
Tanpa di sadari di tempat yang tidak jauh dari mereka, ada mata yang kini juga tengah memperhatikan, kebetulan sekali Delia, Alena dan Ratu makan siang di sebuah Restoran yang sama dengan pasangannya
"Bukanya itu suami kamu Del?" Ucap Ratu sambil menatap ke arah yang dimaksud
"Hah, iya bener, ih ngapain juga itu perempuan pakek acara melayani Daniel segala" ucap Delia mulai panas
"Eh, breng*sek juga perempuan yang satunya lagi, pakek melayani makan suami aku juga, awas saja ya mereka!" Sahut Ratu yang mulai ikut emosi
Alena kini ikut menoleh penasaran jangan-jangan ada suaminya juga yang ikutan di layani sama perempuan, dan Alena tersenyum senang karena apa yang ada dipikirannya tidak terjadi, sementara kedua teman yang ada di depannya sudah uring-uringan gak jelas
"Eh, sudah-sudah, jangan gegabah, kita lihat saja dulu, takutnya kita cuma salah paham"
"Ye, kamu sih enak Al, gak ada ngegoda pak Edward, lihat itu suami kita" ucap Delia
"Ya sabar kak, kita tunggu dan awasi saja dari sini, bukannya wanita itu Natasya sama Janeta ya?" Kata Alena meyakinkan penglihatannya
"Sepertinya iya, kok mereka bisa makan siang bareng?" Tanya Delia
"Tunggu-tunggu, siapa itu Natasya sama Janeta, kalian kenal?" Tanya Ratu bingung
"Mereka pemilik perusahaan yang lagi kerjasama sama perusahaan Eagle Company" jawab Alena
"Oh, jadi begitu, jadi mereka partner bisnis?, Terus yang mana Namanya Natasya dan Janeta?" Tanya Ratu lagi pengen tau nama perempuan yang sudah melayani suaminya tadi
Alena dan Delia segera menjelaskan ke Ratu, bukannya selesai sampai disitu, Ratu semakin banyak bertanya dan ingin tau, Akhirnya Delia menjelaskan segalanya, bahkan cerita saat berada di Belanda dan bagaimana keterkaitan dia perempuan itu yang ternyata masih punya hubungan dekan dengan ketua Mafia
"Ya Alloh Al, ngeri deh ah, kok bisa kalian ini punya masalah sama para Mafia, khawatir juga aku sama Kaisar" ucap Ratu
"Ngapain Kaisar kamu khawatirkan, aku yakin kekuatan Nickel masih kalah jauh sama Kaisar" ucap Alena
"Tapi kan biasanya Mafia banyak cara dan banyak koneksi nya Al, harus hati-hati lo!" Ucap Ratu
Mereka bertiga masih menikmati waktu makan siang sambil mengawasi pasangannya, dilihatnya Baik Natasya dan Janeta kelihatan sangat senang dan beberapa kali tersenyum ke arah Daniel dan Kaisar, tentu saja pemandangan itu membuat dua wanita semakin gerah
"Wes gak tahan aku Al, aku mau nyamperin sekarang, titik" ucap Delia
__ADS_1
"Aku juga, menyebalkan!" Sahut Ratu
"Eh tunggu, aku ikut dong, masak tinggalin aku gitu aja" teriak Alena langsung ikut ngacir di belakang mereka
Kini kedua wanita itu sudah berjalan dan seperti sudah bersiap perang melawan musuh, sementara Alena tertawa kecil membayangkan pertunjukan berikutnya yang pasti akan membuat Daniel dan kaisar kelabakan
Detik selanjutnya, Ketiga laki-laki itu terkejut melihat kemunculan tiga bidadari turun dari kursi dan tentu saja siap beraksi, Alena terkekeh saat melihat Daniel dan Kaisar melongo bersamaan dengan wajah yang cemas, sedangkan Edward masih menahan tawanya
"Senang sekali rupanya makan diluar ya, ada yang ngeladenin juga" ucap Delia
"Enak banget ya yang?" Tanya Ratu dengan senyum lebarnya yang hampir mirip dengan drakula
Daniel dan Kaisar hanya tersenyum hampa, mereka tau kalau kali ini istrinya pasti murka, Edward menarik tubuh istrinya untuk duduk di sebelahnya, kini Alena sudah ada diantara Edward dan Kaisar, sedangkan Natasya dan Janeta bungkam seribu bahasa
"Ehem, kita sebaiknya melanjutkan makan siang dulu, kalian sudah pesan makan?" Tanya Edward berusaha menormalkan keadaan
"Belum honey, kita berencana gabung makan disini, apa nona Natasya dan nona Janeta tidak keberatan?" Tanya Alena
"Oh, tentu saja tidak, silahkan" Ucap Natasya, diikuti oleh senyuman Janeta yang merasa kikuk
Delia langsung berpikir cerdas, diambilnya kursi tambahan dan meletakkan diantara Daniel dan Natasya kemudian mendudukinya, begitu juga dengan Ratu yang menyeret kasar kursi tambahan, di letakkan diantara Kaisar dan Janeta sambil matanya menatap tajam kearah Suaminya
"Sama, aku juga pengen makan makanan di piring mu itu honey " ucap Delia dan segera merebut piring Daniel
Kedua wanita itu lalu mengambilkan makanan baru untuk para suaminya, tidak dengan Edward yang kini tengah suap-suapan dengan Alena dan makan satu piring berdua, tentu saja kini semuanya menatap tajam kearah dua sejoli itu
"Kalian kenapa menatap kami seperti itu, kalau pengen tinggal ambil saja, itu makanan masih banyak, suapin pasangan kalian!, Nggak usah ngiler lihat kita!"Ucap Edward sambil tetap cuek dengan keadaan, mau ada badai, gunung meletus dan bencana alam lainnya, kalau sudah ada Mpok Alena, Edward bakalan lupa segalanya
Alena tertawa kecil dan acara makan siang pun akhirnya selesai, Natasya dan Janeta segera pergi duluan sebelum yang lainya
"Kebetulan sekali kamu makan siang disini yang" ucap Kaisar
"Iya kebetulan sekali aku melihatmu menikmati makan siang dengan perempuan itu" jawab Ratu
"Yang..dia cuma teman bisnis Edward dan Daniel, kebetulan kami pernah ketemu di Belanda juga kemarin"
__ADS_1
"Oh gitu ya, pantas kamu sudah akrab sekali, sampai-sampai makan saja minta di layani sama si Janeta" sahut Ratu
"Aku tidak minta yang, sepertinya ada yang cemburu?"ucap Kaisar
"Kalau iya memang kenapa, kita lanjutkan lagi dirumah!" Ucap Ratu kemudian melangkah pergi diikuti dengan Delia yang juga masih kesal dengan Daniel
"Eh, kalian tunggu aku!" Teriak Alena segera mencium suaminya lalu berlari menyusul kedua temannya
Danie dan Kaisar langsung saling menatap dan secara bersamaan keduanya mengalihkan tatapannya ke Edward dengan tajam, Edward menaikkan kedua alisnya tanda bahwa dia tidak mengerti apa maksut dari tatapan kedua orang di depannya
"Kalian kenapa menatapku seperti itu?" Tanya Edward
"Kamu tau kalau dari tadi ada mereka?" Tanya Daniel
"Aku juga curiga begitu, kamu tidak sedang mengerjai kita kan Ed?" Ucap Kaisar
"Kalian itu ngomong apa, aku sama tidak tahunya dengan kalian, lagian juga mau-maunya kalian menerima piring dari Natasya dan Janeta, harusnya kalian tolak dengan halus" ucap Edward
"Ya kami kan hanya mikir biar cepet saja, gak ada pikiran lain" ucap Kaisar
"Benar sekali, aku juga begitu" ucap Daniel
"Aku peringatkan, sepertinya Natasya dan Janeta punya perhatian lebih ke kalian, jadi berhati-hatilah,atau kalian akan di hajar sama Alena kalau sampai menyakiti hati sahabatnya" ucap Edward
Keduanya terdiam dan menyandarkan tubuhnya di kursi, mereka memikirkan perkataan Edward, tak lama kemudian Edward segera mengajak mereka berdua untuk segera kembali ke perusahaan melanjutkan Rapat pentingnya
BERSAMBUNG
Author akan UPDATE SETIAP HARI
Jangan lupa Dukung Author dengan
LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN
__ADS_1
HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE