Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 187


__ADS_3

Hampir jam satu malam, Kirana sampai di dalam rumah dan segera masuk, Kaisar yang sudah menunggunya langsung menyuruhnya untuk duduk


"Apa tidak bisa kamu bekerja tidak terlalu larut seperti ini pulangnya?"


"Maaf kak, Fashion show selalu di adakan malam hari dan aku ikut membantu ibu Arumi"


"Dunia model sangat berbahaya Kiran, banyak pergaulan bebas, minuman keras dan obat-obatan terlarang yang mereka gunakan, aku ingin kamu lebih waspada dan menjaga kesehatan mu"


"Iya kak, aku mengerti kekhawatiran mu, insyaallah Kiran bisa menjaga diri"


"Hem, ya sudah, istirahatlah, besok pagi aku akan berangkat ke Surabaya bersama Alena, sampai Empat hari aku tidak ada di Jakarta, jaga dirimu dan keluarga kita ini" ucap Kaisar


"Iya kak, aku akan ikut mengantar, Bu Arumi kebetulan memberi ijin aku istirahat sehari besok"


"Iya, aku masuk kamar dulu, dan kau istirahat lah" ucap Kaisar dan sudah masuk ke dalam kamarnya


Kiran beranjak dari tempatnya, berjalan menuju kamar dan langsung membersihkan diri setelah mengistirahatkan tubuhnya


*


Edward terbangun saat mendengar suara adzan subuh dalam handphone nya, dilihatnya sang istri yang masih terlelap dengan nyaman, dirinya paling suka memandang lama wajah istrinya ketika masih tidur, wajah yang sangat cantik terpahat sempurna ciptaan yang Maha Kuasa


Diciumnya bibir Alena perlahan dan cara itu selalu bisa membangun kan istri cantiknya


"Honey, sudah bangun?"


"Baru saja, bangun dulu Bee, kita sholat subuh dulu"


Alena mengangguk manja sambil tersenyum membuat Edward ingin mencium bibirnya kembali, Alena terkejut saat Edward tiba-tiba saja membuat tubuhnya kembali terlentang dan


CUP


Sebuah kecupan lembut dan dalam, kini sudah menyambar bibir Alena kembali, kali ini Edward lebih memperdalam luma*an dan sengaja Edward menggigit bibir istrinya hingga membuatnya menjerit


"Aw, honey!!"


Teriak Alena mendorong tubuh Edward saat merasakan nyeri di bibirnya yang kini sudah bengkak dan membiru


"Sakit Bee, hem?" Ucap Edward kemudian tersenyum


"Kau ini apa-apaan honey, bibirku jadi Jontor gini" ucap Alena sambil mengusap bibirnya


"Sengaja, biar kamu selalu mengingatku nanti saat di Surabaya"


"Honey, malu dilihat orang ih, dasar!" Teriak Alena sambil beranjak dari kasur dan bercermin melihat bibirnya


Edward semakin tertawa dan mengusap puncak kepala Alena sebelum masuk ke dalam kamar mandi, Alena kemudian menyusul dilanjutkan sholat subuh bersama, Alena selalu merebahkan kepalanya dengan manja di pangkuan suaminya saat Edward masih melantunkan kan dzikir dan memanjatkan doa kepada sang Pencipta


Tak lama kemudian Edward memberi nasehat ke Alena


"Selama jauh dariku harus tetap hati-hati Bee, ingat siapa dirimu, bahaya selalu mengancam kita karena status yang kita punya, apa kau mengerti?"


"Iya honey, aku tau, akan ku jaga baik-baik mereka"


"Hem, ingat untuk selalu bersama Kaisar di manapun kamu berada"


"Siap honey, aku akan membawa Kaisar tidur dan ke kamar mandi juga, bagaimana?" Goda Alena


"Jangan berani macam-macam Bee, aku akan membunuh Kaisar kalau sampai itu terjadi"

__ADS_1


"Hahaha, Alena tertawa melihat perubahan wajah Edward yang menatapnya tajam


"Aku bercanda Honey, apa kau pikir aku bisa menghianati orang yang sudah membuat perutku sebesar ini?"


"Dasar kau ini, suka sekali membuatku cemburu hem" ucap Edward yang kini sudah mendekap tubuh istrinya dan menggigit tengkuknya hingga terdengar Alena menjerit beberapa kali


"Ampun honey, Hentikan, geli, hahaha!"


*


Daniel sudah berada di Apartemen Delia sejak jam lima pagi, membantu Delia mengemas barang-barang yang akan di bawa ke Surabaya, Delia tersenyum melihat calon suaminya itu semakin kepo mengingatkan ini itu agar jangan lupa dibawa, hingga akhirnya Delia pergi ke dapur dan menyiapkan sarapan pagi sebelum berangkat ke bandara


"Honey, hati-hati nanti selama disana, jangan lupa menghubungiku saat sampai di tempat" ucap Daniel


"Siap, jangan khawatir, ada Kaisar dan beberapa pengawal ikut bersama kita"


"Aku tau, tapi kamu harus tetap berhati-hati, sebenarnya aku gak rela kamu pergi tanpa diriku" ucap Daniel


"Hei, tenang saja, kita akan baik-baik saja honey"


Delia tersenyum melihat kekhawatiran ada di wajah Daniel, setelah sarapan selesai kini Delia sudah bersiap menuju ke bandara bersama dengan Daniel


*


Alena sudah bersiap untuk berangkat setelah sarapan bersama, sambil menunggu Edward dan Kaisar, Alena duduk di samping Kirana


"Aku melihat berita mu di sosial media Kiran, selamat ya, semalam kamu sudah berhasil menghebohkan dunia Modeling dengan penampilan perdana mu yang cukup sukses"


"Kak, maaf, aku gak pernah memberitahumu, aku menyukai dunia modeling dan Fashion, tadi malam terpaksa aku tampil menggantikan model ibu Arumi yang tiba-tiba kecelakaan"


"Apa kau menyukai profesi itu?"


"Hem, lanjutkan keinginan mu Kiran, aku hanya berpesan hati-hatilah berada di jalanmu sekarang ini, dunia modeling tidak seindah yang kamu bayangkan, bahkan lebih identik dengan kehidupan malam yang glamor dan bebas, apa kau tau akan hal itu?"


"Aku tau kak, Kiran janji akan menjadi model yang berbeda, aku akan berusaha tetap berada di jalan Alloh"


"Alhamdulillah, baguslah kalau begitu, aku suka cara berfikir mu, jadilah seorang model yang kuat dan berani, jangan mudah menyerah dengan keadaan"


Kiran langsung memeluk Alena dan meneteskan air mata, Alena adalah sosok yang sangat di hormati dan disayangi oleh Kirana seperti menemukan ibu dalam hidupnya


"Makasih kak, sudah mau menjadikan aku dan kak Kaisar keluarga mu"


"Sama-sama kiran, aku juga senang kalian menjadi keluargaku"


Keduanya mengeratkan pelukannya sampai kemudian Kaisar datang


"Ada apa dengan kalian, boleh aku ikut memeluk kalian?" Ucap kaisar


"Jangan berani Kai, Alena milikku" ucap Edward


"Aku hanya bercanda Ed, kau ini posesif sekali" ucap Kaisar sambil berlalu pergi


Alena dan Kiran hanya tertawa geli melihat kelakuan dua orang laki-laki yang ada di depannya


"Oh iya kak Al, aku melihat ada yang aneh dengan sikap Arini beberapa hari ini"


"Maksudnya?"


"Entahlah kak, aku melihat Arini menemui seorang laki-laki yang mencurigakan waktu di taman dekat butik saat bekerja"

__ADS_1


"Lalu, apa yang mereka lakukan?"


"Aku hanya melihat laki-laki itu seperti memberikan sesuatu ke Arini, setelah itu pergi"


"Jadi begitu, sebaiknya kamu awasi Arini, aku takut kalau dia hanya di manfaatkan oleh seseorang yang ingin berbuat tidak baik" ucap Alena.


"Iya kak, aku pikir juga begitu, ya sudah kita berangkat kak, sudah ditunggu"


"Hem, ayok"


Ucap Alena yang kemudian masuk ke dalam mobil bersama dengan Edward, sedangkan Kirana menaiki mobilnya sendiri


*


Mereka datang di bandara hampir bersamaan, tak berapa lama Alena dan Edward masuk, disusul dengan Delia dan Daniel, seperti biasanya dimana saat Alena dan Edward berjalan di tempat umum maka kehebohan akan terjadi, tatapan mata semua orang tertuju pada mereka berdua, pasangan yang sangat serasi dengan tingkat keindahan wajah yang sama-sama memukau semua mata yang memandang


Begitu juga dengan Delia dan Daniel, pasangan ini juga menjadi pusat perhatian banyak orang


"Kita masih menunggu semuanya siap Bee, duduklah" ucap Edward menarik perlahan istrinya untuk duduk di dekatnya


Delia dan Daniel yang baru saja duduk di depan mereka terkejut melihat bibir Alena sedikit bengkak dan membiru, hingga Delia saling menatap dengan Daniel dan berusaha menahan tawa


Begitu juga dengan Kirana dan Kaisar yang baru menyadari keadaan bibir Alena yang merah kebiruan


"Ada apa kalian tersenyum gak jelas?" Ucap Edward


"Ehem, tidak ada, aku hanya kasihan saja melihat penderitaan istrimu" ucap Daniel


"Apa maksudmu, mana mungkin aku membuat Alena menderita" jawab Edward bingung


"Bibir Alena bengkak membiru gitu, kamu bilang dia gak menderita, Apa masih sakit Al?" Tanya Daniel


Alena yang baru menyadari hal itu langsung menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya, Edward menatapnya sambil tersenyum, tidak dengan Alena yang sudah melotot ke arah Edward


"Ish, jangan menatapku penuh na*fsu Bee, aku bisa khilaf disini" ucap Edward langsung menarik istrinya ke dalam pelukannya


PLAK


Alena memukul lengan Edward yang sengaja menggodanya


"Aku marah, bukan menggoda mu, Dasar!" Ucap Alena yang kini sudah berada dalam pelukan suaminya


Sementara yang lain masih juga tertawa melihat tingkah konyol keduanya


"Dasar kalian ini" ucap Kaisar sambil tersenyum dan beranjak pergi mengecek keadaan dan memastikan semuanya aman


Beberapa saat kemudian mereka saling berpisah dan segera masuk ke dalam pesawat pribadi yang sudah siap untuk terbang ke Kota Surabaya


Bersambung


Jangan lupa mampir di karya terbaruku "SAHABATKU KEKASIHKU", mohon dukungannya ya)


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE

__ADS_1


__ADS_2