
Edward langsung menatap tajam kepada dokter spesialis kandungan yang sudah menghentikan kata-katanya
"Katakan ada apa Dokter" ucap Edward tegas
Namun tiba-tiba saja Edoardo muncul dari arah pintu kamar
"Ada apa ini?
"Dengarkan saja penjelasan dokter Dad" ucap Edward
"Emm, begini, kasus seperti ini memang sangat langka tuan Edward, karena di dalam rahim istri anda ada tiga janin yang berkembang disana"
"APA!!"
Kali ini semua tersentak dan tidak percaya
"Pantas saja kekuatan tenaga dalam ku tidak bisa masuk ke dalam tubuh Alena, mungkinkah ke tiga anaknya punya kekuatan perisai yang sangat kuat?" Batin Reyna
Alena semakin merasa ketakutan dan khawatir
"Maaf Dokter, apa anda tidak salah mendiagnosa?" Tanya Alena
"Ini hasil USG nya nyonya" ucap sang dokter
Alena mengamati hasil USG nya, saat melihat semua itu entah kenapa Hati Alena langsung merasa senang dan bahagia
"Tidak apa-apa dokter, saya akan menjaga baik-baik anak-anak ku" ucap Alena sambil mengusap lembut perutnya
Edward tersenyum dan memeluk istrinya
"kita akan menjaganya bersama Bee"
Semuanya bernafas lega melihat kebahagiaan keduanya, terutama Edoardo ayah Edward yang hanya punya satu keturunan yaitu Edward Runcel Eagle saja
Alena terdiam mengingat sesuatu saat melihat ayah mertuanya
DEG
Jantung nya terasa berhenti, saat mengingat ada seorang wanita yang memberikan 3 Mutiara di dalam genggamannya saat sedang tidak sadarkan diri
"Oh, jadi inilah maksud mu mom, kau menitipkan calon keturunan Edward padaku" batin Alena sambil tersenyum
Edoardo mendekat dan mengucapkan selamat kepada keduanya
"Selamat untuk kalian dan aku ucapkan terimakasih kepada wanita cantikku Alena, jaga baik-baik cucu-cucu kesayangan ku"
GREP
Edward langsung memeluk Daddy nya dengan erat, keduanya saling menumpahkan rasa bahagia dan hari hingga tak terasa menitikkan air mata
"Aku dan mereka juga ingin pelukan dari Dady Edoardo"
Ucap Alena dengan senyum manisnya
"Oh God, tentu saja cantik, aku ingin mereka merasakan pelukanku juga"
Ucap Edoardo
"Tunggu Dad!, Jangan lama-lama" ucap Edward
"Ish, kau ini" sahut Edoardo
"Hahaha"
Semua tertawa melihat sikap aneh Edward yang memperingatkan Dady nya
Kini semua orang yang ada di sana tengah berbahagia, Edoardo, Jasmine dan Abraham berbincang hangat, sedangkan Reyna dan kedua anaknya menemani Alena sambil bercanda
Sementara Edward, Alex, Daniel dan Raka membicarakan sesuatu yang serius
"Jadi apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Alex
"Kami diserang sejumlah pasukan yang dipimpin oleh seseorang bernama Kaisar" jawab Edward
"Kekuatan hitamnya sangat tinggi dan mengerikan" sahut Daniel
"Bahkan kami dan para pengawal sempat keteteran melawannya" kata Raka
"Hem, Kaisar?, Sepertinya aku tidak asing dengan nama ini di dunia supernatural" ucap Alex
__ADS_1
"Jadi kau juga pernah mendengar namanya Lex?"
"Iya, kalau tidak salah, dia dari kekuatan hitam dan penguasa awan hitam, itu salah satu ilmu tenaga dalamnya yang sangat berbahaya"
"Iya, aku juga melihatnya sendiri tadi, kekuatannya lumayan juga" ucap Edward
"Jadi kau sudah melawannya Ed?"
"Iya, aku sempat melukainya Lex, sebelum dia juga hampir melukai Alena"
"Hem, dia tidak akan melakukan suatu tindakan tanpa ada bayaran atau suatu hal yang menarik perhatiannya Ed"
"Hem, sepertinya ada yang membayarnya, mengingat aku tidak pernah berurusan dengannya"
"Pasti, ada dalang di balik semua ini" ucap Alex
"Maaf, saya menemukan beberapa informasi, kalau Kaisar di bayar mahal oleh Amita Kirana istri dari Jordi Setiawan yang dulu pernah anda lumpuhkan tuan Alex" ucap Raka
"Sebentar, istri Jordi Setiawan, bukankan Amita Kirana masih Tante dari Aditama?" Ucap Edward terkejut
"Iya pak Edward"
Ucap Raka
"Sepertinya kita mulai menemukan titik terang" sahut Daneil
"Kalian semua harus berhati-hati, Kaisar sosok pria gila yang akan mengejar mangsanya sampai tuntas" ucap Alex
"Iya, dan Alena kini juga menjadi targetnya" ucap Edward dengan wajah khawatir
"Maksudnya?" Ucap Alex terkejut
"Dia menganggap Alena adalah wanita nya dan miliknya, dia memanggil Alena Queen" ucap Edward
"Kenapa bisa begitu?" Tanya Alex heran
"Alena tanpa sengaja pernah bertemu dengannya beberapa kali, dan kau tau sendiri kecantikan dan pesona adikmu itu, laki-laki mana yang tidak jatuh hati, tanyakan sendiri pada dua orang ini yang dulu pernah mengalami hal yang sama" ucap Edward melihat ke arah Daniel dan Raka
"Hei bro, aku hanya kagum saja, masih bisa ku kendalikan diriku" ucap Daniel
"Saya juga pak Edward, sudah saya buang jauh-jauh rasa itu, apalagi saya sudah ada penggantinya" sahut Raka
"Sampai masalah ini selesai, sebaiknya kamu dan Alena tinggal di mansion utama Keluarga Nugraha, aku rasa itu akan sangat Aman, banyak yang menjaga Alena" ucap Alex
"Hem, aku juga berpikir seperti itu" jawab Edward
*
Sementara itu di tempat lain, Kaisar sedang mengobati dirinya, di bantu dengan Rama dan seorang dokter
"Jangan terlalu sering bergerak dulu, luka dalam mu lumayan parah, serangan Edward ke tubuhmu lumayan dahsyat, lain kali berhati-hati lah"
"Diam, dan keluar dari kamarku, aku tidak butuh kicauan kosong dari mulutmu" ucap Kaisar dengan kasar
Rama langsung keluar dengan hati yang dongkol
"Seandainya aku tidak membutuhkan kekuatan mu untuk membalaskan dendam ku untuk menghabisi Edward, mungkin aku akan membunuhmu sekarang juga" batin Rama
Amita keluar dari kamar dan menyusul keberadaan Rama
"Bagaimana, apa misinya berhasil?" Tanya Amita
"Apanya yang berhasil, sekarang bahkan Kaisar sedang terluka oleh pukulan tenaga dalam Edward"
"Apa!"
"Iya, itu karena dia terkejut dengan kemunculan wanita yang di pujanya"
"Siapa?"
"Alena, istri dari Edward Runcel Eagle dan adik dari Brian Alex Nugraha"
"Sialan, bukannya ini akan mempersulit tujuannya untuk membunuh Edward?"
"Tidak, sepertinya dia bertekad membunuh Edward untuk memiliki Istrinya juga"
"Tapi dia keluarga Nugraha, apa sanggup dia berurusan dengan Alex kakak Alena yang terkenal dengan kekuatan dahsyatnya itu"
"Entahlah, aku juga khawatir apa yang sudah kita rencanakan menjadi berantakan" ucap Rama
__ADS_1
Kaisar masih terbaring di tempat tidur sambil matanya menerawang jauh mengingat pertemuannya dengan Alena, wajah Alena langsung memenuhi isi kepalanya, bayangan tutur kata dan wajah cantiknya saat pertama kali menabraknya membuat jantungnya selalu berdetak kencang
"Aku sangat mencintaimu dan merindukan mu my Queen, kau adalah milikku, milik sang Kaisar, tidak ada yang boleh memiliki mu" ucap kaidah lirih sambil memejamkan matanya
Namun bayangan Alena yang mengklaim dirinya hanya milik Edward suaminya membuat hatinya sangat pedih, rasanya lebih sakit dari luka dalam yang dia rasakan, hingga tak terasa ada setetes air mata yang keluar dari matanya
"Aku akan membuatmu mencintaiku lebih dari kau mencintai suami kepa*ratmu itu My Queen" batin Kaisar
*
Dua hari kemudian
Alena masih berada di ruang perawatan yang kini sedang berbincang dengan Jasmine dan Reyna
"Jadi nanti sepulang dari sini kamu akan tinggal dulu di mansion kita Al?" Ucap Reyna
"Tentu saja kak, Edward yang memintaku, dan aku juga sangat senang, pasti di sana rame ada kalian dan duo bocil yang akan selalu menemaniku"
"Iya, tentu saja sayang, bagaimana kabar cucu-cucu mommy?"
"Alhamdulillah, baik dan sehat kok mom, tapi aku masih belum bisa merasakan gerakannya"
"Tentu saja belum, ini masih 4 Minggu Al" ucap Reyna
"Hehehe, iya kak, rasanya gak sabar nunggu bisa merasakan gerakan mereka"
Ketiganya langsung tertawa, Jasmine mengusap lembut perut Alena
"Oh iya mom, waktu aku pingsan kemaren, Almarhum mommy nya Edward sempat menemui ku"
"Oh ya, lalu?" Tanya Jasmine terkejut
"Menitipkan tiga buah mutiara yang sangat indah di genggamanku, Dua putih dan satu merah, aku sangat terkejut dengan pancaran sinar dari ketiga mutiara itu sangat kuat mom"
"Wah sepertinya ini pertanda, kalau keponakanku nantinya akan mempunyai kekuatan yang dahsyat juga Al" ucap Reyna
"Iya, mommy juga berpikir begitu, sama waktu kehamilan Reyna dulu kan, di temui sama nenek dalam mimpinya dan menitipkan kekuatan klan Nugraha ke dalan tubuh Afita dan Aftan"
"Iya mom, sepertinya begitu" ucap Reyna
"Oh ya mom, Nenek juga menemui ku di sana dan menuntunku untuk segera kembali ke dunia, dan sesaat kemudian aku tersadar"
Jasmine dan Reyna terkejut dan langsung memeluk Alena
Sesaat kemudian Edward datang bersama dengan Alex, memberikan kabar gembira bahwa hari ini Alena sudah di perbolehkan untuk pulang dan beristirahat di rumah
Perbincangan dalam mobil menuju ke Mansion utama Keluarga Nugraha
"Semua barang-barang penting kamu sudah aku pindahkan di mansion Utama Bee, kamu gak usah khawatir"
"Baiklah honey, kita pakek kamar yang mana?"
"Kamar lama kamu, masih cukup bersih, setiap hari di bersihkan oleh para asisten rumah tangga disana, katanya berharap kamu akan menempatinya kembali di sana Bee"
"Iya, tapi kamu juga pulang ke mansion utama kan honey?"
"Tentu saja, aku akan menemani istri kesayanganku ke mana saja, apalagi ada anak-anak kita disini, aku semakin sering merindukanmu Bee"
CUP
Edward mencium dan melu*mat bibir istrinya dengan lembut dan dalam, hingga beberapa saat kemudian
"Tanganmu jangan nakal honey, ini dalam mobil, nanti pengawal dan supir pribadimu malah nubruk"
Edward tertawa kecil sambil mengamankan kembali tangannya dari tubuh istrinya
"Aku merindukanmu Bee"
Ucap Edward kini memeluk erat tubuh Alena dan mencium wajah istrinya berkali-kali
(Jangan lupa mampir di karya terbaruku "SAHABATKU KEKASIHKU", mohon dukungannya ya)
Bersambung
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH
__ADS_1
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE