
Tiba di Apartemen Alena langsung masuk dan membersihkan diri di kamar mandi, kali ini tubuhnya di rendam dalam bathtub dengan air hangat dan aroma terapi hingga merasa tubuhnya segar kembali, jam 8 malam Alena menikmati menonton Televisi
Tiba-tiba saya Alena di kejutkan dengan berita skandal seorang pengusaha Muda Sukses yang tak lain adalah suaminya Edward Runcel Eagle dengan Monalisa Zerald, seketika Alena langsung terdiam dan menambah volume suara televisi di depannya
"Edward?, Apa yang terjadi, ini tidak mungkin" batin Alena
Tak lama kemudian Handphone Alena langsung berdering, melihat ada panggilan masuk dari suaminya, Alena segera menyambar Handphone dan mengangkatnya
*
Sementara itu, Delia dan Amaya sedang berbincang membicarakan tentang lamaran Aditama sambil menikmati segelas kopi di depan Televisi
"Uhuk-uhuk"
Keduanya tersedak hampir bersamaan ketika melihat berita tentang skandal seorang pengusaha Muda Sukses yang tak lain adalah suaminya Alena, Edward Runcel Eagle dengan Monalisa Zerald
Dengan jantung yang semakin bergemuruh keduanya langsung memindah channel dan terdiam di sofanya sambil saling menatap tak percaya
Amaya segera mengangkat handphone nya ketika ada panggilan masuk dari Aditama
"Am, kamu dah lihat tayangan di televisi soal skandal pak Edward?"
"Iya Dit, gimana ini, kita pada bingung gak berani hubungi Alena"
"Kamu sekarang ada dimana?" Tanya Aditama
"Ada di apartemen kak Delia"
"Tunggu, aku kesana!"
"Oke"
Tut Tut Tut, sambungan terputus
Sementara itu Raka yang sedang beristirahat setelah latihan bela diri juga hampir tersedak minumannya saat melihat berita yang menyebut skandal percintaan panas antara Edward dan Monalisa
"Sh*it, apa-apaan ini, aku harus segera ke tempat Alena" ucap Raka lirih
Raka langsung meluncur ke tempat Alena dengan menghubungi Delia
"Halo Del, kamu sudah melihat berita tentang pak Edward?"
"Iya Ka, ini kita lagi bingung harus ngomong apa ke Alena, aku belum berani menghubunginya"
"Oke, tunggu aku, kamu di Apartemen kan?"
"Iya, aku tunggu Ka, Cepet ya!"
"Oke"
Tut Tut Tut, sambungan terputus
Beberapa menit kemudian Aditama dan Raka datang hampir bersamaan, keduanya langsung masuk ke apartemen Delia
"Jadi kalian belum menghubungi Alena?" Ucap Raka
"Belum, kita takut Ka" ucap Delia
"Sudah, kita ke apartemen nya sekarang, tapi kamu telpon dulu Alena" sahut Aditama
"Iya Dit" ucap Amaya
Amaya langsung menelpon Alena dengan mode load speaker
"Assalamu'alaikum, Alena?" Ucap Amaya pelan
"AAAAKH!"
Terdengar suara teriakan Alena yang sangat mengejutkan semuanya
Tut Tut Tut
Suara sambungan telepon langsung terputus
"Al, Alena!" Teriak Amaya
"Bagaimana ini kak, apa yang terjadi dengan Alena?" Ucap Amaya sangat cemas
"Ya Alloh, kenapa Alena teriak sampai segitunya, ada apa Am, aku takut" ucap Delia ketakutan
"Jangan-jangan Alena ngamuk tidak bisa mengontrol dirinya hingga_" ucap Aditama tertahan
"Bunuh diri"
Sahut Raka dengan wajah tegangnya
"Astagfirullah, tidak Alena!"
Delia langsung melesat meloncat dari kursi dan lari keluar apartemen
"Kak Del tunggu!" Teriak Amaya ikutan panik dan menyusul Delia
__ADS_1
"Ayo, kalian cepat ikut ke Apartemen Alena!!" Teriak Amaya menyadarkan Aditama dan Raka
Akhirnya semua berlari berhamburan menuju ke Apartemen Alena, sampai di sana seorang pengawal yang ada di depan pintu keheranan melihat mereka
"Maaf ada apa ya?"
"Cepet, buka pintunya, Alena mau bunuh diri" ucap Delia panik
"Apa!"
Pengawal itu langsung menekan tombol pintu dengan terburu-buru dan akhirnya
CEKLEK
Semua langsung berebut masuk duluan ke Apartemen Alena hingga pak pengawal terhempas jatuh terpelanting ke belakang
"Alena!"
Teriak Delia dan Amaya bersamaan, sementara Raka dan Aditama berada di belakangnya
Namun apa yang terjadi, sungguh pemandangan yang sangat mengagetkan, Alena berada di atas meja dengan sebuah sapu berada di tangannya
"Al, apa yang kamu lakukan?"
Tanya Delia heran
"Awas kak, KECOAK!!"
"AAAA!!"
Teriak Delia dan Amaya langsung menyusul Alena naik ke atas meja
Dan selanjutnya sang Kecoak yang membikin onar tiba-tiba terbang dan menempel di tubuh Raka, dengan sangat kuat Alena memukul kecoak yang ada di lengan Raka
PLAK PLAK
"Auw, Cukup, Sakit Al!" Teriak Raka kesakitan
Namun sang Kecoak terbang berganti tempat di tubuh Aditama
BAK BAK PLAK
"Aduh, Al, sakit!" Ucap Aditama
Akhirnya Alena tersenyum bahagia usahanya membuahkan hasil dan kecoak mati di tangannya
Kini semuanya duduk di sofa dengan tatapan membunuh ke Alena
"Demo gundul mu, kita ini pada takut kamu bunuh diri tau nggak"
"Hah, ngapain aku bunuh diri, Edward aja masih enak"
PLAK
"Aduh, apa sih kak, sakit tau"
"Mangkanya kalau ngomong dipikir dulu"
"Tau ini anak, ngapain kamu main teriak aja di telpon, kita Sampek berpikir yang enggak-enggak tau!"
"Ya sorry, tadi ada kecoa pas ngangkat telpon kamu Am, jadinya aku langsung teriak gitu"
"Emang kamu gak lihat berita soal pak Edward di televisi?" Tanya Raka
"Lihat"
"Terus?"
Tanya Aditama
"Apanya yang terus?"
"Ampun dah ini bocah, terus sekarang gimana, pak Edward habis tidur bareng sama Monalisa tu" ucap Aditama
"Iya, ada videonya juga, bang*sat si Monalisa pakek polosan gitu adegannya!" Sahut Raka
"Hemh, sudah, kalian gak perlu cemas, semua hanya rekayasa, aku punya semua buktinya, tadi Edward mengirim ke handphone ku, mangkanya aku tenang saja"
"Hah!"
Semuanya langsung melihat video di handphone Alena
Akhirnya semuanya lega dan segera mengambil air minum sendiri-sendiri di dapur, Alen hanya tersenyum melihat bagaimana teman-temannya begitu memperhatikannya
"Kalian semua jangan pulang ya, kita semua ngumpul sini aja, aku sudah pesankan makanan enak, lagian juga ini malam minggu kan" ucap Alena
"Wah asik tuh, tawaran yang menggiurkan dari nyonya Edward, hehe" ucap Raka
"Siap, sekalian suruh nemani kamu yang lagi kesepian kan?" Ucap Delia
"Hehe, iya kak" sahut Alena
__ADS_1
"Gak papa nih kita bermalam disini semua?" Tanya Aditama
"Nanti ada yang ngamuk?" Sahut Amaya
"Nggak, kalau kalian nginep nya rame-rame, aman, Edward malah seneng kok, nanti aku yang minta izin"
"Oke, siap, nanti kamu tidurnya sekalian aku temani ya Al" ucap Raka
BUK
Alena melempar bantal ke arah Raka
"Mau cari mati?" Ucap Alena
"Hehehe, canda Alpan!" Sahut Raka
"Kalau serius kita duluan yang matiin kamu" ucap Aditama
"Hahaha"
Semuanya langsung ngakak melihat wajah lucu Raka yang lagi di buli
*
Disebuah Mansion terlihat Monalisa tertawa terbahak-bahak saking senangnya melihat berita hangat tentang Edward Runcel Eagle dan dirinya yang terlibat Skandal panas
"Hahaha, kerja kalian sangat memuaskan, Rekaya Video dan Foto-foto yang kalian buat sangat sempurna dan luar biasa, aku yakin kali ini Edward tidak akan bisa berkutik'
"Apa tugas kami sudah selesai Nona?"
"Hem, pergilah, ini cek untuk kerja keras kalian"
Lalu beberapa laki-laki tim IT yang di sewa oleh Monalisa segera pergi, Monalisa segera menghubungi Valentino untuk menanyakan perkembangan hubungannya dengan Alena
"Bagaimana dengan Alena?"
"Wanita ini sangat susah di taklukkan, aku sudah berusaha, sampai tadi sore dia menghajar ku"
"Apa, bagaiman bisa, apa kau tidak bisa melawan seorang wanita?"
"Dia bukan wanita biasa Mona, punya ilmu bela diri yang gak bisa aku remehin"
"Terserah, yang jelas persyaratan ku tetap berlaku, kalau kau ingin kemewahan mu bertahan, taklukkan Alena bagaimanapun caranya"
Kemudian Monalisa langsung memutus sambungan teleponnya
*
Edward langsung menghubungi Daniel dan orang-orang profesional nya untuk mengusut masalah berita gosip yang sudah tersebar di Media
"Aku ingin besok jangan ada lagi berita tentang hal ini muncul di media manapun!" Ucap Edward dengan menahan emosi
"Bang*sat, siapa sebenarnya yang sudah membuat kehebohan seperti ini?" Ucap Daniel
"Tentu saja Monalisa, aku sudah menduga akan hal ini Niel"
"Benarkah, wanita ini benar-benar cari mati rupanya, untung saja kita punya semua bukti-bukti Video aslinya"
"Aku selalu menyiapkan payung sebelum hujan" ucap Edward tersenyum miring
"Jadi benarkah Monalisa sempat ke kamarmu dan berusaha menjebak mu Ed?"
"Hem, foto telan*jangnya itu memang nyata, dia melakukannya malam itu di kamarku"
"Sh*it!, Benarkah?, Lalu bagaiman kau bisa menahan Semua itu, aku lihat tubuhnya sangat sek"si dan sempurna Ed"
PLAK
Edward memukul Daniel dengan keras, hingga Daniel kesakitan
"Dia tidak ada apa-apa nya di bandingkan dengan Alena, mana mungkin aku bisa berpaling dari istri bocil ku itu, bahkan tubuhnya tidak semenarik istriku"
"Wow, benarkah Ed?" Ucap Daniel sambil matanya menerawang jauh berusaha membayangkan Alena
"Jangan berani memasukkan Alena ku ke dalam fantasi liar mu Daniel!"
"Hehehe, tentu saja tidak"
"Sudahlah, segera hubungi Monalisa, atur pertemuanku besok dengannya, aku pastikan setelah itu dia akan hancur" ucap Edward
(Wahh, Edward memang OKE, Apa yang akan di lakukan dengan Monalisa ya?)
(Jangan lupa mampir di karya terbaruku "SAHABATKU KEKASIHKU", mohon dukungannya ya)
Bersambung
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH
__ADS_1
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE