
Sementara itu Kaisar dan Raka berbincang tentang perkembangan dirinya mengatasi laki-laki yang sudah membuat resah di Sekolah
"Bagaimana Ka, kau sudah mencari semua kelemahan laki-laki tua bernama Bara itu?"
"Tentu saja sudah beres Kai, kapan kita akan menemui nya?, Aku rasa sekali tekanan dengan menunjukkan semua bukti kejahatannya, orang itu akan langsung kabur dan tidak berani berbuat ulah lagi"
"Apa kamu yakin dia tidak memiliki orang-orang kuat yang katanya ada di kepolisian?"
"Itu sudah aku urus, kebetulan pimpinan polisi yang di maksud itu adalah teman lamaku, dan anak buahnya akan di beri peringatan keras kalau sampai bekerja tidak benar lagi"
"Oh jadi begitu, syukurlah, kita bisa segera menemuinya, kita cari waktu yang luang dulu"
Keduanya terkejut saat tiba saja Daniel muncul dan sengaja mengagetkan mereka
"Serius sekali kalian berdua, Edward masih ada di dalam?" Tanya Daniel sambil melangkah mendekati pintu ruang kerja Edward
"Iya, hati-hati, jangan kaget kalau ada adegan panas di dalam" ucap Raka sambil tersenyum
"Ada Alena?" Tanya Daniel menebak
"Pastinya" jawab Kaisar sambil tertawa
"Menyebalkan" ucap Daniel lirih lalu mengetuk pintunya
Edward segera menyahut dan menyuruhnya masuk, Daniel tersenyum lega berarti Edward dalam kondisi aman terkendali
Beberapa menit kemudian Edward, Alena dan Daniel segera keluar dari ruangan bersiap untuk segera pulang
*
Keesokan harinya Kaisar sudah menghubungi Raka untuk melancarkan aksinya bertemu dengan sang tuan tanah bernama Bara sore hari, rencana sudah tersusun dengan rapi dan Kaisar sudah tidak sabar ingin melihat reaksi ketakutan dari Bara biar tak berani lagi mengganggu
Di tempat lain, Daniel sedang tertawa sendirian saat mendapat pesan dari laki-laki aneh yang pernah membuatnya emosi sekaligus geli, pesan itu mengatakan bahwa dirinya akan meminta pertanggungjawaban biaya mobil dengan datang di perusahaannya
Ada satu kalimat lagi yang membuat Daniel ingin tertawa setengah mati, bahwa laki-laki itu memperingatkan jangan sampai Daniel ingkar janji atau akan di laporkan ke pemilik perusahaan yang katanya masih punya darah keturunan dengannya
"An*jing ini orang, sumpah ingin aku ceritakan ke Edward sama Alena, gimana reaksi nya ya, hahaha" Daniel tertawa keras di dalam ruangannya dan membuat beberapa pegawai yang tak sengaja mendengar begidik ngeri dengan kelakuan bos nya
Kaisar dan Raka yang siang itu kebetulan baru sampai di perusahaan langsung berhenti di tempat dan menajamkan pendengarannya
"Itu suara tertawanya pak Daniel kan Kai?" Tanya Raka
"Hem, sepertinya iya, Aneh, sedang apa itu orang?" Jawab Kaisar
Keduanya langsung membuka pintu ruang kerja Daniel yang masih menahan tawanya
"Kau sudah gila ya Niel?" Ucap Kaisar
"Sembarangan, sini kalian aku beri tahu, duduklah!" Ucap Daniel dan kemudian langsung menceritakan apa yang terjadi sambil menunjukkan isi pesan dari laki-laki sableng itu
Sontak ketiganya kini tertawa terbahak-bahak, Raka sampai meneteskan air mata saking terpingkal nya
"Gila ini orang, bisa-bisanya ngaco kayak gini" ucap Raka dengan menahan perutnya yang sakit karena tertawa
hingga kemudian ketiganya terdiam dengan peringatan keras dari tiga orang wanita yang tak lain adalah Alena, Delia dan Ratu
"Kalian ini sudah gila ya, ketawa Sampek gak tau tempat gitu" teriak Alena
__ADS_1
"Tau ni, ngapain sih yang, malu tau dengernya" sahut Ratu dengan tatapan tajamnya
"Lihat Noh, anak buah kamu Sampek takut, dikira bosnya gila" ucap Delia
Ketiganya terdiam sambil saling menatap, dengan sekuat tenaga mereka berusaha keluar dari lingkaran perbuatan Laki-laki yang membuat mereka masih ingin tertawa, dan tentu saja mereka berhasil demi istri-istri tercinta
Kebetulan sekali tiba-tiba saja ada panggilan dari Edward yang ingat segera bertemu Daniel, Raka dan juga Kaisar
"Iya Ed, Aku segera kesana, ini Alena masih disini" ucap Daniel usil
"Apa!, Ngapain Alena diruangan mu!" Teriak Edward kesal dan langsung menutup sambungan teleponnya
PLAK
Delia langsung memukul suaminya dan juga bonus tatapan tajam dari Alena, sedang kan Kaisar, Ratu dan Raka hanya geleng-geleng kepala
"Kau ini suka sekali buat Edward naik darah Niel" ucap Kaisar
BRAK!
Edward membuka pintu dengan kasar hingga hampir semuanya terjingkat kaget, raut wajah emosi Edward langsung berubah saat melihat banyak orang di ruangan kerja Daniel
Tidak halnya dengan Daniel yang senyum-senyum bangsat, hingga membuat Edward pengen sekali menendangnya ke planet lain
"Kau itu, sengaja mengerjai ku?!" Ucap Edward dengan tatapan tajam
"Habis istrimu ikut mengomeli ku tadi Ed" jawab Daniel cengengesan sambil sembunyi di belakang tubuh istrinya
"Kalian juga kenapa ngumpul disini, keruangan ku segera, ada yang ingin aku bicarakan!" Ucap Edward tampak kesal
"Siapa sih, Ribut-ribut manggil namaku" ucap Daniel dan kemudian langsung keluar dari ruangannya diikuti oleh Kaisar dan Raka
Sementara itu Edward langsung menarik tangan Alena untuk ikut duduk di sampingnya, Kaisar juga akhirnya mengambil tempat duduk di samping istrinya, sementara Delia masih berdiri cemas dengan keadaan di luar yang kelihatanya masih rame
"Ada apaan sih ma Daniel Kak?" Tanya Alena
"Mana aku tau, kita juga barengan baru nyampek sini" jawab Delia masih mondar mandir di depan pintu
"Tenanglah Del, paling juga salah paham" ucap Ratu
Tak lama kemudian Raka segera masuk dan memberikan kode ke kaisar untuk ikutan keluar, dengan wajah yang penasaran, akhirnya Kaisar segera berjalan keluar menemui Raka dan Daniel, Kaisar sangat terkejut melihat siapa yang ada di hadapannya
"Tuan Bara?!" Ucap kaisar sambil menatap Raka sambil tersenyum
"Kalian kenal dengan orang ini?" Tanya Daniel
"Sangat kenal, bukan begitu tuan Bara, anda masih mengingat kami dengan baik kan?" Ucap Kaisar
"Ka kalian, kenapa bisa ada disini?" ucap Bara terkejut
"Ini tempat kami bekerja, harusnya aku yang tanya, kenapa anda ada disini?" Ucap Raka
"Oh bagus kalau begitu, kebetulan sekali aku punya masalah juga dengan teman kalian ini yang belum juga ganti rugi kerusakan mobilku" ucap Bara sambil ter gugup
"Tunggu dulu, jadi laki-laki ini yang kamu ceritakan tadi Ed?" Tanya kaisar dan kemudian di jawab oleh Daniel dengan anggukan, dan detik berikutnya Daniel, kaisar dan Raka langsung tertawa
Mendengar tertawa ketiga temannya, Edward, Alena dan yang lainya saling pandang dan makin penasaran dengan apa yang tengah terjadi diluar, hingga Edward segera keluar untuk ikut bergabung bersama dengan mereka
__ADS_1
"Ada apa ini?" Tanya Edward membuat semuanya langsung terdiam
"Pa pak Edward Runcel Eagle?" Ucap Bara terkejut tak percaya dengan apa yang dilihatnya
"Iya saya Edward, anda siapa, datang kesini membuat keributan"
"Saya..saya..emm, gini Pak Edward, Saya_"
"Saudara kamu Ed, satu darah keturunan katanya" ucap enteng Daniel sambil menahan tawanya
"Kamu itu ngomong apa?!" Ucap Edward menatap tajam Daniel
"Beneran, orang ini sendiri yang ngomong, tanya deh kalau gak percaya" sahut Daniel
"Em, gini pak Edward, maksud saya, kita kan semua satu keturunan dari nabi Adam, bukan begitu?" Ucap Bara sambil salah tingkah
"Dan pak Bara ini juga yang sudah mengganggu ketenangan Sekolahan MI Al-Hikmah"
"Apa!, Oh jadi kamu orangnya, kebetulan sekali ya" ucap Edward
Tiba-tiba saja dari arah belakang muncullah Alena, Delia dan Ratu ikutan kepo ingin tau, namun saat tau siapa yang ada di sana, Alena langsung membelalakkan mata tak percaya
Begitu juga dengan pak Bara yang langsung terkejut melihat sosok Alena berada di depan matanya
Alena waspada dan benar seperti dugaannya, laki-laki itu melongo dan lupa menutup mulutnya lagi melihat dirinya
"Ih ih, Honey, itu pasti ngiler lagi, air liurnya mulai keluar honey" ucap Alena panik sambil sembunyi si belakang Edward
Dan Edward yang kini sudah melihat tajam ke arah laki-laki itu merasa tidak terima istrinya di tatap sampai seperti itu, di ambilnya map dan langsung dipukulkan nya ke mulut melongo laki-laki itu dengan keras
PLAK
"Adoh!"
Teriak Bara sambil memegangi bibirnya yang Jontor karena pukulan map Edward yang lumayan keras
Sontak Alena, Daniel, Kaisar dan Raka yang melihat kejadian itu terkejut dan sesaat kemudian tertawa sejadi-jadinya tidak bisa di tahan lagi
Sementara itu Delia sudah lari menyeret Ratu mencari Toilet karena ingin muntah, akhirnya semua makanan yang ada dalam perut Delia keluar tak tersisa
"Ya Alloh Ratu, kok ada orang lihat Alena Sampek ngiler gitu, amit-amit, menjijikkan banget, Huek Huek"
Ratu bukannya menolong tapi makin tertawa mengingat Fans berat Alena sudah bikin Delia sampai muntah saking jijiknya
BERSAMBUNG
Author akan UPDATE SETIAP HARI
Jangan lupa Dukung Author dengan
LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
__ADS_1