Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 210


__ADS_3

Tampak di dalam sebuah kamar perawatan VVIP, Alena sedang tertidur setelah mendapatkan obat penenang, Edward menoleh ke arah pintu masuk saat mendengar langkah seseorang yang sedang memasuki kamar


"Hai Ed, apa Alena tertidur?" Tanya Abraham yang sudah berada di samping Alena


"Iya Dad, Alena baru saja memejam kan matanya setelah mendapat kan suntikan penenang" sahut Edward


"Apa gadis cantikku mengalami kepanikan yang berlebihan, hingga harus di beri obat itu?" Tanya Edoardo


"Iya Dad, Alena tadi sempat gelisah dan menangis terus saat teringat dengan putri kecil kita yang masih dalam kondisi kurang baik" jawab Edward


"Sabarlah Edward, aku yakin keponakan cantikku sangat kuat dan akan segera sehat" ucap Alex


"Amin, terimakasih semuanya, aku_" Edward tidak sanggup meneruskan kata-katanya, hatinya terasa sakit saat mengingat putri kecilnya


Melihat hal itu, Alex langsung memeluknya, terlihat Edward menangis dalam pelukan Alex


"Sabar Ed, yakinlah semuanya akan baik-baik saja, jangan menunjukkan kesedihanmu di depan Alena, kasihan, dia butuh support darimu" ucap Alex


"Iya, aku tau Lex" ucap Edward kemudian membersihkan air matanya


*


Delia baru sadar kalau malam ini adalah hari dimana dia mengadakan pesta pengantinnya


"Ya Alloh honey, bagaimana para tamu di tempat acara pernikahan kita?" Tanya Delia


"Sudah di atasi sama orang tua kita, semua tamu undangan juga memaklumi kok honey, ingat kita sekarang suami istri ya" ucap Daniel sambil tersenyum


"Iya, Alhamdulillah, maaf masih belum bisa melakukan kewajibanku sebagai seorang istri honey, aku juga lagi datang bulan sekarang" ucap Delia


"Iya, gak apa-apa, aku sabar kok honey, ini sudah jam 2 malam, apa kita tidak sebaiknya pulang dan beristirahat?" Tanya Daniel


"Iya, besok pagi kita kesini lagi, lihat keadaan mereka" ucap Delia


Akhirnya keduanya kini berpamitan pulang, diikuti dengan Raka, Anggel dan Ambar yang sekalian pamit untuk istirahat di rumah


Sementara Kaisar dan yang lainya masih setia berada di sana menunggu bergantian keadaan Alena, hingga kemudian Edward keluar dan menyarankan Jasmine untuk pulang sampai keadaan tenang kembali


Kaisar mengantar Jasmine dan yang lainya segera kembali ke kediaman masing-masing, kini tinggal Edward, Edoardo, dan Ratu yang menjaga keadaan Alena bergantian


*


Jasmine sampai dirumah, dan kini ditemani oleh Suaminya untuk beristirahat, hingga kini Jasmine masih belum sanggup untuk bertemu dengan Alena, kesedihan yang dialaminya cukup dalam mengingat keadaan putri kecil Alena masih terbaring lemah


Tak lama kemudian Jasmine di kagetkan dengan suara deringan telpon dari handphone nya, saat dilihat ternyata dari ayahnya yang tak lain adalah kyai Rahmat


"Jadi ayah merasakan apa yang dialami Alena?" Tanya Jasmine terkejut


"Tentu saja, gadis kecil Alena itu dangat spesial, kondisiku masih lemah untuk kembali lagi ke Jakarta, jadi aku titipkan pesan saja ke Alena, bilang saja putri kecilnya butuh suara jantung dan hembusan nafas darinya, suruh Alena sering memeluknya" ucap Kyai Rahmad

__ADS_1


"Baiklah Ayah, akan aku sampaikan besok, untuk saat ini aku sangat tidak tega melihat keadaan Alena" jawab Jasmine


Tak lama kemudian sambungan telepon terputus, Jasmine segera melanjutkan istirahatnya bersama dengan Abraham


Seperti ada di dimensi lain, sesaat kemudian dirinya dikelilingi oleh pemandangan indah di tepian sungai, terlihat sosok yang lama sekali sudah meninggalkan nya


"Bunda?" Ucap Jasmine


"Jasmine, bagaimana kabarmu sayang?"


"Baik, Bunda kenapa ada disini?" Tanya Jasmine kemudian berlari mendekat dan memeluk sang bunda yang sudah sangat dia rindukan


"Bunda ingin menemui mu Jasmine, bagaimana kabar cucu-cucu ku?"


"Baik Bunda, hanya saja Alena sedang_"


"Dia akan berbahagia nanti, dampingi Alena, beri dia kekuatan, cucu Perempuanku mempunyai putri cantik yang sangat luar biasa, lindungi lah dia"


"Tapi Bun, putri kecil Alena sedang dalam kondisi lemah"


"Jangan pernah kau biarkan Alena menjauh dari putri kecilnya"


Dan setelah itu semuanya lenyap, Jasmine tiba-tiba saja sendirian di pinggiran sungai itu, dirinya terkejut dan mencari ke sekeliling, sosok yang baru saja dia peluk lenyap begitu saja, Jasmine berteriak memanggil bundanya hingga kemudian sebuah suara dari suaminya membangunkannya


"Sayang, bangun, hei sayang!" Ucap Abraham


Jasmine segera terbangun dan terengah-engah, dirinya masih sangat jelas mengingat mimpi itu, Abrahan segera memberikannya minum dan menggosok lembut punggung istrinya


"Iya, aku bertemu dengan Bunda di tepian sungai, Bunda mengatakan untuk aku menjaga Alena dan jangan membiarkan Alena jauh dari putri kecilnya yang mempunyai kekuatan sangat luar biasa"


"Benarkah, sebaiknya kita segera bangun, sholat subuh dan kita kembali lagi ke Rumah Sakit, aku merasakan ada sesuatu yang sebentar lagi akan terjadi" ucap Abraham


*


Beberapa waktu sebelumnya


Sementara itu sampai juga Kaisar dan Kirana di kediamannya, keduanya segera beristirahat untuk persiapan besok menemani Alena, beruntung satu Minggu ke depan Kirana tidak ada jadwal kemanapun hingga bisa mengajukan cuti untuk ikut membantu merawat Alena dan anak-anaknya


"Kak, aku sangat khawatir dengan kak Alena" ucap Kirana


"Aku juga, sudahlah sebaiknya kita tidur dulu sejenak, besok pagi kita akan ke sana lagi"


"Iya kak, aku juga sudah cek kamar tidur bayi, semua perlengkapan yang dibutuhkan besok dan para pengasuh sudah aku hubungi untuk ikut besok ke Rumah Sakit"


"Iya baguslah"


Keduanya langsung masuk ke dalam kamar, kemudian segera membersihkan diri dan tidur


Sementara itu dalam tidur panjangnya, Alena seperti mengalami perjalanan waktu, dirinya merasa terlempar di suatu tempat yang tidak pernah dia kunjungi, ada sebuah rumah megah yang sangat indah dan di sekitarnya bertabur bunga yang sangat indah

__ADS_1


Perlahan Alena menyusuri jalanan yang mengarah ke sebuah pintu di Rumah itu, dirinya terhenyak ketika pintu rumah itu tiba-tiba saja terbuka saat dirinya sudah berada tepat didepannya


Dia melihat ada tiga orang anak kecil yang sangat lucu sedang bercanda tawa dengan seorang wanita didalam sana, anak itu melambaikan tangan menyapa Alena dan menyuruhnya masuk, sementara sanga perempuan tersenyum, Alena berjalan masuk, semakin dekat Alena dengan mereka, sepertinya Alena mulai mengenal wajah perempuan yang ada disana


"Nenek?" Ucap Alena


Sang nenek hanya tersenyum tanpa berkata apapun, sedangkan ke dua anak kecil laki-laki itu sudah menuju kearahnya dan menarik tangannya untuk ikut bermain


Sang nenek memangku seorang anak wanita yang masih kecil dan bercanda di pangkuannya, anak itu melambaikan tangan ke Alena dan kemudian sang nenek beranjak dari duduknya mengantarkan anak perempuan itu ke Alena


Tiba-tiba saja anak itu memeluk Alena dengan erat sambil menangis, Alena sangat terkejut dan membalas memeluk anak itu dengan erat, perlahan anak ini terdiam dalam pelukannya dan kemudian tersenyum


Sesaat kemudian semuanya menghilang, hanya awan putih dan hamparan tanah yang luas, Alena terkejut dan terbangun dari tidurnya


Dilihatnya kepala Edward ada di sebelah tangannya, dan tangannya menggenggam erat tangan Alena, disofa juga terlihat Edoardo tertidur di sofa, Ratu tiba-tiba saja masuk dan tersenyum ke arahnya


"Sudah bangun Al?" Tanya Ratu


"Iya, aku lama tertidur ya?" Tanya Alena dan kemudian suaranya membangunkan Suaminya


"Bee, kau sudah bangun?, Apa ada yang ingin kau butuhkan?" Tanya Edward


"Gak ada honey, mandilah, ini sudah subuh, bangunlah Dady juga untuk sholat" ucap Alena


Edward melihat jam dan ternyata benar, dia segera membangunkan Edoardo dan mengajaknya pergi ke masjid terdekat dan menitipkan Alena ke Ratu


"Aku ingin menyusui anak-anakku apa kamu bisa membantuku mengambilkan mereka Ratu?" Tanya Alena


"Kau sudah kuat duduk?" Tanya Ratu


"Tentu saja, aku harus kuat, kasihan mereka" ucap Alena


Tak lama kemudian Ratu segera menghubungi bagian perawatan bayi dan mengatakan kalau Alena siap rawat gabung bersama mereka, sementara para bayi dipersiapakan untuk bertemu dengan ibunya, Alena dibantu Ratu membersihkan badannya yang hanya di seka air Hangat di beberapa bagian saja, setelah itu Ratu membantu Alena untuk duduk


Dalam hati Ratu sangat takjub dengan kegigihan Alena, rasa sakit operasi di perutnya mampu dia tahan untuk bisa segera menyentuh dan menyusui anak-anaknya


Bersambung


Author akan UPDATE SETIAP HARI


Ikuti juga cerita "SAHABATKU KEKASIHKU" yang semakin seru


Jangan lupa Dukung Author dengan


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH

__ADS_1


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2