Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 245


__ADS_3

Pertanyaan dari pengawalnya membuat sang laki-laki itu hanya berdecak kesal


"Antar aku ke Mansion, percuma saja disini kalau harus menunggu Natasya dan Janeta yang masih kelayapan entah dimana"


"Baiklah tuan, kita akan segera ke Mansion" ucap sang pengawal


Kini laki-laki yang sudah berada di dalam sebuah mobil dan tak lain adalah Nickel segera meluncur ke Mansion pribadinya, pasalnya dia sangat capek sekali, baru saja sampai di Indonesia sudah di susahkan dengan keinginan adik perempuannya untuk berjalan-jalan ke Mall


Sedangkan Natasya kini sudah berada satu meja dengan Janeta sambil menikmati minuman dingin di sebuah cafe mini yang ada di dalam Mall


"Tuan Nickel sudah kamu hubungi?"


"Sudah, jangan khawatir, tu orang sudah pulang duluan" jawab Natasya enteng


"Pasti kakakmu itu marah besar Sekarang Nat"


"Aku gak perduli, ngapain juga dia ke Indonesia, ada urusan apa coba?, menyebalkan" sahut Natasya


"Ya mungkin ada hal penting urusan bisnis di negara ini" ucap Janeta, "sudahlah sebaiknya kita berpikiran positif saja" sambung Janeta


Keduanya terdiam sejenak sambil menikmati hidupnya, Janeta teringat akan pertemuannya dengan salah satu putri kecil yang cantik, Dan dirinya merasakan ikatan perasaan antara dirinya dan gadis yang bernama Ailina, hingga kemudian menceritakan ke Natasya


"Jadi kamu ketemu sama keluarga Edward?" Tanya Natasya


"Iya, lebih tepatnya aku ketemu dulu dengan anak perempuannya yang sangat cantik bernama Ailina"


"Oh ya, aku dengar mereka itu kembar tiga, apa kau tidak melihat kedua kembarannya juga?"


"Hem, aku melihatnya, mereka anak-anak yang manis dan luar biasa, sifatnya jauh dari kesan manja dan sombong, walaupun mereka anak seorang Edward Runcel Eagle"


"Benarkah, wow, aku jadi penasaran sama si kembar tiga itu, pasti lucu-lucu ya"


Sesaat kemudian, Janeta tersenyum menemukan sebuah cara bagaimana mendekati anak-anak Alena, apa lagi tadi dilihatnya Ailina sudah merasa nyaman dengannya


"Bagaimana kalau kapan-kapan kita ke rumah mereka di waktu senggang?" Ucap Janeta di sambut senyum senang oleh Natasya


"Aku setuju, penasaran sama keluarga Edward dan juga lingkungan rumahnya" ucap Janeta


*


Hari sudah semakin sore, terlihat juga ketiga bocah kembar itu sudah kelelahan, Alena dan Edward segera mengajak ketiga anaknya untuk segera pulang setelah membeli semua yang di butuhkan, sementara Ethan masih merasa aneh dengan penglihatan yang di dapatkan ya tadi saat menabrak seseorang, hingga dia bertanya pada sang Mommy


"Mom, Ethan mau tanya, apa Mommy punya teman laki-laki yang sangat dekat saat ini?"


DEG


Seketika Edward dan Alena sangat terkejut dengan pertanyaan anaknya

__ADS_1


"Maksudnya apa Ethan?, Mana mungkin Mommy melakukan itu" sahut Edward


"Mommy cuma berteman akrab sama perempuan saja sampai saat ini, memangnya kenapa sayang?" Tanya Alena heran


Kemudian Ethan langsung menceritakan apa yang terjadi tadi saat menabrak seorang laki-laki, tidak sengaja menatap matanya dan melihat ada bayangan Mommy nya di dalam pikiran laki-laki itu, Edward dan Alena sangat terkejut mendengar cerita Ethan


"Tenang sayang, mungkin orang itu habis melihat Mommy kamu dan sekilas terpesona dengannya, tau sendiri kan Mommy kalian sangat cantik?"


"Emm, iya juga sih Dad, ya sudah kalau begitu, Ethan gak khawatir lagi"


Edward tersenyum, begitu juga dengan Alena, walaupun di hati mereka berdua sangat cemas dengan hal itu


Tak berapa lama kini mereka sudah sampai di kediamannya, rupanya tiga jagoan kecil sudah pada tertidur, seperti biasa, Edward dan Alena segera membawa mereka masuk ke dalam kamarnya, kemudian mereka kembali ke kamarnya sendiri


"Sebaiknya kita segera mandi Bee, setelah itu gantian kita bangunkan anak-anak untuk mandi " ucap Edward


Namun tidak mendapati jawaban dari istrinya yang ternyata masih tertegun di depan meja riasnya seperti memikirkan sesuatu


"Bee, kenapa hem?" Tanya Edward pelan dan kini sudah memeluknya dari belakang


"Aku hanya kepikiran sama apa yang dilihat Ethan Honey"


"Sudahlah Bee, di Mall banyak sekali orang berlalu lalang, mungkin saja seperti apa yang aku katakan tadi"


"Hem, iya juga sih Honey, okey, yok kita mandi"


"Tapi jangan macem-macem, janji ya honey?!"


"Iya-iya Bee" ucap Edward sambil terkekeh melihat wajah cemas istrinya


*


Keesokan harinya Natasya di kejutkan dengan keberadaan Kakaknya yang sudah ada di ruang kerjanya, Janeta juga tak kalah terkejut melihat Nickel sudah ada di depan matanya


"Pagi Nat, sepertinya sambutan mu kurang menyenangkan melihat keberadaan ku di sini" ucap Nickel


"Aku hanya terkejut saja kakak bisa ada di negara ini, apa urusan di sana kurang membuatmu sibuk, hingga ada waktu jalan-jalan ke negara ini?" Tanya Natasya


"Aku hanya ingin bersantai sejenak saja bersama kalian di negara ini, apa aku mengganggu kalian?" Tanya Nickel


"Tentu saja tidak Kak, aku senang kakak juga perduli dengan cabang perusahaan yang ada disini, berapa lama kak Nick akan tinggal di negara ini?" Tanya Natasya


"Kemungkinan agak lama, sekitar 3 sampai 4 bulan kedepan"


"Tumben, lalu kakak akan tinggal dimana?" Tanya Natasya kepo dengan kakaknya


"Aku sudah membeli Mansion sebelum datang ke sini Natasya, kalian boleh main dan tinggal disana sesuka hati kalian kalau mau"

__ADS_1


"Apa, jadi kakak beli Mansion di kota ini?" Ucap Natasya terkejut


"Memang kenapa, biasa saja ekspresi mu itu Nat, jangan terlalu banyak bertanya tentang urusan pribadiku, sebaiknya kalian segera melanjutkan pekerjaan, aku kesini hanya menyapa kalian, aku pergi dulu?!"


"Baik tuan Nickel, saya juga permisi keruangan saya dulu" sahut Janeta segera pergi ke ruangan kerjanya


Sementara itu Nickel langsung keluar dari perusahan itu dan menuju ke suatu tempat dimana dirinya bisa melihat wajah seseorang yang sudah lama dia rindukan


*


Hari itu seperti biasa Alena disibukkan dengan pelayanan pasien yang ada di rumah sakit Elite Healthy Hospital tempatnya bekerja, antrian hari ini sangat banyak, beruntung para asistennya sudah bekerja sangat cekatan, jadi pelayanan bisa di lakukan cepat dan maksimal


Hingga di pasien terakhir, Alena merasa sangat lega karena sudah berada di akhir pekerjaannya, sebentar lagi bisa beristirahat pikirnya, asisten perawat segera memanggil nama pasien yang terakhir yang sepertinya tidak asing di telinganya, namun Alena cuek saja dan bersiap menyambutnya


"Apa kabar dokter Alena Bilqis Nugraha?!"


DEG


Jantung Alena serasa mau lepas saking terkejutnya melihat sosok laki-laki yang sudah duduk sambil tersenyum dan ada di depannya sekarang ini


"Apa yang kamu lakukan disini?" Ucap Alena di tengah keterkejutannya


"Tentu saja untuk memeriksakan keadaanku, apa kamu berharap ada hal lain selain itu?"


"Jangan macam-macam disini, aku bisa memanggil pihak keamanan untuk mengusir mu!" Ucap Alena


"Aku datang sebagai pasien yang membutuhkan pertolongan medis mu Dokter Alena, jangan berburuk sangka, ada luka jahitan di perutku, aku ingin kau memeriksanya" ucap laki-laki itu dan kemudian bersiap membuka baju di depan Alena


"Tunggu!, Biar aku panggil asistenku dulu untuk masuk membantu ku" ucap Alena dan segera pergi keluar,


Tapi sayang sekali tidak ada seorangpun karena memang ini sudah siang dan salah Alena juga tadi menyuruh semuanya untuk segera beristirahat duluan karena dipikirnya seperti biasa, satu pasien bisa segera ditanganinya sendiri, Kebetulan sekali Raka juga sedang pergi keluar untuk membeli sesuatu


Dengan terpaksa Akhirnya Alena melakukan pemeriksaan sendiri agar cepat selesai dan laki-laki itu segera pergi dari hadapannya


BERSAMBUNG


Author akan UPDATE SETIAP HARI


Jangan lupa Dukung Author dengan


LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE

__ADS_1


__ADS_2