Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 164


__ADS_3

Daniel sedang berada di dalam kamarnya dan mempersiapkan segalanya untuk bertemu dengan Cellin jam delapan malam di sebuah Restoran mewah dan eksklusif, seperti itulah Cellin selalu suka dengan apapun yang berbau kemewahan Dunia, Daniel melangkahkan kakinya menuju ke tempat yang sudah di pesan, saat masuk di lihatnya Cellin dengan tampilan mewahnya nan seksi sudah duduk dan tersenyum ke arah Daniel


"Hai Cell, sorry aku telat, kau sudah menunggu dari tadi?" Tanya Daniel sambil duduk di depan Cellin


"Lumayan, aku rela kok menghabiskan waktuku untuk menunggumu Niel" ucap Cellin


"Kita makan dulu, lalu lanjut berbincang hal serius soal hubungan kita" sahut Daniel


"Baiklah" jawab Cellin dengan senyuman munafik nya


*


Sementara itu Edward dan Alena tiba di sebuah Restoran mewah yang kebetulan sama dengan Daniel, saat Daniel masuk di sebuah ruangan Alena melihatnya


"Honey, bukankah itu Daniel?" Tanya Alena


"Iya, biarkan saja Bee, mungkin sedang ada urusan dengan seseorang" ucap Edward


"Iya Honey, kita ke tempat yang sudah kita pesan yuk, aku sangat lapar dan ingin segera makan, kelihatanya anak-anak kita sudah tidak sabar" ucap Alena


"Baiklah Bee"


Edward segera masuk ke dalam ruangan bersama dengan istrinya, pemandangan malam tampak begitu indah terlihat dari tempat Alena yang sedang menikmati makan malamnya, Edward tersenyum sambil membelai wajah istrinya yang sangat kelihatan cantik malam ini, perutnya yang besar dan wajah serta tubuhnya yang tampak makin segar, membuat Edward selalu tidak bisa mengendalikan dirinya saat bersama dengan Alena


CUP


Edward mencium bibir istrinya dengan lembut sambil membersihkan makanan di bibir Alena, tangan Alena mendorong pelan tubuh suaminya takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan


"Honey, sudah, ini di restoran, jangan sampai ngelakuin yang macem-macem disini" ucap lirih Alena, bukanya berhenti, Edward malah mengusap lembut Pa"ha istrinya, hingga membuat Alena mulai berdesir


"Cukup Honey!" Ucap Alena langsung berdiri menjauhi Edward yang sudah terkekeh melihat dirinya yang sudah kalut


"Aku jadi pengen kencing ini kan, kamu sih Honey, kebiasaan gitu tangannya gerayangan kalau dekat-dekat aku"


Edward makin tertawa melihat ekspresi jengkel Alena di warnai dengan wajahnya yang bersemu merah


"Ya sudah, aku antar ke toilet ya Bee?"


"Gak mau, pasti kamu mau ngerjain aku lagi di toilet kan, Dasar, aku pergi sendiri saja, kamu tunggu di sini Honey"


"Hehehe, baiklah, hati-hati Bee"

__ADS_1


Alena langsung berjalan keluar menuju ke Toilet, sementara Edward masih senyum senyum sendiri mengingat apa yang baru saja terjadi


*


Diruangan yang lain, Setelah selesai makan, kini Daniel memulai pembicaraan dengan tenang, sementara Cellin sudah sangat percaya diri kalau rencananya menjerat Daniel kaki ini akan berhasil


"Jadi bagaimana Niel, aku ingin hubungan kita lebih serius lagi, pernikahan misalnya?" Ucap Cellin


"Apa kau sudah memikirkan nya baik-baik, pernikahan akan membuatmu terbelenggu, aku tidak ingin Istriku nantinya tersentuh atau dinikmati orang lain"


"Tentu saja, aku sudah menyerahkan hati dan segalanya untukku Daniel, aku setuju dengan semua syarat mu"


"Kenapa baru sekarang?" Tanya Daniel dan membuat Cellin gugup


"Ya karena aku siap sekarang Niel, aku sadar betul kalau jalan hidup ku selama ini salah, dan kamu adalah laki-laki yang pernah melakukan hal terlarang itu padaku"


"Jadi begitu?, Apa kamu bisa memastikan kalau hanya aku yang sudah melakukan hal itu padamu?"


