Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 188


__ADS_3

Siang hari yang lumayan terik di kota Surabaya, Alena dan Delia sudah berada di dalam sebuah mobil bersama dengan Kaisar dan seorang pengawal yang menyetir mobilnya menuju kesebuah Apartemen mewah yang dulu pernah ditempati Oleh Edward dan Alena


Kenangan masa lalu yang dihabiskan di kota Surabaya membuat kedua wanita itu saling bertatapan sejenak kemudian tersenyum menikmati perjalanan siang di Kota yang sangat mereka rindukan


"Kota ini sudah banyak mengalami perubahan ya Al" ucap Delia


"Iya kak, lumayan cepat juga perkembangan nya, padahal belum ada setahun kita meninggalkannya" ucap Alena


"Aku merasa lama sekali Al, kangen jalan-jalan lagi di kota ini"


"Sama kak, aku juga"


Hanya butuh waktu satu jam akhirnya Rombongan mereka sampai di Apartemen, Kaisar dan empat mengawal yang berada di belakangnya segera turun dari mobil dan membantu membawa barang-barang untuk di masukkan ke dalam Apartemen


Mereka disambut oleh dua asisten rumah tangga yang memang ditugaskan untuk menjaga dan membersihkan Apartemen mewah milik Edward


"Kai, dimana nanti para pengawal akan beristirahat?" Tanya Alena


"Apartemen di depan pintu Apartemen ini sudah di beli oleh Edward Al, mereka akan tinggal disana" jawab Kaisar


"Oh ya, ya sudah kalau begitu, suruh mereka beristirahat dulu, nanti malam aku ingin berkeliling kota ini"


Kaisar mengangguk dan segera pergi keluar dari Apartemen untuk memberitahu ke empat anak buahnya


Sementara itu Delia dan Alena segera masuk ke kamar masing-masing, tak lupa sebelumnya Alena dan Delia memperkenalkan diri kepada asisten rumah tangganya yang terlihat masih muda dan cekatan dalam bekerja


Alena tersenyum mengingat banyaknya kenangan manis di kamar yang ditempatinya saat ini, setelah membersihkan diri, Alena merebahkan tubuhnya di tempat tidur untuk beristirahat sejenak


Dilihat nya handphone yang sudah berisi puluhan pesan dari suaminya, Alena tersenyum kemudian segera menghubungi Edward


"Assalamualaikum honey, sudah merindukan ku?" Ucap Alena


"Waalaikumsalam, sangat Bee, apa kau sudah ada di Apartemen sekarang?"


"Sudah, hampir setengah jam yang lalu, dan Semuanya kini sedang beristirahat"


"Hem, baguslah, sebaiknya Kaisar biar ikut tinggal di Apartemen yang kamu tempati Bee, untuk menjaga kalian"


"Aku tau Honey, Kaisar juga sedang beristirahat di kamar yang ada di sini, jangan khawatir"


"Aku selalu khawatir saat kamu jauh dariku Bee, segera pulang setelah empat hari, jangan menambah hari lagi disana, aku akan sering menghubungi mu, apa kau mengerti?"


"Siap honey, aku tau"


Edward segera mengucap salam dan kemudian menutup handphone nya karena ada hal penting yang sudah menunggunya


*


Siang itu Edward dan Daniel sudah ada disebuah ruangan bersama dengan beberapa pengacaranya, tuntutan atas kebusukan dari perusahan Luxury Company sudah di layangkan ke pengadilan, begitu juga dengan bukti percobaan pembunuhan atas Raka dan istrinya


Redrik sangat murka melihat layangan surat panggilan dari pengadilan yang mengharuskan ia datang untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatannya

__ADS_1


"Sialan!, Berani sekali mereka mengusikku ha!"


"Sabar sayang, sebaiknya kita segera bertindak, segera perintah anak buah mu untuk menculik istri dari Edward, maka semua masalah akan beres"


"Hem, aku sudah memerintahkan hal itu, tapi mendekati Alena bukan perkara gampang karena dia di kelilingi para pengawalnya"


"Tidak gampang bukan berati tidak bisa, anak buah mu adalah orang-orang profesional dan terlatih, tidak mungkin mereka gagal, aku yakin sayang"


"Baiklah, hubungi mereka untuk segera dapatkan Alena, dan keluarlah dari ruangan ini, akan ada tamu pribadi yang sebentar lagi datang kesini"


"Guru spiritual mu maksudnya?"


