
Keesokan harinya Ratu dan Delia melakukan pemeriksaan rutin kepada Anggel di kamarnya, keduanya membelalakkan mata saling bertatapan dan tersenyum tipis saat melihat ada beberapa bekas bercinta merah kebiruan di beberapa tubuh Anggel
Raka sengaja pura-pura tidak melihatnya dan sedikit menjauh, sedangkan Anggel sudah melotot ke arah Raka karena sudah membuat tato di tubuhnya
"Oke, keadaan kamu sudah sangat baik Anggel, boleh pulang hari ini" ucap Delia
"Ehem, satu lagi, selama pemulihan di rumah, hati-hati saat kalian melakukan olahraga malam, jangan terlalu kecapekkan dulu" ucap Ratu
Sontak Raka dan Anggel hanya nyengir kuda, setelah Delia dan Ratu keluar, Anggel langsung memukul Raka
"Aduh, apa sih yang?"
"Itu kenapa kamu buat aku kayak macan tutul, malu kan di lihat sama dokter Ratu sama dokter Delia yang!"
"Hehehe, maaf yang, kelepasan, nikmat banget kamu nya"
"Ya tapi gak gini amat yang, dasar kamu tu!"
"Sudah ah, ngapain ribut, mereka juga gak keberatan, lagian kamu kan istri aku yang"
"Ya tapi aku malu"
"Ya sudah, terus maunya gimana, aku ulangi lagi tanpa pakek tanda kecupan ya?"
"Yaang!" Teriak Anggel
Raka tertawa sambil kemudian memeluk istrinya yang sudah manyun gara-gara kelakuan mes*umnya
Setelah mengurus semua admistrasi Rumah Sakit, akhirnya mereka berdua pulang menuju ke Apartemen mewahnya
*
Dua hari lagi akan dilakukan acara tujuh bulanan kehamilan Amaya, sesuai dengan undangan lewat telepon waktu itu, Delia dan Alena berniat untuk menyempatkan diri 4 hari berlibur di Surabaya, sekalian datang menghadiri acara Amaya
"Honey, boleh ya aku dua hari lagi kesurabaya?" Kata Alena
"Apa!, Gak bisa, jangan aneh-aneh Bee, kamu sedang hamil tua, ada tiga anak kita di sana" jawan Edward
"Tapi aku akan jaga baik-baik honey, aku perginya juga sama kak Delia, dia kan dokter spesialis kandungan"
"Iya Bee, tapi aku gak bisa nemani kamu, sedang mengurus hal penting perusahaan, nanti saja aku Carikan waktu"
"Ini acara tujuh bulanan Amaya honey, gak mungkin diundur nunggu kamu juga"
Alena langsung keluar kamar dan tidak berkata apapun, Edward menghela nafas panjang untuk mengontrol emosinya, bagaimana pun juga dia tidak pernah tega membuat istrinya menangis
Sesaat kemudian, Edward keluar dan mencari keberadaan Alena, kebetulan ini adalah hari Minggu, jadi tidak ada kesibukan di luar rumah, baik Edward maupun Alena selalu menggunakan kesempatan liburnya untuk bersantai di Rumah
Alena berada di taman belakang dan duduk di tepian kolam ikan, hatinya masih tidak enak dengan perkataan Edward yang melarangnya untuk pergi kesurabaya bersama Delia, hingga kemudian sebuah pelukan dari belakang dirasakan olehnya
"Masih marah hem?" Bisik Edward
Alena tidak menjawab dan hanya terdiam
"Anak-anak kita akan merasakan kesedihanmu Bee, kasian mereka, jangan marah lagi ya"
"Tapi aku pengen ke Surabaya honey, kamu gak ngijinin"
"Iya, boleh, tapi janji, harus hati-hati di sana, Kaisar dan beberapa pengawal akan ikut denganmu"
"Apa, benarkah honey, Alhamdulillah, makasih" ucap Alena membalikkan badannya sambil tersenyum kemudian menciumi wajah suaminya
__ADS_1
Cup Cup Cup
Bik Amah, asisten rumah tangga segera berbalik arah kembali ke dapur sambil menenangkan dirinya yang terkejut melihat majikannya sedang berciuman di tepi kolam, pengawalnya yang berada dekat di kolam ikan langsung ngacir mencari posisi yang aman untuk mendinginkan kepalanya
"Kenapa kamu disini?, Tanya Kaisar
"Maaf tuan Kai, saya mendinginkan diri, ada pemandangan panas di tepian kolam"
"Siapa?"
"Tuan Edward dan nyonya Alena"
"Dasar, mereka bermesraan tidak tau tempat" ucap Kaisar balik lagi ke dalam rumah
*
Siang itu Arini sudah berada di sebuah hotel dan segera masuk ke dalam kamar VVIP yang sudah di pesan oleh seseorang, Arini berjalan perlahan kemudian duduk di atas sofa yang ada dalam kamar hotel itu
"Kau sudah datang rupanya" ucap seorang laki-laki yang tak lain adalah Redrik
"Iya tuan Redrik, ada yang ingin saya katakan"
"Katakanlah!" Ucap Redrik
"Hari selasa nanti nona Alena istri tuan Edward akan bepergian kesurabaya tanpa di dampingi oleh tuan Edward"
"Benarkah?"
"Iya tuan, saya bisa pastikan itu"
"Berapa hari wanita itu ada di Surabaya?"
"Bagus, empat hari sudah lebih dari cukup untuk merencanakan penculikan yang akan aku lakukan, dan setelah urusanku selesai, aku akan melenyapkan wanita itu"
"Baik tuan, saya pergi dulu"
"Tunggu!"
Ucap Redrik mendekat ke Arini hingga membuat Arini mundur dan terjerembab duduk di sofa kembali
Redrik mendekati bibir Arini, perlahan mengusapnya dengan jarinya, di dikecupnya bibir Arini perlahan
Arini terkejut dan langsung mundur
"Apa yang anda lakukan!" Teriak Arini
Namun Redrik langsung menangkap tubuh nya dan mendorong nya hingga terlentang di sofa, Arini menjerit saat tangan Redrik mulai menjelajahi tubuhnya dengan paksa
"Jangan tuan, hentikan, atau aku tidak Sudi membantu mu lagi!" Teriakan Arini kali ini mampu membuat Redrik menghentikan aksi gilanya
"Pergilah, dan ini terimalah!"
BUG
Segebok uang ratusan ribu di lempar ke dekat Arini
"Itu uang jasamu sudah membantu ku, dan kalau kamu mau menjadi partner ranjang ku, kamu akan mendapat lebih banyak dari itu"
Arini terkejut dengan perkataan Redrik, kemudian mengambil uang itu dan pergi meninggalkan kamar Redrik, tanpa sepatah katapun
Arini berjalan menyusuri koridor hotel kemudian mencari kamar mandi untuk menenangkan diri dan membasuh tubuhnya
__ADS_1
"Sialan si Redrik baj*ngan!" Umpat Arini sambil membersihkan tubuhnya dari bekas jamahan dan ciuman bibir Redrik, uang yang didapat dari Redrik dihitung dan jumlahnya 5 juta rupiah, sungguh jumlah yang sangat banyak bagi Arini dan itu membuatnya tersenyum
*
Delia membuat kue kesukaannya untuk dinikmati nanti saat perjalanan ke Surabaya, dirinya sangat senang mendapat kabar dari Alena bahwa suaminya mengijinkan berlibur ke Surabaya bersama dengan dirinya
Daniel yang sudah datang dan masuk mengendap-ngendap langsung memeluk Delia dari belakang hingga Delia menjerit kaget
"Honey!, Mengagetkan saja!" Ucap Delia
"Masak sih, teriakan mu sek**si lo, suka aku dengernya" ucap Daniel mulai menggoda
"Jangan mulai, me*um aja pikirannya" jawab Delia
"Hehe, gak apa-apa lah sama calon istri sendiri, oh ya, ada salam dari Dady and mommy, katanya suruh sering main ke mansion" ucap Daniel
"Iya, nanti sehabis dari Surabaya, aku nginep ke mansion mommy"
"Jadi Ke Surabaya?" Tanya Daniel
"Jadi dong, ini mangkanya aku buat kue kering banyak, buat perjalanan nanti, nih Alena paling suka soalnya"
"Emang Alena dapat ijin dari Edward?"
"Dapat lah"
"Masak sih, Biasanya Edward paling posesif ma istrinya, apalagi dia kan sibuk mengurus hal penting, gak mungkin bisa nemani Alena di Surabaya"
"Tau, nyatanya di bolehin tu, tapi ya gitu, pakek drama ngambek dulu, baru luluh hati pak Edward, hehe"
"Oh, pantesan, honey?!" Panggil Daniel
"Apa sih?"
"Cium dikit lah, kangen, dari tadi microwave aja kamu urusin" ucap Daniel manja
"Ish, apaan, dikit doang ya, nanti kamu kebablasan kalau tak kasih banyak"
Daniel sumringah saat Delia bersiap mencium pipinya, dan dengan jahil, saat bibir Delia hampir menyentuh pipi nya, Daniel menggeser kepalanya hingga kemudian secepat kilat bibirnya menyambar dan melu*mat bibir Delia
"Mmhh"
Delia berusaha melepaskan ciuman Daniel, namun percuma, ciuman kekasihnya semakin kuat melu*mat dan mengakses masuk ke dalam mulutnya, Delia ikut terbawa suasana hingga kemudian membalas ciuman itu dengan begitu dalam
Daniel menyudahi ciumannya dengan tersenyum dan mendekap Delia yang masih mengatur nafasnya yang memburu
Bersambung
Author akan tetap UPDATE SETIAP HARI
Sampai Novel ini tamat
Author minta tolong ya..mampir dong di karyaku"SAHABATKU KEKASIHKU", aku ucapin makasih sekebon buat pembaca setiaku yang udah mampir, yang belum, ayoo buruan,.muach muach
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
__ADS_1