Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 114


__ADS_3

Edward sudah berada di apartemennya tepat jam 11 malam, dibuka pintu apartemennya dan masuk ke dalam kamar, betapa terkejut Edward ketika tidak mendapati Alena di kamarnya


Edward tidak jadi membuka bajunya dan berjalan cepat keluar kamar untuk mencari keberadaan istrinya


"Bee, dimana kamu, Bee?"


Kemudian di bukanya Ruang Kerja dan dilihatnya Alena sedang tertidur di sofa dengan beberapa buku yang masih tergeletak di sekitar tubuhnya, Edward lega dan tersenyum kemudian pergi meninggalkan ruangan untuk membersihkan diri dan keluar lagi menyusul Alena di Ruang kerja


Perlahan Edward membenarkan posisi Alena dan menidurkan nya di sofa, sedangkan Edward menemani Alena disana dengan tidur di lantai beralaskan karpet tebal dilengkapi selimut dan bantal


Saat adzan subuh terdengar dari handphone nya, Alena terbangun dan meregangkan tubuh, dia sangat terkejut mendapati Edward sedang tidur di lantai dekat sofanya


"Astagfirullah, Edward, kenapa ikut tidur disini sih" batin Alena


Dengan pelan Alena membangunkan Edward


"Honey, bangun, sudah subuh ini, ayo bangun"


Edward terbangun dan tersenyum melihat Alena sudah ada di depan wajahnya


"Kenapa senyum gitu, ayok bangun kita sholat dulu" ucap Alena


Edward mengikuti langkah Alena seperti anak kecil, kemudian keduanya melakukan sholat subuh berjamaah, setelah itu Alena kembali ke ruang kerja dan meneruskan membaca bukunya, Edward merasakan Alena masih marah padanya, sikap nya tidak seperti biasanya


"Bee, kamu ingat Besok aku berangkat ke Jakarta kan?"


"Ingat, Semua sudah aku siapkan"


"Terus?"


"Terus apa maksud nya?" Tanya Alena tanpa menoleh ke Edward


"Oh, jadi istriku ini masih marah rupanya, hem?"


"Pikir saja sendiri"


Edward tersenyum dan langsung memeluk istrinya dari belakang saat Alena sedang sibuk membereskan buku-bukunya


"Apaan sih honey, geli ah ,aku masih bereskan buku ini"


Edward tidak perduli dan langsung membalikan tubuh istrinya dan melahap bibir Alena dengan lembut dan dalam, kini luma*tan itupun terjadi, Alena berusaha mendorong tubuh Edward tapi percuma, tangan Edward kini sudah beraksi semakin gila, menge*lus dan menjelajahi semua bagian tubuh istrinya


Alena mende*sah menikmati sentuhan-sentuhan dari suaminya, kini desa*han dari bibirnya mulai lolos satu persatu


"Kau mencintaiku Bee?"


"Sangat honey"


Jawaban dan desa*han Alena terdengar manja di telinga Edward


"Emh, aku menginginkanmu Bee, tetaplah berdiri"


Alena semakin di buat gila dan menge*rang menikmati sentuhan jari Suaminya yang kini mulai masuk ke dalam organ in*tim nya, Edward tersenyum saat mendapati jarinya yang menjelajah sudah basah, baju Alena di lepaskan dan di buang ke sembarang arah, Edward selalu mengagumi bentuk indah tubuh istrinya yang polos, mu*lus dan sangat halus


Alena tidak tinggal diam, dengan cepat kini tangganya mulai bertindak, melepas semua baju suaminya dan memegang sesuatu yang sudah tegak, panjang menegang, Edward sangat menikmati sentu*han jari istrinya, dengan pelan Alena memberikan gerakan lembut disana


"Oh, Bee"


Edward langsung membalikan tubuh Alena, kini istrinya sudah berdiri menghadap rak buku dan berpegangan erat disana, perlahan Edward menarik Alena hingga area bawah sedikit leluasa, selanjutnya Edward perlahan memasukkan miliknya ke dalam in*tim istrinya, rasanya sangat susah saat Edward terus memasukkannya


"Be, buka sedikit lagi kakimu, ini terlalu sempit, tahan ya?"


"AAKH!


Pelan Honey, masih sedikit sakit


Edward mencoba terus menancapkan miliknya semakin dalam, hingga akhirnya berhasil masuk dan terasa penuh di dalam sana


"Oough, sshh, Bee"


Edward mendesah saat mulai mengerakkan miliknya keluar masuk ke dalam in*tim istrinya


"Aah, emh, Honey"


Tubuh Alena terguncang-guncang mendapati huja*man dan dorongan dari suaminya

__ADS_1


"Ooh, Bee, sangat nikmat Bee"


"Sshh, honey, jangan terlalu kencang, masih sakit"


Edward sedikit mengurangi temponya, hingga akhirnya membuka sedikit lagi kaki Alena agar istrinya tidak terlalu kesakitan, kini Edward mencoba memacu kembali


"Ssh, Aah, Masih sakit Bee?"


"No Honey, Ssh"


Dengan cepat Edward menambah lagi temponya, kini suara keluar masuk pusaka Edward jelas terdengar indah, sesaat kemudian Alena menge#rang dan menegang hebat, tak mau kalah, Edward segera mendorong miliknya penuh dan sangat kuat, hingga tubuh Alena terdorong ke depan


"AAH!!"


Terdengar suara teriakan hampir bersamaan saat pencapaian puncak kenik*matan mereka rasakan bersama dengan peluh yang keluar deras bercucuran


Edward langsung menopang tubuh Alena yang sempat terhuyung, kemudian keduanya langsung merebahkan diri di sofa sambil menyelimuti diri bersama


"Capek Bee?"


"Dasar kau ini honey!"


"Hehehe, enak kan Bee?"


"Nggak"


"Okey, aku ulangi ya"


"Eh, jangan berani lagi, stop"


Ancam Alena langsung menahan tubuh Edward untuk bangun


Edward tertawa melihat ketakutan di wajah Alena


"Katanya tadi gak enak"


"Siapa bilang nggak enak, maksudku nggak salah"


"Hemmh, besok kita akan berpisah Bee, Rasanya aku jadi gak rela"


"Iya sih, tapi kan gak lama honey, satu atau dua bulan kedepan, aku udah nyusul kamu ke Jakarta"


"Maksudnya?, Kamu nuduh aku berselingkuh honey?"


"Bukan Bee, aku yakin kamu tidak akan berseli*ngkuh karena hanya seorang Edward Runcel Eagle yang bisa memuas*kan mu"


PLAK


"Dasar kau ini, terus maksudnya apa Honey?"


"Pernah beberapa waktu aku menyentuh tubuhmu dan terlihat jejak aura hitam yang muncul disana, apa mungkin ada seseorang yang punya kekuatan hitam pernah menyen*tuhmu?"


"Oh, itu, iya aku ingat honey, saat di Spanyol dan di Bandara, aku bertemu dengan orang yang sama dan yang waktu di bandara dia sedikit kurang ajar padaku"


"Apa!?"


Edward langsung duduk dan menatap ke Alena


"Laki-laki atau perempuan?"


Tanya Edward lagi


"Laki-laki honey"


"Bee!!"


Teriak Edward langsung emosinya muncul seketika


Alena langsung ikut duduk saking kaget dan takutnya


"Maaf honey, aku lupa mau cerita ke kamu, lagian aku sempat melawannya kok, walaupun bisa dianggap itu kurang sukses"


"Katakan siap laki-laki itu Bee"


"Aku gak ingat honey, aku juga gak kenal, aku bertemu tanpa sengaja juga itu, terakhir aku dengar namanya KAISAR"

__ADS_1


"Kaisar?" Tanya Edward


"Iya, apa kau mengenalnya Honey?"


"Tidak, tapi sepertinya aku pernah mendengarnya"


"Apa mungkin dia orang berbahaya, saat aku berusaha melawannya juga sepertinya dia punya kekuatan hitam yang sangat dahsyat"


"Apa kau waktu itu tidak bersama pengawal Bee?"


"Ada, aku bawa satu orang dan aku suruh jaga di luar kantin honey"


"Pantas mereka tidak tau apapun tentang kejadian itu, lain kali biarkan para pengawal lebih dekat menjagamu Bee"


"Maaf honey, aku hanya gak terbiasa saja, ruang gerakku terasa dibatasi"


"Bee, semua demi keselamatan mu, semua orang kini sudah tau siapa dirimu, aku yakin ada beberapa orang yang ingin membuatmu celaka, entah itu karena aku atau karena nama besar keluargamu"


"Iya Honey, sorry?!"


"Sudah, sebaiknya kita mandi, kamu duluan Bee, aku akan menghubungi seseorang dulu"


"Hem"


Alena langsung masuk ke dalam kamar mandi yang ada di kamarnya


Sementara Edward mencari handphone nya dan dengan cepat menelpon Raka


"Iya tuan Edward, apa ada yang bisa saya bantu?"


"Apa kamu pernah mendengar nama Kaisar?" Tanya Edward


"Sepertinya tidak asing, kalau tidak salah dia salah satu pembunuh bayaran berasal dari dunia Hitam, semacam mempunyai kekuatan Hitam tenaga dalam yang lumayan tinggi tuan"


"Hem, jadi benar perkiraan ku, aku juga sepertinya pernah mendengar hal itu"


"Ada apa tuan, apa anda ada urusan dengan orang ini?"


"Tidak, Hanya saja dia sempat berjumpa secara tidak sengaja dengan istriku dan berbuat kurang ajar"


"Apa!, Bagaimana bisa, lalu bagaimana dengan Alena tuan, apa dia baik-baik saja"


"Jaga sikapmu Raka, ingat, Alena yang kau khawatir kan itu istriku"


"Oh, iya, maaf tuan Edward, saya hanya khawatir dengan keadaan istri anda"


"Dia baik-baik saja, kamu tidak perlu cemas"


"Oh syukurlah, sebaiknya anda dan istri anda harus lebih berhati-hati"


"Hem, jangan khawatir, lakukan saja tugasmu"


"Baik tuan Edward"


Pembicaraan di telepon terputus


Alena keluar dari kamarnya dan melihat jam ternyata sudah hampir pukul 6 pagi


"Honey cepat mandi, nanti kita telat, dimana hairdryer ku?" Teriak Alena keluar dari kamar mandi


"Aku sudah selesai mandi Bee, tinggal ganti pakaian lalu kita berangkat, gak usah pakek lagi pengering rambut, keburu siang"


"Tapi rambutku basah honey, gara-gara kamu ini, aku mesti keramas pagi-pagi gini"


"Sudah, yok, kita berangkat, ngapain ngribetin rambut"


Alena dengan muka dongkolnya akhirnya tetep ikut berangkat ke tempat kerjanya, dan alhasil, benar saja banyak teman sejawat yang senyum-senyum geli melihat hijab Alena akhirnya kelihatan basah oleh rambutnya, beberapa malah ada yang nyeletuk mengatakan efek penganten baru rambutnya basah melulu, Alena hanya menanggapi dengan menahan rasa malu


(Jangan lupa mampir di karya terbaruku "SAHABATKU KEKASIHKU", mohon dukungannya ya)


Bersambung


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN

__ADS_1


HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2