Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 264


__ADS_3

Masih dengan menahan rasa geli di hatinya, Daniel sudah berdiri tenang berhadapan dengan sang bos yang mirip entahlah, Daniel susah untuk mengungkapnya


"Ganti rugi kerusakan mobilku, 20 juta dan harus sekarang juga" ucap sang Bos


Daniel melebarkan mata tak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya, "Aku?, ganti rugi?, emang ini orang udah konslet otaknya, pantes banget tampilannya model kayak gini" batin Daniel melihat orang itu dari atas ke bawah


"Maaf pak Bos" ucap Daniel memanggil seperti anak buah orang itu, "disini yang salah siapa?,yang ganti rugi siapa?, Bukannya pak Bos yang nabrak mobil saya, kenapa harus saya yang ganti rugi?" Jawab Daniel jengah


"Enak saja, jelas kamu yang salah, berhenti sembarangan, ya jelas membuat supir saya menabrak lah, kalau gak percaya tanya sama anak buah saya yang menjadi saksinya"


"Iya Bos, orang ini yang salah, dan Bos selalu benar" ucap anak buahnya


Daniel melongo


"Anjir, ini anak buah sama Bos nya group lawak semua kayaknya" batin Daniel makin ingin marah, tertawa dan nonjok muka mereka semua


"Maaf ya Bos, saya berhenti di lampu merah, itu artinya bukan berhenti sembarangan, soal anak buah anda yang mengatakan saya yang salah, mungkin bisa periksa otak dulu semuanya, takutnya ada yang putus di sana" ucap Daniel masih sopan


"Bang*sat!, kau menghina kami, Berani sekali kau membuat masalah dengan Tuan Bara sang juragan Tanah terkaya di Jakarta ini" Teriak anak buah sang Bos yang tak lain adalah Bara


Daniel masih terdiam, dirinya semakin di buat pusing dengan tingkah konyol orang-orang yang ada di depannya, hingga akhirnya dia menemukan sebuah cara lalu melangkah maju dan tersenyum


"Baiklah tuan Bara yang terhormat, saya akan mengganti rugi sejumlah yang anda inginkan, ini kartu nama saya dan di sini ada alamat kantor tempat saya bekerja, silahkan datang untuk mengambil uang ganti rugi yang anda inginkan di kantor saya, saya tunggu dan saya kembali dulu karena waktu saya sangat berharga, terimakasih" ucap Daniel langsung berlalu pergi


Bara membaca kartu nama itu dan terkejut saat ada nama perusahaan Eagle Company di sana


"Rupanya dia bekerja di perusahaan Eagle Company, paling juga hanya pegawai rendahan, Sombong!" Ucap lirih Bara


*


Daniel akhirnya sampai juga di perusahaan, pemilik mobil yang di pinjam Daniel langsung terkejut melihat kondisi Bamper belakangnya yang ringsek


"Ya Tuhan, apa yang terjadi dengan mobil saya Pak?" Ucap salah satu pegawainya


"Sudah, bawa saja mobilmu ke bengkel, semua biaya aku yang tanggung, ada insiden kecil tadi di jalan, sorry gak sengaja buat mobil kamu jadi begini" ucap Daniel


"Iya Pak, gak apa-apa, lagian bapak yang tanggung semua biayanya kan, hehe" ucap pegawai itu


Daniel hanya menggelengkan kepala lalu masuk ke dalam kantor Edward untuk memberikan hasil rapat bisnis dengan Kliennya


"Sial!" Ucap Daniel lalu mendudukkan dirinya disofa depan Edward, "Hari ini banyak ketemu orang gila aku Ed, mau ketawa tapi jengkel pula" ucap Daniel


"Memangnya kenapa?" Tanya Edward


"Mobil yang aku pinjam di tubruk orang yang mirip apa ya?, Pokoknya gak jelas lihat gayanya jadi geli sendiri, aneh Ed" ucap Daniel begidik ngeri


Edward hanya mengerutkan kening dan kemudian tidak mau ambil pusing, segera Edward meminta hasil rapat dan Daniel segera menjelaskan semuanya


Siang itu Alena sudah meminta ijin Edward untuk Belanja sebentar ke Mall bersama Raka sebelum menyusulnya ke perusahaan, dan kebetulan juga Anggel dan Ambar ikut menyusulnya untuk sekalian belanja


"Jadi Anggel dan Ambar sudah ada di Mall Kan?"


"Sudah Al, sebentar lagi kita nyampek dan ketemu dengan mereka"

__ADS_1


Alena tersenyum saat membayangkan asiknya Belanja dengan Anggel sang ibu hamil dan Ambar yang sudah lama tidak bertemu dengannya, hingga beberapa menit kemudian dirinya sudah ada di Mall dan kini berjalan menuju ke arah Anggel dan Ambar yang sudah menunggunya


"Bunda!" Teriak Ambar berlari dan segera memeluk Alena


Anggel ikut tersenyum dan menghampiri Alena dan juga suaminya, Raka memeluk dan mencium pipi istrinya sekejab lalu mengelus perut Anggel yang sudah kelihatan membesar


"Yuk kita belanja!, Nanti keburu sore" ucap Alena


Kini mereka segera berjalan untuk membeli barang-barang yang di butuhkan, Alena terpisah sendiri untuk mencarikan pesanan ketiga anak kembarnya yang meminta di belikan buku cerita, saat akan memasuki toko buku tanpa sengaja Alena menabrak seseorang karena terlalu cepat berjalan


BRUG


"Adoh!" Suara seorang laki-laki yang terjatuh, beruntung Alena segera menjaga keseimbangan tubuhnya hingga tidak sampai terjatuh di lantai


Laki-laki itu segera berdiri di bantu anak buahnya dan kemudian siap menyemprot orang yang menabraknya, namu saat laki-laki itu menatap Alena, dirinya langsung terkesiap dan mematung sambil lupa menutup mulutnya


Alena menatap Aneh dan segera berteriak saat melihat ada Air liur dari laki-laki itu akan menetes


"Awas pak, itu, ih!!" Teriak Alena jijik


Laki-laki itu langsung tersadar dan segera menutup mulutnya dengan mengusap sedikit air liurnya yang lolos lari keluar, sementara Alena begidik jijik dengan ekspresi wajah ingin muntah


"Maaf pak, saya gak sengaja menabrak bapak tadi, saya terburu-buru" ucap Alena kemudian


"Aku maafkan, siapa namamu?" Tanya orang itu songong


"Alena pak"


"Jangan panggil pak, aku bukan bapakmu, panggil aku Mas Bara, ingat Mas Bara, mengerti?!"


"Maaf, saya lebih nyaman panggil anda pak Bara saja, eh tunggu-tunggu, Pak Bara?, Sepertinya saya pernah melihat anda?" Tanya Alena sambil mengingat-ingat


"Tentu saja, aku itu juragan Tanah yang kaya raya, siapa yang tidak kenal saya, mungkin kamu salah satu penggemar wanita saya, untuk kamu aku siap menikah lagi, asal kamu mau menjadi istri ke lima ku"


"Astagfirullah!" Alena terjingkat sambil memegangi dadanya melihat kelakuan Bang*sat laki-laki tua yang ingin sekali dilibasnya, Alena yang hampir saja mengingat siapa Bara langsung Ambyar seketika


"Maaf pak Bara, saya sudah menikah, punya tiga anak, jadi cari wanita lain saja, permisi!" Ucap Alena langsung pergi dengan berjalan cepat ke kamar mandi biar tak terkejar oleh anak buah laki-laki edan itu


Sampai di dalam Toilet Alena langsung membaca istighfar banyak-banyak di depan wastafel sambil membasuh mukanya


"Amit-amit jabang bayi, siapa yang sudah mengutuk aku hari ini, sampai bisa ketemu orang modelan kayak gitu, sudah tua, pakek emas kayak Rante kereta, ngomongnya songong dan_"


Huek Huek


Alena langsung mual dan ingin muntah teringat air liur laki-laki yang menetes dari mulut laki-laki tua itu


Tak lama kemudian Alena segera membasuh mukanya lagi lalu menarik nafas panjang untuk mengatasi mual nya, perlahan Alena membuka pintu Toilet pelan sambil celingukan waspada takut kepergok laki-laki tua itu, merasa keadaan sudah aman, Alena segera keluar


Namun tiba-tiba saja ada tangan yang menepuk pundaknya, Alena terjingkat dan sudah bertekad kali ini akan menghajar laki-laki tua yang bernama Bara, dengan mata terpejam tidak ingin melihat wajah laki-laki tua yang membuatnya mual, Alena langsung berbalik dan menyerang dengan cepat


"Al, ini aku Raka!, buka matamu!"


Alena terkejut dan langsung menghentikan serangannya, tampak Raka dengan muka terkejut sudah ada di depan matanya

__ADS_1


"Eh, Sorry Ka, sumpah aku gak sengaja" ucap Alena sambil celingukan membuat Raka makin merasa aneh


"Heh, kamu itu kenapa?, habis nyerang aku membabi buta, sekarang celingukan gak jelas, kayak maling kamu itu Al"


"Ish, diam, sumpah Ka, baru kali ini aku ketemu orang sudah tua, menjijikkan dan tidak tau malu, ih, huek" Alena langsung menutup mulutnya teringat lagi air liur itu


"Kamu kenapa Al, mual?" Tanya Raka


"Sumpah Ka, mual banget aku"


"Hamil kali Al, udah di tes pack?"


PLAK


Alena langsung memukul Raka


"Mana ada hamil, aku masih pakek pengaman alat kontrasepsi, Dasar!"


"Lha terus, kok mual?"


"Udah- udah, yok kita pulang yok, gak kuat aku Ka, pengen lihat muka Edward biar bayangan orang itu kabur dari pikiranku"


Raka makin bingung dengan perkataan Alena, "masak iya ingat wajah seseorang sampai mual gitu, menjijikkan banget apa ya?" Batin Raka


Tak lama kemudian Alena langsung berjalan cepat sambil waspada kadang menoleh kanan dan kiri, sampai kemudian datang Anggel dan Ambar, Raka segera pamit untuk mengantarkan Alena pergi ke perusahaan Eagle Company menemui Edward


Akhirnya Alena sampai dan masuk kedalam kantor Edward, sedangkan Raka ikut bergabung dengan Kaisar seperti biasanya


"Kenapa Bee?" Tanta Edward melihat istrinya tergeletak di sofa sambil tersenyum menikmati wajahnya


"Nggak ada, pengen lihat suami tampanku saja, kamu lanjutkan pekerjaannya saja Honey"


"Ya mana bisa aku lanjut kalau kamu menatapku seperti itu" ucap Edward sambil berjalan dan berjongkok tepat di samping wajah istrinya


"Kenapa Hem?"


Alena masih terdiam dan menatap manik mata suaminya "kalau aku cerita sekarang yang ada kamu bakalan murka dan meninggalkan pekerjaanmu honey" batin Alena yang kemudian tersenyum


"Kok malah senyum nggoda gitu, pengen?" Tanya Edward


"Apa sih honey, udah lanjut kerja sana, sebentar lagi jam pulang ini, kalau gak kelar yang ada aku kamu tinggal lembur lagi dirumah nanti, gak bisa tidur nyenyak aku kalau kamu tinggal lembur Honey"


Edwar terkekeh kemudian mencium bibir Alena pelan dan melu*matnya, setelah itu melanjutkan pekerjaannya kembali


BERSAMBUNG


Author akan UPDATE SETIAP HARI


Jangan lupa Dukung Author dengan


LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN

__ADS_1


HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2