"Apa maksudmu Daniel!" Jawab Cellin sangat terkejut dengan ucapan Daniel yang seolah menegaskan bahwa bukan hanya Daniel yang pernah menidurinya


"Kenapa kamu begitu terkejut?, Kalau kamu tidak pernah tidur dengan laki-laki lain, gak perlu panik seperti itu Cellin"


"Aku tidak panik, aku hanya tidak menyangka kamu akan menuduhku seperti itu"


"Tapi aku tidak terima dengan semua pertanyaan mu Daniel, sama saja kamu sudah menuduhku melakukan fr*ee se**x dengan banyak laki-laki"


"Lalu, apa yang kau inginkan?" tanya Daniel


"Kau harus menikahi ku, tanggung jawablah dengan perbuatan mu!"


"Tentu saja, tapi jelaskan dulu semua ini padaku"


Daniel memberikan rekaman Video dirinya saat melakukan hubungan badan yang sangat panas di ranjang sebuah hotel dengan manajernya sendiri, perbincangan seputar maksud jahat Cellin terhadap Daniel juga terdengar dengan jelas, Cellin bagaikan tercekik dan sesaat seperti tidak bisa bernafas, hingga kemudian tubuhnya berdiri dan mundur ke belakang, sementara Daniel hanya tersenyum tipis menatap tajam ke arah Cellin


"Kau menjebak ku Daniel?"


"Jangan memutar balikkan fakta, siapa yang menjebak siapa" ucap Daniel


"Jadi kau sengaja merekam ku, tindakanmu itu bisa aku laporkan dan bisa aku tuntut"


"Silahkan, jangan sampai kamu masuk ke kandang singa, aku tidak segan-segan lagi akan menghancurkan mu" jawab Daniel

__ADS_1


"Daniel! Kamu keterlaluan!" Ucap Cellin yang kini sudah tersulut emosi


"Kamu yang sudah sangat keterlaluan Cell, aku sangat percaya padamu sebagai seorang sahabat, aku bahkan hampir meninggalkan Wanita yang kini sangat aku cintai demi rasa tanggungjawab ku terhadapmu, tapi apa yang kamu lakukan ha!" bentak Daniel


"Aku terpaksa melakukan ini Daniel, aku tidak bisa hidup tanpa limpahan harta dan kekayaan!" jawab Cellin


"Untuk itu kamu ingin menjebak ku, menjebak sahabat yang sangat mempercayaimu, apa kau ini masih manusia Cellin, tingkah laku mu seperti binatang!" Teriak Daniel makin emosi


"Cukup, jangan menghinaku!" Jawan Cellin


"Baik, aku memberimu pilihan, tinggalkan aku dan jangan coba-coba kembali dalam hidup ku apalagi sampai menggangguku, maka semua rahasiamu akan aman bersamaku selamanya, kau bisa meneruskan karier dan hidupmu sesuka yang kau mau" ucap Daniel dengan tegas


"Tapi Niel_"


"Atau, kau bisa menempuh jalur hukum atas tuduhan yang kau lakukan padaku, tapi jangan salahkan aku kalau karier mu akan hancur dan kehidupan mewah mu akan segera lenyap, pilihlah!"


"Bang*sat, sialan kamu Daniel!" Teriak Delia yang kemudian tanpa disadari sudah memanggil orang-orang suruhannya untuk menghajar Daniel


Daniel terkejut dan langsung mempersiapkan dirinya, di dalam kamar ruangan besar restoran mewah itu kini sudah ada enam orang bayaran Cellin untuk membunuh Daniel


"Bunuh bajingan ini, dan aku akan membayar mahal kalian" ucap sang manajer yang kini duduk dengan sombongnya di dekat Cellin


"Jadi kamu sudah mempersiapkan ini semua Cellin, bagus, rupanya seperti inilah dirimu yang sebenarnya, beruntung aku bisa mengetahui kebusukan mu" ucap Daniel


Sementara Cellin malah tersenyum penuh kemenangan dan memeluk sang manajer sambil berciuman


Serangan datang bertubi-tubi dari para pembunuh bayaran itu, ilmu bela diri mereka tidak bisa dianggap enteng, sepertinya orang-orang yang di sewa manajer Cellin adalah pembunuh Profesional, Daniel terhuyung ke belakang saat satu tendangan kini sudah mengenai perutnya, saat Daniel masih belum siap dengan dirinya, satu tendangan meluncur cepat dan tepat di bagian kepala Daniel, merasa sudah tidak bisa menghindar lagi, Daniel memejamkan mata dan siap menerima tendangan itu


Bersambung


Author akan tetap UPDATE SETIAP HARI


Sampai Novel ini tamat


Author minta tolong ya..mampir dong di karyaku"SAHABATKU KEKASIHKU", aku ucapin makasih sekebon buat pembaca setiaku yang udah mampir, yang belum, ayoo buruan,.muach muach


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH

__ADS_1


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2