
Semuanya beranjak pergi dari tempat duduk untuk segera membersihkan diri karena hari sudah mulai gelap
Kirana masuk ke dalam kamarnya dan segera menuju ke kamar mandi, tak lama kemudian dirinya dikagetkan dengan suara panggilan masuk dari handphone nya yang ternyata dari Arumi
"Halo, Assalamualaikum Bu Arumi" ucap Kirana
"Waalaikumsalam, aku hanya memperingatkan mu cantik, jangan lupa nanti malam ada fashion show ok"
"Oh iya Bu, saya masih ingat kok"
"Bagus kalau begitu, dan aku mau ngasih kabar kalau ada perubahan jadwal, di undur jam sepuluh malam, kamu sudah tau?"
"Apa!, Belum Bu, kenapa malam sekali?"
"Entahlah sayang, aku juga gak tau, kenapa ada perubahan seperti itu, tapi kamu harus bisa Lo, ingat sudah ACC kontrak kan kemarin"
"Iya Bu Arumi, saya pasti menepati kesepakatan kita"
"Terimakasih sayang, nanti jam delapan malam kita berangkat bareng ya, aku atau kamu yang nyusul nih?"
"Biar saya saja Bu Arumi, nanti tunggu saya saja ya?!"
"Ok, gadis yang baik, aku tutup ya?"
"Iya Bu, terimakasih sudah banyak membantu saya"
"Tak masalah cantik, kita ketemu nanti, bay, Assalamualaikum"
"Waalkum salam, jawab Kirana"
Kirana segera turun dari kasur dan melangkah pergi mencari keberadaan kakaknya yang tak lain adalah Kaisar, dia sangat tau kalau acara sangat malam berarti harus pamit eksklusif dengan Kaisar, atau kakaknya itu akan menghajar nya jika keluar tengah malam tanpa pamit
Ternyata Kaisar sedang berbincang dengan Edward membicarakan tentang tenaga dalam yang makin kuat dari keduanya
Maaf kak, bisa aku menyela sebentar?" Ucap Kirana
Edward dan Kaisar terdiam kemudian memberikan kesempatan Kirana untuk bicara
"Ada apa?" Tanya Kaisar
"Emm, gini kak, aku sudah tanda tangan kontrak untuk menjadi model di salah satu agensi, awalnya acara itu diadakan kan tujuh malam kak, tapi baru saja aku dikabari kalau acara di undur pukul sepuluh malam"
"Lalu?"
"Aku ijin untuk keluar malam kak, mau gimana lagi"
"Tapi itu terlalu malam Kiran, sebaiknya kamu batalkan saja" ucap Kaisar
"Tapi kak, aku sudah taken kontrak, bisa-bisa kita harus ganti rugi, apalagi nama besar Bu Arumi sebagai Manajerku dipertaruhkan disini"
"Tapi Kiran itu_"
"Sudahlah Kai, kau ikutlah dengan Kiran, beres kan" sahut Alena yang tiba-tiba saja datang menghampiri
__ADS_1
"Hem, baiklah, aku akan ikut denganmu Kiran" ucap Kaisar kemudian
"Alhamdulillah, makasih kak Kai, kau memang the best" ucap Kirana tersenyum dan segera beranjak mendekati Alena dan mengecup pipinya
CUP
"Makasih bantuannya kak Alena, love you, hehe" ucap Kirana
"Iya, tapi ingat, selalu hati-hati di dunia model yang kau geluti saat ini"
"Siap kak Al, aku kedalam dulu ya" ucap Kirana yang kini sudah berlari menuju kamarnya untuk bersiap
Kaisar menatap tajam kearah Alena dengan sedikit kesal
"Kau itu terlalu membela dan memanjakannya Al" ucap Kaisar
"Aku hanya memberikan kebebasan Kirana untuk melebarkan sayapnya di dunia yang dia inginkan, aku yakin Kirana bisa menjaga diri dengan baik"
"Kau ini, terus saja membelanya" ucap Kaisar
"Sudahlah, kalian jangan berdebat lagi, dan kau Kaisar, jangan membuat susah istriku, dia sedang hamil" ucap Edward
"Heh, iya aku tau, kalian berdua memang sama saja" ucap Kaisar langsung pergi meninggalkan tempat menuju ke kamarnya dan segera bersiap untuk mengawal Kirana malam ini
Tepat jam delapan malam Kirana yang di kawal oleh Kaisar segera meluncur ke rumah mewah milik Arumi, sampai di sana ternyata Arini sudah bersiap untuk berangkat, tidak menunggu waktu lagi, perjalanan dilanjutkan menuju ke tempat acara Fashion show yang digelar didalam hotel mewah
Saat tiba, Kirana segera bergegas masuk dan sudah di jemput oleh agensi yang bekerjasama dengannya, hiruk pikuk dunia model kelas atas membuat nyali Kirana menciut, namun dorongan semangat dari Arumi mampu membangkitkan rasa percaya dirinya kembali
"Bu, ternyata begitu glamornya kehidupan para model papan atas ya?"
"Siap Bu, tolong selalu ingatkan Kiran ya Bu Arumi"
"Siap Cantik, kau adalah aset yang luar biasa, aku yakin, kau beda dengan yang lain" ucap Arumi sambil tersenyum penuh kasih
Sementara itu Kaisar sedang berjalan keluar untuk sekedar mencari angin dan ketenangan, secangkir kopi panas mungkin bisa mengurangi rasa penat nya, itu yang ada dipikirannya saat ini, hingga dia melangkah masuk ke dalam Restoran mewah yang ada di lantai dasar hotel mewah itu
"Ini tuan" sapa salah satu pelayan yang memberikan secangkir kopi pesanannya
"Hem, terimakasih" jawab Kaisar dan Kemudian menyeruput kopi itu perlahan
Tanpa di duga Kaisar melihat wanita yang beberapa hari ini tidak pernah di lihatnya, tampak Ratu sedang duduk dengan seorang laki-laki di depannya, awalnya semua baik-baik saja, hingga kemudian Kaisar melihat sang laki-laki yang tak lain adalah Rangga mulai menampakkan kelakuan kasarnya
"Bang*sat, keterlaluan sekali Rangga itu, berani membentak dan berkata kasar seperti itu" batin Kaisar berusaha menahan diri untuk tidak ikut campur
Hatinya lega saat kemudian melihat Rangga pergi begitu saja meninggalkan Ratu yang kini sudah menunduk dan terisak sendirian
Kaisar semakin tidak tega yang akhirnya menghampiri Ratu dan duduk perlahan di depannya, Ratu masih menangis sambil menunduk hingga kemudian suara Kaisar mengejutkan nya
"Tidak baik seorang wanita menangis di malam hari, akan banyak kerutan di wajahnya yang akan terlihat lebih tua" ucap Kaisar
"Kai?, Kenapa kau bisa ada disini?" Tanya Ratu
"Kau sendiri sedang apa disini?"
__ADS_1
"Aku, tadi bersama dengan _"
"Laki-laki seperti Rangga tidak perlu di ambil hati, percuma, malah membuang tenagamu sia-sia" ucap Kaisar
Ratu tersenyum dan membersihkan air matanya, kini keduanya saling berbincang dan sesekali Kaisar membuat Ratu tertawa
"Ini sudah malam Ratu, sebaiknya kau segera pulang" ucap Kaisar
"Iya Kai, makasih, aku akan cari taksi online dulu" ucap Ratu
"Tunggu, Kau tidak bawa mobil sendiri?" Tanya Kaisar
"Tadi kebetulan aku berangkat di jemput Rangga, jadi aku gak bawa mobil Kai"
"Benarkah?, Dasar baji*ngan, berani dia meninggalkanmu begitu saja"
"Sudahlah Kai, aku bisa pulang sendiri kok"
"Gak bisa, ini sudah malam Ratu, aku gak mungkin tega membiarkan mu pulang sendiri, biar aku antar, kebetulan acara Kirana juga masih lama"
"Tapi Kau_, aku gak mau merepotkan mu"
"Sudah jangan berisik, tunggu aku ambil mobil dulu"
Ratu tersenyum dan mengangguk, hatinya menghangat setiap kali Kaisar berbuat baik dan memperlakukan nya dengan lembut
Ratu segera masuk ke dalam mobil Kaisar dan kemudian berjalan ke arah Apartemen Ratu yang agak jauh dari Restoran itu, dalam perjalanan Ratu lebih banyak bercerita sambil tersenyum, Kaisar memperhatikan setiap gerakan Ratu yang kadang membuatnya tersenyum lucu
Sampai di apartemen, ternyata di sambut oleh Bagas Wirakusuma yang tak lain adalah papa dari Ratu yang kebetulan masih berada di Jakarta
Rupanya Bagas melihat kedekatan Ratu dengan Kaisar, dia juga bisa merasakan kalau anaknya menyukai laki-laki yang kini sedang mengantarnya pulang
"Aku ucapkan terimakasih nak Kaisar, sudah menjaga dan mengantar Ratu pulang dengan selamat" ucap Bagas
"Iya pak, saya hanya tidak tega kalau Ratu harus pulang naik taksi dengan orang yang tidak dikenal"
"Iya, terimakasih atas perhatiannya" ucap Bagas
Kaisar segera pamit kembali ke Hotel untuk menyusul keberadaan Kirana, pak Bagas tersenyum dan memeluk Kaisar, tentu saja Kaisar dan Ratu sangat terkejut melihat sikap hangat Bagas kepada Kaisar yang baru saja di kenalnya
Bersambung
Author akan UPDATE SETIAP HARI
Ikuti juga cerita "SAHABATKU KEKASIHKU" yang semakin seru
Jangan lupa Dukung Author dengan
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH
__ADS_1
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE