Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 233


__ADS_3

Sang ketua Mafia masih duduk terdiam sambil berfikir keras menghadapi kenyataan tentang musuh-musuhnya yang kini dia ketahui kekuatannya luar biasa, dan sesaat kemudian diapun tersenyum iblis saat menemukan sebuah cara yang licik dengan memanfaatkan kedekatan Adiknya Natasya dan Janeta sekretaris nya


"Janet, kau masih setia dengan janjimu bukan, bahwa kau akan setia padaku sampai akhir hidupmu?!" Ucap Nickel


"Tentu saja tuan, kebaikan anda menyelamatkan nyawa keluargaku waktu itu aku ganti dengan nyawaku untuk tuan Nickel"


"Bagus, aku percaya padamu, kali ini aku memberimu tugas untuk menculik salah satu anak dari Alena"


DEG


Janeta sangat terkejut dengan tugas gila yang di berikan oleh sang ketua


"Tapi tuan, aku tidak mungkin melakukan hal itu, kami memiliki hubungan kerja yang baik" ucap Janeta


"Diam!, turuti apa yang aku perintahkan, jangan membantah, gunakan otakmu, kamu bisa memanfaatkan hubungan baik itu dan ingat, gunakan cara sehalus mungkin"


"Baik tuan, aku akan berusaha melakukannya" ucap Janeta dengan terpaksa dan berat hati


"Rencana ini hanya kita yang tau, jangan sampai bocor ke siapapun apalagi Natasya, anak bodoh itu jangan sampai tau, kau mengerti!"


"Aku mengerti tuan"


"Bagus, keluarlah dan mulai besok bekerja lah kembali bersama dengan Natasya menjadi Sekretarisnya kembali di perusahaan miliknya yang ada di Indonesia"


"Akan aku lakukan semua perintah mu tuan Nickel" ucap Janeta


"Laporkan semua hal penting yang harus aku tau tentang mereka, misi mu kali ini aku beri waktu selama 3 bulan, aku ingin Alena jatuh ke pelukanku dan bisnis mereka semua hancur" ucap Nickel sambil tersenyum mengerikan


Tak berapa lama kemudian Janeta keluar, dan menuju ke sebuah Restoran mewah untuk merayakan ulang tahunnya, dia tau pasti bahwa Natasya sudah mempersiapkan segalanya seperti biasa, dalam perjalanan Janeta berusaha menetralkan semua pikiran dan perasaannya


Natasya sudah menyambut kedatangan Janeta, kini acara di Resto mewah itu bertambah meriah dengan kedatangan Janeta, semua memberikan selamat dan pelukan hangat, mendoakan semua kebaikan untuk Janeta


"Kau ini selalu mengejutkanku Nat, kenapa membuat pesta sebesar ini, usiaku semakin bertambah, tidak seharusnya kamu merayakan sampai seperti ini, Dasar!" Ucap Janeta


"Hei, ayolah Janet, ini hanya setahun sekali, tidak setiap hari dan kue ultah mu kali ini di belikan oleh orang spesial di hatiku"


"Maksudnya?" tanya Janeta


"Daniel" ucap Natasya


"What!, Kok bisa, aku tidak melihatnya disini" sahut Janeta


"Panjang ceritanya, kapan-kapan saja aku kasih tau, sekarang kita seneng-seneng dulu, okey!"


"Hem, baiklah, aku juga ingin memberikan kabar baik untukmu Nat" ucap Janeta


"Apa itu?"


"Aku akan kembali menemanimu, sebagai sekretaris pribadi, kakakmu sendiri yang memutuskan hal itu" ucap Janeta


"Oh ya, aku senang sekali Janet, akhirnya kita bisa kembali ke Indonesia bersama-sama lagi, ini sangat menyenangkan!" Teriak Natasya kegirangan


Keduanya kini ikut bergabung dengan teman-teman yang lain untuk melanjutkan pestanya, semakin malam pesta itu semakin meriah, ruangan besar di Restoran yang sudah di pesan oleh Natasya kini semakin ramai


*


Malam semakin larut, kini rombongan Edward dan Daniel segera menaiki mobil masing-masing untuk kembali lagi ke Mansion, tak berapa lama di dalam perjalanan, ketiga buah hati Alena sudah tertidur lelap, Alena melihat luka biru di tangan dan kaki Ethan, hatinya terasa sangat sakit karena dia tau pasti kalau anaknya tadi pasti ikut melakukan pertarungan


"Ada apa Bee?" Tanya Edward


"Tidak ada honey, hatiku rasanya ikut sakit melihat luka lebam di tubuh Ethan" ucap Alena

__ADS_1


"Maafkan aku Al, aku datang agak terlambat" sahut kaisar merasa bersalah


"Tidak apa-apa Kai, ini juga untuk pembelajaran hidup buat mereka, jangan terlalu di manja biar mereka bisa lebih waspada" ucap Edward


"Aku tidak menyalahkan mu Kai, benar apa yang dikatakan Edward" ucap Alena


"Sebaiknya mereka kamu latih lebih banyak lagi gerakannya Ed, aku sarankan segel kekuatan mereka kamu lepaskan"


"Aku masih khawatir Kai, takut kalau mereka tidak bisa mengontrol kekuatan tenaga dalamnya" ucap Edward


"Aku rasa mereka bisa mengontrol dirinya Ed, kata pengawal, mereka bahkan tidak mengeluarkan kekuatan tenaga dalamnya sama sekali saat keadaan terpojok, kamu lihat sendiri kan mereka bahkan memar terkena tendangan" kata Kaisar


"Aku setuju Honey, mereka sepertinya bisa mengontrol dirinya, sepulang dari sini nanti, aku akan ikut melatih tenaga dalam yang mereka punya" ucap Alena


"Bulan depan mereka juga sudah berusia 6 tahun, aku rasa usia mereka sudah cukup untuk menerima semua latihan yang di berikan" ucap Kaisar


"Baiklah, aku juga mungkin agak tenang, mereka bisa menjaga dirinya sendiri saat dibutuhkan" kata Edward


Tak berapa lama kemudian mereka akhirnya sampai di Mansion, Edward menggendong Ethan untuk di bawa masuk ke dalam, Alena juga menggendong putri kecilnya, sedangkan Kaisar membawa Evan untuk dibawa ke kamarnya


"Makasih Kai, beristirahat lah, kau pasti sudah capek seharian mengurus mereka" ucap Alena, dan Kaisar hanya tersenyum lalu mencium kening ketiga bocah kembar kesayangannya, lalu pergi meninggalkan kamar


"Apa mereka tidak kita bangunkan untuk membersihkan diri dulu Bee?" Tanya Edward


"Biarkan saja dulu, nanti setelah kita membersihkan diri, baru aku akan membangunkan mereka" jawab Alena


"Baiklah, tidur mereka juga masih nyenyak" ucap Edward


Setelah mencium ke tiga buah hatinya, Alena dan Edward segera keluar dan menuju kamarnya untuk membersihkan diri setelah seharian berada di luar


"Honey, kenapa kau ikut masuk kesini?" Ucap Alena terkejut ketika Edward tiba-tiba saja masuk ke dalam bathtub


"Jangan mulai!, Honey!!" Teriak Alena dan membuat Edward terkekeh


"Aku belum mulai, ini masih pemanasan Bee" goda Edward yang kini menahan tubuh istrinya saat ingin keluar dari bathtub


"Gak ada pemanasan, lepas honey, aku masih belum ngurusi anak-anak ini" ucap Alena khawatir kalau Edward meminta yang iya iya


"Sebentar saja Bee, kita lakukan dengan cepat, bagaimana?" Tanya Edward makin menggoda


"Jangan berani macem-macem, lepas Honey!" Ucap Alena yang kini sudah berhasil melepaskan diri dan membuat Edward tertawa


Alena langsung keluar dari kamar mandi dan kini sudah berganti pakaian bersih lalu segera melihat keadaan anak-anaknya dan ternyata mereka juga baru saja mandi


"Kalian benar-benar anak Mommy yang paling Top, sudah wangi semua, sekarang tidur lagi ya" ucap Alena dan kini menidurkan ketiga buah hatinya


Edward juga ikut menyusul masuk ke dalam kamar anak-anaknya


"Mereka sudah tidur Bee?"


