan suara jeritan kenik*matan yang sangat nyata


"AAH!"


teriakan keduanya terdengar keras memenuhi kamar yang ditempatinya, nafas keduanya memburu saling bersahutan, kini baik Raka maupun Anggel merasa melayang mereguk kenik*matan bersama, hingga keduanya kini tidur berpelukan, sebelum menuju ke penyatuan berikutnya


Bersambung


Author akan tetap UPDATE SETIAP HARI


Sampai Novel ini tamat


Author minta tolong ya..mampir dong di karyaku"SAHABATKU KEKASIHKU", aku ucapin makasih sekebon buat pembaca setiaku yang udah mampir, yang belum, ayoo buruan,.muach muach


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN

__ADS_1


HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2