
Alena terdiam dan mengusap punggung Ratu pelan untuk memberikan ketenangan, isak tangis Ratu mulai mereda kemudian dia melanjutkan ceritanya
"Orang tua Rangga adalah sahabat Papa mulai dari zaman sekolah, jasa mereka sangat besar ketika papa sakit keras dan mengalami kerusakan di organ ginjal nya, dan di saat itulah papanya Rangga mendonorkan satu ginjalnya untuk papa, hingga sampai detik ini papa sehat dan masih bisa bernafas berkat pertolongan dari papanya Rangga"
"Lalu?"
"Hingga sampai beberapa bulan yang lalu, papa Rangga jatuh Sakit, kami menjenguknya di Singapura untuk melihat keadaannya, ternyata ada pembuluh darah di kepalanya yang pecah, hingga harus di operasi, awalnya papanya Rangga tidak mau, namun kami semua memberikan semangat, hingga akhirnya operasi itu berjalan, setelah berhasil menjalani operasi kini beliau lumpuh walaupun nyawanya berhasil di selamatkan, waktu kita akan pulang papanya Rangga hanya meminta satu hal, bahwa Rangga harus menikah denganku"
"Jadi begitu?" Ucap Alena sambil menghela nafas panjang
"Iya Al, aku sekarang sangat bingung, apa yang harus aku putuskan, jasa keluarga Rangga sangat besar, bahkan kami tidak akan sanggup membayarnya dengan apapun, dan sekarang, pantaskah aku harus melukai mereka dengan memutuskan pertunangan ini?"
"Bersabarlah Ratu, pasti akan ada jalan keluar terbaik, aku yakin, dan untuk saat ini aku menyarankan untuk mu bicara jujur dengan papamu, aku yakin setiap orang tua ingin yang terbaik untuk anaknya" ucap Alena
"Iya Al, tapi aku takut papa akan_"
"Hei, aku juga lama bekerja dengan papamu waktu di Surabaya dulu, beliau orang yang bijaksana" ucap Alena sambil tersenyum dan menggenggam tangan Ratu dengan erat
Perbincangan mereka berhenti ketika ada Edward dan juga kaisar yang sudah mendekat ke arah mereka
"Kalian ada disini rupanya?" Ucap Kaisar
"Iya honey, mau ikut bergabung?" Tanya Alena
"Nanti saja, kita sebaiknya segera makan malam, semuanya sudah disiapkan Bee"
"Oh ya, Alhamdulillah, aku sudah lapar sekali, yok Ratu, kita makan malam dulu" ucap Alena sambil berlari kecil menuju ke suaminya
"Hati-hati Bee, kamu itu sedang hamil, jangan berlarian" ucap Edward yang cemas dengan kelakuan istrinya
Ratu dan Kaisar hanya tersenyum dan menggelengkan kepala melihat tingkah Alena yang kadang-kadang masih seperti anak kecil lucu dan manja
"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Kaisar Sabil berjalan di samping Ratu
"Hem, aku tidak apa-apa" ucap Ratu
"Oh, iya terimakasih tadi sudah membantuku, kalau enggak, pasti wajahku sudah ada bekas tamparan" kata Ratu
"Iya sama-sama" ucap Kaisar
Kemudian kini keduanya sudah duduk di meja makan bersama dengan Alena dan Edward
"Dimana Kirana?" Aku sudah beberapa kali tidak melihatnya ikut makan malam?" Tanya Alena
__ADS_1
"Anak itu sedang senang dengan pekerjaan barunya, mengikuti acara fashion show kemanapun nyonya Arumi Saraswati pergi"
"Oh, jadi begitu, ya sudah, ayok kita makan, kali ini giliran mu yang memimpin doa sebelum makan Kai" ucap Alena
"Baiklah" jawab Kaisar
Kaisar mengucapkan doa sebelum makan, lirih tapi masih bisa didengar jelas oleh semua orang yang ada di meja makan, Hati Ratu menghangat saat lantunan doa terucap dari bibir Kaisar, dirinya tidak pernah menyangka kalau laki-laki yang terkesan dingin dan cuek itu ternyata sangat taat dengan Agama, senyuman di bibir Ratu mengembang dan terlihat oleh Alena, selesai berdoa
"Ada yang sedang tersenyum mendengar Doamu Kai" Ucap Alena
"Uhuk-uhuk" Ratu yang sedang minum air putih langsung tersedak
Kaisar yang kebetulan duduk disampingnya tanpa sadar langsung menggosok lembur punggung Ratu, tentu saja semuanya langsung tersentak kaget
"Ehem, kondisikan tanganmu Kai" ucap Edward dan langsung membuat Kaisar menarik tangannya kembali
Alena terkekeh melihat wajah Ratu yang sudah merah kuning hijau seperti pelangi di langit yang biru, sedangkan Kaisar berusaha menormalkan wajahnya kembali, kini makan malam berjalan dengan tenang dan damai
*
Tepat di jam delapan malam, Daniel mendapat telpon dari kedua orang tuanya, bahwa mereka sudah ada di bandara dan siap untuk di jemput, tentu saja Daniel sangat terkejut dengan kabar mendadak yang diberikan oleh kedua orang tuanya itu
"Sh*it, ini orang tua seneng banget buat jantungan anaknya" ucap Daniel dan kemudian segera meluncur ke badara untuk menjemput kedua orang tuanya
"Dady kenapa sih ngasih tau mendadak gini, untung aja aku gak lagi keluar kota urusan bisnis" ucap Daniel
"Kan emang buat kejutan kamu Daniel"
"Ya kan gak gini juga Dad, kalau aku gak bisa jemput terus gimana?"
