Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 251


__ADS_3

Ethan sedang berlatih Dengan Evan di halaman belakang untuk mengisi waktu kosongnya, pertarungan keduanya di mulai dengan sangat sengit, mereka berlompatan kesana kemari, saling menyerang dan saling bertahan


Ethan dengan kekuatan tenaga dalamnya berusaha membaca gerakan musuh, sedangkan Evan dengan kekuatan berpindah tempat, mempercepat serangannya, tentu saja Ethan tidak hanya menggunakan matanya untuk melihat serangan Evan, dia lebih menajamkan instingnya


Diakhir pertarungan Ethan tersenyum menemukan titik kecerobohan Evan adiknya, hingga saatnya memberikan pukulan telak


"Terimalah ini Evan!" Teriak Ethan


Evan terkejut tidak bisa menghindar dan memejamkan mata pasrah menerima pukulan dari Ethan, namun apa yang terjadi?


"AILIN!!"


Teriak Ethan sangat keras, lebih terdengar seperti suara jeritan, Evan membuka mata dan terkejut melihat Ethan dengan sorot mata yang tajam seperti sedang melihat sesuatu


Saat Evan akan mendekat, dia merasakan sesuatu terjadi dengan Adiknya, hingga diapun menghentikan langkahnya dengan jantung yang berpacu


"AILIN?!"


Ucap Evan dengan tubuh yang bergetar, lalu segera mendekat ke arah kakaknya Ethan, dengan sorot mata yang bingung, takut dan ingin menangis


"Kak, kau melihat Ailin di bawa seseorang?"


"Iya, kau juga merasakannya Ev?" Tanya Ethan


"Papa Kaisar!!" Teriak Ethan dan Evan bersamaan, Keduanya saling pandang memberi kode yang sama dan kemudian langsung melesat ke dalam untuk segera menghubungi Kaisar dan juga Edward


Rupanya Edward tidak menerima panggilan telepon dari anaknya, mungkin saja karena tidak tau atau handphone nya sedang di silent karena urusan pentingnya, Beruntung Kaisar segera menerima panggilan telepon dari mereka


"Pa, Ailin!" Teriak Ethan


"Ethan?, Tenanglah, apa maksudmu nak?" Tanya Kaisar masih bingung


"Ailin di culik pa, ada seseorang yang sudah membawa Ailin pergi!" Teriak Ethan lagi


"APA!" Ucap Kaisar terkejut


Sementara itu Evan sudah terhubung dengan Mommy nya yang ternyata ikut merasakan hal yang sama


Kedua anak itu terdiam dalam kebingungan, mereka sangat khawatir dengan keadaan adiknya


"Kak, apa kau tidak bisa melihat keberadaan Ailin?"


"Aku belum bisa Ev, kau tau sendiri kekuatanku bisa di aktifkan dengan pandangan mata yang terbuka, saat ini Ailin pasti sedang tertidur"


"Lalu apa yang akan kita lakukan?, bagaimana dengan Ailin Kak?" Tanya Evan sedih dan ingin menangis


"Sudahlah jangan menangis Evan, aku akan mencari cara, tenanglah dulu, aku tidak bisa berkonsentrasi" ucap Ethan

__ADS_1


Tiba-tiba saja Ada suara telpon masuk dan segera di angkat oleh Evan dengan suaranya yang parau


"Assalamualaikum, ini papa Alex, kalian jangan khawatir, papa akan ke sana menjemput kalian"


"Waalaikumsalam, Iya pa, makasih, Papa Alex cepat ya, kita tunggu" ucap Evan yang kini sudah mengelap air matanya sambil tersenyum


"Papa Alex mau ke sini?" Tanya Ethan terkejut


Evan mengangguk dengan semangat, dan Ethan juga sangat senang mendengar Alex akan segera menjemput mereka


*


Raka sudah melesat keluar dari gedung perusahaan itu meninggalkan Kaisar, segera menuju tempat Ambar dan Anggel kehilangan Ailina, perjalanan hanya butuh waktu setengah jam dan Raka sudah sampai di sana


Terlihat Anggel dan Ambar masih menangis berada di tempat informasi bersama dengan petugas keamanan dan beberapa polisi


"Yang, Ambar kalian tidak apa-apa?" Tanya Raka dan langsung mendapat pelukan dari mereka dengan isak tangisnya


"Bagaimana ini yang, Ailina di culik orang, kedua pengawal masih belum sadarkan diri sudah di bawa ke Rumah sakit" ucap Anggel tersedu-sedu


"Ambar takut terjadi apa-apa sama Ailin Pa, bagaimana ini, maafkan Ambar, tadi tidak menjaga Ailin dengan baik Pa" ucap Ambar dalam tangisannya


"Sudah-sudah, kita pulang dulu, ingat kamu sedang hamil sayang, kasian anak kita, jangan khawatir, kita akan mendapatkan Ailina kembali, kalian pulang dulu ya, biar pengawal ku yang mengantar, ingat jangan keluar rumah sampai situasi terkendali okey?" Ucap Raka


Kemudian salah satu pengawalnya segera mengantar mereka ke apartemen


*


Belum juga Alena dengan kecemasan insting buruknya tentang Ailina, tiba-tiba saja dia menerima kabar dari kedua anaknya kalau Ailina telah di bawa seseorang, rasanya jantung Alena seakan ingin berhenti berdetak


Menghubungi Edward juga percuma karena dia tau apa suaminya sekarang melakukan hal yang sangat penting dan pasti mematikan suara handphone nya


Dirinya langsung beranjak pergi membereskan pekerjaannya yang kebetulan sekali sudah selesai, saat dirinya keluar ada empat orang yang sudah berhadapan dengan kedua pengawalnya di depan pintu


"Maaf nona, kami tidak ingin membuat keributan, tolong ikut kami baik-baik dan kami pastikan tidak terjadi apapun dengan anak anda"


DEG


Hati Alena rasanya langsung memanas, ingin sekali dia melompat dan menghajar keempat orang yang ada di hadapannya sampai puas, tapi itu tidak mungkin dia lakukan demi keselamatan Putrinya


"Kalian pergilah" ucap Alena ke pengawalnya


"Tapi nyonya?!"


"Aku akan ikut mereka, kalian kembalilah ke Raka dan Kaisar, beri tahu mereka apa yang terjadi denganku, kalian mengerti?!"


"Ba, Baik Nyonya" kedua pengawal itu menuruti keinginan Alena karena mereka juga tidak ingin membuat keributan dan membahayakan nyawa tuan kecilnya

__ADS_1


Alena pun pergi bersama orang-orang itu masuk ke dalam mobil mereka dan menuju ke suatu tempat, terlihat sekali orang-orang ini sangat menjaga sikap dengan Alena


*


Edward dan Daniel sudah berada di dalam kantor perusahaan Natasya, keduanya sudah duduk di ruangan khusus menyambut tamu, sedangkan Raka dan Kaisar yang mendampingi sudah bersiap siaga dengan kemungkinan buruk yang bakal terjadi


Tak lama kemudian muncullah sosok laki-laki yang membuat Edward dan Daniel sangat terkejut


"Apa kabar tuan Edward dan tuan Daniel, selamat datang di perusahaan ku"


"Nickel?!" Ucap Daniel


"Kau_!" Kata Edward


Edward dan Daniel langsung berdiri dan menatap tajam ke arah laki-laki yang ada di depannya, sementara Nickel hanya tersenyum kemudian duduk di depan mereka


"Kenapa, sepertinya kalian terkejut sekali?" Ucap Nickel dengan tatapan meremehkan


"Kami ingin menemui pemilik dari perusahaan ini, bukan dirimu, bisakah aku menemui Natasya?" Ucap Daniel yang sudah duduk kembali dan berusaha mengontrol emosinya


"Tidak perlu, aku lah pemilik perusahaan ini sekarang, jadi sampaikan apa yang ingin kalian berdua bicarakan" ucap Nickel


"Kau_!"


"Duduklah Niel, sepertinya kita sedang berhadapan dengan pemilik saham terbesar perusahaan ini, apa benar begitu tuan Nickel?" Ucap Edward


"Bagus, rupanya kau lumayan cerdas tuan Edward, jadi katakan apa kepentingan kalian datang ke perusahaan ini?" ucap Nickel


"Kami ingin memutuskan kontrak kerjasama" ucap Daniel


"Atas dasar apa kalian ingin mengakhirinya?, Ingat, kalian akan mengalami kerugian yang fantastis jika melanggar perjanjian kontrak kerja sama" ucap Nickel


"Semua sudah dipikirkan tuan Nickel" ucap Edward sambil melemparkan semua bukti kejahatan yang di lakukan dan sudah berada di dalam Map


Nickel langsung terkejut melihat semua bukti yang ada, terus terang nyalinya mulai menciut, namun berusaha dia tahan agar tidak terbaca oleh musuhnya, namun beberapa detik kemudian pesan masuk di handphone nya membuat Nickel tersenyum penuh makna


BERSAMBUNG


Author akan UPDATE SETIAP HARI


Jangan lupa Dukung Author dengan


LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH

__ADS_1


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2