
Edward tiba di sebuah Cafe tempat dimana Raka sudah menunggu nya, sebuah ruangan eksklusif sudah di pesan, saat Edward masuk, Raka sudah ada di sana
"Bagaimana kabarmu Ka?" Ucap Edward setelah duduk di depan Raka
"Baik, Pak Edward"
"Maaf aku sudah merepotkan mu"
"Ini sudah pekerjaan ku, dan aku sangat menikmatinya, kali ini apa yang bisa aku lakukan untuk anda pak Edward?"
"Aku ingin kau mengawasi seseorang, ini semua datanya, lihat lah" ucap Edward kemudian memberikan semua data-datanya
"Monalisa Zerald dari perusahaan Queen Diamond Zerald, putri dari pengusaha Andrew Zerald"
"Benar sekali Raka" ucap Edward
"Lalu, apa yang harus saya lakukan dengan wanita ini?"
"Awasi dan jaga dia, segera bertindak kalau ada pergerakan dari wanita ini yang membahayakan Kelangsungan pernikahanku"
"Oh, Jadi wanita ini menginginkan mu?"
"Hem, begitulah, wanita ini lumayan berbahaya, ada orang-orang kuat yang ada di belakangnya, tapi kau tidak usah khawatir, kamu akan mendapat dukungan penuh dariku"
"Sepertinya ini sangat menarik, baiklah saya setuju dengan pekerjaan ini"
"Baik, aku anggap semuanya sudah jelas, kalau kau butuh informasi apapun tentang nya ,kau bisa menghubungi pak Hari, orang kepercayaan ku"
"Oke, jangan khawatir, aku lebih suka mencari informasi secara langsung"
"Hem, terserah kau saja, hati-hatilah"
"Pasti, apa ada lagi yang ingin anda sampaikan pak Edward?"
"Hem, apa kau tidak ingin pekerjaan tetap?"
"Maksudnya?" Tanya Raka sedikit terkejut
"Bekerja di sebuah perusahaan" jawab Edwar
"Tapi saya tidak ada pengalaman soal itu"
"Dari mana kau akan mendapatkan pengalaman kalau kamu tidak mencoba menjalaninya"
"Jadi maksud pak Edward sebenarnya apa?"
"Aku ingin kau menjadi tangan kananku memimpin sebuah perusahaan ku di kota Bali, disana sepertinya banyak masalah, bukannya kau suka tantangan?"
__ADS_1
"Oh, jadi begitu, seperti nya menarik, tapi akan aku pikirkan kembali, setelah misi ini berhasil"
,
"Hem, itu tidak buruk, hati-hatilah" ucap Edward
"Baik, aku juga mengucapkan selamat atas pernikahan Resmi Kalian, semoga selalu berbahagia"
"Terimakasih, walaupun aku tau kau tidak sepenuhnya ikhlas mengatakan nya, aku pergi dulu" ucap Edward
Raka terdiam dan terkejut mendengar perkataan Edward
"Ya Tuhan, Ketajaman Insting seorang Edward Runcel Eagle memang tidak diragukan, dia bahkan tau hatiku juga tertambat di Alena" batin Raka
Edward keluar dari cafe tepat jam 6 sore, setelah melakukan Sholat Magrib, Edward melanjutkan perjalanannya untuk kembali ke Apartemen, Namun di dalam perjalanan, Edward merasakan keanehan dengan dua mobil yang ada di belakangnya
"Hem, sepetinya mereka mengikuti ku" batin Edward dan melajukan mobilnya
Dengan santai sambil sesekali melirik ke arah mobil Hitam yang dari tadi di terus mengikutinya, hingga di jalan yang sepi Edward melajukan mobilnya dengan kencang, dan seperti yang di perkirakan, kedua mobil itu mengejar Edward dan berhasil menembak ban mobilnya, terpaksa Edward segera mengerem untuk berhenti karena mobilnya kehilangan keseimbangannya dan oleng ke kanan
Edward segera keluar dari mobil, ternyata ada enam orang yang sudah bersiap mengepung Edward
"Siapa kalian, dan apa yang kalian inginkan?" ucap Edward
"Kami menginginkan nyawamu" ucap salah satu dari mereka
Namun dengan cepat salah satu diantaranya menembak Edward, kali ini Edward berhasil mematahkan serangan tembakan dengan tenaga dalamnya, hingga tidak ada satupun yang mengenai tubuhnya, melihat hal itu enam orang musuh Edward saling menatap heran, dan di menit berikutnya, ada suara seseorang yang datang menghampiri
"Seseorang yang mempunyai tenaga dalam khusus rupanya, kalian minggir lah, dia bagianku!" ucap seseorang yang baru datang dan ketua dari gerombolan itu rupanya
"Kau ketua para bajingan ini rupanya, katakan siapa yang membayar kalian!" Ucap Edward
"Itu tidak penting, pantas saja aku yang mereka cari untuk melenyapkan mu, rupanya kau bukan orang sembarangan, aku semakin bersemangat mendapati musuh yang seimbang"
Edward membaca gelagat aneh dan segera bersiap, laki-laki itu dengan kekuatan tenaga dalamnya menyerang Edward secepat kilat, tentu saja Edward dengan mudah bisa menghindar, Akhirnya pertarungan tidak bisa dihindari
"Kurang ajar, rupanya kekuatannya masih di atasku, tenaga dalam ku hampir habis, tapi aku belum mampu menyentuhnya sama sekali" batin ketua pembunuh bayaran tersebut
Sementara itu Edward tersenyum miring sambil terus menghindar dan hanya menangkis, tenaga dalam Edward sengaja masih disimpan tidak untuk menyerang
"Jadi sampai disini saja kekuatan tenaga dalamnya, sebentar lagi aku akan menghabisi mu Bang*sat!" Batin Edward
Menit berikutnya Edward memberikan sebuah serangan yang dahsyat dengan pukulan tenaga dalamnya tepat mengenai perut musuhnya
"Akh!"
Jeritan dari musuhnya terdengar penuh kesakitan dan terpental ke belakang
__ADS_1
Darah segar keluar dari mulut musuhnya, setelah mendapatkan tendangan dari Edward
"Bagaimana, apa kau sudah menyerah dan memberikan informasi yang aku minta, atau kau tetap ingin mati di tanganku, silahkan pilih!" Ucap Edward
"Jangan senang dulu, aku bukan selemah yang kau kira Bre*ngsek!" Jawab musuh yang terluka
Tanpa di duga salah satu anak buah pembunuh bayaran itu menembakkan gas beracun yang sesaat kemudian menutupi area itu, Edward berusaha menahan nafas dan menghindar, namun mereka memberondongnya dengan tembakan, Edward sempat panik karena pandangannya terhalang, Edward yang sedikit banyak sudah menghirup asap itu, merasakan dadanya semakin sesak, dan akhirnya berusaha berlari menghindar, mencari tempat yang aman dari asap beracun
Kawanan pembunuh bayaran itu terus mengejar Edward, dengan menahan sakit di dadanya dan mengatur nafasnya Edward terus berloncatan kesana kemari menghindari tembakan dan serangan dari musuhnya
"Si*al, asap ini berhasil mengganggu konsentrasi ku, aku harus menghindar dulu dan mengeluarkan racunnya dari dadaku" batin Edward
Karena kehilangan konsentrasi nya Edward tidak menyadari bahaya sudah berada di dekatnya, tendangan dari arah belakang berhasil mengenai tubuh Edward hingga membuatnya berguling
"Akh!" Teriak Edward menahan tubuhnya yang jatuh di tanah
*
Alena merasakan perasaanya semakin tidak enak, jantungnya seperti berdebar-debar, hingga akhirnya menghubungi Edward, namun tidak ada balasan, Alena berusaha menenangkan diri dengan melakukan sholat Isya, dalam sholatnya kali ini Alena mengakhirinya dengan doa yang panjang, memohon keselamatan dan kesehatan suaminya, masih juga hatinya tidak tenang, Alena melanjutkannya dengan membaca kitab suci
*
Pertempuran sengit masih berlangsung, Musuhnya segera memanfaatkan kesempatan itu untuk menyerang Edward lagi, dan tentu saja Edward kali ini tidak bisa menghindar, tangkisan tangan Edward berhasil mematahkan serangan yang pertama, namun pada akhirnya serangan berikutnya mengenai perut Edward hingga Edward terhuyung
Antara menahan rasa sakit di dadanya karena asap beracun dan sakit akibat serangan tenaga dalam, membuat tubuh Edward makin melemah dan terjatuh
"Tembak kepalanya, Cepat!" Ucap ketua pembunuh bayaran itu
Edward berdoa dalam hatinya dan menyebut nama Alena
"Aku pasrahkan diriku padaMu ya Alloh, Maafkan aku Alena, aku sangat mencintaimu"
DOR
suara tembakan menggema di udara
(Waduh, apa yang terjadi dengan Edward selanjutnya, mungkinkah meninggal, terluka parah, atau koma?")
Bersambung
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
__ADS_1