"Sstt, baru saja tidur" ucap Alena lirih dan kemudian segera keluar dari kamar bersama dengan Edward


Mereka berdua sudah masuk kembali ke dalam kamar dan Alena segera duduk di depan cermin untuk memakai pelembab di wajahnya, Edward tersenyum lalu memeluknya dari belakang


"Aku merindukanmu Bee" bisik Edward di telinga istrinya


"Itu artinya kau menginginkanku kan honey?" Tanya Alena sambil tersenyum melihat tingkah manja suaminya


"Sangat, Boleh?" jawab Edward sambil menciumi tengkuk istrinya


"Kalau tidak boleh?" Tanya Alena menggoda

__ADS_1


Edward langsung meremas kedua bukit kembar istrinya hingga suara desa*han dari bibir istrinya mulai terdengar


"Aku rasa tidak ada kata tidak boleh" ucap Edward sambil tersenyum menatap cermin dan melihat istrinya yang sedang menikmati sentuhannya


Edward segera menggendong istrinya dan membaringkannya diatas kasur, perlahan melu*mat bibir istrinya lembut dan dalam, tangannya tidak tinggal diam, menyentuh semua bagian tubuh istrinya hingga membuat desa*han dari bibir sang istri kini jelas terdengar


Keduanya kini sudah tidak memakai apapun, sinar remang lampu di dalam kamar membuat suasana bertambah romantis dan panas, Alena menciumi dada bidang suaminya hingga membuat suara desa*han dari bibir sang suami mulai keluar


Edward merasa istrinya sudah siap melakukan penyatuan saat tangannya merasakan sedikit basah di bagian in*tim istrinya, perlahan Edward memasukkan miliknya, dengan sedikit tekanan akhirnya miliknya kini sudah masuk memenuhi in"tim istrinya


"Ahh, sshh, Honey!"


"Nikmatilah Bee"


Alena merasakan kenikmatan yang luar biasa saat miliknya kini di penuhi oleh pusaka sang suami, gerakan menghentak berulang-ulang yang dilakukan Edward membuat sensasi nikmat yang tiada tara, hingga akhirnya


"Aku ingin keluar honey, Ohh!"


"Bersama Bee, Sshh"


Akhirnya merekapun berteriak bersama mencapai puncak kenikmatan yang membakar seluruh tubuhnya


Alena mengatur nafasnya lalu mendorong tubuh suaminya hingga terlentang, Alena kini mengambil alih permainan, Edward terkejut lalu tersenyum saat Alena mulai memberikan sentuhan dan ciuman ke tubuhnya


"Rupanya istriku masih menginginkan lagi, Hem?!"


"Apa kau masih kuat melayani istrimu ini suamiku?"


"Menantang ku rupanya, jangan salahkan aku besok kamu tidak bisa berjalan normal my love"


Edward segera mengangkat tubuh istrinya dan memangku Alena hingga pusakanya kini sudah masuk ke dalam in"tim istrinya, tubuh Alena bergerak keatas dan kebawah hingga terlihat pusaka suaminya keluar masuk ke dalam dirinya, gerakannya semakin cepat saat dirinya merasa ingin keluar yang kedua kali, Edward menahan pinggul istrinya kuat saat keduanya berteriak mencapai *******


Keringat bercucuran, suara nafas mereka memburu, beberapa saat mereka mengatur nafasnya kembali, Alena terkejut saat Edward kini mendorong tubuhnya dan membalikkan badannya hingga berada di posisi menu***ing dengan sempurna


Dan kini Edward mulai memasukkan miliknya pelan hingga ke pangkal pusakanya


"Sakit Bee?"


Tanya Edward sambil memulai pelan gerakan maju mundur memasukkan pusakanya, melihat istrinya hanya mendesah, dirinya yakin kini istrinya sudah menikmati apa yang dilakukannya, hingga Edward menghentakkan gerakannya sambil menahan tubuh istrinya yang ikut terguncang, Tak lama kemudian keduanya berteriak ketiga kalinya mencapai kepuasan bersama-sama


Edward menggosok lembut punggung istrinya, dan mengeluarkan miliknya perlahan, kini Alena sudah berada di dalam pelukannya


"Lagi Bee?"


"Ampun honey, jangan lagi, kakiku masih gemetar"


Edward tertawa sambil mengusap lembut perut istrinya, tangannya bergantian memijat paha istrinya hingga di lihatnya Alena tertidur karena kelelahan


BERSAMBUNG


Author akan UPDATE SETIAP HARI


Jangan lupa Dukung Author dengan


LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE

__ADS_1


__ADS_2