
Edward terbangun mendengar adzan subuh, tangannya berusaha mencari keberadaan istrinya
"Ck, dimana Alena?" Ucap Edward lirih
Saat menatap ke samping di lihatnya Alena sudah khusuk membaca kitab suci, Sungguh pemandangan yang membuat hati Edward sejuk dan tenang
Wajah istrinya begitu cantik berbalut mukenah putih, aura kecantikan yang sangat alami dengan pesona yang luar biasa, bibir ranumnya dengan sangat manis melantunkan suara yang sangat merdu
Edward tersenyum
"Alhamdulillah, puji syukur ku ya Alloh, kau berikan aku seorang istri yang sangat luar biasa, semoga aku bisa menjadi imam yang baik baginya, Amin" doa Edward di dalam hatinya
Alena mengucap doa penutup saat mengakhiri bacaan kitab suci Al-Qur'an, kemudian menoleh ke arah suaminya
"Sudah bangun honey?"
"Hem, sudah sholat subuh Bee?"
"Belum, cepat ambil wudhu honey, kita berjamaah ya"
"Siap Bee, tunggu ya"
Edward segera beranjak dan berjalan masuk ke kamar mandi
Sesaat kemudian keduanya melakukan sholat subuh berjamaah, setelah itu
"Sini Bee, jangan di lepas dulu mukena nya"
"Hah, mau ngapain sih honey, jangan aneh-aneh ya"
Edward tersenyum dan menarik Alena ke dalam pangkuannya
"Kamu sangat cantik dengan memakai mukena Bee, aku masih ingin melihatnya"
Alena hanya tersenyum dan mengalungkan tangannya di leher suaminya, Edward memandang lekat wajah istrinya, perlahan mendekatkan bibirnya, mencium dan melu*mat lembut bibir Alena
"Sudah, aku mandi dulu honey"
Alena segera bangkit, melepaskan mukena dan bersiap untuk mandi
Didalam kamar mandi Alena menikmati air hangat di dalam bathtub dengan harum aroma terapi bunga mawar kesukaannya, tiba-tiba saja sesuatu menyentuh tubuhnya dan membuatnya terjingkat
"Honey, apa yang kau lakukan?"
"Mandi bersama mu"
Edward langsung mengangkat tubuh Alena dan menempatkan di atas tubuhnya, Alena terdiam tanpa berani menggerakkan badannya, Edward menggosok punggung istrinya perlahan
"Bee?"
"Hem"
Ciuman, luma*tan dan gigitan kecil kini menyerang punggung Alena, tanpa di sadari Alena memejamkan mata dan mende*sah perlahan, Edward tersenyum dan melanjutkan aksinya, kini tangan Edward merengkuh dada istrinya, menempatkan kedua tangannya tepat di ke dua bukit kembar kesukaannya, kemudian meremasnya pelan dan berulang
"Ooh, Honey"
"Kau sudah siap Bee"
"Sshh, tapi ini di bathtub honey"
"Rileks Bee, rasakan sensasinya hem"
Edward mengangkat tubuh Alena hingga posisi menung*ging dengan memegangi pinggiran bathtub, tangan Edward mengelus seluruh punggung mulus istrinya dengan lembut, Alena mendesah hebat saat sesuatu yang lembut menyentuh bagian inti*mnya
******* Alena membuat Edward semakin di puncak hasratnya, perlahan menuntun pusaka nya masuk dengan pelan ke dalam inti istrinya dari belakang, Alena memekik
"Akh!, Honey pelan, sakit"
"Rileks Bee"
Dan kemudian seluruh milik Edward berhasil masuk sempurna, tangan Edward menahan pinggang istrinya dan membelainya lembut, remasan di kedua bukit kembarnya membuat Alena semakin mende*sah hebat, perlahan gerakan tubuh Edward membuat pusakanya keluar masuk memberikan dorongan yang luar biasa ke dalam inti Alena, dorongan semakin lama semakin kuat dan cepat saat Alena mulai terbiasa, tubuh Alena terguncang-guncang mengimbangi dorongan bertubi-tubi dari suaminya
__ADS_1
"Ooh honey!!"
"Emmh, Masih sakit Bee?"
"No honey, ini sangat_, Aahh"
"Ssshh, Nikmat hemm?"
Edward melajukan dorongan pangulnya dengan cepat dan kuat, hingga Alena berteriak berulang kali, sungguh pengalaman pertama bagi keduanya yang membuat semakin melayang kepuncak nirwana, hingga akhirnya
"AAKH!"
Puncak kenikmatan dapat di raih bersama
Tubuh Alena melemas sesaat setelah di buat menegang beberapa lama, Edward langsung mendekapnya dan menariknya kembali di atas tubuhnya, kini keduanya beristirahat terlentang di dalam bathtub bersama sambil mengatur nafasnya kembali
"Enak kan Bee?"
"Sangat"
"Kau suka"
"Aku menyukaimu honey"
"Bukan itu, tapi gaya se*x yang barusan Bee"
"Lumayan Honey"
"Oh, sepertinya istriku ini masih kurang puas ya?"
"Jangan lagi Honey, kaki ku masih gemetaran ini"
"Hahaha, kau ini menggemaskan sekali Bee"
Begitulah serangan pagi yang dilakukan oleh Edward, mampu membuat Alena berkeringat di dalam air saat mandi
*
"Ya Alloh, kenapa aku hampir kesiangan gini, untung masih masuk waktu sholat Subuh" batin Amaya
Diambilnya mukena dan segera melakukan ibadah, Amaya sempat meneteskan air mata berkali-kali ketika melakukan sholat, semua dosa yang pernah dilakukan teringat jelas hingga membuatnya tak kuasa bersimpuh memohon ampun kepada Sang Pencipta di akhir sholatnya, Doa panjang dia panjatkan sambil berderai air mata
"Ya Alloh, kau maha segalanya, ampuni semua dosaku, aku bertobat padaMu, hanya Kau yang bisa membolak-balikkan hati hambaMu, beri aku kekuatan, jika memang Aditama jodohku dekatkanlah, dan jika bukan jauhkanlah, aku menerima semua takdirMu dengan Ikhlas, Amin"
Amaya menarik nafas panjang dan menyudahi semua Doanya, kini beban di dadanya terasa lebih ringan
*
Aditama berlari mengejar seseorang yang tak lain adalah Amaya, namun Amaya terus berlari dengan perut yang membesar menjauhi Aditama dan berada di tepi tebing yang sangat tinggi, deburan ombak yang sangat mengerikan terdengar jelas di telinga Aditama
"Amaya, jangan gila, apa yang akan kamu lakukan?"
"Aku akan membawa anakmu mati bersamaku"
"Jangan lakukan Am, aku mohon, dia tidak bersalah, ayo, ke sinilah Am"
"Aku tidak sanggup dengan luka yang kau torehkan Aditama, lebih baik aku mati bersama semua Kenanganmu"
"Maafkan aku Amaya, aku mohon jangan berbuat seperti ini" ucap Aditama maju dan hampir menyambar tangan Amaya
Namun yang terjadi berikutnya Amaya langsung meloncat ke dalam deburan ombak yang sangat mengerikan
"Amaya, Tidak !!"
Aditama berteriak dan langsung terbangun dari tidurnya, keringat membanjiri seluruh tubuh nya, nafasnya masih memburu dan membuat jantungnya masih berdetak kencang
"Astagfirullah, aku hanya bermimpi" ucap Aditama langsung mengatur nafasnya dan mengambil minuman untuk menenangkan dirinya, sesaat kemudian Aditama langsung melihat handphonenya, rasanya ingin sekali menghugungi dan menanyakan keadaan Amaya, namun nyalinya masih belum siap untuk itu
"Kenapa tiba-tiba saja beberapa hari ini aku malah mengingat Amaya terus, Apa terjadi sesuatu dengannya, maafkan aku Amaya" batin Aditama
*
__ADS_1
Jam 8 pagi Edward, Alena dan Daniel mengantar Delia dan Amaya ke bandara , kali ini Daniel mengemudikan mobil di dampingi oleh Delia, Edward bersama Alena dan Amaya duduk di kursi tengah, perbincangan pun terjadi di dalam mobil
"Ya sudah, kita berangkat pulang dulu ya Al, kamu disini baik-baik ya, jangan membuat pak Edward repot" ucap Delia
"Kak, apaan sih, mana ada aku buat repot orang, aku udah dewasa ya" sahut Alena
"Masak sih, mana buktinya kalau kamu dah dewasa, umur aja masih belia" Goda Delia
"Oh, minta bukti ya, bilang honey, betapa dewasa nya aku saat melayanimu, Ayo!"
"Em, Alena lumayan bisa mende*sah dan sangat Nikmat saat aku memasukkan_" ucap Edward
Alena langsung membungkam mulut suaminya, sambil melototkan matanya memberi peringatan untuk tidak meneruskan perkataannya
"Hah!"
Semua yang mendengar perkataan vul*gar Edward langsung melongo
Edward menatap Alena sambil menaikkan kedua alisnya dan mengambil kedua tangan istrinya untuk melepas bungkaman nya
"Katanya tadi aku suruh bilang tingkat kedewasaan mu Bee"
"Iya tapi bukan seperti itu honey"
"Tapi memang kenyataannya begitu Bee"
"Iya aku tau honey, tapi kita kan gak perlu mengumumkan kalau sudah menikmati semuanya di atas kasur, di kursi sofa dan di atas balkon"
Ucap Alena los dol gak pakek rem
"Alena!!"
Teriak Delia dan Amaya bersamaan dan sangat mengagetkan Alena hingga tersadar dengan apa yang telah di ucapkan
Alena langsung membungkam mulutnya sendiri
"Hehe, maaf, kelepasan"
Semuanya mengarahkan pandangannya ke Alena dengan tatapan membunuh, kecuali Edward yang hanya tersenyum dan merangkul pundak istrinya
"Sudah, kalian jangan menindas istriku, dia tidak sengaja mengucapkan semua itu, lagian yang di ucapkan adalah sebuah kenyataan, kita saling menikmati, apalagi saat tadi pagi Alena ku mempersilahkan aku masuki dari belakang saat menung*ging di atas Bathtub"
CIIT
Mobil yang kemudikan oleh Daniel mendadak mengerem dan menepi
BUG
PLAK
Hujanan pukulan dari Alena dan Daniel langsung mendarat di tubuh Edward
"Bang*sat kau Edward, Sh*it!
Teriak Daniel dan segera keluar dari mobil sambil menahan gerah di tubuhnya
Sementara Alena membuat perhitungan dengan Edward di dalam mobil dengan memukuli Edward sampai puas
Delia dan Amaya segera menyusul Daniel keluar mobil untuk menghirup oksigen sepuasnya karena merasa sesak seketika
(Jan mboh pancen Alena dan Edward ini ya, gak kasian sama para jomblo yang makin kepanasan)
Bersambung
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
__ADS_1