Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 262


__ADS_3

Dalam satu bulan ini baik Alena maupun Edward terkadang menyempatkan diri datang untuk melihat perkembangan rehab total sekolah MI Al-Hikmah saat hari mereka libur bekerja, keduanya sangat puas dengan hasil para pekerja yang di pimpin langsung oleh sang arsitek ternama yang biasa membantu Edward


Tiba saatnya tahun ajaran baru, dengan sekolah Baru yang sudah terlihat lebih baik lagi, pembangunan satu bulan setengah membuat bangunan sekolah itu sudah tampak indah dan menarik, sentuhan tangan Arsitek ternama tentu saja membawa perubahan yang luar biasa


Bangunan itu bertambah beberapa ruangan, Ruang Kepala Sekolah, Ruang Guru, Mushola yang luas lengkap dengan kamar mandi dan tempat berwudhu, serta kantin sehat yang di kelola oleh sekolah dan bekerja sama dengan ibu dari sahabat kecil Ailina yaitu Farah


Taman yang ada di halaman depan juga tidak kalah indah dan sejuk, sengaja pohon yang besar sebelumnya sudah ada di sana dan tidak di potong saat pembangunan, di per indah dengan beberapa tanaman hias membuat halaman depan yang luas tetap Asri


Hari pertama masuk banyak orang tua murid kelas satu tercengang tak percaya dengan perubahan Sekolah MI Al-Hikmah, bahkan beberapa masyarakat yang lewat langsung berhenti dan memastikan bahwa sekolah itu masih menggunakan nama dan guru-guru yang sama


"Alhamdulillah honey, sudah bagus banget ini sekolah, aku jadi gak khawatir lagi" ucap Alena saat baru saja tiba


"Hem, luar biasa, suasana jadi bertambah hidup"


"Aku senang semua siswa sudah menggunakan seragam yang layak pakai, rasanya puas sekali aku Ed" ucap Kaisar sambil berdiri melihat murid-murid berlalu lalang


"Ini berkat Daddy, Mommy dan juga papa Kaisar, makasih semuanya?" Ucap Ailina


"Sama-sama sayang, kalian juga yang membawa kita semua tau tentang sekolahan ini, baik-baik ya nanti di sekolah, kalian sudah kelas satu SD nih" ucap Alena


"Siap Mom!" Teriak ketiganya


Tidak ingin semakin menarik perhatian, Edward dan Alena segera masuk ke dalam mobil mewahnya, banyak wali murid yang sempat terkejut melihat keberadaan mereka, sementara kaisar memarkirkan mobilnya agak jauh dari Sekolah untuk menunggu kepulangan ketiga bocah kembarnya


Hari ini pertama kali bagi Ailina dan kedua kakaknya memasuki Sekolah Dasar berdana dengan teman-teman yang baru, jumlah murid kelas satu sebanyak dua belas orang, kebetulan sekali wali kelas mereka adalah Ibu guru Aisyah


*


Alena sudah tiba di Rumah sakit kemudian turun bersama dengan Raka yang mengawalnya, saat menuju ke ruangannya Alena berpapasan dengan Ratu, kemudian mereka saling menyapa sebentar


"Aku dengar si kembar sudah masuk SD sekarang?"


"Iya, mereka sangat menikmati sekolah barunya"


"Aku juga penasaran dengan sekolah baru itu Al, Kaisar cerita banyak kemaren"


"Kebetulan aku nanti siang mau melihat keadaan anak-anak di hari pertama mereka sekolah, apa kau mau ikut?"


"Boleh-boleh, sekalian aku bawakan cemilan buat Kai nanti" jawab Ratu

__ADS_1


Keduanya kini segera berpisah untuk melakukan pekerjaannya masing-masing, tepat jam 10 siang Alena segera ijin di gantikan dokter yan lain untuk menyusul keruangan Ratu dan segera mengajaknya pergi melihat keadaan anak-anaknya


Sampai di sekolah Raka segera memarkirkan mobilnya, lalu Alena dan Ratu ikut turun dan berjalan di belakang Raka menuju ke tempat Kaisar, sontak Kaisar terkejut dengan kedatangan Alena dan Raka yang juga sudah bersama dengan istrinya


"Kalian kesini?" Ucap Kaisar heran


"Iya yang, kamu gak senang aku nyusul kamu sampai di tempat ini?" Tanya Ratu


"Tentu saja aku senang sayang, tapi ada perlu apa kalian kesini?" Ucap Kaisar


"Aku penasaran dengan kabar sekolah yang di pilih oleh ketiga jagoan itu" ucap Ratu


Mereka kini berjalan pindah ke halaman belakang sekolah, tak lama kemudian, pak Kepala sekolah yang tak lain adalah tuan Fajar menghampiri Alena


"Terimakasih atas bantuannya dan sudah mau datang ketempat ini lagi"


"Iya pak sama-sama, saya hanya ingin tau keadaan si kecil hari pertama sekolahnya disini" ucap Alena


Tak lama kemudian terdengar teriakan dari Mahmud datang tergopoh-gopoh, memanggil pamannya pak Fajar


"Paman!, Mereka datang kembali, kali ini membawa beberapa orang!" Ucap Mahmud


"Ada apa ini?" Tanya Alena tak mengerti


"Aku juga tidak tau, sebaiknya kita melihat ke sana saja" jawab Raka yang juga tampak kebingungan


Keduanya segera berjalan ke arah keramaian di depan pintu gerbang, terlihat di sana sosok laki-laki yang bertampang sangar dengan memakai jas serta kalung emas yang berkilau di lehernya


"Maaf Tuan Bara, jangan membuat keributan di sini, saya sudah mengatakan berkali-kali, kami tidak akan menjual tanah ini" ucap Pak Fajar


"Sombong kamu, punya duit dari mana juga kamu bisa tiba-tiba bangun sekolah ini, jangan bilang kamu menjual anak gadismu itu ha!" Ucap Bara terkenal sebagai sang tuan tanah


"Maaf tuan, jaga bicara Anda, di sini banyak orang dan tidak pantas anda mengucapkan kata-kata kasar dan fitnah seperti itu" ucap pak Fajar


"Memangnya kenapa, jangan-jangan benar apa yang aku bilang, aku lihat ada 2 orang yang sepertinya kaya ada disini, Cih, sok jual mahal, ternyata sama saja menjual diri" ucap Bara sambil menatap tajam ke arah Raka dan Kaisar


Tak lama kemudian muncullah Aisyah bersama dengan Alena dari halaman belakang sekolah


"Jaga mulutmu tuan Bara, jangan membuat ribut dan fitnah di sini, sebaiknya anda segera pergi!"

__ADS_1


"Ow, rupanya keluar juga kamu wanita galak, aku sarankan kamu mau menerima tawaranku untuk aku jadikan istri mudaku, biar kelangsungan sekolah ini aman, Bagaimana?"


"Jangan harap, aku tidak sudi menerima tawaranmu!"


"Baik, jangan salahkan aku kalau sebentar lagi aku akan memenangkan gugatan ku di pengadilan atas keberadaan tanah ini"


"Silahkan lakukan apa yang kamu mau, kami tidak takut, kalian segera pergi dari sini!" sahut pak Fajar


Alena masih berdiri di belakang Raka dan mengamati apa yang sebenarnya terjadi, hingga kemudian di kejutkan dengan gerakan yang tiba-tiba dari Bara dan itu membahayakan bagi pak Fajar


Kaisar segera melesat maju dengan cepat hingga mampu menahan tangan Bara sebelum menyentuh tubuh pak Fajar, tentu saja semua mata yang melihat di sana sangat terkejut dengan kejadian itu, Bara juga melotot dan meringis kesakitan menahan sakit karena tangannya di tangkis oleh Kaisar


"Kurang ajar, siapa kamu ha!, Jangan ikut campur yang bukan urusan kalian!" Teriak Bara yang kemudian diikuti anak buahnya maju menyerang Kaisar


"Jangan memancing keributan di sini, banyak anak sekolah, itu tidak baik" ucap Raka memperingatkan


"Kau juga Bang*sat!, jangan ikut campur urusan ini!" Teriak Bara lagi sambil menatap tajam ke arah Raka


"Terserah, jangan sampai kalian menyesal, aku sudah memperingatkan" ucap Raka sambil tersenyum aneh "kali ini kalian benar-benar salah memilih lawan" batin Raka


Orang-orang yang mirip preman dan bertato itu maju menyerang Kaisar yang berada di dekat Pak Fajar, dua orang bagi kaisar bukan suatu hal sulit untuk melumpuhkannya, bahkan tidak harus mengeluarkan tenaga dalam sedikitpun


Perkelahian terjadi, Ratu segera merapat ke Alena kemudian bersama dengan yang lain mengamati Kaisar yang sedang berkelahi


Tak butuh waktu lama Kaisar membereskan keduanya, namun tidak juga kapok, kini malah di tambah empat orang lagi menyusul menyerang Kaisar, dan keadaan semakin panas


BERSAMBUNG


Author akan UPDATE SETIAP HARI


Jangan lupa Dukung Author dengan


LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE

__ADS_1


__ADS_2