
Tampak Dokter Ratu sedang berjalan menuju ruang makan eksekutif dan langsung menghentikan langkahnya saat melihat Alena sedang duduk di ruang umum kantin
"Itu Alena gila apa ya, ngapain pakek duduk di sana, masak gak tau ada tulisan ruangan makan Eksekutif Segede gini" batin Ratu
Saat ada pelayan yang melewati dirinya
"Eh mbak, itu tau kan siapa yang duduk di meja?"
"Iya, itu Dokter Alena istri tuan Edward Dokter Ratu"
"Terus kenapa gak kalian kasih tau, kalau ada ruangan Eksekutif disini?"
"Maaf Dokter Ratu, Dokter Alena sudah tau dan beliau sendiri yang tetap ingin duduk di sana"
"Apa!, Dasar orang Aneh, ya sudah mbak" ucap Dokter Ratu kemudian masuk ke ruang makan
Ruang umum kantin itu mulai penuh, kebetulan Alena memang sengaja duduk di meja yang hanya berisi 2 orang saja, saat makanan datang Alena langsung menyantapnya dengan lahap, rupanya kehamilan kembarnya mempengaruhi porsi makan Alena
Sementara itu ada gerombolan pegawai wanita yang penampilannya lumayan mewah sedang masuk ke dalam kantin dan duduk tak jauh dari meja Alena
"Eh, lihat, ada cewek pakek hijab bening banget" ucap salah satunya
"Mana sih, biasa aja gitu"
"Mana ada yang kayak gitu biasa, lihat, wajahnya natural banget bok, suka gue lihatnya, seger gitu"
"Alah, ya jelas perawatan itu mah, mahal pasti, tapi kalau duduk ya disini berarti pegawai biasa dong, kayak kita-kita ini"
"Bener juga ya, siapa sih tu orang, nyantai banget, gak peduli banyak mata cowok pada ngelihatin gitu"
"Sengaja pasti dia, cari perhatian sama kecantikannya"
"Penasaran, aku samperin ya, coba aku tanya-tanya"
Ucap salah satu pegawai yang kelihatanya ketua dari kelompok itu
"Ehem, maaf mbak, anda orang baru kerja di Rumah Sakit Ternama ini?"
Alena terkejut ketika mendengar ada suara wanita yang sedang ngomong dan sudah duduk di depannya
"Oh, saya?"
"Ya iyalah, mau siapa lagi?"
"Iya saya pegawai baru mbak, ada apa ya?"
"Kamu gak tau siapa saya?"
"Emm, memang saya harus tau?"
"Iya lah mbak, saya itu pegawai senior disini ya, semua gaji pegawai di rumah sakit ini lewat saya, jadi nanti kamu juga begitu"
"Oh, mbaknya staf keuangan di Rumah Sakit ini?"
"Iya, terus kamu siapa?"
"Saya_"
"Maaf, sebaiknya anda pergi nona, jangan mengganggu orang yang sedang menikmati makanan, itu tidak sopan" ucap Raka yang tiba-tiba saja sudah ada di samping Alena
"Hei, memang kamu siapa?, Pacarnya, teman dekat atau suaminya?"
"Maaf nona, jaga bicara Anda"
"Sudah-sudah, aku sedang makan Ka, kalian pergilah, jangan mengganggu ku" sahut Alena
Keduanya langsung pergi meninggalkan Alena, pegawai wanita itu duduk kembali bersama kelompoknya sambil menggerutu kesal
"Dasar wanita sombong, ditanya baik-baik malah nyolot, awas saja kalau ke ruangan ku untuk tanda tangan gajinya nanti"
__ADS_1
"Memang siapa sih wanita itu?"
"Tau, katanya pegawai baru di Rumah Sakit ini juga sih, yok ah, kita makan, gue jadi gedek lihat dua irang itu , Arogan banget"
"Iya ya, kayak kaum kelas atas saja" sahut wanita satunya
Saat sedang semua orang sedang menikmati makanan, tiba-tiba saja semuanya di hebohkan dengan kedatangan dua orang petinggi Rumah Sakit yang sangat di hormati dan ditakuti di Rumah Sakit itu, semua mata memandang tak percaya saat kedua orang itu berjalan ke ruang makan umum dan bukannya ke Ruang Eksekutif
"Sudah selesai makannya Bee?"
Alena terkejut dan langsung mendongak
"Hehe, Honey, maaf ya , aku lapar banget jadi aku makan duluan"
DUAR
Semua orang yang ada di sana, langsung menciut nyalinya, ketika tau siapa wanita yang dari tadi menjadi perhatian mereka
Apalagi kelompok wanita yang tadi sempat mengganggu Alena
"Ya Tuhan, apa aku tidak salah dengar, wanita itu_"
"Dia istri tuan Edward Runcel Eagle?"
"Benarkah?"
"Mampus kita mbak"
"Diam, kalian jangan berisik, berlagak biasa saja"
"Tapi mbak, kita tadi sudah_"
"Kalian diamlah, jangan banyak ngomong, bisa mampus kita nih"
Sementara Andrian hanya menggelengkan kepala saat melihat Alena sudah nyengir mirip anak kecil yang ketahuan nakal
"Tau, tapi memang saya yang pengen disini pak Andrian, apa itu tidak boleh?"
"Tentu saja boleh, hanya saja, anda sudah membuat banyak mata tidak berkedip memandang anda Dokter Alena"
"Sudahlah, sekarang ikut aku makan di dalam Bee, aku juga sudah lapar"
"Hem, baiklah"
Alena menoleh ke arah Raka sebelum pergi bersama Edward
"Ka, aku ikut Edward ke dalam dulu ya"
Raka tersenyum dan mengangguk kemudian melanjutkan makan siangnya
Sementara Edward memeluk dan mencium kening Alena sebentar dan melanjutkan langkahnya menuju ke ruangan makan eksekutif yang sudah di sediakan, saat ketiganya masuk semua orang yang ada di dalam segera berdiri dan memberikan salam hormat kemudian melanjutkan makannya lagi, semua pasang mata mencuri pandang ke arah Alena yang berada di sisi Edward
"Mau makan pedas honey?"
"Iya, kayaknya pengen juga, gimana kamu Andrian?"
"Boleh, lama juga aku gak makan pedas"
Mereka langsung memesan makanan pedas untuk menu makan siangnya, tak lama makanan datang
Alena meladeni keduanya, Andrian tersenyum dan hatinya menghangat saat Alena mengambilkan makanan untuknya, rasa nya seperti menemukan seorang adik yang sedang menemaninya makan
Sementara itu, di meja yang lain, Dokter Ratu sedang menikmati makanan dengan para Dokter spesialis di Rumah Sakit Elite Healthy Hospital
"Gila ya, pasangan serasi banget, satu tampan menawan, satunya lagi cantiknya selangit"
"Kolaborasi Keluarga Nugraha dan Keluarga Eagle, Luar Biasa"
"Jodoh emang mereka ya, serasi banget"
__ADS_1
"Apanya yang serasi, satu dah berumur satunya masih muda banget gitu" ucap Dokter Ratu sewot
"Masak sih, emang pak Edward usian berapa sih?"
"35 sama 23 tahun, gila gak tuh?!" Sahut Dokter Ratu lagi
"Hah, beneran, tapi pak Edward tampak masih mudah banget ya"
"Iya, kalau Dokter Alena sih emang kelihatan masih muda banget tu, tapi gak nyangka usia segitu dah melejit namanya di dunia Kedokteran, hebat ya?"
"Iya, bener, hebat banget tu perempuan"
"Halah, paling juga karena pengaruh orang tuanya, coba bukan dari keluarga Nugraha, mungkin gak akan bisa mencapai titik itu" ucap Dokter Ratu
"Ya gak mungkinlah, dunia kedokteran kita kalau masalah satu itu, pasti kemampuan otak yang mempengaruhi"
"Iya, bener juga"
"Sudah, kalian jangan berisik, makan saja" sahut Dokter Ratu kesal
Saat sedang makan Andrian tidak sengaja melihat Ratu sedang berada di meja yang agak jauh darinya
"Sepertinya itu Ratu Ed, sepupu Daniel"
"Hem, iya, apa kabar dia sekarang, aku lama gak berbincang dengannya" ucap Edward
"Semenjak dia kamu tolak?"
"Hais ,sudahlah, jangan mengungkit masa lalu" sahut Edward
"Hehehe, apa Dokter Alena tidak tau akan hal ini?" Tanya Andrian menggoda
"Sepertinya belum ya honey?" ucap Alena
"Sudah, aku pernah cerita sebelum kita nikah, ingat nggak kamu Bee?"
"Oh, iya honey, jadi yang kamu maksud saudara Daniel yang nembak kamu itu Dokter Ratu?"
"Hem, jangan di bahas lagi"
"Pantas saja, dia begitu banget saat bekerja sama denganku" batin Alena mulai memahami
Andrian hanya tertawa kecil melihat Alena yang seperti memikirkan sesuatu, sementara Edward menatap tajam ke arah Andrian
*
Diujung dunia yang lain, seseorang sedang menjalani pengobatan dari luka yang sangat serius akibat pukulan tenaga dalam
"Bagaimana keadaan Kakak ku pangeran Kenan?" Tanya Kirana Cemas
"Aku masih mencoba menyalurkan tenaga dalam ku untuk memulihkan luka-lukanya"
"Apa luka kak Kaisar sangat serius?"
"Iya, pukulan tenaga dalam Edward sangat dahsyat mengenal beberapa titik vital dalam tubuhnya, aku akan pergi menemui Ayahku dulu, dia meminta penjelasan tentang semua ini"
Pangeran Kenan segera pergi meninggalkan kediaman Kaisar dan Kirana untuk segera menghadap ayahnya yang tak lain adalah ketua kekuatan Hitam
Bersambung
Jangan lupa mampir di karya terbaruku "SAHABATKU KEKASIHKU", mohon dukungannya ya)
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
__ADS_1