
Alena mendengar isak tangis dari Ratu dan dengan lembut menyentuh dan menggenggam tangannya, Ratu makin terguncang di tengah tangisnya
"Edward laki-laki pertama yang membuatku jatuh cinta, aku tidak bisa memandang orang lain lagi setelah hatiku aku serahkan untuknya, dan aku semakin sakit waktu tau dia sudah menikah denganmu Al"
"Aku tau, aku minta maaf untuk hal itu, tapi jodoh hanya Alloh yang mengaturnya, kita tidak bisa berbuat apa-apa, katakan semua agar kamu bisa mengatasi sakit hatimu, aku akan mendengarkan Ratu"
"Aku tidak membencimu, aku hanya belum bisa menerima kehadiranmu di samping Edward, aku sakit saat melihat kenyataan itu, aku tidak tau lagi apa yang harus aku lakukan, tidak pernah terbesit di pikiranku untuk menyakiti Edward, apalagi sampai membuatnya mati, aku tidak mau itu terjadi"
"Kalau begitu belajarlah merelakan Edward, aku yakin seseorang yang jauh lebih baik darinya akan datang mengisi dan mengobati hatimu, jodoh masing-masing orang pasti akan datang" ucap Alena
Ratu merasa hatinya lega dan tenang mendengar semua kata-kata Alena, genggaman tangan Alena juga memberikan sensasi rasa aman dan terlindungi untuknya, perlahan Ratu bisa menghentikan tangisnya, Alena memberikan tisue untuk menghapus sisa air mata di pipi Ratu
"Kenapa kamu melakukan hal ini Al, bukankah aku sudah berulang kali membuatmu emosi?"
"Karena aku memandang setiap masalah juga dari sudut pandang orang yang berbuat tidak baik padaku, jadi aku tau apa yang sebenarnya mereka rasakan"
"Kau memang wanita luar biasa Al, aku tidak sebaik dirimu"
"Setiap manusia dilahirkan dengan limpahan kebaikan dalam dirinya, tergantung bagaimana diri kita, kalau ingin kebaikan itu tetap ada, ya kita harus sering bersyukur dan berbuat baik, juga sebaliknya, kalau hati kita penuh dengan keburukan, kebaikan dalam diri kita juga akan sirna"
"Hem, aku mengerti, aku minta maaf ya Al, aku merasa kamu memang pantas untuk Edward, dan aku akan belajar merelakannya, semoga pangeran tampanku akan segera datang"
"Amin, saat itu datang, kasih kabar aku ya"
Keduanya langsung tertawa, Raka yang melihat pemandangan itu juga sangat terkejut, namun dalam hatinya dia tidak merasa aneh lagi, sosok Alena memang selalu menyelesaikan masalah tanpa membuat masalah yang baru, itu adalah prinsipnya, bahkan musuhnya akan dapat dia taklukkan dan akhirnya menjadi seorang teman
"Maaf Ratu, aku tidak bisa lama lagi, aku akan ke tempat Edward, bagaimana denganmu?"
"Aku juga ingin pulang dan istirahat, aku yakin pekerjaan kita besok tidak akan ada habisnya"
Keduanya kini berjalan beriringan sambil berbincang menuju ke parkiran mobil, sedangkan Raka berada di belakangnya, namun tiba-tiba saja hal aneh terjadi, semua lampu penerangan yang ada di basemen itu berkedip-kedip tak beraturan, suasana makin mencengkram, Alena langsung menarik Ratu untuk berdiri di belakangnya, Raka juga menyiapkan dirinya
"Ada apa Al, apa yang terjadi?" tanya Ratu ketakutan
"Tenang, tidak ada apa-apa" ucap Alena yang semakin merasakan ada hawa hitam yang mengerikan sedang mendekat kepadanya
__ADS_1
"Apa kau merasakannya Alena?" Ucap Raka
"Iya Ka, kita harus waspada, ada kekuatan dahsyat mendekat ke arah kita, hubungi Edward, ini tidak bisa kita hadapi sendiri"
Saat Raka mengeluarkan handphone tiba-tiba saja datang pasukan hitam meloncat dan menyerang ke arah mereka, Alena dengan gerakan cepat melakukan perlawanan untuk melindungi diri dan juga Ratu, sementara Ratu sangat shock dengan apa yang dilihatnya
Alena melompat dan menendang dengan cepat saat serangan bertubi-tubi datang padanya, sedangkan Raka menghadapi pasukan hitam yang jumlahnya lumayan banyak, hingga akhirnya Raka melompat dan kini berada di depan Alena untuk melindunginya, pengawal yang di bawa oleh Raka juga bergerak di samping Raka untuk melindungi Alena
Datanglah seseorang yang tidak Alena kenal, wajahnya tampan tapi aura kegelapan tampak melekat ditubuhnya
"Aku tidak ingin menyakiti siapapun, jadi serahkan wanita keturunan Nugraha itu, yang lain akan selamat"
"Jangan mimpi, langkahi dulu mayat kami kalau kau menginginkan Alena" ucap Raka
"Oh, baiklah, dengan senang hati, karena aku sangat suka menyiksa dan membunuh, tuan"
Hanya dengan gerakan tangan saja, ke sepuluh pengawal Alena langsung terlempar dan tubuh Raka kini melayang ke udara seperti tercekik, Raka berusaha melonggarkan lehernya sambil kelojotan bertahan tanpa bisa bernafas, Alena tidak tinggal diam, dia meloncat dan menyambar tubuh Raka, kekuatan perisai langsung muncul dari tubuh Alena hingga membuat Raka terlepas dari kekuatan hitamnya
"Apa yang terjadi, kenapa kekuatanku tidak bisa menembus wanita itu" batin Kenan panik
"Percuma kau menggunakan tenaga dalam mu, itu tidak akan bisa menembus ku dan orang-orang yang aku lindungi"
"Benarkah, kalau begitu aku harus melakukan ini, maaf nona cantik"
Kenan langsung meloncat bersama dengan pasukan yang lain untuk menyerang Alena dan Raka, kini adu fisik pun terjadi, beberapa kali kenan tersenyum mengerikan saat membuat Alena dan Raka keteteran, hingga akhirnya Ratu berhasil di dapatkan oleh Kenan, Alena sangat terkejut ketika Ratu sudah berada dalam genggaman Kenan
"Apa yang kau lakukan, lepaskan dia!" Teriak Alena
"Hentikan kekuatan perisai mu, atau aku akan membunuhnya" ucap Kenan kini mencengkram leher Ratu hingga membuatnya tidak bisa bernafas
"Baik, lepaskan dia!" Ucap Alena dan segera menghentikan kekuatannya
Kenan langsung tersenyum dan menarik tubuh Raka tanpa Ampun dan berniat menghantamkannya ke dinding, Alena langsung meloncat lagi dan melindungi tubuh Raka hingga tubuhnya yang terpelanting ke lantai begitu juga dengan Raka yang kini tubuhnya melayang kembali dan menghantam tembok dengan keras, hingga darah keluar dari mulutnya
Tidak sampai disitu, kini Ratu membiru karena tidak bisa bernafas dan tubuhnya mulai melemah, Alena sangat panik, apalagi pengawal satu persatu di patahkan kakinya hingga terdengar suara teriakan kesakitan yang sangat mengerikan
__ADS_1
"Cukup!, Lepaskan mereka semua, bawa aku kalau itu yang kamu mau" ucap Alena sudah tidak tahan lagi melihat teman dan orang-orang yang melindunginya terluka
Semuanya langsung dilepaskan oleh Kenan dan pasukannya, Ratu langsung terjatuh dilantai dan berusaha untuk bernafas kembali dengan tubuh lemahnya, sementara Raka menyeret tubuhnya yang semua tulangnya hampir remuk dan berusaha mendekat ke arah Alena
"Lari Al, Cepat, selamatkan dirimu, aku mohon, jangan mengorbankan dirimu lagi"
"Aku tidak bisa Ka, aku tidak bisa melihat kalian kesakitan disiksa dan terluka"
"Aku mohon Al, cepat pergi" ucap Raka sambil menahan lukanya hingga satu tendangan keras dari kaki Kenan melayang ke tubuh Raka dan membuatnya tidak sadarkan diri
Alena menjerit melihat Raka terbujur kaku tidak bergerak
"Raka!, Bangun Ka, Raka!"
"Kau benar-benar binatang!, Apa mau mu!"
*
Kyai Rahmad terperanjat saat merasakan ada yang terjadi dengan Alena, dengan cepat segera menghubungi Edward dan yang lainya, semua menuju ke tempat yang telah diberikan tanda oleh kyai Rahmad
Edward yang paling dekat dengan tempat itu langsung meluncur bersama dengan Daniel, bahkan rapatnya yang sudah setengah jalan segera ditinggalkan begitu saja
Mobil Edward melesat dengan cepat dan kali ini dia sendiri yang menyetirnya, Daniel beberapa kali menahan nafas saking takutnya melihat mobil yang di kemudikan Edward melaju dengan kencang
Bersambung
Jangan lupa mampir di karya terbaruku "SAHABATKU KEKASIHKU", mohon dukungannya ya
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
__ADS_1