
Melihat orang itu terkejut, Edward hanya tersenyum dan memapahnya masuk ke dalam mobilnya
"Aku akan membawamu ke Rumah Sakit Exel" ucap Edward
"Jangan, sebaiknya di klinik terdekat saja, aku tidak enak kalau harus ke Rumah Sakit Royal Murrage Hospital dengan keadaan seperti ini"
"Hem, baik, didekat sini ada Klinik Medika Jaya milik Temanku, aku akan membawamu ke sana" ucap Edward lagi, kali ini Exel terdiam sambil menahan sakit di sekujur tubuhnya
Edward langsung memapah Exel ke dalan IGD, petugas disana langsung menangani Exel dan menjahit semu luka robek yang ada di beberapa tubuhnya, setelah selesai Exel segera id pindahkan di Ruang perawatan untuk menjalani Rawat inap beberapa hari
pengaruh Alkohol di dalam tubuh Exel masih sangat terasa dan membuat dia meringis menahan sakit di kepalanya, Edward mendekat dan melihat keadaan Exel yang benar-benar kacau
"Kau minum terlalu banyak Exel, jadi reaksi alkoholnya akan masih sangat terasa di kepalamu" ucap Edward
"Iya, aku tau" jawab Exel
"Apa yang sudah kau lakukan, kau sungguh kacau" kata Edward sambil berdiri didepannya
"Itu bukan urusanmu" jawab Exel
"Aku heran, di mana wibawa mu sebagai seorang pemimpin rumah sakit dulu?!" tanya Edward
"Aku bilang itu bukan urusanmu!, Apa kau tidak sadar Edward Runcel Eagle, kaulah yang membuatku seperti ini, kau yang merampas semua milikku, kau!" ucap Exel dengan lantang dan penuh Emosi
"Oh ya?, benarkan itu aku, tolong pikirkan baik-baik ucapanmu Exel Damian Murrage, kalau aku berniat menghancurkan mu, kau mungkin sudah tidak bernyawa kali ini, buat apa aku susah-susah membantumu ha!" Jawab Edward dan sukses membuat Exel terdiam
"Lalu, untuk apa kau menolongku?" Tanya Exel di menit berikutnya
"Kau akan tau sendiri nanti, aku pulang dulu, beristirahatlah, luka-luka mu perlu perawatan khusus disini, jadi untuk sementara kamu di rawat inap beberapa hari dulu" ucap Edward kemudian berlalu pergi begitu saja
Exel melihat Edward melangkah pergi sampai menghilang di koridor Klinik
"Kenapa dia membantuku, apakah untuk menertawakan ku?, Dasar breng*ek kau Edward, tapi dia bahkan menghajar orang-orang yang tadi berusaha menyakitiku, apa dia benar-benar tulus mau menolongku?" Batin Exel menerka-nerka
"Akh!!, Kau membuatku pusing Edward" ucap Exel sambil berteriak
*
Alena sudah menyiapkan masakan makan malam di meja makan, sudah hampir jam 9 malam, Edward masih belum kelihatan batang hidungnya, Alen semakin gelisah
"Ini kemana sih Edward, masak Sampek jam segini belum nyampek, katanya tadi dah jalan balik, ini perutku dah lapar banget, aduh, menyebalkan" ucap Alena berbicara sendiri sambil melihat makanan yang ada di meja makan
Tanpa disadari mata Alena sudah sangat ngantuk sekali, awalnya Alena hanya iseng menyandarkan kepalanya di meja makan, namun tanpa disadari Alena langsung terlelap dengan nyaman di meja makan
__ADS_1
Sementara Edward yang sudah memarkirkan mobilnya di garasi Apartemen, langsung berlarian masuk menuju lif dengan tergesa-gesa
"Heh, telat banget ini aku, mudah-mudahan Alena tidak marah" batin Edward
Setelah sampai di Apartemen, Edward segera masuk, mengucap salam, namun tidak ada yang menjawab salam Edward, dengan pelan Edward melangkah dan memanggil nama Alena sambil celingukan berharap Alena keluar dan langsung menyambutnya, namun harapan Edward tidak menjadi kenyataan
Edward menuju ke Dapur dan sangat terkejut melihat Alena yang tertidur di kursi dengan kepala jatuh di meja makan, Edward segera mendekat dan berjongkok di samping Alena, begitu lekat Edward memandang wajah Istrinya yang menoleh ke samping
"Kau menungguku makan rupanya Al, maaf, aku terlambat " ucap lirih Edward sambil membelai kepala Alena dengan masih memandangi Alena dari samping
Edward mencium pipi Alena pelan, setelah itu perlahan Edward memindahkan Alena dalam gendongannya, Edward yang menyadari Alena sudah benar-benar terlelap langsung membawanya ke kamar Edward dan perlahan membaringkannya di tempat tidur, bukannya terbangun Alena hanya menggeliat menyamankan posisinya, Edward tersenyum menyelimuti Alena dan segera masuk ke dalam kamar mandi, tak berapa lama Edward segera keluar, memakai baju dan menuju ke meja makan
Edward melihat masakan yang ada di atas meja langsung tersenyum, semua masakan Alena selalu menggugah selera makan Edward, dengan perlahan Edward merasakan masakan Alena masuk sedikit demi sedikit ke dalam mulutnya hingga membuat Edward merasa kenyang, sisa makanan di bereskan oleh Edward dan sebagian kecil di hangatkan lagi untuk Alena, saat membuka kulkas Edward tersenyum lagi melihat salad buah kesukaannya sudah tersedia disana
Edward masuk ke dalam kamar sambil membawa makanan yang sudah di hangatkan untuk Alena, dengan perlahan Edward membangunkan Alena
"Al, hei, ayo bangun, Al, ayo buka matamu" ucap Edward pelan sambil menepuk-nepuk pelan pipi Alena
Rupanya Alena sangat susah untuk bangun kalau sudah di landa kantuk yang berat, terpaksa Edward membasahi telapak tangannya dengan air dingin dan menempelkan perlahan di pipi Alena, kali ini berhasil, Alena langsung menggerakkan tubuhnya dan dengan pelan mengerjab-ngerjabkan matanya sedikit bingung
"Edward, kamu dah pulang?"
"Belum, ini bayangannya doang" jawab Edward asal sambil tersenyum
"Bayangan Apaan, dasar, loh ini aku di mana?" Tanya Alena bingung
"Kamar siapa?"
"Kamar suami Alena Bilqis Nugraha" jawab Edward
"Ish, kamu ni, kamu pasti yang mindah aku ke sini kan?"
"Iya, dari pada kamu tidur di meja makan, yang ada bangun-bangun bisa encok, masih mending encok karena melayani suami dari pada karena salah tidur"
"Apaan sih Ed, ngomongnya mesum Mulu deh"
"Sudah duduk dulu, biar aku suapin, kamu belum makan kan, ini tadi udah aku angetin untuk kamu makan, sisanya aku masukkan kulkas lagi"
"Hah, terus kamu udah makan?" Tanya Alena
"Sudah tadi, enak lo masakan kamu, untung aku segera sadar, jadi gak nambah-nambah lagi, kalau enggak bisa buncit nih perut lama-lama Al" ucap Edward
"Kenapa tadi gak ngebangunin aku, kan bisa makan barengan" ucap Alena
__ADS_1
"Aku gak tega, kamu ngantuk banget tadi kayaknya, sudah, ini kamu makan juga aku temenin, mau disuapi?" Tanya Edward
"Nggak, aku makan sendiri aja Ed"
"Ya sudah, ini, pelan-pelan, aku tungguin kamu disini sambil ngecek email masuk di handphone"
"Hem" Alena mengangguk dan segera makan, karena perutnya yang sudah sangat kelaparan
Sambil menikmati makannya, sesekali Alena melirik ke arah Edward yang serius membuka dan mempelajari beberapa isi email yang masuk di handphonenya, Alena tersenyum melihat ekspresi wajah Edward yang kadang berubah-ubah
"Ganteng, Tegas cool dan keren, kadang juga lucu dan aneh, dialah Edward suamiku" batin Alena sambil tersenyum geli
Selesai makan, Alena segera akan turun dari tempat tidur Edward
"Mau kemana?" Tanya Edward
"Mau ngembalikan ini" ucap Alena sambil menunjukkan piring dan gelasnya
"Gak usah, biar aku saja, itu tadi aku ambil sikat gigi dan pembersih wajahmu, semua aku bawa kesini, cepat kekamar mandi dan bersihkan dirimu terus tidur"
"Disini?" Tanya Alena khawatir
"Iya, malam ini temani aku tidur, sekalian ada yang mau aku ceritakan"
"Maksutnya aku tidur berdua di kasur denganmu Ed?"
"Iya, tenang aja, aku hanya mau cerita saja, gak akan ngapa-ngapain kamu Al"
"Tapi Ed?!"
"Jangan membantah, kalau kamu pindah ke kamarmu aku juga akan ikut nyusul kesana"
"Iya, iya, ya sudah aku bersihkan mulut ma muka dulu, menolak kalau sama kamu juga percuma" ucap Alena segera masuk ke dalam kamar mandi milik Edward
"Edwar!!"
Tiba-tiba saja Alena berteriak kencang, Edward langsung berlari balik masuk ke kamarnya mendengar teriakan histeris Alena
Bersambung
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
__ADS_1
HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE