
Masalah yang dihadapi Raka kali ini cukup menguras energinya, pasalnya Roy kakak tirinya sudah sangat mengganggu ketenangannya, beberapa hari yang lalu Roy juga sudah melakukan tes DNA dan sesuai dugaannya, ternyata memang benar dia adalah ayah biologis Ambar
hingga akhirnya saat yang ditunggu Raka pun datang, semua informasi tentang kakak tirinya itu sudah dia dapatkan, rupanya Roy belum berubah dan masih hidup dengan penuh masalah, semua ini akan di gunakan Raka untuk menekannya nanti
Pertemuan di sebuah klub malam pun terjadi, Raka sengaja datang memenuhi undangan Kakaknya jam 10 malam, untuk segera menyelesaikan masalah yang ada
"Katakan apa mau mu Roy" ucap Raka
"Duduklah dulu, aku traktir semua minuman mahal yang sudah aku pesan ini" kata Roy
"Tidak perlu, tubuhku menolak semua minuman setan yang kau suguhkan ini" jawab Raka
"Ok, silahkan ngomong semau mu, aku hanya ingin kau membayar mahal Ambar kalau ingin mengasuhnya, berikan aku 10 milyar, gampang kan?"
"Bajingan, aku pikir kau menginginkan Ambar untuk mengasuh dan menebus dosa mu di masa lalu, ternyata hanya untuk uang saja, dasar Bang*sat!"
"Terserah apa yang kau pikirkan tentang diriku, berikan aku uang dan urusan kita beres, aku tidak akan muncul lagi di depan wajahmu"
Belum sempat Raka menjawab perkataan Roy, dirinya di kejutkan dengan kedatangan seseorang laki-laki yang sepertinya dia kenal, laki-laki itu duduk di dekat Roy
"Ada apa ini Roy, kenapa kau bawa urusanmu ke pesta ini, menyebalkan" ucap laki-laki itu
"Diamlah, setelah dapat uang itu, aku akan menanamkan saham ku ke perusahaan mu"
"Okey, kalau begitu lanjutkan, dan aku akan menikmati minuman dan wanita-wanita ini"
Raka terhenyak saat sudah teringat dengan jelas bahwa laki-laki itu tak lain adalah tunangan dokter Ratu yaitu Rangga
"Oh, Rupanya tuan Rangga ada disini juga ya" ucap Raka
Rangga terkejut saat Raka menyebutkan namanya, kemudian menoleh ke arah Raka
"Sh*it, kenapa kamu yang ada disini?" Ucap Rangga terkejut
"Karena aku orang yang punya urusan dengan temanmu si Roy" Jawab Raka
"Kalian saling kenal?" Tanya Roy terkejut
"Tentu saja, Tuan Rangga ini adalah tunangan teman sahabatku, sungguh menggelikan, seorang yang katanya berkepribadian baik sedang berada disini ditemani minuman setan dan wanita malam" ucap Raka sinis
"Diam, jaga mulutmu, ini bukan urusanmu, dan kau Roy, segera selesaikan urusanmu, jangan mengganggu kesenangan ku breng*sek!" jawab Rangga
"Bagaimana keputusanmu Raka, tulis cek sejumlah itu dan aku tidak akan membawa gugatan ini ke pengadilan, karena jelas dengan bukti tes DNA ku ini, kau akan kalah"
"Aku tidak akan sudi memberikanmu uang sepeserpun, dan aku akan memperjuangkan Ambar di jalur hukum untuk melawan mu!" Ucap Raka
Raka segera pergi meninggalkan tempat itu menuju ke parkiran mobil, namun rupanya Roy sudah mempersiapkan kejutan untuk Raka, hingga di arena parkir ada beberapa orang yang siap menyerang Raka
__ADS_1
Terjadilah perkelahian sengit, dimana Raka melawan sendirian beberapa orang yang menggunakan senjata tajam, sedangkan Raka tidak siap akan hal itu sempat keteteran, apalagi mereka rupanya orang-orang yang terlatih menggunakan senjata tajam
Perkelahian masih berlangsung, saat Raka hampir saja kehilangan keseimbangan, tiba-tiba saja datang awan hitam yang menghempaskan beberapa orang yang hendak melukai Raka hingga terpelanting ke belakang
Melihat hal aneh itu terjadi, orang-orang yang mengeroyok Raka pun segera berlari meninggalkan tempat itu, sementara Raka tersenyum saat menyadari bahwa Kaisar yang sudah pasti melakukan hal ini
"Keluarlah Kai, jangan membuatku mencari keberadaan mu, aku sudah terlalu capek berolah raga malam ini" ucap Raka
Dan kemudian terlihat sosok laki-laki yang mendekat ke arah Raka sambil tersenyum melihat Raka yang masih ngos-ngosan mengatur nafasnya
"Kau ini payah sekali Raka, seringlah berlatih kembali di tempat kami" ucap Kaisar dalam senyumannya
"Kau tidak apa-apa kak Raka?" Ucap Kirana yang ternyata ada dibelakang Kaisar
"Aku baik-baik saja, Rupanya ada Kirana juga, kalian sedang apa di tempat ini?" Tanya Raka
"Kebetulan aku pulang menjemput Kirana habis dari acara fashion show di dekat sini, dan aku melihatmu di keroyok oleh orang-orang itu, siapa mereka, kau sendiri ada urusan apa disini?" Ucap Kaisar
Raka kemudian menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, Kaisar dan Kirana sangat terkejut mendengar kabar itu
"Lain kali saat menemui kakakmu berhati-hati lah Ka, sepertinya dia orang yang berbahaya, mungkin juga punya banyak teman yang sama-sama bajingan" ucap Kaisar
Kini ketiganya mencari tempat di sebuah cafe terdekat untuk sejenak beristirahat dan Berbincang
"Kamu ingat Rangga Kai?" Ucap Raka setelah menegak minumannya
"Rangga tunangan Ratu?" Tanya Kaisar
"Apa, benarkah Roy, kura"ng ajar, jadi mereka berteman?" Kata Kaisar
"Kasian kak Ratu, sebaiknya segera kita beri tahu tentang kelakuan tunangannya itu Kak" ucap Kirana
Semua terdiam dan bingung harus bagaimana cara memberitahu Ratu tentang hal ini, hingga Kirana menemukan ide untuk memberitahukan hal ini ke Alena saja, tugas untuk memberikan penjelasan ke Ratu di serahkan ke Alena
*
Pagi ini Alena ingin mengunjungi Rumah sakit untuk terakhir kalinya sebelum dirinya mengambil cuti panjang enam bulan untuk persiapan persalinan kembarnya nanti
Seperti biasa Kaisar selalu mendampingi kemanapun Alena pergi seperti hari ini
"Kai, aku akan keruangan direktur rumah sakit dahulu, kau bisa menunggu di ruang tunggu yang ada di depan ruangan itu, jangan jauh-jauh ya Kai"
"Siap, aku akan ada disana sampai kau keluar dari ruangan itu"
Saat hampir Samapi ditempat yang dituju, Alena berpapasan dengan Delia
" Kak Del!" Teriak Alena
__ADS_1
"Al, kau disini, mau kemana?"
"Mau ke ruangan direktur kak, sekalian pamit mau ambil cuti panjang"
"Oh iya ya, ingat, pertengahan bulan depan agenda Operasi Caesar mu akan dilakukan, jadi hati hatilah" ucap Delia yang kemudian pamit pergi meneruskan tugasnya
Tak lama kemudian Alena masuk ke dalam ruangan direktur, sementara Kaisar menunggu diluar, tanpa di duga Kaisar melihat Rangga sedang berjalan menuju ke Ruang pelayanan Rawat bedah
*
Sementara itu Ratu yang sedang melakukan pelayanan terkejut melihat kedatangan Rangga dengan penuh emosi
"Aku ingin kita bicara sekarang juga, penting!" Ucap Raka
"Apa kamu tidak lihat, aku sedang sibuk kayak gini?" Jawab Ratu
"Aku tidak peduli, kalau gitu kita bicara disini, di depan banyak orang, katakan kenapa Papamu berani datang kerumah dan ingin memutuskan pertunangan kita, ha!" Bentak Rangga, hingga semua orang di sana terdiam
"Pelan kan suaramu Rangga , disini banyak orang" ucap Ratu
"Bodoh, aku hanya tidak bisa terima kelakukan papamu dan juga dirimu yang tidak tahu diri, katakan!"
"Cukup, ikut aku ke ruangan, aku akan jelaskan semuanya"
Tak lama kemudian datanglah dokter baru yang diminta tolong meneruskan pelayanan ke pasien oleh Ratu, setelah itu Ratu dan Rangga bergegas menuju ke ruangannya untuk menyelesaikan masalah yang ada
Terjadilah perdebatan sengit antara Rangga dan Ratu
"Jangan kira aku akan melepaskan mu begitu saja Ratu, aku tidak Rela!" Ucap Rangga
"Terserah, yang penting perlu kamu ingat, aku sudah bukan lagi tunangan mu, dan papa sudah menyetujui hal ini"
"Wanita sialan, tidak akan aku biarkan orang lain bisa bahagia bersanding denganmu" teriak Rangga
Dan sesaat kemudian terjadi perseteruan yang membuat Rangga melakukan kekerasan kepada Ratu hingga beberapa kali menjerit histeris, Setelah melampiaskan kekesalannya, Rangga segera pergi meninggalkan Ratu diruangan itu
Bersambung
Author akan UPDATE SETIAP HARI
Ikuti juga cerita "SAHABATKU KEKASIHKU" yang semakin seru
Jangan lupa Dukung Author dengan
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
__ADS_1
HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE