Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 229


__ADS_3

Edward sudah kembali ke kamar untuk menyusul Alena, kini dilihatnya istrinya sedang bersiap untuk sarapan di balkon kamarnya, Edward pun mendekat


"Kamu belum sarapan Bee?"tanya Edward


"Belum, sengaja nemani kamu makan di sini" jawab Alena


Edward tersenyum dan kini sudah ada dekat di depan istrinya dan membuka mulutnya minta di suapi, Alena tersenyum geli melihat tingkah manja suaminya


"Jadi, semalam benarkah Nickel hampir berbuat kurang ajar padamu Bee?" Tanya Edward


"Iya, aku juga kaget honey, masalahnya aku tidak habis pikir, bagaimana bisa dia berbuat seperti itu" ucap Alena


"Aku juga heran, beraninya dia nekad mengganggumu, apa sebelumnya kalian saling kenal Bee?"ucap Edward


"Ha!!, tentu saja tidak, aku bahkan baru melihat wajahnya di pesta itu honey" sahut Alena


"Sepertinya kita harus berhati-hati Bee, aku melihat ada banyak pengawal di sekitar Nickel, sepertinya dia bukan orang sembarangan" ucap lirih Edward dan kini merasa ada yang aneh dengan keberadaan Nickel


*


Sementara itu Delia dan Daniel sudah berada di sebuah rumah sakit untuk menemui sang profesor, disaat masih menunggu antrian pelayanan, terdengar suara pesan masuk di handphone Daniel dan saat dilihat ternyata dari Natasya


Isi perbincangan


"Sudah menemui profesor?" Natasya


"Sudah, masih nunggu antrian" Daniel


"Ok, semoga sukses" Natasya


"Terimakasih" Daniel


Dan Daniel terkejut saat melihat balasan terakhir dari Natasya yang mengirimkan gambar hati beserta ciuman, Daniel tersentak dan berniat segera menghapusnya, namun Delia mencegah tangan Daniel untuk menekan tombol Delete


"Pasti Natasya keliru mengirim pesan ini honey" ucap Daniel


"Benarkah?" Ucap Delia yang segera menyahut handphone Daniel untuk membalas pesan Natasya, namun rupanya waktunya kurang tepat, karena di saat yang sama terdengar suara panggilan dirinya untuk masuk ke ruang pemeriksaan, Delia mengurungkan niatnya lalu masuk bersama Daniel ke dalam ruangan


Hampir 30 menit Delia dan Daniel berkonsultasi dan kemudian mereka keluar kembali dengan wajah yang bahagia, pasalnya sang profesor memberikan pernyataan bahwa kemungkinan hamil untuk Delia masih ada, terapi herbal pun di berikan oleh profesor dan pemantauan di lakukan hingga 6 Bulan kedepan


Keduanya kini sudah berada di dalam mobil perjalanan pulang, perbincangan mengalir hangat seputar keberhasilan terapi yang di berikan


"Semoga saja segera membuahkan hasil honey, aku sangat optimis akan hal itu" ucap Daniel


"Amin, aku juga Honey, semoga ini adalah jalan yang terbaik untuk kita jalani dalam berikhtiar mendapatkan buah hati" sahut Delia


"Dua hari lagi kita akan kembali ke profesor untuk melihat reaksi obat herbal terhadap kandunganku, kalau dirasa itu aman dan bisa diterima oleh tubuhku, aku akan mengkonsumsi nya terus honey" ucap Delia


"Iya, nanti aku antar lagi honey" ucap Daniel kemudian mengecup kening istrinya

__ADS_1


Begitu antusias dan bahagianya Delia, hingga membuat dirinya lupa tentang masalah pesan yang dikirimkan oleh Natasya ke suaminya, begitu juga Daniel yang menganggap pesan itu hanya kesalahan kirim dari Natasya, hingga keduanya merasa tidak penting lagi untuk bertanya kepada Natasya


Dan satu jam kemudian keduanya telah sampai di Mansion, lalu masuk dan menceritakan hasil dari pemeriksaan kepada Alena dan Edward, Daniel juga bersyukur melihat kedua pasangan ini sudah baik kembali


*


Ditempat lain, tidak seperti yang di pikirkan Daniel, Natasya justru sangat bahagia karena Daniel tidak komplain dengan balasan Pesan terakhir darinya, rasa kagumnya kini perlahan mulai menjadi suka


"Kenapa aku sangat merindukanmu Daniel?" Batin Natasya sambil memejamkan matanya


Terdengar suara ketukan pintu kamarnya, dan Natasya segera membukakan pintu, ternyata sekretaris pribadinya yang tak lain adalah Janeta


"Masuklah Janet"


Janeta tersenyum dan masuk kedalam kamar Natasya lalu duduk di sebuah sofa, disusul dengan Natasya yang kini sudah berbaring si atas tempat tidurnya kembali


"Ada apa, sepertinya kau bahagia sekali?" Tanya Janeta


Natasya menoleh ke arah Janeta sejenak lalu tersenyum sambil memejamkan mata


"Janeta, seandainya aku menyukai Daniel, apa itu salah?"


"Jadi kau menyukainya?" Tanya Janeta terkejut dengan kejujuran Natasya soal perasaanya


"Entahlah, tapi aku sangat merindukannya setiap hari, semakin aku sering bertemu semakin ingin aku di dekatnya" ucap Natasya


"Benarkah, aku tidak tau lagi, apa yang harus aku lakukan dengan perasaanku, semuanya muncul tanpa aku minta dan kenyataan pahitnya, Daniel punya seorang Istri" sahut Natasya


Keduanya kini terdiam, Natasya tidak tau bahwa apa yang dirasakannya kini juga menimpa Janeta, beberapa waktu setelah pertemuan ya dengan Kaisar, di hatinya tumbuh benih-benih rasa yang sulit untuk diungkapkan, dan Janeta harus menelan kekecewaan yang mendalam saat dia tau sebuah kenyataan, Kaisar sudah membina rumah tangga dengan seorang wanita bernama Ratu


Sebuah kebetulan yang sangat tragis bagi keduanya, sama-sama terjerat sebuah rasa dengan laki-laki yang sudah mempunyai pasangan hidup


"Kau tidak kembali ke perusahaan mu siang ini Nat?" Tanya Janeta


"Tidak, aku ingin istirahat di Apartemen dulu, kamu sendiri, apa akan kembali disisi kakakku lagi?" Tanya Natasya


"Kau tau sendiri, perintah seorang Nickel adalah mutlak, dia menarik ku kembali menjadi sekertaris nya setelah aku memperingatkannya tentang Alena"


"Dan kalian seperti biasa akan saling memuaskan satu sama lain, bukan begitu?" Ucap Natasya


"Kami hanya melampiaskan kebutuhan biologis saja Nat, tidak lebih, sudahlah jangan membahas hal ini, ada tugas yang lebih penting buatmu untuk menge rem keinginan kakak gila mu itu"


"Tentang Alena?"


"Siapa lagi" jawab Janeta


Natasya terdiam tidak merespon apapun, Janeta menghela nafas sejenak lalu pergi meninggalkan kamar Natasya untuk kembali lagi ke perusahaan Hodmer Company


Sementara itu, kini Nickel mati-matian menahan rasa rindu di dadanya saat ingin sekali melihat sosok Alena, bayangan wajah wanita itu begitu lekat memenuhi alam pikirannya saat ini, hingga dia tidak mampu untuk berkonsentrasi melakukan pekerjaannya

__ADS_1


"Sh*it!, Wanita ini benar-benar membuatku gila!"


PRANG!


Nickel melempar apa saja yang ada di atas meja kerjanya, seorang wanita cantik yang baru saja sampai di meja kerjanya langsung masuk untuk mengetahui apa yang terjadi dengan bos nya


"Tuan Nickel, ada apa?" Tanya sang sekretaris cantiknya yang tak lain adalah Janeta Rush


"Katakan padaku, apa yang harus aku lakukan dengan wanita yang sudah memenuhi isi kepalaku?!" Teriak Nickel


"Kendalikan diri anda tuan, wanita mana yang tidak bisa anda dapatkan, tinggal sebutkan namanya, aku akan segera membawanya ke hadapanmu sekarang juga, asal bukan Alena" ucap Janeta


"Breng*sek!, Aku hanya menginginkan Alena!" Teriak Nickel


"Maaf, untuk hal yang ini, aku tidak bisa membantu anda" kata Janeta sambil membalikkan badan ingin keluar dari ruang kerja Nickel


"Tunggu, mau kemana kamu!" Ucap Nickel


"Kembali ke ruangan ku tuan, memangnya apalagi?"


"Aku menginginkanmu, sudah cukup lama kamu ikut bersama Natasya dan tidak bisa menemaniku"


"Aku tidak mood, lain kali saja" ucap Janeta


Namun dengan cepat Nickel langsung menarik tangan Janeta hingga tubuhnya kini sudah tak berjarak dengan Nickel, di ciumnya bibir Janeta dengan sedikit kasar, digigit dan dilu*mat berkali-kali hingga akhirnya Janeta terbawa arus permainan Nickel


Janeta segera di dorong duduk di atas meja kerja, tangan Nickel sudah lihai membuka kancing baju Janeta hingga kedua gunung kembar nampak menantang di depan mata, Nickel melu*mat puncak gunung kembar itu bergantian hingga membuat Janeta mengg**injang tidak karuan, dengan cekatan tangan Nickel menarik dan membuang penutup bagian in*tim Janeta


Dan Nickel segera memasukkan miliknya hingga penuh dan membuat Janeta berteriak sejenak saat berhasil dimasuki oleh Nickel, dengan gerakan cepat Nickel menghentakkan miliknya keluar masuk


"Aah!, Aku keluar tuan" teriak Janeta


"Tunggu, aku masih ingin bermain lama denganmu Janet" ucap Nickel yang kini menurunkan tubuh Janeta dan menu**ngkan nya di pinggiran meja, dimasukkan kembali miliknya ke bagian int*im Janeta dari belakang dan Nickel memacunya kembali dengan cepat, hingga kemudian Nickel berteriak menumpahkan laharnya


Keduanya terdiam sesaat untuk mengontrol nafasnya, kemudian pergi untuk membersihkan diri dan keluar seperti tidak terjadi apapun


BERSAMBUNG


Author akan UPDATE SETIAP HARI


Jangan lupa Dukung Author dengan


LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE

__ADS_1


__ADS_2