Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 72


__ADS_3

Suara Edward membuat ketiganya kaget dan segera menoleh kearahnya


"Pak Edward, ini tombol pasword pintunya konslet, hehe" ucap Amaya sambil nyengir


"Kok bisa?" Ucap Edward


"Nggak tau pak, tanya saja sama yang bertanggung jawab noh" ucap Delia


"Maksudnya?" Tanya Edward


"Itu orangnya pak" jawab Amaya sambil mengarahkan sorot matanya ke Alena, sementara Alena hanya santai berdiri sandaran di tembok


Melihat keadaan makin terasa panas, Delia dan Amaya langsung pamit untuk kembali ke Apartemennya


Edward segera mendekati Alena dan berdiri disampingnya


"Memang kenapa itu pintunya, sampek bisa rusak gitu?"


"Gak tau, itu pintu tak tanya juga gak mau ngomong, kenapa sampek rusak gitu" jawab enteng Alena


"Jawaban kok gak masuk akal" ucap Edward


"Ya gak usah dimasukin akal" sahut Alena cuek


"Kamu ini kenapa lagi?" ucap Edward


"Ya lagi nunggu pintu bisa kebuka, emang mau apa lagi, lagian kode pintu Apartemen pakek nama cewek ELEN, gak keren banget"


"Al, aku tanya serius ya"


"Memangnya aku jawab gak serius, ngapain aku berdiri disini kalau nggak nunggu pintu kebuka, kalau nunggunya di minimarket tadi beda lagi ceritanya" jawab Alena


Edward terkejut mendengar kata-kata Alena menunggu di minimarket, dengan nafas panjang Edward menyadari kalau tentu saja Alena sedang kesal sekarang karena ditinggal pergi olehnya


"Al, aku minta maaf, tadi aku sudah kirim pesankan kalau ada hal serius yang harus aku tangani"


"Iya, sudah aku baca, tadi juga udah aku telpon kan kamu, itu kalau kamu masih ingat, gimana tiba-tiba telpon dah kamu putus sebelum aku ngomong"


"Sudah, jangan dibahas disini nanti aku ceritakan semuanya"


"Gak perlu, aku sudah dapat cerita heboh tadi di televisi, rame banget malah, jadi tranding topik kayaknya besok, lumayan kamu dan kekasih kamu bisa langsung eksis"


"Kamu itu ngomong apa sih Al, gak jelas" jawab Edward


Alena terdiam dan merasa makin badmood membahas soal berita, tak lama kemudian pintu pun akhirnya bisa terbuka, dan petugas Apartemen yang membenarkan kode pintu segera pamit


Edward dan Alena segera masuk ke dalam Apartemen, tanpa sepatah katapun Alena langsung menuju dapur dan menaruh barang belanjanya di kulkas, setelah itu Alena langsung menuju ke kamarnya untuk membersihkan diri dan tidur

__ADS_1


Begitu juga dengan Edward, setelah membersihkan diri, Edward tidak keluar kamar lagi dan memutuskan untuk beristirahat karena tubuhnya terasa remuk redam


*


Disebuah kamar perawatan Rumah Sakit, seorang wanita tengah tersenyum di samping ibunya


"Lihat kan mom, bagaimana Edward sangat mencemaskan ku, sebenarnya dia menyukaiku mom" ucap Monalisa sambil tersenyum senang


"Iya sayang, tapi cara kamu yang ekstrim tadi bikin mommy jantungan, coba tadi Edward gak segera datang, dan aksi kamu mau terjun dari balkon itu gagal, trus kamu jatuh beneran, hadeh, bisa mati kamu Mon"


"Mona sudah mikir kok mom, tau banget gimana Edward, dia itu gak mungkin membiarkanku terluka, dari dulu kan Edward sebenarnya sangat peduli dengan orang, hanya gayanya aja yang dingin gitu"


"Iya syukurlah, aku berharap setelah ini Edward makin memperhatikanmu, bagaimanapun mommy sangat ingin dia menjadi menantu mommy"


"Jelaslah mom, apa yang kurang dari Edward, semua dia punya, bahkan kekayaannya luar biasa, aku pengen hidup mewah tanpa harus bekerja keras lagi Mom, kalau aku jadi nyonya Edward, wihh, gak kebayang gimana hidupku yang bergelimang harta bak seorang Ratu, aku akan menguasai hati dan harta suamiku Edward mom"


"Dasar kamu, tapi memegang pinter cara berfikir kamu sayang, mommy sangat mengharapkan hal itu, apalagi kekayaan keluarga kita masih jauh di bawah keluarga Edward, kalau kamu bisa menjadi istrinya, Bisnis Dady kamu pasti akan bertambah besar"


"Iya mom, tentu saja"


"Tapi ingat sayang, hati-hati dengan setiap langkahmu, jangan sampai gagal, dan jaga dulu sepak terjang mu"


"Siap mommy ku sayang"


*


"Hem, ada sayur, sama udang, telor juga ada, wah ini pas banget, nanti tambahin toping pakek timun segar, nyam nyam mantap" ucap lirih Alena ngomong sendiri


Alena segera beraksi dengan semua bahan yang sudah disiapkan, sesekali Alena mondar mandir untuk membersihkan bahan-bahan yang akan dimasak hingga keringat bercucuran, Alena mengikat rambutnya ke atas dengan Asal


Edward terbangun dan berjalan malas masuk ke kamar mandi, tubuhnya masih sedikit ngilu karena habis beraktifitas ekstra saat menolong Monalisa, Tenaga dalam terpaksa dikeluarkan untuk mendapatkan tubuh Monalisa yang hampir terlempar dari balkon Apartemen


Setelah selesai membersihkan diri, Edward keluar dari kamar dan mendapati bau harum masakan, dengan langkah pelan Edward mengintip ruang dapur dan benar saja Alena sudah melakukan aksinya memasak untuk membuat sarapan pagi, Edward tersenyum memperhatikan Alena, dengan langkah pelan Edward mendekati meja makan dan duduk sambil melihat pemandangan pagi istrinya yang sedang memasak


"Auh, ini minyak ngapain demo sih, pakek loncat-loncatan gini, untung gak kena tangan" ucap Alena lirih sambil melanjutkan masaknya, sementara Edward tersenyum geli mendengar celotehan Alena


Sampai akhirnya Alena ingin mengambil piring hias yang tertata rapi di lemari dapur paling Atas, Alena berusaha meraih tapi tidak bisa, sedikit meloncat kecil Alena berusaha meraihnya tapi usahanya tetap gagal, hingga tak lama kemudian Edward mendekat dan menempelkan tubuhnya di tubuh belakang Alena


Alena sangat terkejut merasakan seseorang menempel di tubuhnya, namun sesaat kemudian Alena terdiam menikmati aroma tubuh Edward yang dapat dia rasakan


"Ehem, ini piringnya Al"


"Ha, oh, iya makasih" ucap Alena sedikit gelagapan dan langsung bergeser setelah mengambil piring dari tangan Edward, namun Edward menarik kembali tubuh Alena dan kini memeluknya dari belakang


"Aku bantu apa ini?" Ucap Edward berbisik di telinga Alena dan mencium tengkuk Alena sebentar


"Bantu makan aja, biar gak mubazdir" jawab Alena cuek, sambil melepaskan dirinya dari pelukan Edward

__ADS_1


Edward hanya menghela nafas dan duduk kembali di meja makan, sesaat kemudian Alena sudah membawa makanan untuk sarapan pagi di meja makan, Alena duduk di depan Edward dan mengambilkan Nasi goreng di piring untuk Edward


"Segini cukup?" Tanya Alena


"Cukup"


Alena memberikan piring berisi nasi goreng di depan Edward, masih dengan mode cuek dan diam melanjutkan mengambil makanan untuk dirinya sendiri dan memakannya setelah berdoa, Edward masih memperhatikan semua yang dilakukan Alena


"itu pakek timun aku mau" ucap Edward berusaha mencairkan suasana


"Bisa ambil sendiri kan?" Jawab Alena


"Air minum?" tanya Edward


"Ada itu di dekat kulkas" jawab Alena lagi


"Biasanya kan di ambilin" ucap Edward


Alena langsung menatap Edward dengan dongkol sambil mengunyah makanannya, namun yang diharapkan Edward tidak terjadi, Alena melanjutkan makannya lagi tanpa mengambilkan air minum Edward


Habis makan, Alena segera membereskan semua dan akan masuk ke kamarnya


"Hari ini kamu libur kan?" Tanya Edward


"Iya, aku dapat libur di hari Minggu, kenapa?"


"Kamu tau aku juga libur kan?" Ucap Edward lagi


"Iya, terus kenapa?, Kamu itu mau nanya, apa ngasih aku soal ujian sih?, Bikin mumet orang aja"


"Hari ini kita ngabisin waktu di apartemen saja, jangan keluar kemana-mana" ucap Edward


"Iya, serah kamu lah, mau apa aja aku nurut, mau kamu berbuat gimana aja aku juga akan diam, Ter se rah !" Jawab Alena


"Hei, jawaban model apa itu, aku ngomong apa, kamu jawabnya apa"


"Lha emang aku harus jawab apa?" Ucap Alena kali ini nada bicaranya agak meninggi


"Kamu marah?" Tanya Edward


Bersambung


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE

__ADS_1


__ADS_2