
Pagi ini Alena mengantar Edward ke bandara untuk berangkat ke Jakarta, selama di Mobil Edward banyak sekali memberikan pesan-pesan ke Alena untuk berhati-hati selama ditinggal sendirian di Surabaya, sesekali Edward mencium puncak kepala istrinya dengan lembut, tentu saja Alena selalu dalam pelukan Edward ketika berada di dalam mobil
Pengawal yang ditugaskan untuk menjaga Alena juga di berikan pesan untuk lebih berhati-hati dan sigap dalam menjaga istrinya, kedua pengawal itu mengangguk patuh mendengar perintah tuannya
Sampai juga di bandara, mereka turun berjalan masuk beserta beberapa pengawal yang ada di depan dan belakangnya, jalur khusus untuk penumpang yang naik pesawat pribadi sudah disediakan hingga mempermudah perjalanan Edward dan rombongan menuju ke dalam pesawat pribadinya, Alena melepas Edward dengan berurai air mata
"Hati-hatilah di sana honey"
"Kamu juga Bee, ingat semua pesanku okey"
"Iya, jangan lupa hubungi aku kalau sudah nyampek ya"
"Ok Bee, sudah, aku pergi dulu"
Cup Cup Cup Cup
Edward mendaratkan ciumannya berkali-kali di bibir dan wajah istrinya, Alena tersenyum sambil mengusap air matanya yang banyak menetes
Setelah pesawat terbang ke Jakarta, Alena segera beranjak pergi meninggalkan Bandara, dilihatnya jam ketika merasa perutnya perih dan lapar, seketika Alena menyuruh pengawal pribadinya yang mengemudikan mobil untuk berhenti di sebuah Restoran, setelah itu Alena masuk ke restoran untuk memesan makanan, sedangkan kedua pengawalnya duduk tak jauh dari meja Alena
Saat Alena masih menunggu makanan datang, tiba-tiba saja di kejutkan dengan suara seseorang
"Maaf nona, meja semua penuh, bisa saya ikut bergabung disini?"
Kedua pengawal Alena langsung mendekat dan menghadang laki-laki itu
"Sebaiknya anda pergi dari sini, silahkan cari tempat yang lain" ucap pengawal
"Maaf, saya hanya ingin makan saja, lihat, meja yang lain sudah penuh, sedangkan disini masih ada satu kursi kosong kan?" Ucap laki-laki itu
"Sudah-sudah, biarkan tuan itu makan di meja saya, kalian kembalilah" ucap Alena
"Tapi Nyonya, saya tidak ingin mendapat teguran dari tuan Edward lagi"
"Sudahlah, biar nanti aku yang bicara"
"Baiklah Nyonya"
Laki-laki itu tersenyum merasa rencana awal berhasil saat Akhirnya Alena mengijinkan dirinya bergabung di mejanya
"Terimakasih Nona, perkenalkan nama saya Valentino"
"Oh, silahkan, saya Alena"
Valentino menyodorkan tangannya bermaksud untuk bersalaman, namun Alena hanya tersenyum dan memohon maaf, Valentino benar-benar terkesiap saat bisa menatap Wajah Alena dari dekat
"Sungguh wanita yang sangat cantik, Auranya begitu kuat dan memikat" batin Valentino
Alena menikmati makanannya tanpa menatap Valentino sama sekali, bahkan terkesan menghindar, setelah selesai Alena segera beranjak dan kemudian berniat pergi, hingga Valentino memanggilnya
"Nona Alena, tunggu!"
Alena segera berhenti dan membalikan badannya
"Iya, ada apa?"
"Ini ada yang ketinggalan Nona" ucap Valentino sambil memberikan sebuah tiket pertandingan
"Maaf, ini bukan milik saya" ucap Alena sambil mengernyitkan dahi
"Ini pertandingan saya, saya harap nona Alena bisa hadir"
"Hah, maaf, saya tidak mengenal anda tuan Valentino, jadi_"
"Kebetulan saya kelebihan 1 tiket VIP nona, jadi saya berpikir untuk diberikan pada anda saja, terserah anda datang atau tidak, Saya jalan duluan Nona" ucap Valentino pergi meninggalkan Alena begitu saja
"Hei, tunggu !" Teriak Alena namun tidak ada tanggapan
"Aneh"
Batin Alena dan segera menyimpan tiket ke dalam tasnya dan segera masuk ke dalam mobil
"Apa orang tadi mengganggu anda nyonya?" Tanya salah satu pengawalnya
"Enggak, hanya memberikan sesuatu saja, apa kalian tau siapa laki-laki tadi?"
__ADS_1
"Apa nyonya tidak tau kalau dia pembalap internasional yang sering mendapat juara satu disetiap balapan?"
"Oh, jadi seorang pembalap profesional rupanya, pantas saja, aku sepertinya pernah melihat wajahnya"
"Iya nyonya, banyak keluar di beberapa iklan juga"
"Hem"
Jawab Alena dan segera membuka handphone untuk mencari tau tentang Valentino
Alena terkejut ketika banyak kabar panas seputar kehidupan Pembalap Valentino Ramos yang sering berganti kekasih dikalangan selebritis, belum laki kedekatannya dengan beberapa pengusaha muda yang cantik-cantik seperti Anggel Luna Mahira
"Oh, mereka dekat rupanya" batin Alena dan sesaat kemudian menutup kembali handphone-nya, saat ini Alena lebih mawas diri, jadi dengan siapapun yang pernah berhubungan dengannya setidaknya Alena tau tentang mereka, terutama orang-orang baru disekitarnya
*
Hari Minggu pagi tanpa Edward disisinya membuat Alena malas melakukan aktifitas apapun, apalagi kemaren energinya terkuras menangani pasien kecelakaan masal di Rumah Sakit tempatnya bekerja, hingga terdengar suara bel pintu, Alena mengaktifkan layar monitor pemantau yang ada di dekat pintu, sesaat kemudian munculah muka salah satu pengawalnya melaporkan kalau ada Delia dan Amaya di depan pintu Apartemennya, Alena segera membuka pintu dan menyuruhnya masuk
"Ish ish ish, mentang-mentang gak ada suami, muka di acak-acak begitu Al" ucap Delia kini sudah duduk di sofa
"Tau ini anak, udah punya suami Juga masih molor aja kerjaannya" sahut Amaya
"Pagi-pagi dah pada berisik di rumah orang, kalian mau ngapain?"ucap Alena sambil melepaskan hijab dan membenarkan ikatan rambutnya
"Cepat mandi, aku udah pamit ke suami kamu, hari ini mau aku ajak jalan, pengawal kamu juga sudah siap noh"
"Ish, maksa banget sih kak Del, aku malas pengen tidur, capek"
"Eh, jangan berani tidur lagi ya, atau aku siram air nih" ucap Delia
"Ayook!"
Amaya langsung menyeret Alena masuk ke dalam kamar mandi
Terpaksa Alena menuruti kemauan dua marmut yang sudah melakukan pemaksaan besar-besaran, setelah rapi Alena langsung keluar dari kamar
"Emang kita mau kemana sih kak?" Tanya Alena
"Cari pemandangan seger, banyak cowok ganteng di sana, pokoknya bikin ngiler" ucap Delia
"Eh tunggu, jangan bilang kita mau nongkrong di tempat nge gym cowok ya!" Teriak Alena
Amaya langsung memukul Alena
"Memang pak Edward bakalan ngebolehin kita ngajak kamu ke tempat begituan?, Dasar!" Ucap Amaya
"Bisa di gantung kita ma suami kamu itu Al" sahut Delia
"Trus kita mau kemana?"
"Kita ke sirkuit, ada balapan sepeda internasional, keren dah pokoknya" ucap Delia
Delia segera menyeret Alena dan kini keduanya sampai di mobil Delia, namun dua orang pengawal langsung mencegah Alena
"Sebaiknya nyonya tetap satu mobil dengan kita" ucap salah satu pengawal
"Ya sudah, kalian berdua di depan dan mengemudikan mobil kak Delia, gak usah ribet, hari ini aku pengen Heppy, jadi gak usah bawa mobil Edward Ok!" Ucap Alena ke pengawalnya
"Baik Nyonya, kami siap"
Kini keduanya mengambil alih mobil Delia
"Ribet hidup kamu ya Al?" Ucap Delia
"Repot banget dah ah" ucap Amaya
"Hehe, begitulah, sudah kita nikmati saja, malah enak kan kita kemana-mana ada yang ngantar, jadi gak capek" jawab Alena
Ketiganya kini duduk di kursi tengah di mobil Sport Delia yang lumayan besar, tak berapa lama tiba di tempat tujuan dan langsung masuk dengan menggunakan tiket biasa, Namun tiba-tiba ada salah satu wanita tim pengurus sirkuit yang menyalami Alena
"Dengan Nona Alena kan?" Ucap wanita
"Iya, maaf anda siapa?"
"Oh, iya, saya salah satu Tim, dan untuk Nona Alena beserta orang-orang yang di bawanya sudah di sediakan tempat khusus"
__ADS_1
Semua langsung terkejut, Alena berusaha ingin tau apa yang terjadi, dan akhirnya wanita itu menunjukkan foto Alena yang sudah di berikan pada wanita itu oleh salah satu pembalap yang sudah terkenal, yaitu Valentino Ramos, baru Alena mulai memahami dan menuju ke tempat yang sudah di sediakan bersama teman-temannya
Tak berselang lama, muncul Aditama dan Raka yang hampir bersamaan
"Wah tempat kita spesial nih kayaknya?" Ucap Edward ke Amaya
"Tau, Noh yang di kasih tempat" jawab Amaya Sambil menoleh ke Alena
"Kok bisa?" Sahut Raka
"Tau, tanya sama Alpan tu?"
"Hah, siapa Alpan?" Tanya Raka
"Alena" ucap Delia
"Siapa yang ngasih nama Alpan?" Tanya Raka penasaran
"Edita" jawan Alena santai
"Hah, siapa Edita?" Sahut Aditama
"Edward, ish, kalian ini kenapa sih, kasih pertanyaan mulu deh, heran kayak guru lagi dendam ma muridnya aja" ucap Alena kesal
"Hahaha"
Semuanya terbahak bersama, selanjutnya mereka saling melempar gurauan dan kadang saling dorong dan pukul
"Aku beli minuman dulu ya, kalian pesan apa?" Ucap Raka
"Apa aja dah, serah kamu" sahut Alena
Raka segera berlarian keluar dari tempat penonton menuju ke tempat menjual makanan dan minuman yang tak jauh dari sana dan masih ada di dalan area sirkuit, tiba-tiba saja Raka tak sengaja menubruk seorang wanita hingga membuat minumannya tumpah ke baju nya
"Oh, Sh*it!, Hei, Are you crazy?"
"Oh sorry nona, aku tidak sengaja" ucap Raka terpana melihat kecantikan wanita yang ada di depannya
"Apa kamu bilang, dasar breng*sek!" Ucap wanita itu mengumpat dan memarahi Raka habis-habisan
Namun Raka hanya terpaku membeku di tempatnya, semua ucapan wanita itu serasa indah di telinganya, hingga akhirnya Raka membungkam mulut wanita itu dengan ciuman
CUP
Wanita itu langsung membelalakkan mata dan terdiam membisu, mematung seketika
Raka tersenyum dan meninggalkannya begitu saja sambil berlari kecil dan melambaikan tangan ke arah wanita itu
"Bang*sat, berani sekali dia mencuri ciuman pertama Anggel Luna Mahira" ucap wanita itu saat tersadar
*
Sementara itu dari kejauhan terlihat seorang laki-laki yang sangat tampan dan keren melihat ke arah Alena dengan sebongkah kerinduan yang mendalam, pertemuan pertamanya dengan Alena mampu membuat dunianya jungkir balik
"Alena, akhirnya kau datang juga"
Batin Valentino Ramos yang kemudian bersiap dan memasuki sirkuit
Sorak Sorai teriakan kaum hawa langsung bergemuruh ketika sang Valentino melambaikan tangan menyapa para penonton, begitu juga dengan Delia dan Amaya, namun tidak dengan Alena yang justru melongo melihat kedua temannya ikut histeris meneriakkan nama Valentino
"Dit, sepertinya kamu perlu mencuci otak kekasihmu tu" ucap Alena
"Aku juga kaget lihat reaksi dua orang ini Al" jawab Aditama
"Apalagi aku, Sampek jantungan kaget mendengar teriakan histeris mereka" sahut Raka
Ketiganya saling pandang dan langsung tertawa
(Jangan lupa mampir di karya terbaruku "SAHABATKU KEKASIHKU", mohon dukungannya ya)
Bersambung
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
__ADS_1
HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE