Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 39


__ADS_3

Edward segera menuju ke ruang rapat di aula Rumah sakit Royal Murrage Hospital, kali ini pak hari ikut hadir karena berhubungan dengan pengaturan keuangan yang ada sangkut pautnya dengan perusahaan Setya Rajawali Company


Surat-surat pengalihan kredit mobil mewah sudah dialihkan ke rekening masing-masing orang yang mengambil kredit mobil mewah tersebut, semua orang yang terkait tidak berani melawan keputusan Edward


Kegiatan rapat kali ini berlangsung sekitar 3 jam dan akhirnya selesai jam satu siang


"Sepertinya semua sudah selesai tuan Edward" ucap Pak Hari


"Hem, syukurlah, hari ini sangat melelahkan" jawab Edward dan kemudian mengambil handphone di laci mejanya


Edward langsung berdiri dan sangat terkejut melihat ratusan panggilan masuk dari nomer Alena, satu pesan yang membuatnya serasa di sambar petir dan membuat tubuhnya menegang, isi pesan dari Alena


"Ada yang menyerang ku, Tolong"


"Shit!, Pak Hari ikut aku" ucap Edward sambil berlari keluar menuju parkiran, sementara pak hari masih tidak mengerti dan ikut berlari di belakang Edward


"Ada apa tuan?"


"Alena dalam bahaya, bawa orang-orang terlatih bersama kita, cepat!" ucap Edward sambil melajukan mobilnya dengan cepat


Pak Hari langsung menghubungi seseorang, tak lama kemudian ada 2 mobil melaju ke arah pak Hari yang akhirnya ikut masuk ke dalam salah satu mobil itu


"Ikuti tuan Edward, aku akan melacaknya" ucap pak hari sambil menghidupkan handphone nya yang sudah terhubung dengan handphone milik Edward , akhirnya tak lama pak hari berhasil menyusul mobil Edward di belakangnya


Edward menyetir dan terus berusaha menghubungi Alena, namun tidak ada jawaban, Edward makin cemas, hingga tiba di sebuah jalan dimana ada mobil Alena sedang terparkir di pinggir jalan, dengan pintu terbuka dan kaca pintu mobil yang porak poranda


Edward berhenti diikuti dengan mobil lainya


"Sial@n, aku kehilangan Alena, Bangs@t, siapa yang berani melakukan hal ini" umpat Edward menahan kekesalannya


"Tenanglah dulu tuan, bukankan anda meletakkan alat pelacak di handphone milik Nona Alena?" ucap pak hari


"Oh iya pak, apa bisa kita melacaknya sekarang?"


Pak Hari langsung melacak handphone Alena, menggunakan alat canggih di handphonenya, dan akhirnya menemukan posisi Alena


"Tuan, bukankan ini terletak di pinggiran ibu kota, sepertinya di sebuah mansion milik_" ucap Pak Hari terhenti dan membelalakkan mata


"Milik siapa pak, jangan membuatku bingung!" bentak Edward


"Milik Jordi Setiawan" ucap Pak Hari terkejut melihat hasil pelacakan yang dia temukan


"Bangs@t, kita segera ke sana, siapkan semuanya pak hari, aku akan memberi pelajaran pada manusia sial@n itu!"


Sebelum sempat masuk ke dalam mobil, tiba-tiba suara handphone Edward berbunyi, Edward mengernyitkan kening melihat nomer yang tidak dia kenal dan langsung mengangkatnya


"Halo tuan Edward, apa kau masih bisa mengenal suaraku?"


"Katakan ini siapa?" Ucap Edward


"Aku hanya ingin kau tidak ikut campur urusan Setya Rajawali Company"


"Oh, jadi ini kau Jordi?"


"Hahaha, benar sekali tuan Edward, lakukan apa yang aku minta atau wanitamu akan mati ditangan ku"


"Bajing@n kau Jordi, jangan_"


Tut Tut

__ADS_1


Sambungan telepon terputus


Tak lama terdengar bunyi notifikasi masuk dari handphone Edward yang ternyata adalah sebuah video berdurasi pendek, Edward melebarkan mata terkejut melihat Alena duduk dengan tangan di ikat dengan muka memar di beberapa bagian wajahnya


"Bangs@t kau Jordi, aku tidak akan mengampuni mu!" dengan kemarahan yang membuncah, Edward segera masuk ke mobil menuju ke mansion Jordi Setiawan


*


Sementara itu acara pembukaan cafe milik Delia sudah berlalu


"Ini kemana sih Alena, sudah hampir jam 3 sore belum juga nongol" ucap Delia


"Iya kak, ini dari tadi aku hubungi, tapi gak diangkat" sahut Amaya


"Sama, aku juga menghubungi berkali-kali tersambung, tapi tidak diangkat" ucap Aditama


"Kenapa perasaanku jadi gak enak ya, gak seperti biasanya juga Alena seperti ini" ucap Delia


"Apa mungkin Alena sedang bersama pak Edward ya, ada urusan penting gitu, kalau aku hubungi jadi takut ganggu" ucap Amaya


"Kirim pesan aja Am, biar nantinya bisa dibaca sama Alena" sahut Delia


"Itu lebih baik, menurutku" kata Aditama


Akhirnya Amaya mengirim beberapa pesan ke handphone Alena, setelah itu melanjutkan kembali pesta pembukaan cafenya


*


Edward sampai di mansion milik Jordi, pak hari dan dua orang anak buah mendampingi Edward berjalan masuk ke dalam mansion yang sudah di jaga oleh banyak anak buah lengkap dengan senjata api


"Dasar pecundang" batin Edward sambil tersenyum sinis


Edward melihat ke arah Alena dengan keadaan yang memprihatinkan, sesaat hati Edward terasa sangat sakit, melihat luka di tubuh dan wajah Alena, Edward langsung mengepalkan tangganya, menahan emosi yang benar-benar siap dia ledakkan saat ini juga


"Edward"


Suara lirih Alena sambil berusaha menyadarkan dirinya


"Oh ,kau sudah datang rupanya tuan Edward" ucap Jordi dengan senyum yang menjijikkan


"Lepaskan wanita itu, atau aku akan membun#hmu Jordi" ucap Edward


"Hahaha, dalam keadaan seperti ini kau masih berani mengancam ku!" teriak Jordi sambil mengarahkan senjata ke kepala Alena


"Bajing@n, jangan berani kau menyakitinya!" Bentak Edward


"Oh, jadi begitu, aku rasa tidak salah Amelia memberikan informasi tentang Alena kepadaku, bukan begitu sayang, keluarlah !" teriak Jordi menyuruh Amelia keluar dari sebuah ruangan


"Dad, Dady..aku_"


Ucap Amelia ketakutan sambil keluar dari kamar


"Aku ingin semua keluar dari sini, kecuali tuan Edward dan tentu saja dua bodyguard ku yang bertugas meledakkan kepala wanitamu tuan Edward, aku ingin bermain-main sejenak, Cepat !" bentak Jordi dan semua segera keluar


"Keluarlah pak Hari, aku bisa mengatasinya" ucap Edward dan pak hari segera ikut keluar


"Aku akan melakukan permainan yang pasti akan membuat kita sama-sama puas Edward, bukankah kau mengumpulkan bukti apa yang sudah aku lakukan dengan putri kesayanganku, hari ini akan aku tunjukkan langsung padamu"


Ucap Jordi dengan menarik kasar Amelia dan melucuti pakaiannya dengan paksa

__ADS_1


"Tolong dad, apa yang kau lakukan, jangan dad" teriak Amelia


Sementara Alena yang sudah mulai sadar sepenuhnya sangat shock melihat perlakuan Jordi ke Amelia


"Bajing@n, lepaskan Amelia, dasar kau binat@ng!" teriak Alena tidak terima dengan perlakuan Jordi ke Amelia


"Wow, kau sudah sadar rupanya cantik, nanti akan tiba giliran mu, bersabarlah," ucap Jordi yang kini sudah melepaskan celananya bersiap memasuki paksa diri Amelia di depan semua orang yang ada di sana


"Pejamkan matamu Al, jangan melihatnya!" ucap Edward sambil menatap tajam ke arah Alena


Alena langsung menutup matanya sambil menangis histeris, mendengar teriakan Amelia yang mengerang kesakitan, setelah puas dengan Amelia, Jordi langsung melemparkan Amelia di bawah kaki Edward


"Lakukan seperti yang aku lakukan tuan Edward, hahaha" Jordi tertawa seperti iblis


"Apa kau gila, aku tidak akan melakukanya Bajing@n!" ucap Edward menahan amarahnya


"Seandainya bukan nyawa Alena taruhannya, aku sudah menghabisi mu dari tadi bangs@t" batin Edward masih menatap tajam Jordi


"Baik, jadi kau tidak mau melakukannya?" Ucap Jordi, kemudian langsung mendekat ke arah Alena yang sudah membuka kembali matanya


"Apa yang akan kau lakukan bangsat, jangan berani menyentuh Alena!" teriak Edward dengan sangat cemas


"Pilih, aku yang menyentuh wanitamu, atau kau yang menyentuh Amelia ku, lakukan Edward, cepat !"


"Jangan Ed, aku mohon, jangan lakukan itu pada Amelia!" Teriak Alena menatap tajam ke arah Edward


Edward benar-benar kacau, dia tidak ingin Alena terluka, Edward menatap ke bawah melihat Amelia yang meringkuk kesakitan


"Percayalah padaku Al" ucap Edward sambil menarik tubuh Amelia


"Jangan Ed, jangan lakukan, aku tidak akan pernah memaafkan mu!" Teriak Alena histeris


Mendengar jeritan Alena Jordi langsung menghampirinya dan menampar keras Alena hingga bibirnya berdarah


Plak


"Diam, atau akan ku rob#k mulutmu!" Ancam Jordi ke Alena


"Bangs@t, kau kira aku takut, bunuh aku sekarang bajing@n, jangan kau lukai Amelia dan Edward, mereka teman-teman ku!" teriak Alena


Amelia sangat terkejut dengan ucapan Alena, seseorang yang sering dia sakiti bahkan membelanya dan mengakui sebagai temannya


"Pak Edward, aku mohon, lakukan itu padaku, aku akan baik-baik saja, demi menyelamatkan Alena, aku mohon, dady ku bisa memperkosa dan membunuhnya!" ucap Amelia memohon ke Edward


Edward hanya menatap Amelia


"Percayalah, aku akan menyelamatkan kalian semua" ucap Edward


Dengan kekuatan tenaga dalamnya Edward melesat ke arah Alena, menghempaskan kedua bodyguard yang menahan kepala Alena dengan senjatanya, keduanya langsung terpental , Edward secepat kilat menghampiri Jordi dan mencekiknya, namun diluar dugaan salah satu bodyguard itu ternyata masih bisa menyergap Alena kembali


Sebuah pistol berhasil di tembakkan tepat di belakang kepala Alena, Edward terlambat menyadari hal itu dan bunyi suara keras tembakan mengudara


"Alena!"


Teriak Edward berusaha menggunakan tenaga dalamnya untuk menepis peluru yang hanya beberapa jengkal dari kepala Alena namun gagal


Bersambung


Terimakasih, jangan lupa jejak dukunganya (like komen, vote dll)

__ADS_1


__ADS_2