Redrik menjawab pertanyaan Wanita itu yang tak lain adalah sekertaris pribadinya dengan senyuman yang mengerikan


Tak lama kemudian datanglah seorang laki-laki paruh baya dan disambut oleh Redrik, laki-laki itu menjelaskan kepada Redrik bahwa ritualnya bisa dilakukan jika satu persyaratan lagi bisa di lengkapi yaitu sesuatu yang berasal dari tubuh Alena


"Paling gampang adalah potongan kuku atau rambutnya, dapatkan itu dengan segera"


"Aku tau, dan sudah menemukan cara untuk mendapatkan nya" ucap Redrik


"Bagus, tidak seperti yang aku lakukan sebelum-sebelumnya, bayaran kali ini sangat mahal, karena aku akan menghabisi ibu dan tiga bayi dalam kandungan nya"


"Jangan khawatir, aku akan membayar penuh, jika semuanya berhasil dan berjalan sesuai rencana"


Laki-laki yang disebut guru spiritual itu segera keluar dari ruangan setelah mengatakan hal yang penting, satu foto Alena yang di serahkan ke Redrik membuat matanya terpana dengan kecantikannya


"Sangat cantik, tapi sayang, aku harus melenyapkan mu" batin Redrik sambil memandangi foto Alena


*


"Aku akan ke Rumah tuan Edward nanti malam bersama Ambar, kebetulan sekali Kirana bisa aku buat alasan kenapa aku datang kesana" batin Arini sambil tersenyum senang


Suara deringan handphone Arini mengagetkan kegiatan makannya, diraihnya handphone sambil melanjutkan makan siang


"Aku Redrik, ada tugas penting untukmu"


"Maksudnya?"


"Bukankah kita masih punya misi yang sama, melenyapkan istri Edward, kau masih ingin memiliki Edward seutuhnya bukan?"


"Tentu saja, apa yang bisa aku bantu kali ini?"


"Bawakan Rambut Alena, secepatnya"


"Apa!, Untuk apa?"


"Jangan banyak tanya, lakukan saja tugasmu dengan baik"


Tut Tut Tut


Sambungan telepon dimatikan oleh Redrik

__ADS_1


Arini berpikir sejenak dan masih bingung dengan tugas yang diberikan oleh Redrik


"Ah, sudahlah, kebetulan sekali nanti malam aku main ke rumah tuan Edward, mungkin aku bisa mendapatkan rambut nona Alena" batin Arini dan kini melanjutkan makan siangnya


*


Raka sudah mulai masuk kerja sebagai pengawal pribadi Edward untuk saat ini, dirinya berada di ruangan lain menunggu Edward dan Daniel melakukan pertemuan bisnis yang cukup penting sampai sore hari


Untuk mengurangi kebosanan, Raka keluar dari gedung pertemuan itu dan melangkahkan kakinya menuju ke sebuah minimarket untuk membeli minuman dingin


Saat sedang berjongkok untuk mengambil apa yang diinginkan, tanpa sengaja Raka melihat seorang anak kecil yang sangat lucu dan cantik sedang berusaha meraih sesuatu tapi tidak bisa


Raka tersenyum dan kemudian mendekat untuk membantu nya


"Apa kamu ingin mengambil ini, nona cantik?" Tanya Raka


Anak kecil itu menoleh kemudian mengangguk pelan, Raka tersenyum kemudian mengambilkan makanan ringan itu


"Ini, apa ada lagi?"


"Tidak ada tuan, terimakasih sudah menolong ku"


"Boleh kita berkenalan?" Tanya Raka


"Emm, apa tuan orang baik dan tidak akan menculik ku?"


"Hahaha, tentu saja aku orang baik, dan hanya ingin berkenalan denganmu nona cantik" ucap Raka


"Baiklah, tuan bisa memanggilku Ambar, siapa nama tuan?"


"Hem, panggil aku paman Raka, bagaimana, setuju?"


"Em, setuju paman Raka, kita berteman ya?" Ucap Ambar sambil menyodorkan jari kelingkingnya


Raka tersenyum dan mengerti maksud dari anak kecil yang lucu di depannya, kemudian mengaitkan jari kelingking ke jari Ambar untuk membuat janji ikatan pertemanan


Sayang sekali Ambar segera pergi saat seorang wanita yang tak lain adalah pengasuh nya sudah memanggil dan membawanya pergi dari hadapan Raka, ada getaran sayang yang muncul dari hati Raka ketika Ambar mencium pipi dan keningnya sebelum pergi meninggalkannya, rasanya Raka tidak rela anak kecil itu pergi dari hadapannya


"Heh, perasaan apa ini, aneh sekali, anak yang lucu dan cantik" batin Raka kemudian segera membayar minumannya dan pergi kembali ke ruangan dimana dia menunggu kegiatan Edward dan Daniel


Bersambung


Jangan lupa mampir di karya terbaruku "SAHABATKU KEKASIHKU", mohon dukungannya ya


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE

__ADS_1


__ADS_2