
Edward memegangi kepalanya yang terasa sangat pusing, sedangkan Alena sudah berdiri saat dirinya terkejut melihat sosok laki-laki dewasa menemani tidurnya yang tak lain adalah Edward suaminya sendiri
"Kamu juga ngapain tidur disini?!" Ucap Alena ketus karena masih kesal dengan Edward
"Aku gak bisa tidur semalam, nunggu kamu gak datang-datang, mangkanya ikut nyusul kesini, kenapa juga kamu tidur di kamar anak-anak Bee?"
"Ya terserah aku dong, aku Mommy nya, ya wajar kalau aku pengen tidur bareng mereka"
"Ya tapi_"
"Sudah, aku mau ke kamar mandi dulu" ucap Alena langsung keluar dari kamar
Edward hanya menarik nafas panjang, dia bisa merasakan kalau Alena masih marah padanya, hingga kemudian Edward ikut beranjak dari tempat tidur saat melihat sudah waktunya sholat Subuh, dirinya terkejut saat memasuki kamarnya dan melihat tiga buah hatinya sudah tidur nyenyak diatas tempat tidur miliknya
"Kalian ini selalu bisa membuatku geregetan, Dady sangat menyayangi kalian" ucap lirih Edward sambil menciumi pipi ketiga anaknya agar terbangun dari tidur dan ikut sholat Subuh bersama
"Dady ih, Ailin masih ngantuk Dad"
"Tau ni Daddy, jangan ganggu kita dong, Evan masih ngantuk ini"
"Dady ah, kebiasaan banget, Ethan ngantuk banget ini, semalam Daddy ma Mommy udah ganggu tidur nyenyak kami"
Edward tertawa melihat Omelan ketiga anak kembarnya
"Bangun dulu, kita sholat subuh, dah di panggil sama Alloh itu, katanya pengen selalu dalam lindunganNYA, pengen Daddy dan Mommy selalu sehat dan bahagia bersama kalian, waktunya di panggil malah gak datang" ucap Edward
"Hah, iya lupa, eh ayo bangun-bangun, cepetan kita sudah ditunggu sama Alloh!" Ucap Ethan langsung membangunkan kedua adiknya lagi
Dan kini merekapun sudah berlarian menuju kamar mandi kamarnya untuk bersiap Sholat subuh bersama Daddy dan Mommy nya
Alena keluar dari dalam kamar mandi dan celingukan mencari ketiga anaknya yang sudah hilang dari atas tempat tidur, Edward tersenyum dan berniat menggoda istrinya
"Aku disini Bee" ucap Edward
"Siapa yang cari kamu"
"Memangnya di kamar ini, selain cari aku, mau cari siapa lagi Bee?"
"Anak-anak, kemana mereka?"
"Mana ada anak-anak, kamu pasti halusinasi, mangkanya jangan kebanyakan marah" ucap Edward
"Apaan sih, tadi aku lihat mereka ada di atas kasur kok" ucap Alena heran
"Gak ada, anak-anak ada dikamar nya, bersiap mau sholat bareng kita" ucap Edward sambil terkekeh masuk ke dalam kamar mandi
Sementara Alena menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali
"Masak sih aku halusinasi, perasaan tadi mereka beneran ada di sini" ucap lirih Alena ngomong sendiri
Kini semuanya sudah berkumpul di kamar Edward dan segera melakukan sholat subuh bersama, dilanjutkan membaca kitab suci setelah itu ketiga anaknya kembali ke kamar mereka, Alena segera turun ke bawah untuk membantu para pelayan menyiapkan sarapan pagi, tak lama kemudian datang Delia yang ikut bergabung
"Pagi Al, gimana kabar kamu pagi ini?" Sapa Delia
__ADS_1
"Pagi Kak, Alhamdulillah baik"
"Beneran?" Tanya Delia lagi
"Apaan sih Kak, beneran aku baik, emang kenapa?"
"Udah gak marahan sana suami kamu"
"Enggak, cuma aku masih dongkol aja sama Edward"
"Heleh, ya itu sana saja Alena" jawab Delia
Dan kemudian muncul Raka dan Kaisar yang sekarang berjalan ke arah meja makan dekat dapur, dimana Delia Dan Alena berada, detik berikutnya disusul dengan Daniel yang sudah kini sudah duduk di samping Raka
"Edward mana Al?" Tanya Daniel
"Ada di kamar" jawab Alena
"Gak turun?"
"Tau, tiduran lagi kali" ucap Alena
"Kalian masih marahan?" Tanya Kaisar
"Nggak, kalian gak perlu khawatir, kita baik-baik saja kok" ucap Alena
Ketiga laki-laki di meja makan saling pandang kemudian beranjak pergi menuju ke bagian belakang Mansion untuk menikmati udara pagi
Kini sarapan pagi sudah siap di atas meja makan, Delia segera memberitahu Daniel, Raka dan Kaisar untuk bersiap sarapan bersama, sementara Alena segera naik ke atas membangunkan anak-anaknya untuk ikut sarapan pagi
Alena hendak pergi kebawah lagi, namun langkahnya segera terhenti mengingat suaminya masih belum kelihatan keluar dari kamar sejak tadi, perlahan Alena membuka pintu kamar dan mendapati Edward masih tertidur di atas kasur
"Rupanya semalam Edward benar-benar tidak bisa tidur saat ku tinggal sendiri" batin Alena
Alena tidak tega untuk membangunkan suaminya yang masih tidur dengan nyenyak, akhirnya dirinya turun untuk menemani anak-anaknya sarapan pagi bersama dengan yang lain
"Edward tidak ikut turun Al?" Tanya Kaisar
"Masih tidur, aku gak tega membangunkannya"
"Jam segini masih tidur?, Apa dia gak enak badan?" Tanya Daniel
"Daddy pasti masih ngantuk banget, semalam gak bisa tidur ditinggal Mommy" ucap Ethan
Semuanya terkejut dan terdiam dengan pikirannya masing-masing, Alena melihat ada ketegangan di meja makan, hingga akhirnya dia berusaha mencairkan suasana
"Mangkanya Mommy gak makan dulu, biar nanti nemani Daddy sarapan pagi di kamar" ucap Alena
"Okey Mom, kasian Daddy kalau mommy cuekin terus, ya kan kak?" Ucap Ailina
Alena terdiam sejenak lalu tersenyum ke anak-anaknya, rupanya mereka punya ikatan batin yang kuat antara satu dan yang lainya, hingga apa yang yang dirasakan Ethan bisa Juga di ketahui oleh Evan dan Ailina
Setelah sarapan selesai, ketiga anak kembarnya kini sedang bermain dengan Kaisar dan Raka, sedangkan Daniel dan Delia bersiap untuk pergi ke Rumah Sakit tempat janji temu berkonsultasi dengan Sang profesor tentang program hamilnya
__ADS_1
Alena kini segera masuk kembali ke dalam kamarnya sambil membawa sarapan pagi dan coklat hangat untuk suami dan dirinya, dilihatnya Edward masih tertidur dengan nyenyak
"Honey, bangun, sarapan dulu" ucap Alena membangunkan suaminya
Edward bergerak dan membuka matanya perlahan, dilihatnya wajah cantik Istrinya yang sudah tersenyum kini ada di depan matanya, Edward ikut tersenyum kemudian membelai wajah Alena
"Makasih kau sudah mau tersenyum untuk ku lagi Bee, maafkan aku sudah menyakiti hatimu" ucap Edward kemudian langsung memeluk Alena dengan erat
"Apa kau memaafkanku?" Tanya Edward lalu menggigit leher istrinya hingga membiru
"Honey!, Sakit, kau ini" teriak Alena lalu membalas Edward dengan menggigit leher suaminya, hingga ada beberapa bekas merah kebiruan di sana
"Aku memaafkanmu, Asal kau mau meminta maaf ke Kaisar" ucap Alena
"Baiklah, dimana Kaisar?" Tanya Edward langsung beranjak dan keluar dari kamarnya untuk mencari Kaisar
"Eh, tunggu Honey, tutupi dulu lehermu!" Teriak Alena berusaha mengejar suaminya, namun terlambat, kini suaminya sudah ada di depan Kaisar dan Raka
"Kai, aku minta maaf atas perkataan ku yang tidak pantas tadi malam, aku terbawa Emosi" ucap Edward
"Lalu, apa permintaan maaf mu kali ini juga bukan karena terbawa Emosi?" Ucap Kaisar
"Maksudnya?" Tanya Edward
"Aku curiga permintaan maaf mu muncul karena bekas gigitan Alena yang ada di lehermu itu" ucap Kaisar sambil menahan tawa, begitu juga dengan Raka
"Apa!!" Ucap Edward terkejut
"Honey, tutupi dulu_!" Teriak Alena tertahan saat sadar ada Raka dan Kaisar di sana, dengan cepat Alena langsung membalikkan badan lari, masuk kembali ke Mansion karena malu
"Oh, ini, tentu saja tidak, aku tulus meminta maaf padamu Kai" ucap Edward sedikit grogi sambil menutupi leher dengan tangannya
"Baiklah, aku memaafkanmu" ucap Kaisar yang kini tersenyum, Edward juga tersenyum dan segera memeluk Kaisar, Raka menghela nafas lega
Edward masih memegangi lehernya sambil berjalan masuk dengan wajah anehnya yang menahan malu, sementara Kaisar dan Raka beradu pandang lalu kembali tertawa
"Edward selalu bertekuk lutut dalam pelukan Alena" ucap Raka
"Tentu saja, aku jamin itu Ka" jawab Kaisar
BERSAMBUNG
Author akan UPDATE SETIAP HARI
Jangan lupa Dukung Author dengan
LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
__ADS_1