Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 53


__ADS_3

Edward berjalan kembali keluar villa untuk bergabung dengan yang lainya, sebelum sempat melewati pintu, Edward berpapasan dengan kedua sahabat Alena


"Kalian mau kemana?" tanya Edward


"Menyusul Alena pak Edward" jawab Delia


"Ada di dalam kamarnya, tolong lihat keadaanya, tadi Alena tidak ingin aku membantunya, mungkin dengan kalian, dia mau" ucap Edward


"Baik pak Edward, kita ke kamar Alena dulu" ucap Amaya pamit dan segera mengajak Delia menuju kamar Alena


Sampai di depan kamar Alena, Delia segera mengetuk pintu dan memanggil Alena, hampir sepuluh menit tidak ada jawaban, keduanya semakin panik


"Kak, ini Alena kenapa lama sekali buka pintunya sih, ngapain aja coba tuh anak di dalam" ucap Amaya cemas


"Iya, heran aku, pak Edward juga ngeselin, tadi kenapa malah nolong kak Rey, bukannya nolong istrinya dulu" kata Delia


"Tau deh kak, keterlaluan emang pak Edward, kesel pastinya ni bocah deh" jawab Amaya


Mereka mengetuk pintu lagi agak keras dan berteriak memanggil Alena lagi dan akhirnya kali ini berhasil, Alena membuka pintu dan menyuruh temannya masuk


"Lama banget sih Al kamu buka pintunya" ucap Delia


"Tau ni, bikin kita khawatir aja, tau nggak" sahut Amaya


"Kalian gak lihat aku habis mandi, ini aja bathrob masih aku pakek" jawab Alena yang kemudian segera melepas bathrob dan menggantinya dengan pakaian, disaat itulah Amaya dan Delia melihat beberapa luka memar di lengan atas bahkan perut Alena


"Tunggu-tunggu Al, itu tubuhmu luka memar semua, ya Alloh Al, emang gak sakit?" tanya Delia terkejut


"Ya ampun Al, obati dulu lah, biar gak parah gitu, aku lihatnya sampek merinding sendiri lo" sahut Amaya panik


"Ish, apaan sih kalian, kepo banget, luka memar gini doang, di permasalahkan, aku gak papa, nanti juga sembuh sendiri, dulu aku dah biasa kayak gini waktu latihan sama kak Alex" jawab Alena sambil memakai handbody mawar kesukaannya di tubuhnya


"Emang ya Al, keluarga kamu tu aneh semua, sukanya main perang-perangan gitu, aku ngeri lihat kalian tadi, mana mukulnya beneran lagi" ucap Amaya duduk di sofa kamar Alena


"Iya Al, heran aku mah, kalian sekeluarga punya ilmu bela diri dan tenaga dalam semua?" tanya Delia penasaran


"Iya, yang paling tinggi tenaga dalamnya kak Alex, Daddy aja kalah ma kak Alex, tenaga dalam klan keluarga Nugraha selalu di wariskan ke darah keturunannya, kebetulan kak Alex yang sepenuhnya menerima itu, mommy juga punya tapi sama seperti aku, hanya sedikit saja yang kita punya" Alena menjelaskan

__ADS_1


"Oh, jadi gitu, tapi tenaga dalam kak Rey juga luar biasa tadi lo, bahkan bisa melawan dan menahan serangan pak Alex" ucap Amaya


"Kebetulan kak Reyna dari Klan Kusuma, yang juga persis seperti kita, keluarga yang mempunyai tenaga dalam turun temurun, nah, di keluarga kak Rey, kekuatan tenaga dalam diturunkan sepenuhnya ke kak Reyna, jadi dia wanita dengan kekuatan tenaga dalam yang luar biasa dari keturunan klan Kusuma" jawab Alena


"Oh, baru ngeh aku, hebat ya keluarga kalian, punya tenaga dalam dahsyat gitu, pantesan keluarga kalian tidak mudah tersentuh dengan orang-orang jahat" ucap Delia


"Kata siapa, masih banyak lo, diluar sana orang-orang yang mempunyai kekuatan khusus seperti kita untuk kejahatan, mangkanya Kita selalu melatih untuk berjaga-jaga" sahut Alena


"Oh gitu ya, kekuatan kalian tadi ngeri lo Al, lihat kamu nya di tendang-tendang gitu" ucap Amaya


"Itu belum seberapa, kalau kalian lihat kekuatan kak Alex dan kak Rey yang sebenarnya, pasti kalian pingsan, kekuatan kak Alex itu bisa menggetarkan villa ini, mungkin bisa merobohkannya, kalau kak Rey yang aku pernah lihat mampu mengangkat mobil dan meledakkannya di udara"


Kata Alena lagi


"Gila, beneran tu Al, rasanya gak masuk diakal aku nih Al" ucap Delia terheran-heran


"Kalian emang ya, orang-orang super semua, gila deh, beneran!" Sahut Amaya


"Kalian itu ngomong apa, kita ini biasa saja" ucap Alena


"Biasa gimana maksut lo, pantesan sifat kamu nya kadang senggol bacok" ucap Delia


ketiganya langsung ngakak bersama


"Oh iya Al, apa pak Edward sama kayak kalian, aku lihat tadi dia bisa melesat secepat kilat menarik kak Rey gitu" tanya Delia


"Hem, iya, dia punya kekuatan yang sangat dahsyat juga, dari keturunan klan Eagle, yang paling bahaya, Edward mempunyai kekuatan untuk menyerap tenaga dalam lawannya, bahkan hal itu kami tidak punya, selain itu dia juga punya kekuatan seperti kak Alex, tapi tidak sebesar kak Alex dan tapi hampir seimbang dengan kak Rey" ucap Alena


"Oh, jadi gitu, luar biasa suami kamu Al, sayang nya masih punya perasaan sama kak Rey" ucap Amaya nylonong gitu aja, hingga mendapat pukulan dari Delia


Plak


"Au, sakit kak" ucap Amaya


"Kalau ngomong itu di jaga, lihat itu Alena, sedih kan dia" ucap Delia


"Aku gak apa-apa, kalian nyantai aja, lagian hati kan gak bisa di paksakan, kami masih saling mencoba dan mengenal, kalau nanti aku sudah menyerah akan aku lepaskan, berarti Edward bukan jodohku" ucap Alena terlihat raut wajah terluka dan sedih yang berusaha ditutupi

__ADS_1


"Al, aku yakin Alloh sudah menyiapkan sesuatu yang sangat indah untukmu, apapun itu cantik, jadi harus kuat ya, kita akan selalu ada buat kamu" ucap Delia


"Iya Al, Kita selalu ada kok buat kamu" sahut Amaya sambil memeluk Alena, disusul dengan Delia yang juga memeluknya


"Makasih ya, kalian itu memang sahabat ku yang baik hati, sayang belum ada gandengannya semua" ucap Alena sambil menggoda dan melepaskan pelukannya


"Alena!"


Teriak keduanya sebel saat Alena menggodanya soal gandengan


"Aku bentar lagi punya, hubungan ku dah makin deket sama Dokter Aditama, jadi jangan ngiri ya" ucap Amaya


"Halah, lebay, masih juga guyon-guyon doang, udah pede" sahut Delia menggoda Amaya


"Kak Del!, Jangan gitulah, kasih suport kek, biar aku juga cepet dapat jodoh, nyebelin banget, aku sumpahin kak Del juga gak laku-laku" ucap Amaya


"Eh, sembarangan kalau ngomong, sumpah kamu gak laku, suka pikiran mesum, bayangin yang iya-iya sama dokter Aditama kan" jawab Delia membuat Amaya makin emosi


"Eh sudah, aku doakan kalian semua gak ketemu jodoh" ucap Alena


"Alena!!"


Teriak kedua sahabatnya nyaring, dan seperti biasa, hal itu membuat Alena tertawa bahagia


*


Setelah sholat dhuhur berjamaah, semua ngumpul untuk makan siang bersama, hal yang sudah bisa dipastikan kalau lagi ngumpul pasti suasana akan ramai dengan kedua bocah kecil Aftan dan Afita, ditambah dengan kelakuan jahil Alena yang membuat kedua ponakannya itu kadang menjerit, tertawa dan merengek manja


Selesai makan siang Jasmine dan lainnya bersantai di pinggir kolam renang menikmati pemandangan alam, memanfaatkan waktu untuk beristirahat dan menghibur diri karena besok pagi sudah harus kembali ke Jakarta


Berbeda dengan Alena yang semangat ingin jalan-jalan dengan kedua sahabatnya, Alena bersiap turun ke pemukiman desa setempat, saat ketiganya keluar pintu Vila, tiba-tiba ada suara seseorang yang bertanya


"Kalian mau kemana?"


Bersambung


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE

__ADS_1


KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2