"Masih ada Edward dan istri cantiknya yang hampir jadi menantuku dulu, tenang saja" ucap Rendra Kusuma
"Dady jangan suka ngerepotin Alena lagi, dia lagi hamil kembar tiga noh" ucap Daniel
"Apa!"
Ucap Rendra Kusuma dan Dinda Maheswari orang tua Daniel yang terkejut dengan ucapan Daniel
"Kalian ini kenapa sih, Alena yang hamil kok kalian yang kepo, Alena hamil anak Edward, gak ada campur tanganku, jangan ke pede an mom" ucap Daniel
TAK
Dinda menjitak kepala Daniel
__ADS_1
"Kamu gak akan bernafas sampai hari ini kalau sampai menyentuh istri Edward itu, dasar ngomong sembarangan, mommy hanya kaget kok bisa Sampek kembar tiga gitu ya?" Ucap Dinda
"Ya tanya ma mereka nanti kalau ketemu mom" ucap Daniel sambil menggosok kepalanya yang sakit
"Tentu saja, aku pengen nanti Delia juga langsung hamil kembar 5, cucuku pasti akan sangat banyak, senangnya, pasti Rame" ucap Dinda konyol
"Hem, mommy pikir Delia kucing, bisa hamil sekali langsung banyak gitu?"
"Hehehe"
Kedua orang tua Daniel tertawa
Sampai di Mansion milik keluarga nya , Daniel segera turun dan ikut masuk kedalam bersama kedua orangtuanya, ada perasaan rindu saat memasuki mansion keluarganya, maklum selama orang tuanya ada di luar negeri, Daniel tidak pernah berkunjung ke mansion, dia lebih suka tinggal di apartemen yang dekat dengan tempat kerjanya
Kini Daniel berbincang di raung tengah mansion bersama dengan kedua orangtuanya, mereka menyampaikan maksut kedatangan ke Jakarta Kali ini karena ingin bertemu dan berkenalan dengan Delia , sekaligus langsung merencanakan hari pernikahan
"Jadi Dady sama mommy ingin acara pernikahan kalian itu cepat dilaksanakan, gak usah nunggu lama-lama lagi" ucap Rendra
"Aku juga pengennya gitu Dad, cuman maksud baik ini belum aku bicarakan dengan Delia dan keluarga nya" jawab Daniel
"Itu bisa kita atur Niel, segera pertemukan kami dengan dokter Kandungan calon menantuku itu" ucap Dinda
"Siap mom, nanti akan aku hubungi Delia"
"Ya sudah sebaiknya kita istirahat dulu, kamu tidur di sini dulu Niel" ucap Dinda
"Iya mom"
Setelah perbincangan serius tentang pernikahan, kini mereka kembali ke kamar masing-masing untuk segera beristirahat
Bersambung
Author akan tetap UPDATE SETIAP HARI
Sampai Novel ini tamat
Author minta tolong ya..mampir dong di karyaku"SAHABATKU KEKASIHKU", aku ucapin makasih sekebon buat pembaca setiaku yang udah mampir, yang belum, ayoo buruan,.muach muach
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH
__ADS_1
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE