
Keesokan harinya semua bersiap menuju ke kota Jakarta, Alex sudah memberi perintah kepada anak buahnya untuk mempersiapkan pesawat pribadinya menuju Jakarta, sementara Edward dan Alena sudah menyiapkan semua perlengkapan yang akan di bawa, begitu juga dengan Delia dan Amaya yang juga di boyong oleh Alena untuk menemaninya di pesta pernikahannya nanti
Sementara pak Hari dan Raka masih menjalankan perintah Edward untuk tetap di Surabaya melakukan tugasnya masing-masing, anak buah Edward dan Alex masih bekerja sama mengejar para pembunuh bayaran yang sudah melukai Edward
Ketika semua sudah bersiap, kini dengan langkah pasti dan penuh kebahagiaan semuanya masuk ke dalam pesawat pribadi Alex
Edward sempat terkejut ketika di dalam pesawat, Daniel sahabatnya sudah ada disana ikut menjemputnya
"Hai bro, bagaimana kabarmu, aku kira kamu tinggal nama" ucap Daniel sambil tersenyum
"Ba*ngsat , suka sekali kau rupanya kalau aku mati, hem?" Jawab Edward sambil memukul Daniel
"Hahaha, tentu saja, Aku akan menggantikan mu bersanding dengan putri cantik keluarga Nugraha" ucap Daniel lirih
Edward langsung melototkan matanya ke Daniel dan meninjunya
"Minta di hajar kau ha?!" sahut Edward
"Sudah, jangan emosi, aku hanya bercanda, aku sangat bersyukur kau selamat kawanku" ucap Daniel sambil memeluk erat Edward
Alena melihat sedikit risih dengan kelakuan Edward dan Daniel yang sedang berpelukan di dalam pesawat
"Jangan bilang habis ini kalian ciuman juga ya, aku lempar kalian keluar dari pesawat" ucap Alena jengah
"Hahaha"
Alex dan yang lainya tertawa melihat tingkah konyol Alena dan kelakuan Edward
Sontak Edward langsung menjauhkan diri dari Daniel
"Kamu sih Niel, main peluk kayak apaan aja" ucap Edward
"Eleh, gak aku peluk juga biasanya kamu yang minta" sahut Daniel
"Sudah, geser, biar aku yang duduk dekat Edward, kamu duduk di tempatku sana!" Ucap Alena ke Daniel
"Eh, ya masak aku di cemburuin nona Alena, aku juga masih normal ya" ucap Daniel
"Ya takutnya, pak Daniel yang terhormat jadi gak normal kalau dekat-dekat terus dengan kekasih saya" sahut Alena yang kini sudah tersenyum penuh kemenangan duduk di tempat Daniel
"Iya, iya, kali ini kamu menang, ambil noh si Edward, aku cari yang lain, yang lebih enak dan h*ot" ucap Daniel
"Penggorengan ya Niel?!" ucap Edward
"Bukan, kompor!" Sahut Daniel
Sontak suasana makin rame ketika semua tertawa kembali mendengar kata lucu dari Daniel
Delia hanya tersenyum ketika Daniel duduk di dekatnya,
"Hai kalian, aku Daniel"
"Hai aku Delia dan ini Amaya"
__ADS_1
"Kalian Dokter juga?" Tanya Daniel
"Iya, begitulah" jawab Delia
"Sepertinya aku tidak asing dengan wajahmu, mirip siapa ya, em, oh iya, model Arumi Saraswati" ucap Daniel penuh semangat
"Oh iya, masak sih, memang kamu kenal sama Arumi Saraswati model itu?" tanya Delia
"Dulu pernah kerja bareng di bisnis fashion, bener ini wajah kalian sangat mirip, kamu Versi Mudanya" ucap Daniel lagi
"Sepertinya kamu sangat mengaguminya?" Kata Delia
"Sangat, aku pernah menghayal punya istri sepertinya"
"Uhuk uhuk" Delia langsung kesedak minumannya mendengar perkataan Daniel
Sedangkan Amaya membelalakkan mata, tidak percaya dengan perkataan Daniel, sesaat kemudian Amaya langsung tertawa
"Breng*sek ini orang, ngomongnya gak pakek saringan, gak tau apa kalau yang ada di dekatnya adalah anak dari Arumi Saraswati" batin Amaya masih tertawa geli ketika beradu pandang dengan Delia
"Kamu gak apa-apa?" Tanya Daniel ke Delia
"Nggak apa-apa, aku cuma kaget aja, soalnya setauku Arumi Saraswati itu sudah berumur sekali ya?"
"Iya, aku tau, aku hanya berharap ketemu seseorang yang mirip dia tapi versi mudanya, eh, seperti kamu ini lo"
"Awas, jangan ngelunjak" ucap Delia mulai kesal dengan sikap blak-blakan Daniel
Melihat sikap jengkel Delia, Amaya makin cekikikan menahan tawa sampai perutnya sakit
"Jodoh gundulmu, bocah sableng gini dibilang jodohku, yang ada aku tambah cepet tua" sahut Delia
Sesaat kemudian semuanya tenang kembali menikmati perjalanan, tak terasa Delia yang dilanda kantuk menyandarkan kepalanya di bahu Daniel, hampir setengah jam kepala Delia berada di bahu Daniel, sesekali Daniel menahannya ketika akan jatuh, Daniel hanya tersenyum, saat Amaya berniat merubah posisi tidur Delia, Daniel seger melarangnya
"Sudah, biarkan saja, sepertinya Delia sangat lelah, biarkan dia istirahat dulu, jangan di ganggu" ucap Daniel
"Oh, oke-oke, hehe" ucap Amaya
Daniel senyum-senyum ketika Edward menoleh ke belakang dan terkejut melihat dirinya dan Delia sangat kelihatan mesra, kemudian Daniel segera mengambil foto momen itu, Edward makin melototkan matanya melihat kenarsisan Daniel
"Dasar gila" ucap Edward terdengar Alena
"Mana ada orang gila di pesawat" sahut Alena
"Itu si Daniel, manfaatin Delia yang lagi ketiduran di bahunya"
"Hah, masak sih" Alena langsung menoleh ke belakang dan terkejut mendapati Delia dengan mesra tidur di bahu Daniel
Alena langsung tertawa kecil sambil membuka handphone dan ikut mengabadikan momen itu
"Kamu itu ngapain sih Al" ucap Edward
"Ish, diam, aku lagi foto kak Delia, biar nanti buat kejutan, gak sabar aku lihat gimana nanti mukanya kalau ngeliat foto ini" ucap Alena
__ADS_1
"Sudah, sini" Edward langsung merebut handphone dan menarik Alena ke dalam rengkuhannya
CUP
Jebret
Edward mengambil foto saat mencium bibir Alena, tangan Alena memukul lengan Edward karena terkejut
"Nih, lebih Hot dari foto Daniel" ucap Edward menunjukkan hasil fotonya
"Edward, ih, kamu itu gak tau malu banget, tadi kalau dilihat kak Alex dan yang lain gimana coba"
"Ya gak gimana-gimana, memangnya kenapa?" Sahut Edward
"Kebiasaan kamu tu, suka asal main peluk, cium seenaknya" ucap Alena
"Kamu nanti harus terbiasa Al" sahut Edward lagi sambil tersenyum melihat Alena yang lagi manyun
Akhirnya pesawat sudah tiba di Jakarta dan mendarat dengan selamat, semua bersiap keluar dari pesawat, kali ini keluarga Nugraha sudah menyambut di bandara, Alex segera turun diikuti yang lainnya, saat melihat istrinya Reyna Alex langsung berlari dan memeluknya, Jasmine hanya menggelengkan kepala melihat tingkah manja Alex ketika berada dalam pelukan istrinya, sementara Alena segera menyusul berlari menghampiri Jasmine dan memeluknya erat, Edward dan Daniel berjalan berdampingan menuju ke arah Edoardo, ayah dari Edward
Sementara itu Delia yang masih belum sadar benar terbangun dari tidurnya malah mengikuti langkah Daniel menuju ke arah yang berbeda dengan Amaya
Alena yang melihat hal itu tertawa dan menunjuk ke arah Delia, Amaya langsung menoleh dan terkejut mendapati Delia berjalan agak jauh di belakang Daniel
"Kak Delia!" Teriak Amaya sambil berlarian mengejar Delia
"Apa sih Am, teriak-teriak aja, malu tau!" Ucap Delia
"Ish, kak Delia tu yang bikin malu" ucap Amaya sambil memukul lengan Delia
"Loh kok aku, emang kenapa?"
"Kak Del itu mau kemana, ngapain ngintilin pak Daniel?"
"Hah, mana ada, emang kita_"
"Noh, disana tuh keluarga Alena, ngapain kakak ngikutin pak Daniel, mau jadi keluarga pak Daniel?"
"Hah, hehehe, ya Alloh Am, malu aku, gimana ini" ucap Delia
"Kalian ngapain, kalau mau ikut aku, Ayok, dari pada nyesel" ucap Daniel menggoda
"Ih, ayok lari Am, cepetan!" Ucap Delia langsung menarik tangan Amaya berlari ke arah Alena
Semuanya hanya tertawa melihat kelakuan mereka
Bersambung
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH
__ADS_1
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE