Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 250


__ADS_3

Pagi hari seperti biasa, Kaisar hendak pergi mengantar ketiga bocah kembar kesayangannya ke sekolah


"Kai, nanti sepulang dari sekolah Ailina akan di jemput oleh Anggel dan Ambar" ucap Alena


"Kenapa, apa mereka ada acara keluar?" Tanya Kaisar


"Hem, ke pameran bunga, Ailina dan Ambar ingin melihatnya, Anggel yang akan mengantar mereka Kai"


"Okey, aku akan menyuruh dua orang pengawal ikut dengan mereka" ucap Kaisar


"Baiklah, terserah kau saja Kai, anak-anak sudah siap, segera berangkat dan hati-hati" ucap Alena


Kaisar pamit dan segera mengantar anak-anak pergi ke sekolah, Edward mendekat ke arah istrinya dan menanyakan apakah sudah siap untuk berangkat kerja bareng dengan dirinya, kini keduanya sudah berada di dalam mobil menuju ke Rumah sakit Elite Healthy Hospital tempat Alena bekerja


"Honey, berhati-hati lah,jangan lupa kasih kabar aku ya" ucap Alena saat keluar dari mobilnya


"Iya Bee, kamu juga berhati-hati, maaf Raka tidak bisa mendampingi mu hari ini, dia aku butuhkan untuk membatu urusanku" kata Edward


"Tenang saja honey, aku tidak apa-apa" ucap Alena sambil tersenyum" dan kau Raka, aku titip suamiku ya, kalian berhati-hatilah, jangan sampai lengah!" Ucap Alena lalu mencium tangan dan bibir suaminya, setelah itu berjalan masuk ke dalam area Rumah sakit tempatnya bekerja


Edwar segera melaju kembali menuju ke perusahaan di temani oleh Raka, akhirnya sampai juga mereka di perusahaan, Daniel segera keluar dan mengikuti langkah Edward masuk ke dalam ruangan kerjanya


"Bagaiman Ed, semua sudah kau siapkan?" tanya Daniel


"Tentu saja Niel, tenang saja"


"Aku agak gugup, terus terang ini pertama kalinya kita berhadapan langsung dengan seorang Mafia" ucap Daniel


"Tapi kita haru tetap tenang untuk bisa berpikir jernih dan tidak menimbulkan tindakan gegabah" ucap Edward


" Iya Ed, aku akan lebih fokus dan mengontrol emosiku, kurang tiga jam lagi kita akan bertemu dengan mereka" jawab Daniel


*


Sementara itu di sebuah Mansion, telah bersiap beberapa orang pilihan dari anggota Mafia untuk segera melakukan Aksinya, Nickel Hodmer memberikan perintah dan membagi tiga kelompok untuk melancarkan aksinya hari ini, dan kebetulan sekali Natasya tiba-tiba saja ada di sana


"Kak, ada apa ini?" Tanya Natasya yang tidak tau apa-apa


"Diamlah dan jangan banyak tanya, ini bukan urusanmu!" Ucap Nickel


Belum lagi terkejut melihat banyaknya orang aneh yang dilihatnya di Mansion, kini Natasya di kejutkan dengan keberadaan Janeta bersama dengan beberapa orang yang bertampang kejam

__ADS_1


"Janet, tunggu, katakan ada apa ini?" Tanya Natasya sambil memegang tangan Janeta meminta penjelasan


"Ayo kita ke kamar, akan aku jelaskan Semuanya" ucap Janeta sambil menatap Nickel untuk meminta ijin menjelaskan semua ke Natasya


Janeta duduk di hadapan Natasya dengan wajah yang sangat serius dan belum pernah di lihatnya, sejenak Janeta menghela nafas panjang dan kemudian memulai pembicaraan


"Maaf, aku menyembunyikan semuanya darimu Nat"


"Apa yang kau sembunyikan Janet, katakan dengan jelas" ucap Natasya


Janeta menatap tajam netra Natasya, perlahan Janeta menceritakan siapa sebenarnya dirinya yang tak lain adalah salah satu anggota mafia yang sudah lama ikut dengan kakaknya Nickel Hodmer


Natasya sangat terkejut ketika mengetahui kenyataan ini, dia pikir Janeta seorang wanita biasa yang memang ingin membantunya dalam menjalankan perusahaan yang ada di Jakarta, ternyata dia ditugaskan untuk menyetir perusahannya untuk kepentingan kakaknya Nickel


"Kalian semua baji*ngan!, Tega sekali kau Janeta, perusahaan yang aku bangun dengan susah payah kalian jadikan alat untuk mencuci uang gelap kalian!, Bang*sat!"


PLAK


Natasya menampar dengan keras pipi Janeta


"Aku tidak punya pilihan, semua aku lakukan atas perintah kakakmu, tuan Nickel"


"Aku tidak perduli, selama ini aku menganggap mu teman, sahabat bahkan saudara, tapi kenyataannya apa yang sudah kau lakukan!!, Kau menghancurkan impianku, menghancurkan jerih payah ku, kenapa tidak kau bunuh saja aku sekalian Janeta!!"


"Diam!, Aku akan mendatangi Edward dan menceritakan segalanya, aku tidak tau apapun dan kalian hanya memanfaatkan perusahaan ku, Breng*sek!!" Ucap Natasya dan hendak berlari keluar, namun rupanya sang kakak sudah menghadangnya di depan pintu


"Minggir!, Kalian sama brengseknya!" ucap Natasya


"Tutup mulutmu dan diamlah di dalam kamar sampai urusanku dengan Edward dan kawan-kawannya selesai, jangan membantah!"


"Jangan gila kak, aku punya kehidupanku sendiri, jangan ikut campur urusanku!" Teriak Natasya


Nickel langsung menarik tangan Natasya dan melemparkannya di atas kasur, setelah itu memerintahkan Janeta untuk segera keluar dan mengunci pintunya


Handphone yang berada di dalam tas juga dirampas Oleh Nickel, Natasya berteriak dan menangis sejadi-jadinya, namun tidak ada satu orangpun yang berani memberikan pertolongan, begitu juga dengan Janeta yang kini ikut melangkah pergi meninggalkan kamar Natasya


"Lakukan tugasmu sekarang Janet, jangan membuang waktu, aku akan menunggu kedatangan Edward di perusahaan Natasya"


"Baiklah tuan, aku pergi dulu"


Janeta segera pergi bersama empat orang pasukan khusus dan terlatih untuk melakukan aksinya menuju ke tempat pameran Bunga untuk menculik seorang anak yang menjadi sasarannya

__ADS_1


"Dan kalian segera pergi mengawasi wanita yang aku bilang tadi, lakukan tugas kalian sampai dapat perintah dariku, jangan berani tangan kalian menyentuh wanita ini sedikitpun, apa kalian mengerti!" Ucap Nickel


"Mengerti tuan, kami akan segera berangkat!"


"Bagus, pergilah, kita berkumpul di mansion ini setelah mendapat perintah dariku!"


"Siap Tuan"


Ketiga orang ini segera pergi dari hadapan Nickel, dan kemudian pergi ke inggalksn mansion untuk melakukan tugasnya, sementara itu Nickel bersama empat orang pengawalnya meluncur ke Perusahaan Natasya untuk menyambut kedatangan Edward dan Daniel


*


Setelah kepulangan Angel menjemput Ambar dari sekolah, Anggel langsung menuju ke sekolah Ailina untuk mengajaknya berangkat bersama menuju taman bunga, kesukaan kedua bocah ini akan bunga anggrek membuat mereka sangat bersemangat melihat pameran bunga, sedangkan Ethan dan Evan diantarkan lebih dulu pulang kerumah


Sesampai di sebuah taman bunga yang sudah mulai ramai orang, Anggel segera mengajak dua perempuan kecil itu segera turun


"Asik, kita sudah sampai kak Ambar, aku sudah tidak sabar mama Anggel" ucap Ailin manja


"Iya, mama juga, kalian jangan terpisah ya, hati-hati jalannya, mama Anggel ada di belakang kalian" ucap Anggel yang kemudian di belakangnya di ikuti dua orang pengawal


Kegiatan mereka sangat asik hingga tanpa di sadari sudah ada Janeta dan orang-orangnya yang sudah siap menangkap Ailina, perlahan Janeta mendekati Ailina dan menyapanya dengan lembut


"Hai Ailin, masih ingat denganku?" Ucap Janeta


"Hai Tante Janet" jawab Ailina sambil tersenyum


Sambil berbincang seru, tanpa di sadari, Janeta sudah menjauhkan Ailina dari Anggel dan Ambar, saking banyaknya orang, Anggel kelabakan saat mengetahui Ailina tidak berada dalam jangkauannya lagi, Ambar juga ikut berlarian mencari Ailina, sementara pengawal yang memantau Ailina sudah berhasil di lumpuhkan oleh keempat orang pilihan yang di bawa oleh Janeta


Janeta sudah mendapatkan apa yang diinginkan, kini Ailina sudah tertidur akibat obat bius yang berhasil di hirup saat Janeta membekapnya, Janeta segera meluncur ke Mansion, tempat dimana semuanya sudah di persiapkan oleh Nickel untuk menyambut kedatangan wanita yang sangat diinginkan nya


BERSAMBUNG


Author akan UPDATE SETIAP HARI


Jangan lupa Dukung Author dengan


LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH

__ADS_1


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2