
Arini berjalan cepat keluar dari perusahaan Redrik, setelah mendapatkan taksi dirinya langsung menuju ke apartemennya, saat membuka pintu apartemen terlihat Ambar tersenyum ke arahnya, Arini memeluk erat anaknya
"Bu, Ambar kangen sama bunda Alena, apa nanti malam Ambar boleh main ke rumah ayah Edward lagi, Kemaren Bunda Alena tidak ada" ucap Ambar
"Ambar, mulai sekarang jangan suka main ke rumah ayah Edward lagi ya, nanti kalau Ibu dan Ayah Edward sudah bersatu, Ambar bisa main sama ayah Edward sepuasnya"
"Lalu bunda Alena, akan tinggal bersama kita juga kan Bu?"
"Lupakan bunda Alena, jangan lagi mengingatnya, Ambar tidak boleh dekat dengan bunda Alena"
"Kenapa Bu, bunda Alena baik, dia sayang sama Ambar"
"Diam Ambar!, Jangan membantah ibu lagi!" Ucap Arini membentak Ambar
Untung saja pengasuh Ambar masih ada di sana, hingga kemudian Ambar yang sudah terisak segera di bawa olehnya, Ambar akhirnya terdiam kembali
*
Edward sangat terkejut saat dalam perjalanan pulang besama Raka, mendapatkan kabar dari pak hari soal kejadian yang menimpa Alena dan rombongan siang tadi, kemudian Edward segera menghubungi Alena
"Assalamualaikum, iya honey?"
"Waalaikumsalam, pulang sekarang juga Bee, jangan membatah, malam ini persiapkan dirimu, pesawat pribadi akan segera menjemput mu di bandara!"
Tut Tut Tut
Sambungan telepon langsung dimatikan oleh Edward tanpa memberikan kesempatan istrinya berbicara
Sementara itu Alena hanya terdiam dan menghela nafas panjang, kali ini dia sudah bisa memastikan kalau pak hari sudah memberitahu kabar penyerangan yang di alaminya, dan tentu saja Edward nantinya akan memarahinya
"Hem, sayangku, anak-anak mommy yang baik hati, nanti tolongin mommy ya kalau Dedy kalian marahi mommy, ok" ucap Alena sambil mengusap lembut perutnya
Sesaat kemudian Alena segera mengambil handphone untuk menghubungi Kaisar dan juga Delia, keduanya juga sangat terkejut mendengar cerita Alena kalau Edward sudah mengetahui segalanya dan menjemput malam ini juga dengan pesawat pribadinya
Setelah makan malam bersama, Alena dan semuanya segera bersiap untuk segera meluncur ke bandara, Alena, Kaisar dan Delia kini sudah berada di mobil yang sama, sedang kan mobil para mengawal ada di belakang Alena, tampak Kaisar sangat serius sekali melihat keadaan sekitar selama dalam perjalanan, Kejadian siang itu membuat Kaisar semakin memperketat penjagaan nya
Kurang lebih satu jam kemudian sampai lah rombongan di Bandara, kedatangan mereka langsung di sambut oleh petugas khusus yang sudah bersiap melayaninya, saat masuk kedalam Pesawat pribadi, Alena di kejutkan dengan keberadaan suami tercintanya yang sudah duduk manis menyambutnya
"Honey?!" Ucap Alena lirih dan entah karena apa, dirinya berhamburan mendekap tubuh suaminya sambil menangis
"Bee, love you, are you okay?" Ucap Edward
"Aku baik, anak kita juga baik, aku hanya kangen sekali Honey" jawab Alena masih tak mau melepaskan pelukannya
Sang pilot yang akan memberitahu Edward untuk bersiap terbang, kini hanya terdiam saat kode tangan Edward menyuruhnya untuk berhenti dulu dan tidak menerbangkan pesawatnya sampai istrinya nanti selesai memeluk tubuhnya dan tenang kembali
__ADS_1
"Sudah nangisnya Bee?" Tanya Edward pelan, sambil membelai kepala Istrinya dan mengusap lembut pipi Alena"
"Aku masih ingin memelukmu honey" ucap Alena
"Iya Bee, kita duduk dulu ya, bahaya kalau kita di posisi berdiri gini, pesawat sebentar lagi mau Take Off " ucap Edward menyadarkan Istrinya
Alena kemudian tersenyum dan duduk di samping Edward, memasang sabuk pengaman, kemudian pesawat siap berangkat
Di sebuah kursi pesawat yang lain, Daniel yang ternyata juga ikut menjemput bersama dengan Edward sedang duduk di samping Delia dan menggenggam tangannya dengan erat
"Kamu gak apa-apa kan honey?" Tanya Daniel
"Aku gak apa-apa honey, lihat sendiri kan aku dalam keadaan sehat gini" jawab Delia
"Ish, kau ini, kenapa kamu diam saja gak pernah cerita dengan kejadian yang menimpa kalian selama di Surabaya?"
"Alena melarang kita membuka mulut ke siapapun, sampai akhirnya tadi siang pak hari menolong kami dan menceritakan semuanya ke pak Edward" jawab Delia
"Iya, syukurlah kalian tidak apa-apa, aku dan Edward sampai gak bisa konsentrasi memikirkan perusahaan, apalagi sekarang kita sedang berhadapan langsung dengan perusahaan Luxury Company"
"Maksudnya perusahaan yang sekarang ini sudah terkenal dan berjaya?" Tanya Delia terkejut
"Hem, mereka yang mencari gara-gara dengan Edward" ucap Daniel
"Mencari masalah gimana honey?" Tanya Delia
"Oh itu, Iya aku ingat, lalu apa kejadian itu berhubungan dengan Luxury company? " Tanya Delia
"Tepat sekali dugaan mu Honey, kita menemukan bukti bahwa Redrik sang pemilik perusahaan Luxury yang sudah merencanakan pembunuhan Raka dan istrinya"
"Ya Alloh, mengerikan sekali, kenapa mereka berani melakukan hal itu, bukankah perusahaan Eagle Company tidak pernah ikut campur dalam urusan nya?" Ucap Delia
"Entahlah, sepertinya perusahaan Luxury company merencanakan untuk melebarkan bisnisnya dan tidak ingin kalah bersaing dengan perusahaan Eagle Company"
"Kalau begitu kamu dan pak Edward harus lebih hati-hati honey"
"Tentu saja, kejadian yang menimpa kalian sudah diselidiki oleh anak buah Edward, dan kemungkinan mereka adalah suruhan dari Redrik pemilik perusahaan Luxury Company"
Delia sangat terkejut dengan penjelasan yang diberikan oleh Daniel, semua itu semakin membuat dirinya takut akan terjadi hal buruk terhadap Alena sahabatnya
Pesawat pribadi milik Edward sudah mendarat di bandara Jakarta, kini semua rombongan langsung keluar dari pesawat dan menuju ke mobil masing-masing untuk kemudian meluncur ke tempat yang dituju
Daniel berada dalam satu mobil dengan Delia, segera mengantar kekasihnya menuju ke apartemen, kali ini Daniel juga membawa beberapa pengawal untuk mengantarnya
Sampai di dalam apartemen Delia, Daniel meminta izin kepada Delia untuk bermalam di sana karena sudah menunjukkan pukul 11 malam, Daniel segera membersihkan diri kemudian berada di dapur untuk membuat minuman hangat sambil menunggu Delia yang masih berada di kamarnya
__ADS_1
Tak berapa lama kemudian Delia keluar dari kamar dan menuju ke meja makan dimana di sana sudah ada minuman hangat yang sudah dibuatkan oleh Daniel untuknya
"Thanks Honey" ucap Delia setelah mencicipi minuman alamatnya
Daniel menatap Delia yang wajahnya sudah lebih segar setelah perjalanan panjang, rasa kangen tidak melihat kekasihnya sehari saja membuat Daniel langsung mendekat dan memeluk erat tubuh Delia
Kejadian berikutnya Daniel sudah ******* lembut bibir Delia, ciumannya berubah menjadi sangat panas dan mengga*irahkan, ******* yang dalam dan gigitan kecil di bibir Delia membuat sesaat keduanya terlupa, ingin mendapatkan sentuhan yang lebih lagi, Daniel menurunkan baju atasan Delia hingga kedua bukit kembar Delia menyembul keluar
Segera disentuh nya kedua bukit kembar itu, perlahan dan sesekali mere*masnya, dari tangan, kini sudah beralih bibir dan lidah Daniel menyusuri nya, tubuh Delia menegang hebat saat jari jemari kekasihnya membelai lembut miliknya di bawah sana, Delia secara naluri meloloskan tubuh Daniel bagian atas hingga dada dan perut sixpack yang menggoda sudah terlihat disana, Delia segera membelai dada bidangnya dan sesekali menciuminya
Desa*han dari mulut Daniel juga mulai terdengar saat bibir kekasihnya menyentuh kulit tubuhnya, kemudian kegiatan panas mereka segera berakhir saat terdengar deringan suara handphone Delia
Keduanya ter lonjak dan tersadar dengan perbuatanya yang hampir saja kebablasan, Delia segera mengangkat panggilan yang ternyata dari mamanya yang sedang menanyakan kabarnya dan juga mengingatkan bahwa pernikahannya kurang 3 Minggu lagi
Setelah berbincang sebentar dengan mamanya, Delia menatap ke arah Daniel yang sudah duduk di sampingnya
"Apa kata mama?" Tanya Daniel
"Mengingatkan kita kurang tiga minggu kita menikah" ucap Delia
"Hem, dan sepertinya kita sudah tidak bisa menahan diri ya Honey, hehe"
"Dasar kamu!" Ucap Delia sambil melemparkan bantal sofa ke muka kekasihnya yang sudah tersenyum dengan raut wajah menggoda
Delia beranjak pergi masuk kedalam kamarnya, sebelum menutup pintu kamar dirinya berteriak
"Kamu bisa tidur di kamar tamu atau di sofa tengah honey!"
"Kenapa tidak tidur bersamamu saja di dalam kamar honey?!" Jawab Daniel menggoda
"Jangan mimpi, sebelum kita resmi menikah sah" sahut Delia dan kemudian langsung menutup pintu dan menguncinya, Daniel tertawa melihat hal konyol yang dilakukan Kekasihnya
Bersambung
Hari ini UPDATE LEBIH DARI SEKALI
Ikuti juga "SAHABATKU KEKASIHKU" Kisah yang semakin Seru
Jangan lupa beri Dukungan Author
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH
__ADS_1
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE