Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 51


__ADS_3

Malam hari semua berkumpul di halaman belakang yang sudah di sediakan kursi dan peralatan untuk acara barbeque, suara jeritan kedua bocah cilik menambah suasana ramai acara itu, Aftan dan Afika berlarian menuju ke arah Edward yang sedang duduk di samping Alena


"Om Edward mau gendong Afika?" Tanya bocah kecil itu sambil tersenyum dan memajukan kedua tangannya


"Boleh, sini yuk" jawab Edward sambil menggendong Afika


Sementara Aftar yang lebih besar dari Afika minta di gendong oleh Alena, tentu saja Alena lumayan mengeluarkan tenaga untuk menggendong keponakannya itu, beruntung tidak lama kemudian Alex memanggil kedua anaknya


Alena memijat tangannya pelan sambil duduk lagi dikursinya, Edward segera menyusul duduk didekat Alena dan mengambil paksa tangan Alena


"Apa sih Ed?" ucap Alena berusaha menarik tangannya dan tentu saja tidak berhasil


"Diam!" ucap Edward, sambil memijit tangan Alena


"Dah enak'an Al?" tanya Edward beberapa menit kemudian


"Lumayan, ini kaki juga, kesel banget, habis itu badan juga boleh" ucap Alena sambil menyodorkan kakinya


Edward kesal dan langsung melempar tangan Alena sampai Alena hampir ambruk


"Ed, kasar banget sih kamu!" Ucap Alena terkejut


"Kamu itu di bantu malah ngelunjak" jawab Edward kesal


"Gitu aja ngamuk, belum aku kerjain yang lainya" batin Alena


Sesaat kemudian keduanya terdiam dan sesekali tersenyum melihat tingkah kedua bocah cilik yang sangat menggemaskan


"Al, seru ya punya anak, rame, apalagi kalau punyak banyak" ucap Edward


"Ya jelas, ini aja 2 bocah dah heboh banget gini"


"Kamu pengen nggak?" tanya Edward


"Apa?


"Anak" jawab Edward


"Anak siapa?'


"Ya anak kitalah, mau anak siapa lagi, gak nyambung banget dari tadi diajak ngomong" sahut Edward mulai emosi


"Dua atau tiga aja kalau pengenku" jawab Alena


"Sepuluh" ucap Edward


"Apanya?" tanya Alena lagi


"Anaknya" sahut Edward


"Anak siapa?" tanya Alena


"Al, kamu itu, lama-lama bikin aku emosi aja, aku itu pengen punya anak sepuluh" ucap Edward kesal


"Ya buat sendiri sana" jawab Alena


"Ya gak bisa lah, kita harus barengan" kata Edward


"Aku gak bisa" sahut Alena


"Nanti aku ajarin" kata Edward

__ADS_1


"Eh, ogah, takut aku" ucap Alena


"Enak kok" Edward menjawab


"Apanya yang enak, ngelahirin anak sepuluh itu emangnya gampang?" Sahut Alena


"Aku kan ngomong buatnya yang enak, kalau lahirnya ya nanti aku bantu" jawab Edward asal


"Bantu gundul mu!" Kata Alena jengah


"Eh, sama suami gak boleh kurang ajar"


"Suaminya emang minta di hajar"


"Maksutnya?" Tanya Edward


"Ya masak aku harus lahirin anak sepuluh, itu beresiko Ed"


"Ya maaf, aku kan belum tau"


"Emangnya aku kucing , sekali brojol bisa tiga sampai lima anak"


"Kamu emang mirip kucing anggora, manis dan galak" ucap Edward


"Kamu tu kucing garong" kata Alena


"Berarti kamu nyonya garong" sahut Edward


Alena diam menahan geram dan segera beranjak dari tempatnya


"Al, mau kemana, ngambil jagung bakar?" tanya Edward penasaran


"Terus?" tanya Edward


"Mau ngambil bakarannya" jawab Alena


"Buat apa?"


"Bakar kamu biar gosong" jawab Alena cuek


"Eh, dasar!" Balas Edward sambil tersenyum melihat tingkah Alena


Tak terasa acara seru malam itu berlangsung sampai jam 11 malam, karena suhu di luar juga semakin dingin, akhirnya semua memutuskan untuk segera kembali ke kamarnya untuk beristirahat


Setelah membersihkan tubuhnya, Alena segera bersiap tidur sampai akhirnya Delia menelepon dan memberitahu kalau besok pagi sudah bisa ke Vila ikut bergabung dengan Alena bersama dengan Amaya, setelah sambungan teleponnya terputus Alena segera tidur


Jam 4 subuh Alena terbangun dan dikejutkan dengan ketukan suara pintu kamarnya, Alena segera membuka pintu dan kaget melihat Edward sudah ada di depannya


"Ada apa Ed, Jam segini sudah nongol depan pintu" tanya Alena


"Baru bangun?, Itu air liur mu mbeleber kemana-mana, belum kamu bersihkan" ucap Edward


"Ish, mana, jangan ngarang ya, aku dah lihat di cermin tadi, wajahku masih cantik mempesona" ucap Alena


"Sayang sekali" sahut Edward


"Apa?" tanya Alena mulai kesal


"Gak pandai bercinta" ucap edward menggoda Alena


"Eh, jangan salah ya, gini-gini aku juga paham gimana caranya bercinta, bagian mana yang membuat manusia itu On, itu mah dah lulus aku"

__ADS_1


"Eleh, teori, prakteknya gak ada" ucap edward


"Dasar otak mesum!, Jadi kamu kesini cuma mau bahas teori bercinta denganku, gitu?"


"Nggak, percuma ngomong teori, kalau prakteknya gak ada"


BRAK


Alena segera menutup dan membanting pintunya


"Dasar, gak bener ini bocah!, Al, buka, Alena!" teriak Edward ,dan langsung membuka pintu kamar Alena, Edward membelalakkan mata waktu melihat pemandangan di depannya, dimana Alena sedang membuka baju dengan santainya


"Edward!"


Teriak Alena waktu menyadari Edward sudah berada di dalam kamar dan menatapnya


Edward segera membalikkan badan dan lari keluar kamar


"Shit, benar-benar itu si Alena, buka baju seenaknya, dikira aku gak punya nafsu apa" batin Edward masih di depan pintu kamar Alena sambil memegangi dadanya yang berdetak hebat


"Al, sorry, tadi gak sengaja, ayok, ditunggu yang lain sholat subuh jamaah di bawah, cepetan!" teriak Edward sambil berjalan cepat menyusul yang lain di bawah


Sementara Alena masih shock dengan kejadian barusan


"Gila si Edward, tadi sempat melihat tubuh polosku gak ya, tapi dia kan sudah sah jadi suamiku, gak papa kan, tapi_" batin Alena serba salah


"Akh!"


Teriak Alena nyaring dan membuat kaget si isi Vila dengan suaranya


"Astagfirullah, itu anak kenapa lagi sih?" ucap Jasmine kaget


"Tau, bukannya tadi kamu Ed yang manggil Alena, ada apa?" tanya Alex


"Gak tau Lex" ucap Edward pura-pura gak ngerti


Reyna menghampiri Alex yang ada di dekat Edward dengan setelan mukenah merah yang sudah dipakainya


"Ada apa honey, tadi kayak suara Alena?" tanya Reyna khawatir


"Gak tau juga" jawab Alex


Sementara Edward masih terpana dengan Reyna yang tampak sangat Cantik dengan mukenah nya tidak sadar dengan kedatangan Alena dan sudah di depannya


"Awas copot itu mata" ucap Alena sambil berlalu pergi melewati Edward dan segera masuk ke mushola kecil yang ada di Villa, Edward langsung kaget dan tersadar, sementara Reyna hanya menggelengkan kepala melihat interaksi Alena dan Edward


Setelah itu semuanya berjamaah melakukan sholat subuh, selesai menunaikan ibadah, semuanya segera berjalan-jalan di sekitar villa mencari udara segar di pagi hari, tepat jam 7 pagi, sarapan sudah di sediakan dan semua menikmati sarapan pagi dengan semangat, Alex dan Reyna berencana untuk mengajak Alena melatih kemampuan tenaga dalamnya setelah sarapan pagi, sementara Edward dan yang lainya duduk di pinggir halaman belakang menikmati teh hangat dan beberapa cemilan,


Sebelum Alena melatih kemampuannya, datanglah Amaya dan Delia, tentu saja Alena langsung tersenyum lebar melihat kedua sahabatnya sudah menemaninya lagi


"Honey dan kau Al, ingat, latihan kali ini aku serius, gak pakek acara main-main, kalian harus menyerang ku dengan sungguh-sungguh kalau tidak ingin terluka" ucap lantang Alex dan membuat semua orang yang ada di sana langsung menegang


"Apa yang Alex ucapkan, bukannya Alena tidak pernah menggunakan tenaga dalamnya, itu berarti Alena tidak pernah melatihnya, mana mungkin bisa menang dari Alex, gila ini orang!" Batin Edward cemas dengan Alena


Bersambung


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE

__ADS_1


__ADS_2