
Kyai Rahmad duduk di ruang tengah sambil menunggu semua anggota keluarga yang ikut untuk bersiap, kecuali Reyna dan kedua anaknya
"Kita harus segera bersiap, jangan sampai terlambat, kakek yakin kali ini mereka akan menyerang Alena dengan kekuatan yang lebih dahsyat lagi" ucap Kyai Rahmad
"Kurang ajar, siapa yang berani melakukan ini semua" ucap Abraham geram
"Ayah, Alena pasti baik-baik saja kan?" Ucap Jasmine cemas bertanya ke Kyai Rahmad
"Aku yakin Alena baik-baik saja, ada Edward dan anak-anaknya, mereka sangat kuat, bahkan kekuatan Edward mampu melindungi Alena dari serangan tel*uh" Jawab Kyai Rahmad
Alex sengaja tidak membolehkan istrinya ikut karena tidak ingin anak-anaknya melihat hal mengerikan yang mungkin saja terjadi di sana
"Hati-hati dirumah honey, maaf, malam ini tidak bisa aku temani" ucap Alex
"Iya honey, kau juga hati-hati ya, selamatkan Alena, salam juga untuknya, maaf kali ini aku tidak bisa ikut membantu nya" jawab Reyna
Keluarga Nugraha kini telah berangkat menuju rumah Edward, tampak sekali kecemasan di wajah semua orang yang ada di mobil itu
Sementara itu Edward juga sudah menghubungi Edoardo yang akhirnya ikut bergabung malam ini di Rumah Edward
*
Arini menatap Ambar sebentar lalu kemudian mengecup kening dan wajahnya berkali-kali, terlihat senyum di wajah Ambar
"Ibu, jangan malam-malam pulangnya ya, nanti Ambar tidur sama mbok lagi kalau ibu pulang malam"
"Iya sayang, ibu keluar juga untuk Ambar, biar kita bisa selamanya nanti hidup dengan Ayah Edward"
"Apa, asiiikk!
Ucap Ambar yang masih belum paham apapun
Arini segera pergi meninggalkan Ambar dan ternyata di depan sudah dijemput oleh orang suruhan Redrik, Arini segera masuk ke dalam mobil dan pergi ke tempat Redrik dan juga guru spiritualnya
Sampai di tempat Redrik, Arini segera disuruh masuk oleh salah satu pengawal, saat berada di dalam, Arini sangat terkejut mendapati Redrik dan seorang laki-laki setengah baya sudah duduk di depan sebuah meja pendek yang sudah di lengkapi dengan sesaji dan alat-alat ritual lainnya
"Duduklah di samping ku" ucap Redrik
"Baik" jawab Arini
Arini segera duduk di samping Redrik dengan menahan rasa takut sampai bulu kuduknya berdiri semua, hawa mengerikan sangat dirasakan oleh Arini hingga membuat nya beberapa kali menoleh ke sisi kanan,kiri dan belakang
Arini masih terdiam dan hanya menyaksikan semua yang dilakukan oleh Redrik dan guru nya, rapalan mantra yang diucapkan semakin membuat suasana ruangan sangat mencekam
"Kamu ikuti saja semua ritual ini, jangan bertanya dan jangan meninggalkan ruangan ini, jam satu dini hari nanti, proses yang sesungguhnya akan kita lakukan, apa kau mengerti?" Tanya Redrik
__ADS_1
"Iya, aku mengerti" jawab Arini
*
Sekitar pukul sembilan malam rombongan keluarga Nugraha sudah berada di kediaman Edward, disusul dengan kedatangan Edoardo yang hampir bersamaan, kini semuanya berkumpul diruang tengah, saling menyapa dan membahas tentang ilmu hitam yang di kirimkan ke Alena
"Aku sungguh tidak menyangka di zaman seperti ini masih ada orang yang menggunakan cara mengerikan dan tidak masuk akal' ucap Edoardo
"Begitulah nak Edoardo, jangan salah, justru sekarang inilah banyak orang yang menggunakan cara-cara syetan untuk mencapai tujuannya" ucap kyai Rahmad
"Mungkin juga dengan ini mereka pikir cara yang paling mudah dan aman tanpa di ketahui atau dibuktikan, secara hukum dunia mereka bisa aman, tanpa berpikir hukuman mengerikan apa yang nanti mereka dapatkan" sahut Alex yang kini sudah duduk sambil menggenggam tangan Alena
Edward melirik sekilas apa yang di lakukan Alex terhadap istrinya
Abraham dan Edoardo saling pandang dan tersenyum melihat kegelisahan Edward karena perbuatan Alex terhadap Alena
"Sebelum ada yang tiba-tiba menyerang mu, sebaiknya kau kembalikan Alena ke sisi Edward Lex, Dady tidak ingin ada perkelahian antara anak dan menantu, itu sangat menggelikan" ucap Abraham dan membuat Alex terkejut lalu menoleh ke arah Edward yang sudah menatapnya tajam
Alena lalu tersenyum kecut melihat ada kecemburuan di wajah suaminya
"Maaf honey, dia kakakku, kami satu muhrim Lo, saudara kandung, ya kan kak Alex?" Ucap Alena
"Suamimu itu memang sudah gila denganmu Al, aku tidak bisa membayangkan kalau aku akan membawa dirimu pergi" ucap Alex sengaja
"Lihat kan Al, segila apa suamimu itu, dasar!" Sahut Alex
"Eh sudah, kalian ini, malah bertengkar gak jelas, Alena sekarang milikku, mau apa kalian!" Teriak Jasmine yang beralih duduk di samping Alena dan memeluknya
Kyai Rahmad, Abraham dan Edoardo hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan mereka semua
"Yang saya heran, biasanya ritual semacam mengirimkan te*luh itu biasanya harus ada sesuatu atau barang pribadi yang di bawa oleh sang Dukun, apa benar begitu?" Tanya Edoardo
"Iya, kali ini aku curiga kalau_" ucap Abraham tertahan saat tiba-tiba saja ada suara yang menyambar omongannya
"Kalau ada rambut atau kuku Alena yang sudah di bawa, bukan begitu pak Abraham?"
"Oh,Kaisar rupanya, mari ikut bergabung disini" ucap Abraham
Kaisar tersenyum dan kemudian mengambil tempat di sisi Abraham dan Alex, sedangkan di belakangnya di susul kedatangan Kirana yang langsung menyapa Jasmine dan memeluknya
"Wah, makin cantik saja anak gadisku yang satu ini" ucap Jasmine sambil membelai wajah Kirana
"Mom, aku cemburu ni, kok Kiran doang yang di manjain, aku enggak?" Ucap Alena yang membuat semua orang di ruangan itu tertawa
"Kau itu sudah ada Edward yang memanjakan mu tiap detik, kalau Kirana kan belum ada, ya kan sayang?" Ucap Jasmine
__ADS_1
Kirana tersenyum dan makin mengeratkan pelukannya di Jasmine, sementara Alena langsung di peluk dan dicium juga oleh Edward, yang lain hanya menghela nafas panjang melihat kelakuan keduanya
"Kita lanjutkan percakapan yang tadi, aku curiga ada yang sudah mengambil rambut atau apapun itu dari tubuh Alena" ucap Abraham
"Hem, biar aku cek dulu di Cctv rumah ini, mungkin ada yang mencurigakan" ucap Kaisar
"Aku ikut Kai" kata Edward
"Aku juga" sahut Alex
Ketiganya kini berjalan menuju ke ruang kontrol monitor Cctv, perlahan Kaisar memperhatikan rekaman 3 hari ke belakang dan benar saja, semua di kejutkan dengan sosok wanita yang sedang mengambil baju kotor Alena di ruang cuci dan kemudian tampak mengambil helai rambut yang menempel di baju itu
"Wanita sialan, rupanya dia yang merencanakan semua ini" ucap Edward
"Iya Ed, aku tidak menyangka dia berani melakukan hal itu, kurang ajar, aku yakin dia tidak mungkin berani melakukan hal itu sendiri" sahut Kaisar
"Jadi kalian mengenal wanita ini?" Tanya Alex
Kaisar dan Edward mengangguk bersama
"Namanya Arini, wanita yang pernah di selamat kan oleh Edward dan di bantu Alena untuk mendapat kehidupan yang layak" ucap Kaisar
"Benarkah, tidak mungkin wanita seperti ini akan berbuat nekad dan tidak tau terimakasih tanpa sebab" ucap Alex
"Dia mencintai Edward, dan sepertinya sudah di butakan oleh obsesinya, terbukti dia juga pernah menjebak Edward dengan obat perangsang, bukan begitu Ed?" Kata Kaisar
"Hem, dan apa dia berhasil menjebak mu Ed?" Tanya Alex
"Tentu saja tidak, apa kau pikir aku semudah itu di jebak?" Jawab Edward
Alex tersenyum tipis mendengar jawaban Edward, di dalam hatinya dia sangat bersyukur Edward menjadi suami dan pelindung Adiknya
Bersambung
Author Akan UPDATE SETIAP HARI
Jangan lupa mampir di" SAHABATKU KEKASIHKU" kisah yang makin seru
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
__ADS_1